Tuesday, January 30, 2018

Scope Ash Handling Plant PLTU



Ash Handling Plant di PLTU adalah penanganan limbah / sisa batu bara keluaran dari Boiler. Ada 2 macam limbah batu bara yaitu :
  1. Bottom Ash : debu yang memiliki densitas besar (sedikit lembab dan padat) yang jatuh ke bawah berdasarkan gravitasi, tempatnya dibawah  ruang bakar (Boiler)
  2. Fly Ash : debu yang sangat ringan karena densitasnya kecil sehingga berhamburan yang bisa menyebabkan pencemaran udara, tempatnya di Cyclone Separator Boiler
Sistem peralatan yang ada di Fly Ash meliputi :
  • Electro Static Precipitator (ESP)  
 Sumber : https://engineering.dartmouth.edu/~d30345d/courses/engs37/ESPs.pdf
Sumber : http://uniconinter.com/index.php/unicon_cms_service/electrostatic.html 
Sebuah peralatan yang terdiri dari Collecting Plate (dialiri arus positif) dan Electrode Wire (dialiri arus negatif). Wire diletakkan tepat di tengah - tengah antara plate sehingga sewaktu wire dialiri arus akan membentuk medan elektron disekelilingnya. Debu melewati antara 2 plate sehingga karena antara arus negatif dari wire tertarik ke arus positif dari plate maka debu akan tertempel di plate. Plate rentang beberapa waktu akan bergetar untuk merontokkan debu yang tertempel dan menuju ke Belt Conveyor untuk ditampung di Silo
  • Belt Conveyor
Berfungsi menyalurkan debu tangkapan ESP ke Silo
  • Silo
Tempat penampungan limbah debu sebelum diangkut ke pembuangan akhir / truk. Di Silo ada proses Dust Conditioning yaitu debu disemprot dengan air agar sedikit basah (densitas meningkat) untuk memudahkan pengangkutan.
  • Ash Valley
Tempat penampungan akhir debu dari Silo, bisa dibawa dengan truk atau ditampung sebagai Bulk Material (material curah) 
Sistem peralatan yang ada di Bottom Ash Ash meliputi :
  • Submerged Scrapped Conveyor (SSC)
Tempat penampungan debu yang letaknya dibawah Boiler yang dilengkapi pendingin air sehingga debu keluaran tidak terlalu panas
  • Hopper + Crusher / Clinker Glinder
 Debu dari SSC dibawa dengan Truk / Conveyor menuju ke Hopper kemudian ke Crusher untuk dihancurkan (agar tidak terjadi penggumpalan)
  • Vibrating Screen
Hasil dari Crusher kemudian di saring agar partikel akhir berukuran padatan kecil (Bulk Material)
  • Ash Valley
Tempat penampungan akhir sebelum Dump Truk mengambil atau kondisi Silo Overload

 Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Sunday, January 28, 2018

Pengukuran Laju Aliran Fluida dengan Portable Flowmeter

Kata kunci : Flowmeter, Portable Flowmeter, Laju Aliran Fluida, Volumetric Fluida, Velocity Fluida dan Mass Flow Fluida

