Trending Topik

Cara Menang Kata Kunci Keyword Produk di Marketplace/E-Commerce || Teknik Search Engine Optimization (SEO)

Diposting oleh On Monday, February 14, 2022

Kata kunci (keyword) menjadi kunci andalan dalam mengunci produk kita terletak diatas ketika dilakukan pencarian. Kata kunci ini memiliki peranan paling vital dibandingkan dengan lainnya, karena customer mencari produk lewat mengetik kata sehingga kata-kata tersebutlah yang memanggil produk kita untuk di tampilkan. Pengalaman kami agar menang kata kunci di marketplace sebagai berikut:

  • Ketik nama produk di search enginer marketplace, nanti dibawahnya akan ada banyak rekomendasi pilihan bawaan maka tulis semua rekomendasi bawaan search engine tersebut untuk dijadikan judul di produk kita. Rekomendasi bawaan search engine tersebut ter-optimasi kata itulah yang sering dicari orang atau banyak produk yang memakai judul tersebut
  • Sebagai contoh, kita ketik "lumpang" maka search engine akan merekomendasikan "lumpang stainless; lumpang kecil; lumpang besar; lumpang kecil; lumpang kayu dll" maka lanjut lagi kata sesuai produk kita misalnya "lumpang stainless" maka search engine akan menampilkan rekomendasi seperti "lumpang stainless steel; lumpang stainless 304; lumpang stainless besar; lumpang stainless original; lumpang stainless tahan karat dll". Judul yang harus kita tulis di produk adalah kata yang muncul di semua rekomendasi search engine yaitu " Lumpang Stainless Steel 304 Besar Original Tahan Karat". Ini dimaksudkan agar ketika customer ketika dengan kata apapun, maka produk kita tampil teratas
  • Umumnya jumlah karakter yang diberikan di judul oleh marketplace terbatas misalnya di Tokopedia hanya 70 dan Shopee 200 maka kita mengakalinya dengan upload produk serupa tidak hanya 1. Misalnya kita upload 4-5 produk serupa dengan judul yang berbeda-beda namun masih tetap mendeskripsikan produk yang sama, umumnya saya ubah hanya 30% saja untuk memasukkan kata kunci yang belum tampil di produk awal yang sudah terupload. Tips lagi agar tidak menajdi spam maka diubah juga gambar terdepan-nya dari produk serupa yang kita upload tadi
  • Produk yang terupload banyak juga menjadi kunci barang kita laku, karena mungkin satu barus ketika customer mencari adalah produk kita semua sehingga dengan harga yang tertera dikira sudah sangat layak karena beberapa produk tampil dengan harga sama
  • Menghindari kata kunci spam seperti terlaris, termurah, hot sale, big promo dll. Kata kunci tersebut dianalisa search engine seperti sebuah judul yang berlebihan yang sarat akan click bait dan belum tentu kebenaran dari judul tersebut karena dinilai niatnya hanya mendatangkan customer dengan iming-iming kata-kata spam
  • Usahakan setiap foto dari produk kita ada yang real picture, misalnya foto dari pembeli ketika dipegang, di foto di outdoor dll. Dengan ini customer kita akan bisa membayangkan riil produk seperti warna, ukuran, bentuk dll sehingga mereka yakin tidak tertipu gambar di iklan yang sarat akan editan
  • Search engine akan menganalisa toko yang hidup untuk ditampilkan di halaman pencarian, dalam artian toko hidup adalah toko tersebut secara berkala upload produk terbaru dan performa jawab chatnya cepat (<5 menit). Ketika itu sudah kita capai, yakinlah search engine akan merekomendasikan produk kita ketika dicari
  • Memasukkan produk yang kita upload ke beberapa macam cluster produk dan ini biasanya direkomendasikan oleh marketplace ketika kita upload produk. Misalnya lumpang maka cluster produk yang direkomendasikan umumnya adalah rumah tangga, perkakas, peralatan dapur, aksesoris toko obat, pajangan. Maka ketika kita upload masukkan produk kita tersebut ke beberapa cluster produk tersebut sehingga ketika ada yang cari dengan kata kunci cluster produk maka produk kita tetap tampil
Kesimpulan yang bisa diambil dari optimasi ini adalah:
  1. Produk kita akan selalu tampil dengan kata kunci yang diketik oleh customer
  2. Ketika customer searc engine lewat filter cluster produk maka produk kita juga masih tampil
  3. Upload produk banyak menguntungkan dari sisi pencarian karena sudah menang dari banyak kata yang tampil, banyak cluster produk dan juga mungkin 1 baris pencarian diisi oleh produk kita semua
  4. Rajin-rajin upload barang walaupun sedikit tapi sering memberikan stimulus ke search engine bahwa toko kita hidup dan ketika ada customer masuk tidak mengecewakan karena pasti dilayani (pikir si search engine)
Referensi:
[1] Pengalaman pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Terjebak Klik Program SPayLater Shopee || Kejadian 25 Januari 2021

Diposting oleh On Monday, January 31, 2022

Sebagai buyer yang sudah lama menggunakan berbagai marketplace, tidak bisa dipungkiri Shopee untuk saat ini masih raja diskon (free ongkir + cashback) serta cashback yang sangat mudah digunakan dibandingkan Tokopedia saat ini setelah merger menjadi GOTO. Pasalnya, Tokopedia yang kala itu menerapkan cashback bisa didapatkan buyer baik pembayaran memakai dompet digital (OVO kala itu) maupun tidak (metode transfer uang) masih dapat diskon dan sangat mudah dipakai untuk belanja periode berikutnya. Banyak buyer yang menyukai hal ini, bahkan menyebutkan Tokopedia untuk cashback masih diatas Shopee. Semakin kesini, Tokpedia merger dengan Gojek (GOTO) menerapkan pembayaran 1 pintu untuk bisa dapat cashback yaitu lewat Gopay, dimana ketika buyer ingin mendapatkan hal tersebut harus top-up dahulu masuk ke aplikasi Gojek baru akan ter-link dengan Tokopedia. Hal ini berbeda dengan Shopee dimana Shopee Pay masih menjadi satu dengan aplikasi induk, jadi buyer tidak harus keluar masuk sistem. Kesimpulan untuk saat ini Shopee lebih menarik untuk urusan cashback dibandingkan Tokopedia.

Sudah hampir 3-4 tahun kami berkecimpung di aplikasi Shopee dan menyandang status "Platinum" dengan total akun-1 sebanyak 256 kali pembelian, akun-2 189 kali pembelian, akun-3 114 kali pembelian dan akun-4 90 kali pembelian (terhitung awal Januari 2021 untuk 6 laporan 6 bulan terakhir). Berawal dari sini, kami berani memaparkan detail kejadian ini karena saking mengenalnya strategi dan perubahan sistem di Shopee. Akun kami ditawari untuk join SPayLater dengan nominal Rp75,000,000 dan kamipun tidak memakai hal tersebut karena pikir kami itu akan menjadi hal konsumtif dan hutang. Sampai akhirnya 25 Januari 2021, sistem cashback yang diterapkan Shopee yang notabene default pembayaran adalah "Shopee Pay" tiba-tiba lari sendiri ke "SPayLater". Ada yang janggal dari peristiwa ini, yaitu aplikasi meminta verifikasi lewat SMS padahal biasanya cukup pin saja (untuk Shopee Pay). Karena ada yang janggal, kamipun cek di transaksi ternyata kami melakukan pembayaran menggunakan SPayLater. Ini dilakukan oleh Shopee di jam sibuk pesta diskon yaitu Pukul 12.00 kala itu dan sedang ada free ongkir + cashback besar-besaran.

