Artikel Terbaru

Anti COPAS

Proses Pembentukan Gas-Gas Terlarut di Minyak Trafo

Gas terlarut (dissolved gas) di minyak trafo terdiri dari beberapa macam senyawa seperti gas hidrokarbon (C-H) yaitu senyawa yang tersusun atas ikatan -C dan -H dengan pembagian terdiri dari 3 jenis yaitu alkana (ikatan rantai 1), alkena (ikatan rantai 2) dan alkuna (ikatan rantai 3). Selain itu juga terdapat gas CO dan CO2 sebagai akibat dari degradasi selulosa.
Pada rantai hidrokarbon, semakin tinggi rantai maka semakin tinggi pula energi untuk melepaskannya. Minyak trafo mengandung berbagai macam gas hidrokarbon jika didalam operasinya terdapat kontaminan atau pola operasi yang kurang tepat atau memang sudah pada life time pemakaiannya.
Didalam trafo terdapat 2 isolasi yaitu padat (isolasi kertas/selulosa) dan cair (minyak). Fungsi dari isolasi adalah menjadi penghalang percikan listrik/tegangan ketika terjadi kebocoran ketika trafo beroperasi sehingga fungsi kedua isolasi tersebut cukup vital.

BACA JUGA : Analisa Uji DGA di Minyak Trafo
 
  • Selulosa (C6H10O5)n
Nama lain selulosa adalah serat atau glukosa nabati dan pada trafo berbentuk lembaran kertas yang digulung pada komponen didalam trafo. Struktur molekul selulosa adalah (C6H10O5)n dengan kandungan unsur dominan jika selulosa ter-degradasi adalah C, H dan O. Jika -C bertemu -H maka akan terbentuk gas hidrokarbon tentunya pembentukan disertai temperatur yang mendukung untuk prosesnya dan jika -C bertemu -O maka akan terbentuk gas CO dan CO2 sedangkan jika -H bertemu dengan -O maka bisa terbentuk H2O.
  • Metana (CH4)
Bisa terbentuk sesuai reaksi :
CO2  + 8 H+ ---> CH4 + 2 H2O (terbentuk pada kira-kira temperatur 150 oC). Pada minyak trafo kondisi tersebut bisa disebabkan oleh unsur hasil degradasi selulosa dan kondisi operasi asam.
  • Etana (C2H6)
Bisa terbentuk dengan sistem elektrolisis garam asetat, dimana asetat di-oksidasi untuk menghasilkan karbon dioksida dan radikal metil, sesuai reaksi :
CH3COO- ---> CH3 + CO2
2 CH3 ---> C2H6
Terbentuk dari uraian metana dengan bantuan panas dengan panjang gelombang tertentu seperti fotokimia, sesuai reaksi :
CH4 ---> CH3 + H
2 CH3 ---> C2H6
Kondisi diatas bisa disebabkan karena keberadaan zat kimia asam yang didukung dengan adanya percikan listrik di minyak trafo sehingga mendukung terjadinya elektrolisis. Etana rata-rata terbentuk pada temperatur 250 oC.

BACA JUGA : Analisa Furan Test di Minyak Trafo

  • Etena/Etilen (C2H4)
Terbentuk dari reaksi berikut :
4 CO2 + 2 H2O --->2  C2H2 + 5 O2
Keberadaan senyawa akibat degradasi selulosa dan air yang didukung pada kondisi operasi pada rata-rata temperatur 350 oC.
  • Etuna/Asetilen (C2H2)
Terbentuk dari reaksi batu kapur dan arang sehingga menghasilkan calsium carbida kemudian direaksikan dengan air membentuk gas asetilen
CaO + 3 C ---> CaC2 + CO
CaC2 + 2 H2O ---> Ca(OH)2 + C2H2
Rata-rata proses terbentuknya pada temperatur 500-700 oC.
  • Karbonmonoksida (CO) dan Karbondioksida (CO2)
Terbentuk dari hasil degradasi selulosa, karena setiap bahan organik jika terurai pasti menghasilkan unsur -C, -H, -O, -N dan -S. Keberadaan gas tersebut umumnya disertai dengan peningkatan kandungan air di minyak trafo.

Referensi : Pengalaman pribadi di unit pembangkitan

Previous
« Prev Post