Flowmeter adalah alat untuk mengukur laju aliran fluida. Laju aliran bisa berupa volumetric (m3/h), velocity (m/h) dan mass flow (kg/h). Fluida yang bisa diukur bermacam-macam jenisnya dan sesuai pengalaman saya menggunakan alat tersebut, berikut fluida yang bisa diukur :
  • Water 
  • Glikol 
  • Oil (crude, lube) 
  • Sea water 
  • Alkohol (etanol, metanol) 
  • Freon atau LN2 (-199 oC)
  • Dan masih banyak lagi dengan menginputkan sendiri jenis fluida, viskositas, densitas, sound speed di software dan mencari sendiri properties dari zat tersebut 
Tabel 1. Daftar Fluida yang Bisa Diukur dengan Portable Flowmeter
Flowmeter yang saya pakai bisa dipakai untuk pipa mulai ukuran 2 s/d 24 inch untuk transducer/probe size 1 MHz dan pipa >24 inch untuk size transducer 0.5 MHz.
Material yang bisa terukur sebagai berikut :
  • Steel (carbon) 
  • Stainless 
  • Iron (duct) 
  • Iron (cast) 
  • Copper (Cu) 
  • Alumunium (Al) 
  • Brass (kuningan) 
  • Glass (pyrex, flint, crown) 
  • Plastic (nylon, PVC, acryl, PE, PP) 
  • 10% Nickel 
  • 30% Nickel
  • Dan masih banyak lagi dengan mengisi sendiri di software kemudian memasukkan sound speed dan properties lainnya untuk material tersebut 
Tabel 2. Nilai Kecepatan Suara (Sound Speed) Berbagai Jenis Material
Flowmeter ini terdiri dari beberapa part (bagian) seperti :
  • Bingkai dilengkapi rantai pengikat ---> tempat clamp holder transducer
  • Transducer / Probe ---> bagian pemancar dan penerima sinyal ultrasonic 
  • Transmitter ---> penerjemah dari input-an dan output-an flowmeter 
  • Pocket Thickness Gauge ---> alat untuk mengukur ketebalan pipa dengan ukuran alat yang seukuran genggaman tangan
  • Holder Trannsducer Tambahan ---> digunakan jika arah sinyal input dan output adalah 3 phasa atau lebih 
    Gambar 1. Holder Tambahan Diletakkan di Bawah karena Sinyal 3 Phasa
  • Meteran ---> untuk mengukur keliling (circumference) atau outside diameter (OD) pipa 
  • Thermo Gun ---> alat untuk mengukur temperatur fluida 
  • HP Tablet atau HP Biasa ---> tempat diinstalkan software untuk input dan output hasil pembacaan flowmeter
Gambar 2. Bagian Peralatan Portable Flowmeter
Berikut gambar pengukuran dengan portable flowmeter sesuai pengalaman saya di lapangan :
Gambar 3.  Pengukuran Portable Flowmeter Pipa Vertikal di Inlet Cooling Tower, Fluida : RO Water, OD : 1330 mm




Gambar 4.  Pengukuran Portable Flowmeter Pipa Horizontal di Outlet Cooling Tower, Fluida : RO Water, OD : 698 mm









Gambar 5. Pengukuran Portable Flowmeter Pipa Horizontal di Inlet Close Cooling, Fluida : Water, OD : 535 mm
Gambar 6. Penunjukkan Summary Pengukuran yang Tidak Ada Error dari Awal Inputan sampai Akhir Outputan

Gambar 7. Pengukuran Portable Flowmeter di Outlet Oil Turbine, Fluida : Lube Oil, OD : 283 mm
Gambar 8. Pengukuran Portable Flowmeter di Pipa Diameter Kecil, Pipa : Carbon Steel, Fluida : Water, OD : 154 mm
Gambar 9. Pengukuran Portable Flowmeter di Pipa PVC, Fluida : Water, OD : 154 mm
Gambar 10. Pengukuran Portable Flowmeter di Pipa PVC, Fluida : Sea Water, OD : 635 mm
BACA JUGA : Cooling Water System PLTU 200 MW