Shopee untuk urusan mengenalkan produk digitalnya sangatlah halus dan bahkan tidak dirasakan oleh pengguna seperti pengenalan Cash on Delivery (COD), kamipun juga terpeleset memilih itu padahal tidak menginginkan. Cara Shopee yaitu ketika cashback pada umumnya didapatkan hanya untuk pembayaran Shopee pay, maka saat itu diselipkan cashback hanya untuk pembayaran dengan COD. Buyer yang tinggal klik-klik dan tidak melihat tulisan kecil keterangan tentu merasa sudah benar karena sudah terbiasa dan betapa kaget nanti akhirnya ternyata pembayaran dengan COD. Hal sama dengan SPayLater di 25 Januari 2021 ini kami-pun karena terbiasa mendapatkan cashback dengan default Shopee Pay tiba-tiba oleh Shopee default diubah ke SPayLater. Bagusnya lagi strategi ini hanya berjalan singkat dan kami cek 1 jam berikutnya sudah default kembali ke Shopee Pay.

Mengapa Shopee sangat menginginkan SPayLater terhadap buyer, seberapa pentingkah buat perusahaan?? hal ini tidak terlepas dari pancingan agar jiwa konsumtif buyer tidak terhalang oleh seretnya keuangan. Algoritma Shopee yang melihat kami selalu deposit cukup banyak rutin setiap minggunya, dianalisa oleh big data mereka yang dicocokkan dengan identitas terpercaya dari kita maka tidak ada konfirmasi dan verifikasi lebih jauh sudah pasti mereka yakin buyer target ini pasti membayar. Disisi lain, ada bunga kredit yang dibebankan ke buyer yang menjadi benefit Shopee, namun juga ada cashback lebih dibandingkan pembayaran metode lain yang diterima buyer. Sebenarnya ada win-win solution dari semua itu, namun jika konsumtif ini digunakan untuk hal produktif misalnya belanja barang yang ingin dijual lagi serta belanja yang ada batasan dan tidak melebihi jatah dari %gaji bulanan.

Menurut hemat kami, SPayLater ini dikembangkan karena crowd funding Shopee lewat user sudah over (berdasarkan data 2021, user Shopee di kisaran 150 juta) jadi bisa kita kira-kira sendiri uang yang terkumpul di Shopee Pay seberapa besar dan ini dikembangkan oleh Shopee dihutang-hutangkan kembali ke user dan Shopee mendapatkan ganda yaitu bungan kredit dan perputaran transaksi. Jadi dengan adanya 2 ini yaitu Shopee Pay + SPayLater maka semakin kaya dan berkembang Shopee. Semoga Shopee tetap mendukung UMKM Indonesia walaupun aplikasi ini adalah import dan tidan merusak bisnis lini menengah kebawah. Peran serta kita semua untuk terus mengawasi perkembangan dunia digital diperlukan agar pemerintah bisa mendapatkan info lebih dini terkait sesuatu yang itu bisa merugikan bangsa Indonesia.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Seperti Apa Lintah Darat Jaman Now || Kaum Millenial & Zilineal Wajib Tahu dan Belajar Finansial Plan

Diposting oleh On Wednesday, January 26, 2022

Pada masa-masa ini, dimana ijazah sudah bukan lagi trend melainkan cukup viral dan cuan besar dari video yang mereka upload menjadi trend sendiri. Platform Youtube, Tiktok, Instagram, Snackvideo dan masih banyak lagi lainnya menjadi ladang pekerjaan & income kebanyakan generasi zillineal (Z). Sering kita jumpai di berbagai video viral menampilkan sosok crazy rich muda yang sudah bergelimang harta dan bisa beli cash mobil supercar seperti membeli kacang goreng di pinggir jalan. Ketika ditanya, para "crazy rich" abal-abal ini mengatakan kalau mereka bisa ini karena trading forex dan cryptocurrency. Seperti apa kenyataannya, mari kita kupas tuntas:

  • Affiliator adalah influencer/marketing/perantara aplikasi sedangkan trading adalah aktifitas jual-beli saham/forex/crypto di pasar perdagangan
  • Para "crazy rich" abal-abal zillenial tersebut adalah affiliator bukan trader, terbukti ketika mereka membuat video mereka sekaligus mengenalkan aplikasi trading yang mereka pakai
  • Indonesia tidak melegalkan perdagangan forex dan cryptocurrency yang seharusnya diawasi oleh BAPPEBTI. Aplikasi yang sering jadi iklan dan sering kita temui di media memiliki lisensi dari luar negeri sehingga benar/tidaknya lisensi tersebut kita semua tidak tahu bahkan pemerintah lewat BAPPEBTI & KOMINFO sudah memblokir banyak situs tersebut. Baca di: BAPPEBTI Blokir 249 Domain Situs Investasi Bodong
  • Aplikasi tersebut sangat mudah dibuat, mirip ahli IT membuat software di play store sehingga isi didalamnya antara yang mode demo dan riil bisa dimanipulasi
  • Affiliator aplikasi pada umumnya menggunakan strategi marketing yang masif dengan membayar influencer terkenal yang nol ilmu investasi, dipermak seolah-olah kaya dan terus-menerus muncul di publik dengan gaya super mewah. Teknik ini sangat manjur untuk menarik orang dari luar, seperti mereka bagi-bagi uang dijalan puluhan bahkan ratusan juta, mereka beli mobil supercar cash seperti membeli kacang goreng, mereka menunjukkan bebas finansial, mereka menyawer milyaran dengan mudah (tentu kalian semua tahu siapa yang kami maksud ini kan??)
  • Publik bertanya-tanya mereka bisa kaya dengan bekerja sebagai trader sehingga berbondong-bondong instal aplikasi dan menjalankan akun demo. Dalam belajarnya mereka dapat cuan besar dengan akun demo tersebut sehingga dengan yakin investasi uang beneran. Tak disangka uang pun hilang secepat kilat
  • Kami bisa bercerita seperti ini karena juga menjadi player untuk mengetahui cara kerjanya, karena prinsip kami "masuki dulu, analisa dan simpulkan" karena setiap perjalanan ini kalau kita tidak terjun maka menunggu akan menghabiskan waktu dan tidak cepat membuat keputusan untuk strategi lain. Nominal yang kami pakai untuk tes sangat kecil hanya untuk mempelajari sistem
  • Akun yang diperuntukkan untuk affiliator/influencer berbeda dengan yang diperdagangkan pada umumnya, sehingga ketika diperlihatkan ke publik selalu tampil naik & hijau. Mengapa demikian?? karena aplikasi ini adalah settingan, dimana peak chart adalah permainan komputasi biasa tanpa jelas darimana asalnya, sehingga algoritma software sudah tertata rapi
  • Akun demo dan riil-pun juga berbeda, dimana akun demo pasti memberikan cuan yang menggiurkan dan ketika riil-dibantailah investor tersebut lewat psikologi trading yaitu pertama dibuat untung, kemudian menipis mau rugi dibuat untung lagi, untung lagi dan karena emosi keserakahan maka digenjot dan amblas. Psikologi berfikir tadi akan untung dan karena kurang sabar jadi loss maka dia akan deposit lagi dan terus-menerus dimainkan psikologi-nya sampai jadi gembel
  • Ketika investor loss maka affiliator/influencer mendapatkan 70% dari uang investor. Maka dari itu, disebutlah lintah darat jaman now, mereka affiliator jadi "crazy rich" abal-abal dan investor jadi gembel yang banyak hutang bahkan banyak kasus bunuh diri. Baca di: Remaja Bunuh Diri karena Informasi Sesat Aplikasi Trading
  • Yang banyak orang tahu bahwa investasi itu sama saja antara saham BEI, forex dan cryptocurrency. Padahal itu semua berbeda, dimana saham BEI murni menyuntik modal usaha sebuah perusahaan sedangkan forex dan cryptocurrency tidak ada benda fisik atau usaha yang dijalankan sehingga itu hanya permainan komputasi angka yang dijalankan global untuk mengeruk uang tanpa harus bekerja jadi kami simpulkan haram untuk investasi tersebut. Baca di: Investasi Cryptocurrency HARAM, Mengapa??
  • Yang kebanyakan kasus yang lagi ramai saat ini itu adalah "Binary Option", dimana investasi hanya 50:50 kalau tidak untung ya hilang, padahal kalau di saham BEI tidak seperti itu. Sehingga binary option ini mirip judi yang dilegal-kan dan pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk menutup akses aplikasi ini berkembang
  • Salah satu master investasi di Indonesia yang mendapatkan 7 rekor dunia MURI terhadap paten-nya di bidang investasi juga menyebutkan kalau pembodohan publik terhadap trading ini sudah keterlaluan. Bahkan dia menyebut, gelar Doctor yang mereka raih dengan perusahaan bonafide-nya akan dicopot ketika si affiliator/influencer ini bisa menunjukkan trading plan-nya untuk diterapkan ke publik dan bisa cuan. Selengkapnya tonton di: Rugi Lebih dari 20 T!!!Penipuan Berkedok Investasi dan Trading
  • Kami pun juga belajar investasi di pascasarjana dalam 4 SKS (1 tahun) untuk mendalami macam dan cara investasi, teknik investasi, analis fundamental dan teknikal serta analisa pasar. Sehingga ketika ada yang tiba-tiba muncul di publik yang tidak diketahui latar belakang ilmu keuangan dan pasar tiba-tiba berkata jago trading dengan cuan luar biasa maka bisa dipastikan itu murni pembodohan publik dan sedang menjalankan aksinya jualan aplikasi
Sebagai generasi millenial dan zillenial yang dalam kehidupan saat ini digempur dengan pesatnya teknologi, maka seharusnya banyak belajar dari seumber manapun untuk bisa disaring baik-buruknya. Trading plan diperlukan untuk bisa bertahan hidup sampai esok kelak, karena saat ini ijazah tidak lagi diperlukan dan kreatif dan adaptif dengan perubahan jaman yang akan survive. Kami sudah pernah menulis untuk trading plan yang idela di: Struktur Hirarki Ideal Investasi Individu dalam Kehidupan

Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi Penulis pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Pembukaan yang Apik Tahun 2022 untuk Aplikasi Tokopedia & Shopee || Terus Inovasi untuk Menggaet Kepercayaan Pelanggan

Diposting oleh On Friday, January 21, 2022

Memasuki babak baru Tahun 2022, kami selaku seller & buyer di marketplace Indonesia mengamati setiap perubahan-perubahan yang ada. Perubahan itu kami amati ada yang menguntungkan customer dan tidak bahkan dikembangkan untuk meraup cuan si marketplace dalam dominansinya di pasar online. Berikut kami bahas inovasi atau perbaikan aplikasi masing-masing e-commerce:

  • TOKOPEDIA
Pade semester II Tahun 2021, kami merasakan tidak berfungsinya robot Tanya komplain Tokopedia, bahkan sudah pembaharuan aplikasi dan chat ke CS kemana-mana namun tidak ada response, berikut artikelnya: Tokopedia Care November 2021 Kok Lelet Sekali bahkan Robot Tanya Tidak Berfungsi. Memasuki Tahun 2022 ternyata di aplikasi diminta untuk pembaharuan agar fitur-fitur bisa digunakan lebih baik dan betapa terkejutnya karena sistem Robot Tanya sudah hampir tidak membutuhkan manusia CS lagi untuk penyelesaian masalah. Seperti dahulu untuk pindah kurir pengiriman harus menunggu admin CS meresponse dahulu, namun sekarang tidak tinggal input asalkan kedetect oleh sistem sudah ada resi masuk maka akan terkirim-lah barang tersebut. Kami mengaku puas dengan inovasi dari Tokopedia ini dan semoga tetap berjalan optimal. Kami masih terus memberikan apresiasi ke Tokopedia perihal pemerataan kesejahteraan seller dalam hal dikasih buyer. Search engine yang dikembangkan memiiki otomasi yang sangat bagus, bahkan toko barupn tanpa iklan dikasih makan oleh Tokopedia. Namun kami masih harus memberikan masukan ke Tokopedia terkait perang diskon dan gratis ongkir harus banyak belajar dari Shopee. Selain itu, kami juga menyoroti terkait penghapusan produk oleh Tokopedia yag tidak ada jejaknya, salah dimana dan produk apa. Kami sebagai seller sampai kebingungan produk apa yang melanggar ketentuan. Dalam hal ini, Tokopedia masih belum informatif ke seller dan harus mengembangkan sistem lebih lanjut.
  • SHOPEE
Pada Tahun 2021 kami mengkritik habis-habisan untuk potensi monopoli Shopee dalam perampasan hak konsumen memilih ekspedisi dan default "Shopee Standard Express" bahkan di media dan anak penelitian sarjana banyak yang meminta data ke kami dan kami berikan fakta-faktanya. Artikel kami ulas lengkap di: Hati-Hati Terhadap Monopoli Shopee || Merampas Hak Konsumen Memilih Jenis Ekspedisi yang Diinginkan. Dengan ramainya berita teserbut bahkan pemerintah sempat memanggil Shopee untuk konfirmasi terkait hal tersebut dan dewan pimpinan Shopee menjawab tidak ada monopoli ekspedisi melainkan hanya memberikan rekomendasi yang tepat ekspedisi. Ini adalah jawaban diplomatif yang bisa diterima oleh khalayak, namun tidak untuk para analis pasar. Tahun 2022, Shopee membuat inovasi, dimana tulisan "UBAH" kurir setelah checkout tampil terus dan akan non-aktif tidak bisa digunakan jika lebih dari 30 menit. hal ini berbeda di tahun sebelumnya dimana tulisan "UBAH" akan hilang ketika tidak digunakan oleh buyer. Ini juga sebagai bukti bahwa Shopee tidak memonopoli ekspedisi dan hak konsumen dalam memilih tetap bebas. Kami apresiasi besar Shopee terkait inovasi ini, namun yang masih jadi catatan terkait search enginer Shopee masih belum bisa bagi-bagi kue rata ke semua seller. Shopee masih harus banyak belajar ke Tokopedia terkait ini, dimana Tokopedia sangat meratakan UMKM dan kemakmuran seller. Shopee harus belajar dalam search engine jangan produk yang laris, murah, rating bagus yang tampil teratas, namun tampilkan produk yang siap kirim, load minim dan terpercaya (toko hidup, chat cepat, produk terpercaya) sehingga dengan ini seller semua dapat makan dari aplikasi.

Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Analisa Ketahanan Material Cu Based (Brass-CuZn atau CuZnAl) || Properties, Korosi dan Material Substitusi

Diposting oleh On Wednesday, January 19, 2022

Material tembaga (Cu) memiliki sifat properties yang baik sebagai heat-exchanger seperti thermal conductivity yang sangat baik dibawah silver/perak (Ag). Material Cu based yang umumnya dikenal di lapangan seperti brass/kuningan (CuZn-Al) atau bronze/perunggu (CuSn) dan di PLTU penggunaan material Cu banyak digunakan di heat-exchanger seperti condenser, oil cooler, radiator dan lain-lain dimana fluida yang mengalir didesain air sungai atau air demineralisasi dengan sifat low conductivity dan tidak korosif. Pertimbangan pemakaian material Cu based ini dibandingkan lainnya, dimana pada umumnya tube condenser PLTU terbuat dari titanium (Ti) adalah karena material Cu memiliki thermal conductivity yang tinggi sehingga transfer panas lebih maksimal (efisiensi pertukaran panas tinggi), dengan dimensi yang minim (size dan jumlah) maka bisa sebanding dengan material lain dengan desain size dan jumlah yang besar. Dari beberapa kelebihan tersebut, juga terdapat kelemahan dari material Cu based seperti tidak tahan korosif (pH, air laut/salinitas), mudah leaching lapisan Cu2O oleh larutan ammonia (NH3), amine (NH2) dan nitrate (NO2), tidak tahan abrasif karena low strength dan low hardness. (Schweitzer, 2010)

Berikut kutipan dari handbook Schweitzer (2010) sebagai berikut:


Berdasarkan Revie & Uhlig (2008) berikut kutipannya:

Berdasarkan grafik tersebut bisa diketahui bahwa semakin lama material brass terpapar ammonia (NH3) maka sifat properties stress akan menurun yang menandakan material bersifat getas/rapuh sehingga mudah cracking yang disebut dengan Stress Corrosion Cracking (SCC).)

Berdasarkan Revie & Uhlig (2008), ammonia yang ada pada condensate PLTU pada umumnya merupakan hasil reaksi hydrazine (oxygen scavenger chemical) yang bisa terjadi pada 2 tahap yaitu: 

  1. Reaksi LAMBAT pada suhu 175 oC
  2. Reaksi CEPAT pada suhu 300 oC

Berikut reaksinya: 

3 N2H4 + O2 ---> N2 + 2 H2O

3 N2H4 ---> N2 + 4 NH3

Ammonia (NH3) sangat dihindari untuk penggunaan material Cu based dan terdapat 2 substitusi oxygen scavenger yang bisa memberikan protective film pada iron (Fe) dan copper (Cu) yaitu: (Revie & Uhlig, 2008)

  1. Carbohydrazide, (NH2NH)2CO + 2 O2 ---> 2 N2 + 3 H2O + CO2
  2. Diethylhydroxilamine, 4 (C2H5)2NOH + 9 O2 ---> 8 CH3COOH + 2 N2 + 6 H2O
SSCC pada brass bisa diminimalisir dengan 4 prosedur sebagai berikut: (Revie & Uhlig, 2008)

  1. Stress-Relief Heat Treatment
  2. Menjauhi kontak dengan ammonia (NH3) yang juga didukung dengan dissolved oxygen (DO) yang cukup tinggi karena kehadirannya sedikit saja bisa menyebabkan cracking
  3. Menambahkan cathodic protection.
  4. Menggunakan inhibitor H2S

Terdapat kelayakan operasi untuk tipe material Cu based terhadap fluida yang mengalir melewatinya, seperti:(Revie & Uhlig, 2008)

  • Fresh water, tipe pure copper (Cu) dan admiralty.
  • Brackish/payau dan sea water/air laut, tipe admiralty, cupro-nickel, alumunium brass.
  • Pollutant water/mengandung TDS tinggi/kontaminan kimia tinggi, tipe cupro-nickel.

Alumunium Brass (CuZn-Al) cocok ketika full sea water dan jika mengandung pollutant water maka mudah sekali pitting, material ini cocok untuk debit air yang tinggi.

Tipe cupro/cupper-nickel ada 2 yang umum dipakai yaitu: (Revie & Uhlig, 2008)

  1. 30% Ni-70% Cu, sifat properties ini lebih tahan terhadap SCC daripada 10-20% Ni-Cu atau CuZn-Al (brass). Berarti menandakan kandungan nikel (Ni) yang membuat alloy menjadi tahan korosi
  2. 10-20% Ni-90% Cu

Berdasarkan Ahmad (2006) berikut kutipannya:

Terdapat 4 tipe SCC yaitu: (Ahmad, 2006)

1.    Chloride SCC, disebabkan oleh hadirnya salinitas air laut/garam yang didukung dengan oksigen cukup pada temperatur tinggi

2.    Caustic SCC, disebabkan oleh kondisi basa (pH tinggi)

3.    Sulphide SCC, disebabkan oleh kontaminan hydrogen sulphide (H2S)

4.    Seasonal Cracking, ini istilah yang umum digunakan oleh SCC di brass/kuningan/CuZn-Al/Cu based karena cemaran ammonia (NH3)



Berikut senyawa kimia yang bisa menyababkan material Cu based mengalami SCC: (Ahmad, 2006) (Caesarvery, 2021)

·   Ammonia (NH3), kehadirannya melarutkan protective layer material Cu based yaitu Cu2O dan terlebih ketika terdapat dissolved oxygen (DO) maka ammonia sangat merusak (destructive) permukaan Cu yang bisa memperparah SCC

·   Hydrogen sulphide (H2S)

·   SO2 yang didukung moisture (basah) sehingga mudah terbentuk SO3 dan H2SO4

·   Asam Nitrat (HNO3)

·   Amine (NH2)

Berdasarkan handbook Revie (2011) berikut kutipannya:

Berdasarkan Revie (2011) tersebut didapatkan informasi bahwa ammonia (NH3) yang berasal dari dekomposisi hydrazine (N2H4) mempercepat korosi pada Cu alloy. Ketahanan material Cu alloy contohnya brass/kuningan (CuZn) terhadap SCC pada range pH 7.3-11.3.

Terdapat 3 faktor utama yang menyebabkan ammonia (NH3) mengalami SCC pada material Cu alloy: (Revie, 2011) (Caesarvery, 2021)

  1. Korosi pada lapisan film (Cu2O) yang mengurangi fungsi anodik
  2. Terlarutnya Zn anodic pada grain boundaries
  3. Stabilisasi dari valensi Cu


Berdasarkan handbook Revie (2011) tersebut didapatkan informasi sebagai berikut:

  • Penambahan 5-40% nickel (Ni) meningkatkan mechanical properties seiring peningkatan temperatur seperti tahan korosi pada lingkungan brackish/payau dan sea water/air laut
  • Cupro/Cupper-Nickel (CuNi) lebih stabil daripada brass/kuningan (CuZn) pada aliran yang mengalir dan SCC. CuNi lebih baik daripada CuZn pada polllutant water
  • Penambahan unsur iron/besi (Fe) pada CuNi membentuk pembentukan protective layer untuk menciptakan ketahanan terhadap air laut
  • Copper tidak cocok digunakan untuk aliran yang mengalir kencang karena bersifat low hardness dan low strength
  • 60 Cu-40 Zn (kuningan) cocok digunakan untuk operasi temperatur rendah dengan fluida air sungai, danau dan tanah. CuZn tahan terhadap hydrogen sulphide (H2S). Penambahan unsur timbal/lead (Pb) cocok digunakan untuk HE/condenser yang berpendingin air laut/sea water
  • Penambahan unsur Al pada brass/kuningan/76 Cu-22 Zn-2 Al membantu pembentukan protective layer untuk ketahanan terhadap mechanical destructive (abrasif). Penambahan unsur arsenik (As) digunakan untuk membuat ketahanan brass pada pollutant water, brackish dan sea water

