Monday, August 22, 2016

Manajemen Kualitas di Dunia Industri

- ISO (International Organization for Standardization) berdiri tahun 1987 dan telah di revisi sebanyak 3 kali yaitu tahun 1994, 2000 dan 2008. ISO bermacam - macam seperti : 
  • ISO 9000 : memuat tentang dasar dasar dan istilah untuk sistem manajemen mutu 
  • ISO 9001 : memuat tentang persyaratan - persyaratan yang dibutuhkan untuk implementasi sistem manajemen mutu
  • ISO 9004 : memuat tentang panduan untuk perbaikan kinerja 
  • ISO 9011 : memuat tentang panduan dalam kegiatan audit sistem manajemen mutu dan lingkungan 
- ISO yang paling banyak tertera di produk adalah ISO 9001 yang berarti produk yang telah jadi itu menerapkan implementasi sistem manajemen mutu. Produk yang bersertifikat ISO terjamin proses dan mutu nya sehingga kualitas bisa dibilang terstandar. 
- Mutu menurut ISO 9000 : 2000 adalah derajat atau tingkat karakteristik yang melekat pada suatu produk yang mencukupi persyaratan / keinginan. Gambaran kualitas meliputi : penampilan, keandalan, kemudahan penggunaan, awet, harga wajar, mudah dibuang
Dimensi kualitas di Industri Manufactur adalah :
  1. Performance : kesesuaian produk dengan fungsi utama nya
  2. Feature : ciri khas produk yang membedakan dari produk lain
  3. Reliability : kehandalan produk / kemungkinan kerusakan yang rendah
  4. Conformance : kesesuaian produk dengan spesifikasi yang telah ditetapkan
  5. Durability : ketahanan produk (umur)
  6. Serviceability : kemudahan perbaikan / ketersediaan komponen produk
  7. Aesthetic : keindahan / daya tarik produk
  8. Perception : citra merk dari produk yang membuat konsumen bangga
Dimensi kualitas di Industri Jasa adalah :
  1. Communication : hubungan baik antara pelanggan dan pemberi jasa
  2. Credibility : kepercayaan dari pelanggan ke pemberi jasa
  3. Security : keamanan terhadap jasa yang ditawarkan
  4. Knowing the Customer : pemahaman pemberi jasa terhadap kebutuhan pelanggan
  5. Tangible : pelayanan dapat diukur atau dibuat standarnya
  6. Reliability : konsistensi pemberi jasa untuk melayani pelanggan
  7. Responsiveness : tanggapan pemberi jasa terhadap kebutuhan pelanggan
  8. Competence : kemampuan yang baik untuk melayani pelanggan
  9. Access : kemudahan pemberi jasa untuk dihubungi pelanggan
  10. Courtesy : kesopanan, perhatian dan kesamaan pelayanan terhadap para pelanggan
- Manajemen kualitas mengalami evolusi mulai dari : kualitas inspeksi (inspection quality) ---> pengendalian kualitas (quality control) ---> penjaminan kualitas (quality assurance) ---> manajemen kualitas total (total quality management). 
- Total Quality Management adalah sistem manajemen dalam perubahan yang berkelanjutan terdiri dari nilai, teknik dan alat yang bertujuan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mereduksi sejumlah sumber daya.
- Menurut Irianto, 3 Tahap Implementasi Manajemen Kualitas yaitu : 
  1. Tahap Inisiasi ---> pemahaman konsep dan prinsip
  2. Tahap Adopsi ---> persiapan, perencanaan dan pengembangan misi
  3. Tahap Adaptasi ---> monitoring, penyesuaian dan perbaikan 
- Penghargaan dalam peningkatan Manajemen Mutu salah satunya adalah Malcolm Baldrige
 Kriteria penilaiannya adalah :
  1. Kepemimpinan
  2. Rencana Strategis 
  3. Fokus Pelanggan dan Pasar 
  4. Informasi dan Analisis 
  5. Fokus Sumber Daya Manusia 
  6. Manajemen Proses 
  7. Hasil Perusahaan 
- 8  Prinsip Manajemen Mutu Landasan Penyusunan ISO 9000 adalah :
  1. Fokus pada Pelanggan ---> memahami kebutuhan pelanggan sekarang dan akan datang serta berusaha melebihi harapan pelanggan
  2. Kepemimpinan ---> pimpinan menetapkan kesatuan arah dan tujuan serta menciptakan lingkungan agar orang - orang menjadi terlibat penuh dalam mencapai tujuan
  3. Keterlibatan Orang ---> orang pada semua tingkat merupakan faktor yang sangat penting dari organisasi 
  4. Pendekatan Proses ---> untuk mencapai hasil yang efisien dibutuhkan sejumlah langkah berurutan yang terorganisasi 
  5. Pendekatan Sistem pada Manajemen ---> pengidentifikasian, pemahaman dan pengelolaan proses akan mencapai tingkat efektifitas dalam mencapai tujuan 
  6. Perbaikan Berkesinambung ---> proses yang berfokus pada upaya terus menerus untuk meningkatkan keefektifan organisasi untuk memenuhi tujuan 
  7. Pendekatan Fakta pada Pengambilan Keputusan ---> keputusan efektif berdasar pada analisis data dan informasi untuk menghilangkan akar penyebab masalah 
  8. Hubungan yang Saling Menguntungkan dengan Pemasok  
- Tahapan untuk mendapatkan sertifikat ISO
Tahap - tahap untuk mendapatkan sertifikat ISO adalah :
  1. Menerapkan Standar yang Telah Ditentukan
  2. Mengajukan Sertifikasi
  3. Penilaian / Audit oleh Tim Independent
  4. Penilaian / Audit oleh Tim Pengawas Pemberi Sertifikat
  5. Penerimaan Sertifikat
  6. Sertifikasi Ulang jika Masa Berlaku Sudah Habis
Penjelasan diagram diatas diambil dari "Modul Kuliah Manajemen Industri Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 by Muh. Ali" adalah :
Mengevaluasi bisnis dan kebutuhan yang menunjang kompetisi di luar (quality, pelayanan, proses dll) sesuai standar ISO. Manajemen berkomitmen untuk melaksanakan segala sumber daya untuk menerapkan standar ISO. Penerapan ini supaya terorganisir dan terencana dengan baik bisa melibatkan konsultan sehingga pihak manajemen dan konsultan akan mengevaluasi prosedur kerja sekarang ini dan memberikan prosedur yang sesuai standar ISO kemudian menentukan tim ISO, tujuan dan target waktu untuk melakukan sertifikasi. Tim ISO yang telah dibentuk dilakukan training khusus mengenai ISO. Setelah tim terbentuk dan cukup pengetahuan tentang ISO kemudian merencanakan quality action dengan mengimplementasi prosedur sesuai standar ISO dan melakukan assesment oleh internal office kemudian assesment oleh tim independen. Melakukan improvement untuk prosedur yang dinilai kurang dari assesment tersebut kemudian mendaftarkan ISO. Tim assesment dari ISO akan melakukan audit dan jika lolos akan terbi sertifikat ISO.