Langkah-Langkah Dalam Pengukuran dengan Portable Flowmeter adalah :
1. Mengisi log sheet yang harus diisi sebelum pengukuran, seperti yang tercantum dibawah ini :
Tabel 3. Log Sheet Spesifikasi Peralatan Sebelum dilakukan Pengukuran Flowmeter
2. Memasukkan data sesuai log sheet di software flowmeter dan akan didapatkan jarak (spacing) antara transducer
Gambar 8. Spacing yang Dihasilkan dari Softaware Flowmeter
3. Setting bingkai dan clamp holder transducer sesuai spacing yang diberikan oleh software (di bingkai sudah terdapat titik penggaris antara 1 s/d 300 mm sehingga tinggal menggeser bingkai saja)
Gambar 11. Install Portable Flowmeter
4. Menyiapkan peralatan dan install bingkai di perpipaan dengan rantai besi (transducer sudah terpasang diantara 2 clamp holder). Pipa yang dipilih adalah pipa yang memungkinkan fluida didalamnya mengalir "laminer" dan mengisi full pada kolom pipa seperti pipa vertikal atau jika horizontal maka pengukuran pada arah jam 3 atau jam 9
Gambar 12. Skematik Cara 2 Transducer Bekerja
Gambar 13. Saran Pengukuran untuk Transducer pada Arah Jam 3 atau Jam 9
Gambar 14. Profil Fluida Berdasarkan Tata Letaknya
5. Menghubungkan kabel transmitter ke transducer dan otomatis pembacaan flowmeter langsung terdetect di software by HP atau Tablet
6. Men-setting tiap berapa detik/menit data aliran fluida diambil dan akan te-record otomatis di software
7. Mengunduh hasil record dalam bentuk excel dan menganalisa
Kegunaan dari pengukuran flowmeter adalah : 
  • Untuk mengetahui laju aliran fluida (volumetric, velocity dan mass flow)
  • Mengetahui secara tepat %bukaan valve pipa atau pompa yang mempresentasikan laju aliran fluida yang sesungguhnya
  • Mengetahui desain efektif sebuah heat exchanger dalam menurunkan panas
  • Mengetahui dimensi pipa yang efektif digunakan untuk aliran fluida
  • Mengetahui prosentase volume fluida dan ruang kosong di perpipaan
Referensi : Pengalaman pribadi di pembangkitan

ARTIKEL TERKAIT :
1. Feed Water System PLTU
2. Cooling Tower
3. Macam-Macam Valve

Sunday, January 21, 2018

Analisa Kerak Tube Boiler & Condenser


Kata Kunci : Kerak, Tube, Boiler, Condenser, Deposit, Scale

Kandungan utama kerak boiler (boiler scale) adalah magnetite - Fe3O4 yang terbentuk dari reaksi antara "iron metallic - material tube (Fe)" dengan steam TEMPERATUR TINGGI dan keadaan ANAEROB".
3 Fe + 4 H2O ---> Fe3O4 + 4 H2
Fe3O4 adalah lapisan bagus yang melindungi perpipaan dan warna kehitaman.
Tujuan dari boiler water treatment adalah :
  • Mencegah pembentukan scale dan deposit pada permukaan yang panas (wall tube) 
  • Mencegah korosi di boiler system 
  • Menjaga kualitas steam 
Empat (4) masalah utama di water boiler adalah : 
Scale & Deposit, Corrosion, Carry Over dan Silica Deposition
1. Scale & Deposit
Scale terbagi menjadi 4 grup yaitu :
    1.1 Scale karena Calcium (Ca2+) dan Magnesium (Mg2+) , disebabkan karena kandungan air laut (hardness water) yang terikut ke sistem feed water, jadi feed water terkontaminasi dengan urutan : tube condenser bocor ---> cooling water dari air laut yang melewati tube condenser mencemari condensate water ---> condensate water yang menjadi umpan cycle boiler water (feed water terkontaminasi). Scale product berupa Calcium dan Magnesium sesuai reaksi berikut :  
Ca(OH)2 + Ca(HCO3)2 ---> 2 CaCO3 + 2 H2O,
Dimana Ca(HCO3)2 adalah salah satu komposisi air laut dan Ca(OH)2 adalah agen koagulan dan flokulan. 
* Reaksi dekomposisi ini karena pengaruh TEMPERATUR TINGGI.                               
Ca(HCO3)2 ---> CaCO3 + CO2 + H2
* Karena adanya agent CO2 terikut H2O sesuai reaksi berikut : 
Ca(OH)2 + CO2 ---> CaCO3 + H2O
Pengontrol CaCO3 adalah :
  • Polyphospate 
  • Organic phospate 
  • Organic polymer                                                                            
    1.2 Scale karena Iron Oxide                                                                                                 
* Disebabkan karena excess O2.
Sesuai reaksi berikut :                                                                                                                               
2 Fe + O2 + 2 H2O ---> 2 Fe(OH)2
4 Fe(OH)2 + 2 H2O + O2 ---> 4 Fe(OH)3
Fe(OH)3 adalah produk korosi
* Fe sebagai material dari tube kontak dengan H2O (air) sehingga terjadi oksidasi
A(+) : Fe ---> Fe2+ + 2e 
K(-) : O2 + 2 H2O + 4e ---> 4 OH-
Overall : Fe2+ + 2 OH- ---> Fe(OH)2
* Pada kondisi ANAEROB dan T > 120 F, terjadi reaksi lanjutan sebagai berikut : 
                                                Fe(OH)2 ---> Fe3O4 + H2 + H2O                                                 
* Di SISI LAIN pada T > 300 F, Fe2+ langsung membentuk Fe3O4 tanpa melewati Fe(OH)2 sesuai reaksi :  
3 Fe2+ + 4 OH- --->  Fe3O4 + 2 H2
* Karena pengaruh injeksi hydrazine yang mengikis lapisan perpipaan seperti reaksi berikut :
      N2H4 + 6 Fe2O3 ---> 4 Fe3O4 + 2 H2O + N2  
    1.3 Scale karena Copper (Cu)                                                                                            
* Disebabkan karena banyaknya hydrazine terlarut di boiler water sehingga copper oxide bereaksi dengan hydrazine, sesuai reaksi berikut :
N2H4 + 4 CuO ---> 2 Cu2O + 2 H2O + N2
* Dan juga karena material Cu bereaksi karena excess O2 dan H2O,                                                      
8 Cu + 2 H2O + O2 ---> 4 Cu2O + 2 H2
    1.4 Scale karena Silica (SiO2)