Berdasarkan Standard EPRI (2004) sebagai berikut:


Berdasarkan Standar EPRI (2004) didapatkan informasi sebagai berikut:

  • Hydrazine (N2H4) tepatnya digunakan tanpa aditif atau ketika ada maka digunakan amine
  • Aplikasi hydrazine dijaga pada range pH 8.5-9.6 untuk cupper alloy dan untuk all-ferrous alloy 8.5-10.5
  • pH control bisa menggunakan sodium hydroxide (NaOH) untuk material all-ferrous namun untuk cupper alloy digunakan azoles untuk corrosion protection. Macam-macam azoles sebagai berikut:

1.    Tolyltriazole (TTA)

2.    Benzotriazole (BZT)

3.    Mercaptobenzothiazole (MBT)

Berdasarkan Standard EPRI (1985) sebagai berikut:
Berdasarkan Standard EPRI (2001) sebagai berikut:
Referensi:
[1] Revie, R.W., and Uhlig, H.H. (2008). Handbook Corrosion and Corrosion Control, An Intoroduction to Corrosion Science and Engineering.  Fourth Edition, John Wiley & Sons
[2] Revie, R.W. (2011). Handbook Uhlig's Corrosion, Third Edition. John Willey & Sons
[3] Ahmad, Z. (2006). Handbook Principles of Corrosion Engineering and Corrosion Control. Elsevier
[4] Schweitzer, P.A. (2010). Handbook of Fundamentals of Corrosion Mechanisms, Causes, and Preventative Methods. CRC Press. London & New York
[5] EPRI. (2004). Closed Cooling Water Chemistry Guideline
[6] EPRI. (1985). Condenser Procurement Guidelines
[7] EPRI. (2001). Condenser Appication and Maintenance Guide

Pengalaman Komplain di Ekspedisi JNE dan J&T

Diposting oleh On Friday, December 31, 2021

Sebagai penjual online marketplace, tentu kami sedikit tahu bagaimana kualitas pelayanan dari masing-masing ekspedisi seperti ketepatan waktu kirim pada waktu-waktu biasa terlebih pada waktu HARBOLNAS seperti apa tingkat layanannya. Selain itu yang tidak kalah penting adalah ketika ada komplain entah terkait resi tidak update, tidak terlacak atau barang rusak maka kedua ekspedisi tersebut pernah kami lakukan tes untuk layanan online-nya. Kita tahu semua bahwa JNE dan JNT adalah ekspedisi yang masuk dalam top score pengguna jasa terbanyak dan masuk unicorn di Indonesia. Terkait evaluasi dari 3 ekspedisi teratas di Indonesia kami sudah mengulasnya di: Evaluasi Akhir Tahun 2021 untuk Ekspedisi J&T JNE Sicepat

JNE terkait komplain yang pernah kami lakukan via FB tidak ada respon, Instagram juga begitu sedangkan Email ada respon namun cukup lama juga. Layanan terhadap via WA tidak ada sedangkan atau telepon ada namun tidak dikhususkan komplain dan kami tidak mencoba.

J&T terkait komplain yang pernah kami lakukan ketika chat via FB maka langsung diberitahu di balasan cepat untuk menghubungi via WA, telepon atau email sedangkan di Instagram juga sama tertera detail untuk semua akses komplain. Kami mencoba melakukan WA dan benar sangat fast response dan mengerti permasalahan di robot jawabnya namun sesudah mengisi detail semua persyaratan maka juga tidak memberikan jawaban lagi atau konfirmasi dari CS J&T padahal robot jawabnya mengatakan akan ditindaklanjuti tim terkait. Sedangkan email juga sama dengan JNE, ada balasan namun cukup lama 12 jam an dari kirim email. Jawaban J&T dan JNE juga jawaban standar, menjawab update resi dan diminta untuk cek berkala.

Berdasarkan pengalaman ini, di tahun digital dimana kualitas aktifitas di marketlace/e-commerce harus didukung oleh semua pihak yang terlibat dan harus bisa diberi rating untuk semuanya. Selama ini ketika ada barang pecah/rusak, pengiriman lama dan resi tidak update maka buyer akan mengejar si seller dan umumnya akan memberikan rating jelek terhadap produk yang dibeli tersebut. Padahal jika ditelusuri maka ada tanggung jawab seller dan kurir terkait hal ini, namun kurir secara langsung diuntungkan karena hanya jasa antar dengan sedikit resiko terhadap barang.

Pengalaman kami komplian terhadap JNE dan J&T juga sama-sama tidak fast response dan hanya EMAIL saja yang memberikan feedback namun juga dengan jawabab standar tanpa ada konfirmasi telepon ke pengirim email. Hal ini sangat beda dengan komplain di marketlace, dimana pelayanan sangat bagus mulai CS yang sangat banyak, dijawab sampai tuntas permasalahan (chat online) dan bahkan sering kami ditelepon untuk survey terhadap kualitas layanan CS. Ekspedisi juga seharusnya ada chat online sebagai tanggung jawab terhadap amanah barang yang dikirimkan sehingga semua yang terlibat di marketplace mendapatkan pelayanan merata.

Di era digital ini, user menginginkan serba database dan fast response yang dipakai. Perusahaan yang dapat memuaskan setiap permasalahan diatas ekspektasi di tahun digital ini yang akan memenangkan persaingan pasar. Karena semua permasalahan bisa dilihat kronologi dan informasi by internat dan sudah tidak membutuhkan lagi agenda offline maupun telepon (walaupun masih dibutuhkan terkadang untuk konfirmasi). 

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Urusan Perang Diskon Marketplace, Bukalapak Tokopedia Harus banyak Belajar dari Shopee

Diposting oleh On Tuesday, December 28, 2021

Pengalaman ketika hHARBOLNAS 12.12 Tahun 2021 ini, kami yang mencoba melakukan pembelian barang besar-besaran di 2 marketplace yaitu Tokopedia & Shopee mencoba membandingkan diskon berupa cashback & free ongkir antara kedua raksasa marketplace tersebut. Kami aktif melakukan pembelian barang lewat e-commerce karena kami berpikir barang yang ditawarkan sangat kompetitif dan sangat lengkap dibandingkan offline. Karena harga, kualitas dan pemilihan tipe bisa dengan mudah didapatkan serta bergaransi retur ketika tidak sesuai. Stok barang toko, kami juga melakukan dengan adanya event diskon besar-besaran seperti 10.10; 11.11; 12.12 atau biasanya habis gajian (diatas tanggal 25 setiap bulannya). Berikut pengalaman kami belanja di marketplace/e-commerce:

Akhir semester 2021, Tokopedia giat mengingatkan ke user untuk selalu menggunakan aplikasi-nya dalam stok barang toko. Kami akhir-akhir ini tertarik juga menggunakan Tokopedia dalam pembelian bayar, top-up PLN, Pulsa, E-Toll dan pembayaran digital lainnya. Tokopedia ternyata memberikan cashback dan free ongkir gila-gilaan yang kami rasa cukup besar dibandingkan dulu. Seperti kami membeli barag seharga Rp100.000-an mendapatkan diskon berupa cashback Rp7.000-an dan free ongkir. Sedangkan untuk pembelian pulsa PLN dan HP fantastis kami beli Rp500.000 mendapatkan cashback sekitar Rp15.000. Hal ini berlaku juga untuk pengalaman kami belanja produk digital seperti isi e-toll, pembayaran kredit dan kelebihan disini dibandingkan marketplace lainnya adalah untuk mendapatkan cashback tidak harus isi saldo e-wallet terlebih dahulu. Dulu sebelum merger dengan Gojek, cashback Tokopedia bisa langsung masuk poin dan bisa digunakan untuk transaksi berikutnya. Sedangkan setelah merger GOTO maka poin tersebut beralih ke Gopay Coin dan hanya bisa digunakan untuk transaksi berikutnya yang memakai Gopay untuk pembayaran.