- Metode untuk menerapkan manajemen kualitas salah satunya adalah Shewart Cycle (P-D-C-A)
- Salah satu alat pengendalian kualitas adalah Seven Tools
1. Histogram
 
2. Check Sheet
3. Pareto Chart ---> diambil dari nama penemunya Vilfredo Pareto, Pareto Chart adalah diagram batang dan garis yang berprinsip 80 - 20 yang artinya dalam banyak masalah maka cukup diambil permasalahan yang kumulatifnya terjadinya > 80% yang artinya dari banyak masalah yang ada diambil 20% masalah terbesar yang bisa menyelesaikan 80% persoalan. Dengan Pareto ini, kita bisa memfokuskan ke masalah utama yang menyebabkan kegagalan serius (biasanya diambil 3 teratas), sehingga tidak membuang waktu dan biaya jika dibandingkan dengan menyelesaikan semua masalah (besar & kecil).

Seperti gambar diatas, faktor yang menyebabkan keluhan di rumah sakit ada 10 masalah sehingga dengan Pareto Chart ini, dengan mengambil 3 masalah utama yang teratas diharapkan bisa mengurangi dampak buruk yang serius. Teori ini lebih praktis dibanding semua masalah dari yang besar sampai yang kecil diselesaikan semua.
 
4. Cause and Effect Diagram (Fishbone Diagram / Ishikawa Diagram) ---> penyebab dari kegagalan adalah dari Machine, Material, Method, Measurement, Man Power dan Environment
 
5. Defect Concentration Diagram
6. Scatter Diagram
 
7. Control Chart
 - Untuk menjelaskan lebih mudah suatu alur proses digunakan Flow Chart yang dilambangkan dengan bermacam - macam simbol. Penjelasan simbolnya seperti dibawah ini :
- Rumus yang dipakai di statistik adalah :


Referensi :
[1] http://repository.widyatama.ac.id
[2] http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Modul%208%202011.pdf
[3] http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Modul%209%202011.pdf
[4] http://doc.utwente.nl/50777/1/thesis_Irianto.pdf
[5] Introduction to Statistical Quality Control 6th Edition by Douglas 
[6] http://www.ihquality.com/2016/04/cara-membuat-diagram-pareto-dengan-excel.html 
[7] Quality Management by Peter Mauch

1 comment:

  1. Ingin data artikel pdf,kirim email admin : ye_feriyanto@yahoo.com

    ReplyDelete