Artikel Terbaru

Anti COPAS

Cooling Tower


Alat pendingin di industri disebut "Cooler" sedangkan sistemnya menggunakan air yg disebut “Cooling Water” dan Cooling Water menggunakan air yg didinginkan di "Cooling Tower". Serasa kalau didengar memang hampir sama istilah dan maknanya. Disini akan dikupas tentang Cooling Tower.
"Instrument for cooling in industries called cooler and the system that using water that mention as cooling water and this using water which is cooled in the cooling tower. If heard almost word and means. Here will be discussed about cooling tower."
Cooling Tower adalah sistem pendingin liquid (biasanya air) yg operasinya terkadang ditambah refrigerant (media pendingin) dan kipas utk mempercepat proses perpindahan panas, kemudian disalurkan ke alat pendingin (Cooler, Condenser, Chiller, HE dll). 

"Cooling tower is liquid cool system (normally water) that operation with added refrigerant and fan to speed up heat transfer process then it is transported to the cooler instrument."

Prinsip kerja :
Air panas disirkulasikan ke bagian atas Cooling Tower kemudian dijatuhkan ke bawah menyebar dg pipa distribusi, Cooling Tower dilengkapi kipas (fan) utk mempercepat pendinginan shg transfer panas terjadi. Seiring jatuhnya air ke bawah dan terkena udara dari kipas (fan) maka terjadi perpindahan panas. Ini terjadi secara continue shg urutannya (air masuk Cooling Tower -> air digunakan ke alat -> air kembali lagi ke Cooling Tower), proses ini sering disebut Cooling Water Return (CWR).

"Working principle :
Hot water is circulated to the top of the cooling tower then dropped spread out with distribution pipe, cooling tower is equipped with fan to speed up cooling so occur heat transfer. With water fall down and contact with air from fan so occur heat transfer. This happen continually so have consequence (water into cooling tower ->water used to instrument -> cooling water return."

Skematik Cooling Tower

Parameter – parameter yg digunakan utk analisa kualitas Cooling Water di Cooling Tower adalah :
  • Turbidity : tingkat kekeruhan dalam cairan yg ditunjukkan dg jumlah padatan tersuspensi di dalam air.
  • pH : tingkat keasaman dan kebasaan cairan yg bisa menimbulkan korosi dan kerak.
  • Electrical conductivity: kemampuan cairan menghantarkan arus listrik yg ditunjukkan dg jumlah ion (+ / -)  terlarut di dalam air.
  • COD : chemical oxygen demand, konsentrasi COD yang tinggi mempercepat pembentukan slime.
  • Kesadahan : menunjukkan banyaknya ion Ca dan Mg yg terkandung dalam cairan yg bisa menyebabkan pertumbuhan kerak
  • Chloride dan Sulphate : konsentrasi chloride yang tinggi cenderung lebih bersifat korosif.
  • Silica : merupakan salah satu komponen pembentuk kerak pada peralatan.
  • COD (Chemical Oxygen Demand) : Konsentrasi COD yang tinggi mempercepat pembentukan slime.
  • Ion Ammonium, Nitrate dan Nitrite : konsentrasi ion yang tinggi mempercepat pembentukan slime. Ketika amonia berubah menjadi asam nitrat oleh bakteri nitrifikasi, pH cooling water menjadi rendah dan mengakibatkan bahan kimia penghambat korosi (corrosion inhibitor) menjadi tidak berfungsi.
  • Total Iron : merupakan salah satu fouling material dalam cooling water. Menempelnya senyawa besi (iron) pada permukaan tubing heat exchanger dapat menyebabkan korosi local pada material jenis carbon steel.
Phsycal Treatment dari Cooling Tower :
  • Pipa yg digunakan utk menyalurkan ke alat pendingin rentan terhadap korosi shg efisiensi perpindahan panas rendah, ditangani dengan pelapisan pipa menggunakan logam khusus.
  • Terjadi penyumbatan lumpur shg naiknya konsumsi energy listrik utk memompa, ditangani dg penanganan khusus Cooling Water sebelum masuk Cooling Tower misalnya filtrasi, koagulasi dan flokulasi
"Phsycal treatment of cooling tower :
  • Pipe that is used to distribute to cooling instrument susceptible corrosion so low heat transfer eficiency, handled with coating using special metal
  • Occur stoppage mud so increasing of electric consumption for pump, handled with special treatment of cooling water before entering to the cooling tower such as filtration, coagulation and floculation."
Chemical Treatment dari Cooling Tower :
  • Kualitas Cooling Water dijaga dg penambahan zat kimia khusus (soda dan zeolite) agar tidak terjadi kesadahan
  • pH Cooling Water dijaga netral dg penambahan asam kuat (HCl, H2SO4) jika pH terlalu tinggi (> 7) dan basa kuat (NaOH, Mg(OH)2) jika pH teralu rendah (< 7)
  • Penambahan ClO2 utk penghambat pertumbuhan mikrobiologi
"Chemical treatment of cooling tower :
  • Quality of cooling water is maintained with addition special substances (soda and zeolite) tp avoid hard water
  • pH of cooling water is maintained neutral with addition strong acids (HCl, H2SO4) if pH is too high (> 7) and strong bases (NaOH, Mg(OH)2) if pH is too low (< 7)
  • Addition ClO2 as microbiology growth inhibitor"   
Referensi :
[1] www.siemens.com/wallace-tiernan
[2] http://www.ecolab.com/solutions/water-treatment
[3] http://www.accepta.com/water-treatment
[4] http://www.chemtreat.com/applications
[5] http://www.thermaxindia.com/chemicals
[6] http://www.endurosolv.com/cooling_tower_treatment 

ARTIKEL TERKAIT :
1. Cooling Water Syatem PLTU 200 MW 
2. Deaerator 
3. Heat Exchanger (HE) 

>

Previous
« Prev Post

5 comments

This is really nice because it well informative for me and hope for others also keep it continued so that we can get benefits.
Cooling tower fans