Pengalaman belanja di Shopee di event besar HARBOLNAS 12.12 Tahun 2021, untuk cashback dan free ongkir minimal belanja Rp0 sangat luar biasa tak tertandingi. Kami mencoba melakukan pembelian dengan nominal Rp100.000-an dan luar biasa mendapatkan cashback Rp15.000-an dan free-ongkir. Cashback yang diberikan ini tidak main-main ada 5 buah sekaligus dan masing-masing untuk belanja lebih daro Rp50.000-an pasti mendapatkan cashback lebih dari Rp5000-an. Strategi lain yang wajib ditiru oleh Tokopedia dan Bukalapak adalah cashback dan free ongkir ini tetap bisa didapatkan untuk seorang dropshipper. Strategi inilah yang mendorong Shopee sebagai Surganya Pembeli, karena dengan menarik banyak pembeli beberapa tipe maka perputaran barang seller di Shopee sangat besar dan tentu profit yang didapatkan seller juga meningkat walaupun dropshipper diolah oleh algoritma bukan sebagai penambahan member/user namun kehadirannya-lah yang ikut andil dalam memutar derasnya barang yang terjual di Shopee. Berbeda dengan Tokopedia & Bukalapak yang membatasi cashback & free ongkir hanya untuk non-dropshipper atau buyer real sehingga para dropshipper akan lari dan tidak melakukan pembelian ke marketplace tersebut. Dengan pembatasan tersebut terdapat kelebihan yaitu algoritma buyer adalah real namun banyak kelemahan yaitu arus perputaran barang di tokopedia kurang deras dan sekarang cobalah dilihat siapa marketplace yang sangat deras perputaran barangnya, tentu Shopee kan??. Terdapat kelemahan Shopee untuk cashback yaitu untuk pembayaran digital masih kalah dengan Tokopedia, dimana Semester II Tahun 2021 ini menerapkan kebijakan pembatasan cashback hanya untuk pengguna tertentu dan kuota dibatasi harian. Kami amati untuk besaran cashback juga mulai menurun dibandingkan dulu dan kalah telak dengan Tokopedia.

Secara overall, 2 marketplace tersebut sudah mengarah pada penguasaan pasar dan pembayaran digital. Dimana Tokopedia yang menggandeng Gojek menggunakan Gopay untuk pembayaran sudah bercermin dari Shopee yang menggunakan Shopee Pay. Go Food vs Shopee Food, Go Send vs Shopee Standard Express, Tokopedia Mall vs Shopee Mall. Melihat perang marketplace ini, sangat rawan terjadinya KARTEL dan tindakan monopoli sehingga pemerintah dan para akademisi harus hadir disini sebagai balance pasar. Ketika Kartel terjadi maka yang dirugikan adalah para UMKM dan seller karena ketika pasar sudah lesu dengan harga yang sudah tidak kompetitif lagi maka marketplace mall akan hadir menjawab tantangan tersebut (Tokopedia Mall, Shopee Mall) yang dikelola sendiri oleh marketplace denga harga dan ekspedisi dari mereka juga yang kelola, sehingga hak-hak pembeli dirampas seperti membandingkan harga yang transparan dan memilih ekspedisi. Berawal dari sini kami berharap ada marketplace/e-commerce 3 lahir sebagai start-up yang bisa mem-balance perang pasar saat ini karena Bukalapak yang digadang menjadi ketiga kami rasa masih belum mampu terhadap strategi yang telah mereka lakukan. Detai bisa dibaca di: Berharap ada Start-Up Marketplace Lagi di Indonesia

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait.www.caesarvery.com

Proses Korosi pada Iron-Steel atau Carbon Steel atau Besi Baja yang Umumnya pada Material Konstruksi

Diposting oleh On Saturday, December 25, 2021

Material konstruksi yang umumnya kita temui seperti jembatan, tiang listrik, rangka bangunan, peralatan di industri/PLTU dan masih banyak lagi lainnya pada umumnya adalah iron-steel (FeC) atau baja carbon atau carbon steel. Pada proses casting-nya material tersebut ditambahkan sedikit aditif unsur untuk memperbaiki sifat properties-nya. Detail bisa dibaca di: Mechanical Properties Unsur Logam (Metallurgy).

Proses korosi pada besi terjadi karena pada larutan yang bersifat anodik (sebagai tanda nilai bilangan oksidasi besi mengalami kenaikan) terdapat reaksi pelepasan elektron (kodrat semua unsur untuk mencapai keadaan stabil/mencari peasangan), berikut reaksinya: (Revie and Uhlig, 2008)

Fe ---> Fe2+ + 2e

Area yang anodik tersebut bisa dihambat dengan adanya anoda tumbal (sacrificial anode) atau injeksi arus (impressed current) sehingga besi sebagai material dasar digantikan fungsi anoda-nya oleh logam yang mudah teroksidasi (reduktor kuat) atau aliran elektron digantikan oleh fungsi injeksi arus sehingga tidak ada elektron yang hilang dari besi.

Sedangkan area cathodic (sebagai tanda terdapat pengurangan bilangan oksidasi), ditempati oleh media yang bisa menghantarkan arus elektron seperti kelembapan/air/elektrolit. Berikut reaksinya:

H+ + e ---> ½ H2

Reaksi katodik (reduksi) dipercepat pada pH asam dan diperlambat pada pH basa atau netral. Cathodic reaction juga bisa dipercepat dengan adanya dissolved oxygen (DO) yang dikenal dengan istilah "Depolarization" seperti reaksi berikut:

2 H+ + ½ O2  + 2e---> H2O

Dengan adanya pendukung lingkungan yang lengkap seperti moisture dan oxygen atmosfer maka permukaan besi akan bereaksi sebagai berikut:

Fe + H2O + ½ O2 ---> Fe(OH)2

Warna Fe(OH)2 adalah putih dan terkadang juga berwarna hijau atau hijau kehitaman yang disebabkan reaksi oksidasi lanjutan dengan oxygen. Fe(OH)2 ini masih belum tergolong karat masih sedimen/deposit pengotor permukaan iron. Ketika masih terdapat moisture dan excess oxygen maka akan lanjut bereaksi sebagai berikut:

Fe(OH)2  +  ½ H2O + ¼ O2 ---> Fe(OH)3

Warna Fe(OH)3 adalah orange atau merah kecoklat-coklatan yang sudah tergolong karat (rust) dan lebih lanjut tergolong menjadi 2 yaitu non-magnetic disebut hematite (Fe2O3) warna kemerahan dan magnetic (Fe3O4) warna kehitaman. Detail bisa dbaca di: Analisa kerak (Scale & Deposit) pada Boiler Turbine Condenser

Referensi:

[1] Revie, R.W., and Uhlig, H.H. (2008). Handbook Corrosion and Corrosion Control, An Intoroduction to Corrosion Science and Engineering.  Fourth Edition, John Wiley & Sons

Hubungan/Keterkaitan Dalam Uji Oil Transformer/Trafo Meliputi DGA-BDV-Furan

Diposting oleh On Wednesday, December 22, 2021

Transformator merupakan komponen vital dalam industri kelistrikan dan hampir semua industri memiliki trafo untuk mengatur tegangan. Dari bidang kimia terdapat beberapa uji dalam predictive maintenance (PdM) yang secara rutin dilakukan seperti uji Dissolved gas Analysis (DGA) atau gas terlarut, Break Down Voltage (BDV) atau tegangan tembus dan Furan atau senyawa aromatik. Dari 3 uji kimia tersebut, terdapat kesinambungan dan keterkaitan analisa yang bisa digunakan untuk judgment assesment, treatment atau overhaul trafo yang bisa digunakan oleh bidang elektrik melakukan tindakan lebih lanjut.

