Artikel Terbaru

Macam-Macam Alat Ukur Proteksi Radiasi dan Surveymeter (3 of 5)

Alat Ukur Proteksi Radiasi : alat yang digunakan untuk mengukur dosis yang diterima tubuh demi keselamatan jiwa manusia.
Macam-Macam Alat Ukur Proteksi Radiasi :
1. Dosimeter Perorangan, terdapat 3 tipe yaitu :

  • Pen Dose

Karakteristik : ada 2 jenis yaitu digital dan analog
Prinsip kerja adalah ionisasi gas, radiasi mengenai ion (+) dan ion (-) sehingga timbul beda tegangan dan menimbulkan penunjukkan jarum sehingga bisa terbaca di sistem digital.
Kelebihan : dapat langsung dibaca, konstruksi sederhana
Kekurangan : sifat akumulasi kurang baik (hanya harian) karena mudah bocor dan ketelitian rendah

  • Film Badge

Prinsip kerja adalah fotokimia, ketika dikenai radiasi maka sebagian/seluruh energi radiasi akan dialihkan ke elektron. Elektron akan membuat Ag+ dalam kristal AgBr menjadi Ag netral sehingga terbentuk bayangan laten. Untuk mengetahui jumlah radiasi maka detektor film dicuci dengan senyawa kimia sebagai larutan pengembang. Atom Ag yang berupa bayangan laten akan semakin hitam sedangkan ion Br- menjadi atom Br. Proses pencucian lanjutan dengan larutan stop bath untuk menghentikan proses pengembangan (penghitaman). Pencucian lanjutan dengan larutan fixer akan melarutkan molekul AgBr sisa, sedangkan yang telah menjadi logam Ag akan terikat kuat sebagai bayangan hitam.
Kelebihan : film dapat didokumentasikan, sifat akumulasi baik, dapat mengukur dosis tinggi, jenis & energi radiasi bisa ditentukan (karena ada bermacam-macam sekat/filter)
Kelemahan : dipengaruhi oleh kelembaban & temperatur, tidak dapat digunakan lagi (sekali pakai), tidak dapat mengukur dosis rendah, range pembacaan hanya 1 bulan (untuk menghindari pemudaran akibat pengaruh kelembaban), pembacaan dosis memerlukan alat bantu yaitu densitometer

  • Thermoluminescence Dosimeter (TLD)

Prinsip kerja adalah eksitasi, ketika ada radiasi maka elektron dari pita valensi pindah ke pita konduksi (transisi elektron) dan selama terkena radiasi maka terjadi akumulasi elektron terus-menerus. Setelah 3 bulan dilakukan pembacaan, maka dengan pemberian energi dari luar jika diberi energi panas maka pancarannya disebut thermoluminisensi (TLD) dan jika diberi cahaya UV disebut radiophoto (RPLD). Pancaran dideteksi oleh photomultiplier (PMT) dan besarnya pancaran sebanding dengan dosis radiasi.
Kelebihan : dapat digunakan lagi, akumulasi sangat baik, dapat mengukur dosis rendah maupun tinggi, tidak dipengaruhi oleh lingkungan, range pembacaan dosis cukup panjang (3 bulan sekali)
Kekurangan : tidak bisa dijadikan dokumetasi, pembacaan dosis memerlukan alat TLD reader

2. Surveymeter, terdapat beberapa tipe yaitu :
  • Surveymeter alpha, permukaan detektor terdapat film tipis bahan Be, jenisnya bisa isian gas proporsional atau sintilasi ZnS
  • Surveymeter beta & gamma, karakteristik uniknya adalah terdapat penutup yang bisa dibuka-ditutup dengan penerapannya di lapangan jika dibuka maka surveymeter diguanakan untuk mendeteksi radiasi beta (karena beta hanya bisa menembus beberapa cm saja di penahan) sedangkan keadaan tetap tertutup untuk radiasi gamma
  • Surveymeter gamma/X, jenisnya adalah isian gas kamar ionisasi (ion chamber), geuger mueler (GM), sintilasi NaI
  • Surveymeter neutron, jenisnya adalah detektor proporsional gas BF3 atau helium

Cara kerja detektor sintilasi adalah ketika terdapat radiasi yang mengenai bahan sintilator maka akan menghasilkan percikan cahaya yang ditangkap di photokatoda sehingga memancarkan elektron. Elektron yang dipancarkan ini sangat kecil sehingga kalau terbaca sangat kecil dan harus dibesarkan dan di alat detektor terdapat dinode yang fungsinya menggandakan elektron sampai akhirnya bisa terbaca dan ditangkap di anode sehingga timbul arus pulsa, kemudian arus pulsa bisa terbaca di alat peraga/digital.
SURVEYMETER
Fungsi surveymeter : mengukur laju dosis
Langkah pemilihan surveymeter :
  • Memilih untuk jenis radiasi yang digunakan
  • Respon energi pada dosis radiasi yang berbeda
  • Rentang pengukuran cukup dengan tingkat radiasi yang diukur

Kalibrasi : menguji ketepatan nilai yang ditampilkan alat dengan nilai sebenarnya
Cara kalibrasi surveymeter :
  • Menggunakan sumber radiasi standar
  • Mencocokkan dengan peralatan lain yang sudah terkalibrasi dan masih dalam masa berlakunya

Kalibrasi dilakukan pada :
  • Surveymeter baru
  • Setiap tahun untuk surveymeter yang terpakai
  • Surveymeter yang rusak dan telah diperbaiki

Langkah sebelum memakai surveymeter :
  • Memeriksa sertifikat kalibrasi dan faktor kalibrasi
  • Memeriksa baterai
  • Mempelajari pengoperasian dan pembacaan skala

Referensi : Feriyanto, YE. (2019). Pelatihan & Sertifikasi Petugas Proteksi Radiasi Tingkat II, Batan-Bapeten, Jakarta

Previous
« Prev Post