* Disebabkan karena kandungan air sungai atau pelarutan dari komposisi material (galvanized). Silica tidak larut dalam air maupun asam namun mudah berikatan dengan oksigen. Di Boiler, silica larut pada temperatur tinggi namun akan mengeras pada temperatur rendah. Silica dapat diserang oleh F2, HF aqua, hidroksida alkali dan leburan - leburan karbonat. 
Sesuai reaksi :                                                              
SiO2 + 4HF ---> SiF4 + 2H2O
SiO2 + 2NaOH ---> Na2SiO3 + H2O
Macam - Macam Penetral Silica, sesuai reaksi kimia berikut :
  • SiO2 + 2 NaOH ---> Na2SiO3 + H2O 
  • SiO2 + Mg(OH)2 ---> MgSiO3 + H2O 
  • SiO2 + MgO ---> MgSiO3 
  • SiO2 + MgSO4 ---> MgSiO3 + SO2 
  • SiO2 + MgCO3 ---> MgSiO3 + CO2 
  • SiO2 + CaMg(CO3)2 ---> CaMgSi2O6 + CO2 
  • 8 SiO2 + 5 CaMg(CO3)2 + H2O ---> 3 CaCO3 + Ca2Mg5S18O22(OH)2 + 7 CO2
CaMg(CO3)2 nama dagangnya adalah dolomit
 