Transformator sendiri terdiri dari beberapa bagian penting, bisa dibaca di artikel: Bagian-Bagian dari Trafo Arus Kuat 3 Fase. Bagian yang akan menjadi perhatian khusus pada 3 uji kimia adalah oli, insulation paper selulosa, silica gel, fan/radiator dan konservator. Berikut penjelasan terkait hubungan antara 3 uji kimia di trafo:

  • Uji DGA digunakan untuk mengetahui detail AKIBAT yang ditimbulkan oleh pemanasan oil trafo dengan indikator pembacaan DGA adalah: (i) senyawa hydrocarbon rantai 1 (alkana), rantai 2 (alkena) dan rantai 3 (alkuna) sebagai akibat degradasi/pemutusan ikatan rantai hydrocarbon karena pemanasan, detai bisa dibaca di: Proses Pembentukan Gas-Gas Terlarut di Minyak Trafo; (ii) senyawa CO dan COsebagai indikator degradasi selulosa paper yang berbahan dasar nabati/bubur kertas; (iii) senyawa H2O sebagai indikator reaksi samping pembentukan gas hydrocarbon hasil degradasi oil trafo atau reaksi oil trafo dengan udara atmosfer. Nilai DGA semakin rendah semakin baik dan judgment awal ketika hasil DGA abnormal adalah purifikasi oil untuk meminimalisir gas hydrocarbon, karena gas ini mudah terbakar dan bisa menyebabkan trafo meledak.
  • Uji BDV digunakan untuk mengetahui SEBAB mengapa gas hydrocarbon,  CO dan CObisa muncul yang mengindikasikan fungsi oil trafo sebagai insulation sudah menurun. Perlu diketahui bahwa fungsi oil trafo sebagai berikut: (i) peredam panas/pendingin; (ii) isolasi antar bagian dalam trafo; (iii) peredam getaran medan magnet; dan (iv) pelumas khususnya On Load Tap Changer (OLTC). Ketika fungsi oil tersebut berkurang maka tegangan bisa tembus (SEBAB) yang mengakibatkan overheating pada oil terjadi dan terbentuklah gas hydrocarbon diawal (AKIBAT 1) dan kemudian perlahan selulosa paper terdegradasi (AKIBAT 2). Nilai BDV semakin tinggi semakin baik dengan artian oil tidak mudah ditembus oleh tegangan. Judgment individu ketika hanya uji BDV abnormal tanpa DGA adalah melakukan purifikasi dengan harapan bahwa nilai BDV rendah karena kontaminan seperti air sedangkan judgment ketika abnormal uji untuk BDV + DGA adalah purifikasi disertai make-up oil atau mengganti beberapa %volume oil. Ketika rekomendasi tersebut belum membuahkan hasil (artian kualitas oil tetap buruk) maka harus melakukan uji furan
  • Ketika 2 uji kimia meng-konfirmasi ketidaknormalan maka judgment awal adalah fungsi oil sebagai insulation menurun sehingga mengakibatkan overehating didalam trafo yang siiring berjalannya waktu akan mengikis selulosa paper.
  • Furan test digunakan di akhir sebagai konfirmasi, apakah dengan adanya fungsi oil yang menurun tadi sudah memperparah selulosa paper rusak. Furan menghasilkan beberapa senyawa aromatik yang menyusun selulosa/bubur kertas sehingga dengan mengetahui kuantitas senyawa pada oil bisa digunakan untuk mengetahui tingkat degradasi yang terjadi. Furan inilah judgment akhir untuk memutuskan apakah oil trafo perlu diganti atau tidak bahkan bisa digunakan untuk replace trafo.
Tugas bidang kimia sudah selesai dengan output memberikan rekomendasi yang segera bisa dilakukan oleh bidang elektrik. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh bidang elektrik:
  • Preventive Maintenance (PM) rutin thermography pada peralatan kabel RST, oil tank, trafo, dan fan/radiator
  • Melakukan pengecekan arus terminal
  • Semeriksa setting running fan/radiator
  • Memeriksa warna silica gel
  • Purifikasi oil, bila perlu make-up oil yang lebih baik dilakukan ketika online daripada offline hal ini terkait sifat gas itu sendiri yang bersifat mengisi ruang. Ketika online berarti pertumbuhan gas terus-menerus bertambah dan homogenisasi tercapai sehingga diharapkan ketika purifikasi selesai maka baseline kualitas oil adalah benar-benar baik
  • Ketika rekomendasi bertepatan dengan overhaul dan trafo offline maka bisa melakukan asesment secara menyeluruh seperti: (i) TAN DELTA digunakan untuk menguji kondisi isolasi trafo; (ii) SFRA (Sweep Frequency Response Analysis) untuk mengevaluasi mechanical integrity/ada tidaknya perubahan struktur mekanik peralatan; (iii) DIRANA (Dielectric Response Analysis) untuk memprediksi kondisi isolasi seperti oil conductivity dan kadar moisture pada selulosa paper; (iv) Pengecekan relay Bucholz; (v) Pengujian grounding dll
Berdasarkan data-data ini bisa disimpulkan bahwa terdapat hubungan/keterkaitan pada beberapa uji oil trafo dan itu merupakan sequence. Bidang-bidang yang saling terkait dan tidak bisa berdiri sendiri juga menjadi faktor keberhasilan menyehatkan trafo, dimana umumnya yang ditemui untuk asesment trafo adalah bidang elektrik saja padahal didalamnya ada peran bidang kimia dalam analisis mendalam tentang root-cause failure analysis (RCFA) yang menghasilkan beberapa rekomendasi.

Kutip Artikel ini Sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2021). Hubungan/Keterkaitan Dalam Uji Oil Transformer/Trafo Meliputi DGA-BDV-Furan, Best Practice Experience in Power Plant. www.caesarvery.com. Surabaya

Chemical Aditif pada Pelumas Oli (Oil Lubricating Additive)

Diposting oleh On Saturday, December 18, 2021

Oil Lubricating (pelumas oli) memiliki peran vital dalam melumasi antar 2 permukaan yang bergesekan. Berikut peran oil lubricating:

