Artikel Terbaru

Galvanic Corrosion/Bimetallic/Dissimilar Metal (Korosi Galvanis)

Galvanic Corrosion atau Korosi Galvanis adalah korosi yang terjadi karena perbedaan potensial elektrokimia antara 2 material yang disatukan. Penjelasan proses reaksinya sudah di bahas di : Macam-Macam Korosi Material
Didalam proses galvanic corrosion melibatkan reaksi kimia seperti di sel volta sehingga mauatan ion berbanding terbalik dengan sel elektrokimia dimana di sel volta untuk katoda (+) dan anoda (-). Penjelasan detail di : Sel Volta/Sel Galvani.
Didalam lingkungan yang korosif seperti elektrolite (banyak ion) 2 metal yang disatukan masing-masing memiliki potensial elektrokimia yang berbeda-beda dimana arus elektron mengalir dari anode (-) ke katoda (+).
Sebagai contoh 2 metal berbeda disatukan :
Fe2+ + 2e ---> Fe (Katoda karena reduksi = KARED)
Zn ---> Zn2+ + 2e (Anoda karena oksidasi = ANOKS) ---> terkorosi lebih dahulu karena Zn terletak dibawah Fe berdasarkan deret volta.
2 metal tersebut berada di lingkungan yang korosif seperti pH asam/basa, excess oksigen dan larutan elektrolit maka akan terjadi aliran elektron antara metal dan fluida.

Faktor yang mempengaruhi tingkat korosi di galvanic corrosion (Corrosion Institute, 2010) :
  • Elektrolite (pH, komposisi kimia, konsentrasi kimia dan conductivity)
  • Area Ratio (area katoda yang lebih besar dari anoda kurang baik karena elektron yang hilang lebih besar dan sebisa mungkin area ratio katoda dan anoda sama. Katoda yang lebih besar dari anoda maka metal didekatnya juga harus lebih besar untuk memenuhi elektron yang hilang tersebut sehingga lama-kelamaan akan terkikis
  • Aeration dan Flow Rate (tergantung terhadap dissolved oxygen yang ada di lingkungan dimana semakin tinggi oksigen maka reaksi oksidasi semakin cepat terjadi dan juga flow rate fluida yang mengalir semakin cepat akan menimbulkan penurunan nilai potensial elektrokimia metal sehinggga menjadi mudah teroksidasi/melepaskan elektron)
  • Metallurgical Condition and Composition (kondisi ketika pembuatan metal seperti cold/hot working akan mempengaruhi sifat anoda/katoda-nya ketika disatukan dengan metal lain serta dalam metal sama jika komposisi kimia berbeda sedikit saja akan mempengaruhi ketahahan korosinya)
  • Stifling Effect (efek akumulasi paparan seperti time of exposure)
  • Fluid Environment (lingkungan fluida yang korosif seperti air laut, asam sulphate, excess oksigen menyebabkan 2 metal lebih cepat mengalami korosi galvanis
  • Atmospheric Environment (kondisi lingkungan seperti humidity tinggi, dekat polutan, di area terbuka dan kondisi metal terpendam menyebabkan korosi galvanis mudah berlangsung)
  • Position of Metal in the Galvanic Series (pemilihan metal yang akan disatukan diusahakan perbedaan potensialnya yang sekecil mungkin agar tidak terjadi galvanic corrosion)
  • Effect of Distance (diketahui bahwa daya hantar listrik di larutan (solution conductivity) berbanding terbalik dengan panjang (length) dan lintasan (conduction path). Tingkat galvanic corrosion akan parah tepat pada sambungan 2 metal sehingga dengan menambah panjang metal maka efek korosi galvanis bisa ditekan
Cara mencegah agar terhindar dari korosi galvanis ??
  • Mengupayakan memilih material yang sama jika harus menyambungkan
  • Jika metal yang sama tidak bisa diupayakan maka antara sambungan diberi insulator (nonmetallic, nonabsorbent) untuk mencegah aliran arus elektron
  • Painting antara 2 material yang tersambung
  • Mendesain cathode area lebih kecil dibanding anoda sehingga tingkat perpindahan elektron bisa ditekan
Referensi :
[1] Corrosion Institute. (2000). Bimetallic Corrosion. Teedington
[2] Dexter, Stephen. (2003). Galvanic Corrosion. University of Delaware
[3] Inox, Euro. (2009). SS in Contact with Other Metallic Material. Journal of Materials and Applications Series, Vol 10

Previous
« Prev Post

1 comments:

Excellent article. Very interesting to read. I really love to read such a nice article. Thanks! keep rocking. cromare plastica