Artikel Terbaru

Anti COPAS

Design Fire Fighting Oil Tank di Power Plant

Kata kunci : Fire fighting, Power plant, PLTU, Sistem proteksi, Kebakaran, Oil tank, HSD tank

Oil Tank yang digunakan di pembangkitan bermacam - macam seperti Main Fuel Oil (MFO), High Speed Diesel (HSD), dan Residual Oil. Penyimpanan oli tersebut di Oil Tank dan untuk pengaman dari kebakaran maka tangki dilengkapi dengan sistem Fire Fighting. Berikut design sederhana Fire Fighting untuk Oil Tank :

Sesuai standar NFPA diatas, untuk cairan jenis Oil Tank digunakan Deluge System, Foam System dan Fire Detection System. Foam System terdiri dari 2 jenis yaitu Chemical Foam (mixing antara NaHCO3 + Al2(SO4)3 dan Mechanical (Air) Foam (mixing antara Concentrate Foam dengan pelarut air. Mechanical Air Foam yang umum dipakai adalah Alcohol Resistant - Aqueous Fill Forming Foam (AR – AFFF) dan umumnya konsentrasi yang dipakai AR/AFF adalah 1%, 3% dan 6% (contoh : 1% artinya 1 bagian Foam dan 99 bagian air). 
Seperti terlihat digambar, Foam dispraykan diatas Fuel / Oil yang bertujuan menjaga pemuaian akibat lingkungan. Foam menjaga agar Fuel tetap pada kondisi idealnya dan tidak kontak dengan lingkungan, cara ini disebut sebagai metode Preventive (pencegahan). Sedangkan jika Foam ditempatkan di diluar dinding Tank, maka cara ini disebut sebagai Fire Fighting System dengan kerja jika ada pemuaian Fuel atau terjadi kebakaran di Tank maka Detector akan memberi tahu Foam Chamber untuk menspraykan Foam disekeliling dinding Tank sehingga kebakaran terhindarkan.

Perhitungan sesuai NFPA II “Foam Chamber” sebagai berikut :
  • Minimum Aplikasi Rate Foam :
Rumus
(D Oil Tank x D Oil Tank) x 0,785 x min. Application Density
(asumsi Foam Density : 0,3 gpm per ft2)
  • Minimum Foam Quantity Inventories  
Data diatas adalah waktu minimum Foam bekerja untuk Fire Fighting System sehingga jika terjadi kebakaran, Foam benar - benar bekerja efektif. Flash Point adalah titik dimana bahan tersebut teruapkan dan mudah terbakar jika ada pemicu (api).
Rumus
π x r2 x Foam Density x % of Proportioning x (Application Duration + Supplemental Dike Protection)

Supplemental Dike Protection (perlindungan terhadap tanggul Tank) adalah minimal 50% dari Application Duration.

Untuk Reserve Inventory (cadangan bahan) sesuai standar NFPA maka Total Foam Quantity x 2.

  • Design Foam Tank
Di design Foam Tank --->  Tinggi (H) : Diameter (D) = 3 : 1
Volume Foam = 80 % dari Volume Tank
Direncanakan perbandingan H : D = 3 : 1 (tergantung desain di lapangan)
Desain Foam Tank bisa Vertical atau Horizontal tergantung kebutuhan di lapangan
  • Spesifikasi Foam Dam


Sesuai standar NFPA diatas bahwa :
Minimum tinggi Foam Dam : 12 inch = 0,3048 m
Jarak antara pinggir Dam dan Foam Tank : 12 – 24 inch = 0,3048 m – 0,6096 m
Direncanakan dimensi Dam :
Panjang (P) : Lebar (L) = 2 : 1 (tergantung kondisi lapangan) dengan Volume Balok = Volume Foam
Volume Balok : P x L x T dam
  • Contoh Hasil Desain Akhir yang Pernah Saya Kerjakan
Referensi :
[1] Storage tank fire protection system "www.williamsfire.com 
[2] Pengalaman pribadi PRK PLTU BT

ARTIKEL TERKAIT : 
1. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (MK3L)
2. Design Cathodic Protection di Condensor
3. Fuel System PLTU

>

Previous
« Prev Post

1 comments:

Ingin data artikel pdf,kirim email admin : ye_feriyanto@yahoo.com