  1. Pelumas, peminimalisir gesekan & keausan
  2. Pendingin, penyalur panas keluar dari komponen yang bergesekan
  3. Pembersih, pembilas ruang yang bergesekan dari kotoran seperti carbon, sludge & varnish
  4. Pelindung, pencegah kerusakan material akibat oksidasi dan korosi
  5. Pemindah tenaga & panas
  6. Perapat, pencegah kebocoran
Pada oli selain base oil (kandungan utama mineral/sintetik/hewani/nabati) juga terdapat aditif/additive yang berfungsi meningkatkan performa oli sebagai pelumasan. Berikut macam-macam chemical additive pada oli:
  • Anti Wear, berfungsi mencegah terkikisnya material yang bergesekan, memberikan lapisan film pelindung yang cukup tebal dan melicinkan sehingga gesekan terminimalisir
  • Anti-Corrosion, berfungsi mencegah terjadinya korosi pada material yang dilewati pelumasan, karena oli mengandug asam & basa serta pengaruh oksidasi yang kondisi tersebut bisa menyebabkan korosi pada material
  • Anti-Oxidant, berfungsi mencegah terjadinya oksidasi antara oil dengan udara atmosfer
  • Anti-Foam, berfungsi mencegah terjadinya pembusaan pada oil yang bersifat merugikan karena mengganggu pelumasan dan sirkulasi oil
  • Anti-Acid, berfungsi mencegah terjadinya reaksi pembentukan asam yang merugikan peralatan
  • Detergent, berfungsi membilas ruang yang dilewati pelumasan dari kontaminan/kotoran
  • Anti-Dispersant, berfungsi mengikat kontaminan tak larut bisa berikatan dengan oli
  • Anti-Depresant/Pour Point, berfungsi mencegah oli membeku pada temperatur rendah dan tetap mengalir pada kondisi tersebut
  • Viscosity Improver, berfungsi mejaga kestabilan viskositas yang diakibatkan kontaminan atau mengurangi laju perubahan viskosits akibat perubahan temperatur




Kutip Artikel ini Sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, YE. (2021). Chemical Aditif pada Pelumas Oli (Oil Lubricating Additive). www.caesarvery.com. Surabaya

Referensi:
[1] Feriyanto, Y.E. (2016). Best Practice Experience in Power Plant. www.caesarvery.com. Surabaya

Investasi Cryptocurrency HARAM, Mengapa ??

Diposting oleh On Wednesday, December 15, 2021

Cryptocurrency atau uang kripto atau uang khayalan atau uang virtual adalah uang ciptaan suatu sistem/komunitas yang sama-sama mempercayai bisa digunakan sebagai alat tukar. Block chain system adalah suatu pengelolaan transaksi yang tidak diawasi dan dikelola oleh satu pihak saja melainkan semua yang terlibat dalam komunitas crypto bisa mendapatkan data transaksi. Berdasarkan hal itulah, cryptocurrency tercipta untuk melawan ketidakpercayaan uang yang beredar dan hanya diawasi oleh 1 pihak saja yaitu World Bank, sedangkan World Bank siapa yang mengawasi. Jauhi Bitcoin atau Cryptocurrency || Mata Uang Virtual yang Tidak Memiliki Underlying

Cryptocurrency memiliki value karena ada kepercayaan antar pengguna di komunitas tersebut, sedangkan ketika ditinggalkan oleh beberapa pengguna maka seperti apa??. Kita semua ingat denga rumor Elon Musk yang mengatakan diseluruh dunia bisa membeli Tesla dengan Bitcoin dan Elon Musk besar-besaran masuk investasi ke Bitcoin. Berita digoreng dimana-mana dan khalayak banyak yang ikut investasi sampai harga Bitcoin melambung tinggi. Setelah itu, Elon Musk menjual sebagian besar saham Bitcoin dan cuan melimpah yang mengakibatkan harga Bitcoin turun terlebih ketika Elon Musk mengatakan pembelian Tesla tidak bisa lagi memakai Bitcoin. Harga Bitcoin terus menerus turun dan banyak investor tersangkut harga atas, diam menunggu naik tidak ada kepastian dan bergerak menjual pasti sangat rugi besar.

Cryptocurrency bertambah nominalnya atau uang virtual yang beredar karena ada miner/penambang didalam komunitas tersebut. Investor yang masuk akan mendapatkan saham/koin yang bisa ditukar/diperdagangkan didalam komunitas tersebut namun apakah ada jaminan/underlying atas investasi tersebut ?? jelas "TIDAK" karena investor hanya mendapatkan nominal-nominal digital tanpa terjamin sedikit-pun. Seperti contoh ketika sebagian besar pengguna komunitas keluar sistem (melakukan penarikan massal) maka siap lagi yang mempercayai uang investor didalam sistem tersebut. Ketika ada perang dunia atau kekacauan global atau ekonomi lesu di seluruh dunia maka siapa lagi yang menjamin uang investor atau bahkan ketika kekacauan selesai siapa yang menghidupkan cryptocurrency lagi dan jawabannya adalah orang-orang yang mempercayainya.

Cryptocurrency layaknya mirip FOREX, dimana ketika investor meng-investasikan maka hanya mendapatkan nominal-nominal digital tanpa value, hal ini sangat berbeda dengan investasi di saham BEI. Jangan Sekali-Kali Bermain FOREX (Foreign Exchange) || Pengalaman Pribadi. Menurut hemat kami, cryptocurrency dan FOREX dibuat untuk menghancurkan kepercayaan khalayak terhadap emas (dinar) dan perak (dirham). Mengapa demikian?? karena ketika transaksi menggunakan dinar-dirham maka hanya negara-negara yang kaya tambang (kebanyakan negara miskin ke berkembang yang melimpah) yang berjaya memiliki aset alat bayar, sedangkan negara maju pada umumnya miskin tambang namun mereka menguasai teknologi, pasar global dan pengendali ekonomi sehingga membuat aturan yang menguntungkan mereka. Betapa kita semua sebenarnya diambang was-was karena dengan memegang kertas bernominal (uang) sudah menganggap memiliki kekayaan. Padahal sudah kita ketahui semua bahwa tidak sepenuhnya uang yang beredar didunia ini ber-underlying dan hanya cetak-cetak saja. Proses Perkembangan Sistem Permodalan Dari Dulu Sampai Sekarang

Berkaca dari beberapa fakta yang sudah beredar luas dan ilmu pengetahuan yang mudah kita dapatkan dari media apapun jelas-jelas cryptocurrency ini hanya permainan investasi pengendali ekonomi global yang tidak harus bekerja namun mendapatkan uang yang terus-menerus. Sedangkan kita investor dipaksa untuk berkeringat kerja terus-menerus dan teriming-imingi sesuatu yang menggiurkan. Dalam Islam, sejak jaman Rosulullah sudah memakai dinar-dirham sebagai alat pembayaran dan value-nya tetap dipegang kapanpun akan terus tetap tanpa menyusut. Islam juga menganjurkan dari dahulu untuk transaksi menggunakan dinar-dirham karena ada kepastian value dan nominal. Coba kalau kita renungi semua, betapa ajaran Islam dari jaman lampau belum ada teknologi sampai sekarang teknologi canggih tetap tak terkalahkan konsep-konsepnya untuk menuntun umat manusia yang berke-Tuhanan, adil dan benar.

Fatwa MUI berkata cryptocuurency HARAM karena ada unsur ketidakpastian didalamnya dan juga take profit (ambil untung) menunggu harga naik tanpa diputar ke barang yang diperjualbelikan yang artinya uang profit adalah RIBA, sedangkan salah satu podcast Dedy Corbuzier yang mengundang pakar ekonomi/investor/digital marketing terkenal juga mengatakan bahwa cryptocurrency adalah judi yang HARAM. Kami sendiri menilai cryptocurrency adalah HARAM berdasarkan pengalaman kami memahami jenis dan bentuk transaksinya, namun kedepan tidak bisa dipungkiri cryptocurrency akan di-legalkan oleh semua negara, tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu uang investasi harus diputar ke benda yang bisa diperjualbelikan untuk menghindari cuan RIBA.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait.www.caesarvery.com