Thursday, December 13, 2012

Analisa Bilangan Kimia


Kata Kunci : Minyak Atsiri, Bilangan Asam, Bilangan Penyabunan, Bilangan Ester, Bilangan Iod

Dalam penelitian tentang atsiri atau sejenisnya, banyak analisa bilangan yg dipakai untuk menentukan bagus / tidaknya kandungan atau kandungan senyawa lain yg mungkin tercampurkan.
Macam-macam bilangan itu antara lain :
"In the research about essential oil or like that, many number analyzation used to determine good or not content or other contents maybe mixed.
Various kind that number are :"
  • Bilangan Asam, jumlah miligram (mg) dari basa encer (KOH, NaOH) yg dibutuhkan utk menetralkan asam bebas dalam 1 gram minyak
Prosedur : sejumlah x gram minyak dimasukkan dalam labu, lalu ditambahkan alkohol 96% dan beberapa tetes larutan PP. Asam bebas tsb dititrasi dg larutan standar KOH / NaOH 0,1 N. Warna merah pertama yg terbentuk merupakan titik akhir titrasi
Perhitungannya :

Bilangan asam digunakan utk menentukan banyaknya asam lemak bebas yg terbentuk dari hidrolisa lemak / minyak. Semakin tinggi bilangan asam maka semakin rendah kualitas minyaknya.
  • Acid Number, amount miligrams  from aqueous alkaline (KOH, NaOH) which required to neutralize free fatty acid in 1 gram oil
Procedure : amount x gram oil is entered in flask then added alcohol 96% and some drop of PP solution. Free fatty acid is titrated with standard solution  KOH / NaOH 0,1 N. The first red color formed  that is an endpoint.
Acid number used to determine amount of free fatty acid formed from fatty / oil hydrolysis. The higher acid number perform that lower quality of oil."
  • Bilangan Penyabunan, jumlah milligram (mg) basa yang dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram minyak / asam lemak hasil hidrolisis
Prosedur : sejumlah x gram minyak dimasukkan dalam labu, lalu ditambahkan alkohol 96% dan beberapa tetes larutan PP, menetralkan asam bebas dg larutan basa (KOH, NaOH) 0,1 N. Kemudian menambahkan beberapa ml basa 0,5 N lalu merefluks pada kondensor tegak. Setelah mendidih menetesi indikator PP sampai warna merah lalu mendinginkan sebentar lalu menitrasi dg HCL 0,5 N sampai warna merah menghilang. 
  • Saponification Number, amount miligrams alkaline is required to saponification 1 gram oil / fatty acid result of hydrolysis
Procedure : amount of x gram oil is entered in flask, then added alcohol 96% and some drop PP solution, neutralize free fatty acid with alkaline solution (KOH, NaOH) 0,1 N. Then adding some ml alkaline 0,5 N then refluxing in stand condenser. After boiling, drop PP indicator until red color then cooling and titration with HCL 0,5 N until red color disappear"
  • Bilangan Ester, jumlah miligram (mg) hidroksida (KOH, NaOH) yg dibutuhkan utk menyabunkan ester yg terdapat dlm 1 gram minyak. Juga bisa dikatakan lain yaitu selisih antara bilangan penyabunan dengan bilangan ester
Prosedur : sejumlah x gram minyak dimasukkan dalam labu, lalu ditambahkan alkohol 96% dan beberapa tetes larutan PP, menetralkan asam bebas dg larutan basa (KOH, NaOH) 0,1 N. Kemudian menambahkan beberapa ml basa 0,5 N lalu merefluks pada kondensor tegak. Setelah mendidih menetesi indikator PP sampai warna merah lalu mendinginkan sebentar lalu menitrasi dg HCL 0,5 N sampai warna merah menghilang.
Untuk menentukan jumlah basa yg digunakan, perlu dibuat blanko yg diperlakukan sama dg cara diatas tanpa menggunakan minyak. Selisih jumlah basa yg digunakan blanko dan sampel adalah jumlah ml basa yg dibutuhkan utk pembentukan ester

Perhitungannya :

Tujuan penentuan bilangan ester atau asam lemak terikat adalah untuk melihat asam lemak yang masih baik dan belum rusak (terhidrolisis)
  • Esteric Number, amount of miligram hydroxide (KOH, NaOH) is required to saponification esteric in 1 gram oil. Also can be called difference between saponification number with esteric number
Procedure : amount x gram oil is entered in flask then added alcohol 96% and some drop PP solution added, neutralize free fatty acid with alkaline solution (KOH, NaOH) 0,1 N. Then add some ml alkaline 0,5 N then refluxing in stand condenser. After boiling, drop PP indicator until red color then cooling and titration with HCL 0,5 N until red color disappear
To determine amount alkaline required, need made blanko is same treated with above method without using oil. Difference amount alkaline blanko required and sample is amount ml alkaline required to formation esteric
The purpose esteric number or free fatty acid is to know free fatty acid still gopd and not broken"
  • Bilangan Iod, jumlah miligram (mg) halogen (dinyatakan sebagai iodium) yang dapat diikat oleh 100 mg minyak / lemak
Prosedur :  sejumlah x gram minyak dimasukkan dalam erlenmeyer, melarutkan dengan khloroform, menambahkan larutan iodobromida dan diamkan beberapa saat kemudian menambahkan larutan KI 1 N dan mengencerkan dengan air. Menitrasi dengan Na2S2O3 0,1 N utk menetralisir iod bebas sampai berwarna kuning muda lalu menambahkan kanji, menitrasi lagi sampai larutan tepat tak berwarna kemudian menitrasi blanko

Perhitungannya : 

Tujuannya untuk menentukan berapa banyaknya ikatan rangkap dalam rantai hidrokarbon pada minyak  / lemak
  • Iod Number, amount miligram halogen (iodine) can be bundled by 100 mg oil / fatty acid
Procedure : amount x gram oil is entered in the erlenmeyer, dissolving with chloroform, adding iodobromida solution and silent anytime then adding solution KI 1 N and dilute with water. Titration with Na2S2O3 0,1 N to neutralize free iodine until young - yellow color then adding starch, titration until exact solution colorless then titration of blanko.
The purpose to determine how much bond in the hydrocarbon chain at the oil / fat"

Referensi : Catatan kuliah di teknik kimia 

ARTIKEL TERKAIT :
1. Macam - Macam Pengukuran pada Ekstraksi Minyak Atsiri 
2. Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS)
3. Cara Penggunaan Refraktometer  

No comments:

Post a Comment