* Bagaimanakah proses terbentuknya scale?
Scale terbentuk karena berkurangnya pelarutan (solubility) garam di feed water karena pengaruh peningkatan temperatur dan konsentrasi (seperti petani garam yang menjemur air laut kemudian seiring semakin panas maka kristal garam akan terbentuk)
* Apakah perbedaan antara "Scale vs Deposit"?
Scale adalah kerak yang menempel di perpipaan yang umumnya disebabkan karena reaksi kimia dan tidak larut dalam fluida, kerak sangat keras yang disertai pengkristalan
Deposit adalah endapan pada perpipaan atau tanki yang disebabkan karena TSS yang tinggi dan masih bisa larut dalam fluida
*Bagaimanakah proses terbentuknya "deposit"?
Deposit umumnya disebabkan karena pengotor yang terikut feed water seperti garam mineral, condensate yang terkontaminasi (kebocoran tube condenser), produk korosi dan juga karena penggunaan injeksi kimia yang berlebihan.
Deposit di Boiler Menyebabkan :
  • Terganggunya flow feed water  
  • Regulating valve malfungsi 
  • Penurunan heat transfer  
  • Menambah laju korosi pada localized corrosion (korosi yang bersifat lubang seperti crevice, pitting) 
2. Corrosion
Disebabkan karena perlawanan kimia atau reaksi elektrokimia yang bersifat merusak
Faktor yang mempengaruhi korosi :
* Faktor FISIKA
  • Sistem konstruksi  
  • Tekanan dan temperatur sistem 
  • Flow velocity  
  • Water chemistry 
* Faktor KIMIA
  • pH (Potential Hydrogen)
Low pH = corrosive dan lapisan magnetite (Fe3O4) sebagai protective layer tidak bisa terbentuk
High pH = protective to pipe
Very High pH = scaling, deposit & caustic corrosion dan lapisan magnetite (Fe3O4) sebagai protective layer terdegradasi. Untuk mencegah caustic corrosion (caustic embrittlement) pada boiler tekanan rendah (<105 kgf/cm2) ditambahkan sodium nitrat (NaNO3), tannin, lignin atau kanji. Dalam reaksi basa sesuai reaksi berikut : 
Fe3O4 + 4 NaOH (dalam hot concentrated) ---> 2 NaFeO2 + Na2FeO2 + H2O
NaFeO2 (sodium hypo ferrite/ferric) 
Na2FeO2 (sodium ferrite/ferrous)
Hematite (Fe2O3) warna keMERAHan yaitu saat tube out of service
Magnetite (Fe3O4) warna keHITAMan yaitu saat tube operasi
* Jika lapisan Magnetite (Fe3O4) terkena ASAM TINGGI, sesuai reaksi berikut :
Fe3O4 + 8 HCl ---> FeCl2 + 2 FeCl3 + 4 H2O

FeCl3 + ½ Cu ---> ½ CuCl2 + FeCl2
2 CuCl2 + 2 Fe ---> 2 FeCl2 + 2 CuO
Produk FeCl3 sangat korosif terhadap steel (Fe) dan Cu
Penyebab pH Turun adalah ? 
1. Chloride (Cl-) ---> berasal dari air laut
2. Carbon Dioksida (CO2)

2 NaHCO3 ---> Na2CO3 + CO2 + H2O (pada Temperatur Tinggi)
CO2 + H2O ---> H2CO3
H2CO3 ---> H+ + HCO3
H+ inilah agent asam yang meningkatkan pH
3. Sulphite (SO32-)
Cara menghilangkan kontaminan Sulphite (SO32-) ?
- Menggunakan Mg / Al seperti MgO atau MgCO3 sesuai reaksi berikut : 
MgO + SO3 ---> MgSO4

