Artikel Terbaru

Istilah-Istilah di Dunia Investasi Pasar Modal

  • Saham (stock) : bukti kepemilikan investor terhadap usaha tempat investasi
  • Dividen : laba yang berhak diterima investor atas penanaman modal di saham
  • Capital Gain : laba yang diterima karena perbedaan selisih harga beli dengan harga jual
  • Broker/Pialang : perusahaan yang mempunyai akses untuk jual-beli di pasar modal/sekuritas
  • Bandar Saham : sekumpulan investor atau broker yang memiliki tujuan sama yaitu ingin menaikkan atau menurunkan harga saham
  • Emiten : perusahaan yang tercatat di BEI dan berstatus "go-public"
  • Investor : pemilik modal yang membeli saham untuk jangka panjang
  • Trader : pemilik modal yang membeli saham untuk jangka pendek dengan teknik jual-beli (trading) untuk mengharapkan "capital gain"
  • Cut/Stop Loss : menjual saham untuk mengurangi kerugian yang terlalu besar
  • Buy on Weakness : pembelian saham ketika terjadi pelemahan/penurunan harga
  • Wait and See : menunggu dan melihat untuk memonitor pergerakan harga saham sampai di titik dimana analisa teknikal menganjurkan untuk buy
  • Average Down : membeli terus-menerus saham ketika harga sedang turun untuk menurunkan harga portfolio saham yang sudah diakumulasi
  • Bottom Fishing/Buy Low-Sell High : membeli saham ketika murah dan menjualnya ketika sudah tinggi untuk mendapatkan profit berupa capital gain
  • Buy and Hold : membeli saham dan menahannya sampai menunggu momentum yang tepat untuk menjual 
  • Buy Back : membeli kembali saham yang beredar dan ini dilakukan oleh perusahaan untuk menjaga harga saham atau memperbaiki lapran keuangan perusahaan
  • Hold (menahan) : membiarkan saham yang sudah dimiliki tidak dijual walaupun mengalami kerugian yang terus-menerus. Teknik ini digunakan untuk menekan kerugian karena masih mengharapkan jangka panjang harga saham akan meningkat lagi, selain itu juga untuk menunggu deviden
  • Bearish (melemah) : harga saham sedang trend turun
  • Bullish (menguat) : harga saham sedang trend naik
  • Sideways : harga saham cenderung stagnan dengan kenaikan dan penurunan yang seimbang 
  • Breakout : fase dimana titik resistance bisa ditembus
  • Stock Split : pemecahan harga saham menjadi volume lebih banyak agar harga tidak terlalu tinggi dan bisa dijangkau oleh banyak investor
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) : rata-rata harga saham yang terdafar di BEI
  • Indeks LQ45 (Liquid 45) : kumpulan 45 saham di BEI yang menjadi penggerak utama IHSG karena memiliki kriteria yang bagus untuk investasi seperti keuangan sehat, rutin membagi laba, fundamental perusahaan bagus dan profit
  • Saham Blue Chip : saham yang dimiliki oleh perusahaan ternama, pendapatan stabil bahkan meningkat dan aset yang sangat besar (big capital market)
  • Saham Gorengan : saham yang nilainya <Rp1000 yang biasanya tingkat volatilitas-nya tinggi, saham ini harganya mudah naik tinggi karena banyak permintaan dan mudah turun drastis karena penawaran yang berlebih. Istilah gorengan karena saat volatilitas tersebut, bandar besar akan mempermainkan harga karena saking murahnya sehingga mudah sekali untuk diborong dan dinamakan proses menggoreng
  • Saham Lapis : pengelompokan saham berdasarkan tingkat pengaruhnya di IHSG, value yang dipasarkan dan volume transaksional. Saham lapis 1 = blue chip, lapis 2 = value menengah dan lapis 3 = jarang peminat dan sering digoreng bandar
  • Initial Public Offering (IPO) : penawaran saham perdana go-public
  • Level Resistance (atap) : titik dimana harga saham paling tinggi pada periode tertentu
  • Level Support (lantai) : titik dimana harga saham paling rendah pada periode tertentu
  • Akumulasi : mengumpulkan saham dalam jumlah besar (istilah sering dipakai pada aktifitas bandar)
  • Distribusi : menjual saham dalam jumlah besar (istilah sering dipakai pada aktifitas bandar)
  • Overvalue : harga saham yang bernilai diatas harga riil kondisi perusahaan dan umumnya perhitungan menggunakan parameter PBV
  • Undervalue : harga saham yang bernilai dibawah harga riil kondisi perusahaan dan umumnya perhitungan menggunakan parameter PBV
  • Volatile : kondisi pergerakan harga saham yang cepat naik dan cepat turun serta sulit mencapai kestabilan. Umumnya pada saham lapis 2 dan 3
  • Yield : total keuntungan yang didapatkan investor baik dari dividen atau capital gain dengan perhitungannya adalah membagi antara laba yang didapat dengan modal yang ditanamkan
  • Cuan (untung) : istilah dalam Bahasa Cina yang sering digunakan para trader untuk mengungkapkan keuntungan atas transaksi saham
  • Rebound (bangkit kembali) : kekuatan suatu saham yangharganya telah jatuh untuk bangkit lagi pada posisi harga yang diminati investor
  • Koreksi : istilah yang sering digunakan untuk menandai harga saham akan berubah arah, misal dari bullish ke bearish atau sebaliknya
  • Obligasi (bond/sukuk) : surat pernyataan hutang oleh penerbit terhadap investor
  • Kupon (coupon) : laba yang berhak diterima investor dalam tempo yang ditentukan karena memberikan hutang untuk obligasi
