Artikel Terbaru

Macam-Macam Grease Lubrication (Pelumas)

Diposting oleh On Monday, June 10, 2019

Grease (Bahasa Jawa : gemuk ) : pelumas semi-solid (gel) yang terbuat dari 3 bahan utama yaitu base lubricant/oil/lemak (hewani atau nabati), thickener (pengental) dan aditive sehingga grease memiliki high viscosity. Grease berguna sebagai lubricating or sealing dengan fungsi-fungsi yaitu base lubricant untuk mengurangi gesekan, thickener untuk mempertahankan posisi pelumas ketika benda berputar dan aditive untuk meningkatkan sifat chemical properties sesuai tempat aplikasi. Penggunaan umumnya pada equipment yang lambat pergerakannya (slow moving) seperti gearbox, journal bearing, ball joint, roller conveyor dan heavy equipment
Sistem kategori grease distandarkan oleh "National Lubricting Grease Institute-NLGI" sebagai berikut :
  • Nilai 000-6 (000 = softest/liquid dan 6 = hardest/solid) umumnya grease diberi kode #2 (sesuai standard butter)
  • LA & LB : untuk chassis lubricant dan GA, GB & GC untuk wheel bearing


Istilah-istilah yang sering digunakan adalah :
  • Dropping Point : titik (temperatur) dimana grease melewati dari keadaan solid ke liquid (titik tetes)
  • Oxidation Stability : ketahanan grease terhadap chemical yang disebabkan karena udara atmosfer yang bisa menyebabkan reaksi oksidasi

Berikut macam-macam grease lubrication yang dibedakan berdasarkan thickener :
  • Straight Lithium
  • Lithium Complex
Good water resistence dan tahan temperatur sampai 150 degC
  • Alumunium Complex
Good high temperature (177-204 degC), good water resistant, good oxidation stability dan good pumpability. Cocok digunakan untuk peralatan yang memproduksi barang food grade
  • Polyurea
Good oxidative resistance dan banyak digunakan pada komponen elctric motor
  • Organophilic Clay
Dibuat dengan memberikan arus listrik sehingga clay menjadi bermuatan ion. Grease ini tidak cocok jika di-mixing dengan grease tipe lain karena dikhawatirkan muatan listrik menjadi tidak stabil. Sifat properties good high temperature
  • Calcium Complex
Good water resistance dan good lower temperature (<65 degC)
  • Calcium Sulphonate
Very good corrosion resistance
  • Sodium
Good adhesion dan corrosion protection namun tidak bisa digunakan di air
  • Silicone Grease
Terbuat bukan dari based oil melainkan dari silicone based. Cocok digunakan pada high temperature dan rubber sealing karena sifatnya yang tidak merusak karet

Referensi :
[1] www.efficientplantmag.com. (2009). Grease Basic : Selection and Application
[2] www.penriteoil.com. Understanding Greases

Apakah Saham Sebagai Alat Investasi

Diposting oleh On Tuesday, June 04, 2019

Saham adalah salah satu jenis investasi yang cukup menggiurkan walaupun diluarsana banyak yang mengatakan bahwa saham bukan investasi. Penulis menyebutkan bahwa saham adalah investasi karena saham bisa berkembang dari sisi value dan bisa disebut asset. Sedangkan pengertian asset adalah sesuatu yang bisa berkembang walaupun pemilik tidak mendayagunakan. Saham adalah bukti kepemilikan investor terhadap perusahaan namun investor tidak serta merta bisa mengambil alih seluruh asset perusahaan. Mengapa demikian ?? karena di struktur keuangan perusahaan terdapat 2 modal yaitu modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri adalah modal yang dimiliki oleh pendiri perusahaan sedangkan modal pinjaman seperti bank, saham dan obligasi. Saham di perusahaan terbagi menjadi 2 yaitu saham prioritas/utama (preference stock) dan saham umum/publik (common stock). Pengelompokkan saham tersebut berdasarkan pengaruh besaran nominal modal yang diberikan ke perusahaan serta kewajiban perusahaan terhadap pengelolaan resiko modal usaha.
Sumber Gambar : www.majalahpajak.net
Bagaimanakah maksud dari pengelompokan saham tersebut ??
Preference stock umumnya menguasi >51% saham dan investor ini mendapatkan tempat istimewa di perusahaan seperti pengendali RUPS dan jikalau perusahaan bangkrut maka dana yang tersisa dari penjualan asset harus dibayarkan terlebih dahulu ke investor ini. Sedangkan common stock adalah saham public yang diperdagangkan di pasar modal, dimiliki oleh banyak investor yang tercatat di bursa efek dan tetap memiliki hak suara di RUPS. Jika perusahaan rugi dan harus menjual asset maka pengembalian dana investor dilakukan setelah kewajiban terhadap preferred stock dipenuhi terlebih dahulu.

Bagaimana strategi investor ritel menanggapi sistem pengelompokan seperti itu ??
Pemilihan saham dengan fundamental bagus wajib dilakukan, karena jangan sampai perusahaan tersebut rugi dan menjual asset. Ciri-ciri perusahaan yang bagus adalah barang tersebut dibutuhkan oleh banyak orang, tidak tergerus oleh kemajuan jaman dan sistem permodalan yang kuat. Dengan memilih perusahaan seperti itu untuk investasi, maka bisa dipastikan harga saham akan terus-menerus naik karena permintaan akan selalu lebih besar dari penawaran.
Mengapa beberapa orang masih menyebut saham bukan sebagai alat investasi ??
Karena disaham diawal pemilihan masih membutuhkan analisa yang cukup mendalam dan seiring waktu terdapat kenaikan dan penurunan value walaupun didalam penurunan dan kenaikan tersebut disertai data-data yang transparan. Orang yang menganggap saham bukan alat investasi adalah investor yang hanya menempatkan modalnya tanpa disertai alasan yang kuat (misal tidak memperhitungkan analisa fundamental maupun teknikal). Sedangkan bagi orang yang mengerti betul tentang saham maka cara pandang tersebut adalah kebalikannya.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Siklus 5 & 10 Tahunan Pasar Modal IHSG