MgCO3 + SO3 ---> MgSO4 + CO2

  • Alkalinity
Karena kehadiran bicarbonate (HCO32-), carbonate (CO32-), ion hydroxyl (OH-). Fungsi "DEGASSIFIER " adalah untuk menghilangkan gas - gas terlarut yang bisa menyebabkan korosi perpipaan. Jika ada kandungan CO2 bisa menyebakan pH turun karena bisa berikatan dengan air membentuk H2CO3
H2O + CO2 ---> H2CO3
H2CO3 ---> H+ + HCO3
H+ inilah agent asam yang meningkatkan pHCO2 dihilangkan dengan Degassifier karena jika kandungan CO2 di feed water tinggi maka akan membentuk H2CO3 yang bersifat korosif
Cara untuk Removal CO2 sebagai berikut :
  • Degassing 
  • Pemanasan 
  • Tannin 
  • Turunan glukosa
CaSO4 + Na2CO3 ---> CaCO3 + Na2SO4
CaCO3 adalah lumpur dan bisa dihilangkan dengan akses blowdown
Penggunaan Na2CO3 kurang baik karena menghasilkan CO2 namun jika ditambah tannin/lignin maka penggunaan lebih baik dari Na3PO4
* Bagaimana mengubah C032- (not soluble) menjadi bicarbonate HCO3- (soluble)?
Dengan cara mengurangi pH dari 10.2 menjadi 8 sd 9, sehingga terjadi reaksi berikut : 
H+ + C032- ---> HCO3-
  • Dissolved Oxygen (DO)                                                                                    
Kehadiran DO dapat menyebabkan korosi (pitting) dan untuk meminimalisir maka digunakan : 
1. Sodium sulphite (Na2SO3) utk boiler tekanan rendah (<105 kgf/cm2) dan penggunaannya menambah TDS di feed water                 
2. Amine (NH2+) atau Hydrazine (N2H4) digunakan utk boiler tekanan tinggi dan itu tidak menambah TDS di feed water.                                                                                              
Untuk Boiler tipe Supercritical One Through (artinya air menjadi uap secara langsung tanpa dipisahkan di Steam Drum sehingga akses untuk membuang padatan terlarut yaitu CBD tidak ada) menggunakan All Volatile Treatment (AVT) seperti NH3 dan N2H4 
N2H4 + O2 ---> 2 H2O + N2
5 N2 + 6 H2O ---> 4 NH3 + 6 NO 
NH3 + H2O ---> NH4+ + OH- (sebagai agent stabilizer pH)                  
NH3 korosif terhadap logam Cu dan Zn, oleh karena itu untuk tube yang terbuat dari kedua bahan tersebut maka kadar NH3 yang terbentuk harus benar - benar dijaga.
Fungsi Deaerator adalah :
  • Menghilangkan O2, CO2 dan non condensable gas di feed water 
  • Memanaskan make up water dan condensate sehingga meminimalisir pelarutan dari gas yang tidak diinginkan sehingga siap untuk air umpan boiler
Chemical untuk mengikat DO adalah : 
  • Sodium sulphite (Na2SO3) ---> jika menggunakan ini maka peralatan harus terbuat dari SS 304
  • Hydrazine (N2H4) ---> anorganic (low volatil)
  • Carbohydrazide 
  • Hydroquinone ---> organic (sangat volatil)
  • Ascorbic acid ---> organic (low volatil)
  • Diethyl hydroxyl amine 
  • Methyl ethyl ketoxime 
  • Dissolved Solid
Ini menambah konduktifitas air sehingga dengan tingginya conductivity maka potensi korosi juga lebih tinggi
  • Dissolved Salt / Hardness
Kehadiran garam - garam dari Ca dan Mg
CaSO4 + Na2CO3 ---> CaCO3 + Na2SO4
2 NaOH + MgSO4 ---> Mg(OH)2 + Na2SO4
CaCO3 dan Mg(OH)2 adalah lumpur dan bisa dihilangkan dengan akses blowdown

  • Chloride, Sulphate & Phospate

Cl- berasal dari air laut atau injeksi kimia yang berlebih. Sesuai reaksi berikut :
NaCl ---> Na+ + Cl-
HCl ---> H+ + Cl-
Chloride (Cl-) bisa dinetralkan dengan agent bisulphite / sulphur oxide. Sesuai reaksi berikut :
SO2 + Cl2 + 2 H2O ---> H2SO4 + 2 HCl
NaHSO3 (bisulphite) + Cl2 + H2O ---> NaHSO4 (bisulphate) + 2 HCl
NH4HSO3 (ammonium bisulphite) + Cl2 + H2O ---> NH4HSO4 + 2 HCl
Dan juga bisa dinetralkan dengan cara : adsorption dengan activated carbon dan aerasi (tidak efektif)
SO42- bisa disebabkan karena agen penetral chloride yang berlebih sehingga terikut ke aliran feed water
2 NaOH + MgSO4 ---> Mg(OH)2 + Na2SO4
Mg(OH)2 adalah lumpur dan bisa dihilangkan dengan akses blowdown