  • Candlestick Chart : bentuk grafik seperti lilin yang menunjukkan bisa menggambarkan titik support, resistance, trend bullish ataupun trend bearish
  • Line Chart : bentuk grafik berupa garis yang hanya menunjukkan harga terakhir saja pada periode tertentu
  • Reksadana : jenis pasar modal dimana dana investor dikelola oleh pihak kedua yaitu manajer investasi
  • Bid : permintaan pasar
  • Offer : penawaran pasar
  • Likuid : modal mudah untuk dicairkan
  • Likuiditas : kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek dengan aset lancar lancar
  • Likuidasi : pembubaran perusahaan dengan penjualan aset
  • Leverage : hutang yang digunakan untuk membeli aset
  • Jangka pendek (short-term) : tempo <1 tahun
  • Jangka panjang (long-term) : tempo >1 tahun
  • Aset lancar (current asset) : aset yang bisa digunakan dalam jangka waktu pendek (<1 tahun), seperti : uang kas, piutang (account receivable/account payable), inventory, surat berharga jangka pendek (marketable securities)
  • Aset tidak lancar (fixed/non-current asset) : aset yang bisa digunakan dalam jangka waktu panjang (>1 tahun), seperti : gedung, alat produksi, surat berharga jangka panjang
2 Teknik Analisa Harga Saham :
  1. Analisa Fundamental : teknik berdasarkan analisa laporan keuangan perusahaan meliputi profit/loss, ROI, ROE, EPS, DER, PBV, PER dll
  2. Analisa Teknis : teknik berdasarkan analisa pergerakan harga saham (trending) berdasarkan beberapa macam indikator dan yang terkenal sering dipakai adalah moving average dan price chart
2 Tipe Saham :
  1. Preferred Stock (Saham Utama) : saham yang memiliki dominan suatu perusahaan. Jika terdapat laba ataupun likuidasi maka saham ini yang wajib diutamakan. Dengan alasan inilah mengapa banyak perusahaan Tbk atau BUMN mengambil jatah 51%.
  2. Common Stock (Saham Umum/Publik) : saham yang diperdagangkan di bursa saham. Mendapatkan laba jika kewajiban terhadap preferred stock terpenuhi
EQUITY = ASSET - LIABILITIES
  • Equity (modal) : jumlah modal bersih yang dimiliki perusahaan
  • Asset (aktiva) : modal yang dimiliki perusahaan yang bisa memberikan manfaat usaha
  • Liabilities (kewajiban/hutang) : kewajiban/hutang yang harus dibayar oleh perusahaan
  • Shareholder : pemilik saham di perusahaan (investor), haknya memilih papan direksi
  • Stakeholder : orang yang memiliki kepentingan di perusahaan, seperti : karyawan, komisaris
  • Return on Equity (ROE) = net profit/shareholde equity yaitu tingkat efektifitas perusahaan dalam mengelola equity (modal dari pemegang saham) untuk mendapatkan laba bersih selama periode tertentu. ROE dipengaruhi oleh besar kecilnya hutang perusahaan
  • Return on Asset (ROA) = net profit/total asset yaitu tingkat efektifitas perusahaan dalam mengelola seluruh asset untuk mendapatkan laba bersih. ROA menunjukkan seberapa efeisien perusahaan mengkonversi asset menjadi profit
  • Return on Investment (ROI) atau Rate of Return (ROR) = (Pendapatan sesudah Bunga + Pajak)/total aset yaitu tingkat efektifitas menajemen dalam mengelola investasi
Macam-Macam Penyusutan :
  1. Depresiasi : penyusutan aset berwujud namun bisa diperbaharui, seperti : tanah, bangunan, mesin, kendaraan
  2. Amortisasi : penyusutan aset yang tidak berwujud, seeprti : goodwill, patent, copyright, trademark
  3. Deplesi : penyusutan untuk SDA yang tidak dapat diperbaharui, seperti : kayu, hasil tambang
  • Goodwill : laba (intangible) yang didapatkan di masa mendatang karena pembelian sekarang melebihi harga pasar
  • Risk : resiko yang harus ditanggung akibat investasi
  • Return : tingkat pengembalian modal yang diterima akibat investasi
  • Diversifikasi : pemerataan/penyebaran/keberagaman investasi pada berbagai tipe pasar modal
  • Present Value (PV) : nilai uang yang ditarik ke masa sekarang, dengan teknik nilai yang akan datang di diskon (discounting), rumusnya adalah : PV = FV x 1/[(1+r)^n]
  • Discounting/Discount Factor : faktor pengali yang menjadikan nilai yang akan datang bernilai lebih kecil untuk masa sekarang, rumusnya adalah : 1/[(1+r)^n] dengan r : discount rate dan n : tahun ke-
  • Future Value (FV) : nilai uang yang ditarik ke masa depan, dengan teknik nilai sekarang di compound dengan nilai tertentu, rumusnya adalah : FV = PV x (1+r)^n
  • Compound Factor : faktor pengali yang menjadikan nilai sekarang menjadi besar jika digunakan di masa mendatang, rumusnya adalah : (1+r)^n
Macam-Macam Laporan Keuangan Perusahaan :
  1. Income Statement (Laporan Laba-Rugi) : berisi hal-hal tentang pendapatan dan beban yang harus dibayarkan sehingga menghasilkan profit/loss
  2. Balance Sheet (Neraca Keuangan/Saldo) : berisi hal-hal tentang aset, hutang dan sistem pemodalan perusahaan yang digambarkan seperti neraca kiri (aset) dan kanan (kewajiban)
  3. Cash Flow (Aliran Kas Uang) : berisi hal-hal tentang arus kas masuk dan keluar pada periode tertentu
Referensi : Pengalaman pribadi investasi dan sumber yang diolah dari berbagai literatur

Previous
« Prev Post