* Bagaimana cara menetralkan Chlorine (Cl-)?
- Dengan ditambahkan agen dioksida (SO2) atau trioksida (SO3)
                                                  SO2 + Cl2 + 2 H2O ---> H2SO4 + 2 HCl

                           NaHSO3 (bisulphite) + Cl2 + H2O ---> NaHSO4 (bisulphate) + 2 HCl
      NH4HSO3 (ammonium bisulphite) + Cl2 + H2O ---> NH4HSO4 (ammonium bisulphate) + 2 HCl
- Menggunakan Activated Carbon dengan cara Adsorption
- Dengan Aerasi (paling tidak efektif) 
* Bagaimana mencegah "Caustic Embrittlement"?
- Untuk P Tinggi ---> Disodium Phospate (Na2HPO4) ditambahkan agen basa agar menjadi Trisodium Phospate (Na3PO4)
                                                    Na2HPO4 + NaOH ---> Na3PO4 + H2O
Sifat dari Na3PO4 adalah mencegah caustic terdeposit dan mengurangi pH terlalu tinggi ---> terhindar dari caustic embrittlement
- Untuk P Sedang ----> digunakan Natrium Nitrit (NaNO3)
* Bagaimana mencegah "Hydrogen Embrittlement"?
Korosi tube pada high pressure menghasilkan H2 sesuai reaksi berikut :
3 Fe + 4 H2O ---> Fe3O4 + 4 H2
2 H2 + FeC ---> CH4 + Fe
CH4 adalah gas yang jika mengumpul di satu sisi tube akan menaikkan pressure dan bisa menyebabkan tube meledak
 
3. Carry Over
Didefinisikan sebagai luapan (entrainment) dari feed water boiler (di steam drum) terikut aliran uap. Faktor yang menyebabkannya adalah :
  • Jumlah TDS atau TSS di feed water 
  • Kandungan kimia di feed water 
  • Desain & kondisi operasi boiler, meliputi : pressure desain boiler, ukuran steam drum, desain kW yang dibangkitkan, laju sirkulasi, susunan downcomer dan riser 
Carry over bisa terbentuk sebagai Priming (banyaknya air yang terikut di aliran uap) dan Foaming (bubble/gelembung yang tidak pecah karena tegangan permukaan yang tinggi sehingga volume di steam drum meningkat drastis)
4. Silica Deposition
Semua air mengandung silica dan untuk menghilangkan silica lebih sulit dibanding hardness water (Ca dan Mg) karena pada temperatur tinggi, silica bersifat volatil dan mudah terbawa ke aliran steam dan membentuk hard coating di turbine blade. 
Silica terbagi menjadi 2 yaitu :
- Amorphous Silica (kerak yang berkilauan dan sulit untuk dihilangkan, cara menghilangkan dengan hydrofluoric acid (HF) yaitu bahan untuk membelah permukaan kaca)
- Magnesium Silica
Internal boiler treatment ada 2 yaitu :
- Carbonate cycle (boiler dengan P < 125 psig)
- Phospate cycle (boiler dengan P > 125 psig)
Menurut PDH center, 8 ppm Na2SO3 bisa menurunkan kadar DO sebesar 1 ppm.


TABEL STANDAR WATER QUALITY FOR BOILER FEED SESUAI ASME




Referensi :
[1] Baron, Chemical & System. Boiler Water Problem and Its Causes
[2] Boiler Water - Problem & Solution. PDH Course M165. www.PDHcenter.com
[3] Joan, Estilles. Reducing Corrosion and Potential Boiler Failure with Superior Iron Transport
[3] Technology. GE Water & Process Technologises
[4] https://www.gewater.com