Diposting oleh On Friday, May 31, 2019

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah rata-rata harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga IHSG melambangkan kecenderungan saham yang beredar di Indonesia apakah sedang bergerak trend bullish atau bearish. Dari awal saham diperdagangkan terdapat siklus tahunan yang hampir mirip efeknya terhadap pasar saham seperti siklus 5 tahunan dan 10 tahunan akibat PEMILU. Sejak rezim orde baru runtuh Tahun 1998 dimana Indonesia dilanda krisis moneter yang mengakibatkan inflasi besar-besaran di Indonesia dan banyak industri berjatuhan maka IHSG juga tak luput terkena dampaknya. IHSG Tahun 1998-1999 menunjukkan penurunan yang sangat tajam sehingga banyak investor mengalami kerugian yang sangat besar. Pada tahun tersebut, seluruh harga kebutuhan naik sampai 10-20x dan uang tidak bernilai tinggi sehingga bisa dikatakan ekonomi Indonesia paling parah sejak pemerintahan terbentuk. Tahun berikutnya menjelang siklus 5 tahunan, IHSG secara pelan bergerak trend bullish dan bahkan ketika selesai PEMILU diadakan Tahun 2003-2004, IHSG malah menunjukkan taringnya dengan menghijau yang terus-menerus. Siklus 10 tahunan berikutnya yaitu Tahun 2008-2009, Indonesia dilanda inflasi yang cukup tinggi namun tidak menimbulkan chaos di pemerintahan. Pada tahun tersebut, IHSG sempat jatuh namun tidak separah Tahun 1998 sampai akhirnya banyak investor saham yang jatuh ke jurang kerugian dan lama untuk bangkit kembali. Munculnya ide analisa siklus 5 dan 10 tahunan adalah efek dari kejadian beruntun ini.

BACA JUGA : Trend Tahunan Pergerakan Harga Saham
 
Sumber Gambar : www.stockdansaham.com
Siklus 5 tahunan berikutnya yaitu Tahun 2013-2014 ketika pemilihan presiden petahana habis 2 periode dan pertarungan baru bagi para capres-cawapres maka IHSG menyentuh level hijau yang menunjukkan optimisme investor pada kestabilan politik di Indonesia. Memang benar, Tahun 2013, ekonomi-politik Indonesia stabil dengan terpilihnya presiden baru. Pemerintahan presiden baru mulai merombak sistem yang ada dan melakukan genjotan investasi besar-besaran di infrastruktur dan energi terutama pemerataan listrik dan BBM dengan harga yang sama di seluruh Indonesia. Kepemimpinan presiden ini, banyak saham yang terus-menerus bullish seperti sektor infrastruktur, pertambangan, perbankan dan properti. Saham Indonesia menjadi yang terbaik di Asia dari segi pertumbuhan. Namun siklus 10 tahunan berikutnya menunjukkan sesuatu yang berubah, tepatnya Tahun 2018-2019 pemilu yang merebutkan kursi petahana dilanda aksi makar dan gejolak politik di tanah air. Aksi jual saham besar-besaran oleh investor asing yang diikuti investor domestik membuat IHSG terpuruk paling parah selama dekade terakhir. Tepatnya 1 bulan setelah pemilu diadakan, IHSG terus turun tajam sampai pengumuman resmi presiden terpilih diumumkan. Setelah pengumuman resmi, para investor yakin Indonesia masih aman dan pemerintah sanggup meredam aksi kebrutalan rakyat. Investor asing dan domestik ramai-ramai melakukan aksi beli yang membuat IHSG terus menghijau.




Kesimpulan yang bisa dipetik dari siklus IHSG ini adalah :
  • Sebaiknya untuk trader, 1 bulan sebelum pemilu harus sudah menarik semua investasi di saham dan membuat portfolio cash semua atau jika ingin spekulatif buy maka sebaiknya memilih saham aman yaitu blue chip sektor consumer good karena diyakini tidak akan goyang dan tergerus oleh apapun karena menyediakan kebutuhan hidup
  • Para investor jangka panjang, sebaiknya membeli ketika harga saham sudah terdiskon sangat dalam karena pada moment tersebut banyak sekali saham ber-fundamental bagus sedang murah-murahnya
  • Pada siklus 5 dan 10 tahunan, sebaiknya investor memilih investasi aman seperti obligasi dan deposito sampai benar-benar kondisi politik di tanah air sudah stabil
  • Jika pada masa itu, investor memiliki saham yang tersangkut alangkah baiknya dilakukan cut loss mengingat situasi ke depan belum tahu seperti apa, apakah ada aksi penggulingan pemerintahan yang sah, demo besar-besaran dan anarkis
  • Saham-saham yang tidak direkomendasikan sama sekali ketika siklus 5 dan 10 tahunan adalah sektor perbankan karena jika inflasi melonjak sangat tinggi tidak terkendali dan ekonomi Indonesia hancur, maka uang investasi tidak akan bernilai dan yang tetap memiliki nilai hanya "emas logam mulia"
Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Bagian-Bagian dari Transformator (Trafo) Arus Kuat 3 Phase (R-S-T)

Diposting oleh On Wednesday, May 29, 2019

Transformator (Trafo) adalah peralatan untuk menaikkan (step up) atau menurunkan (step down) tegangan listrik arus bolak balik (AC). Peralatan ini di PLTU berperan sangat vital dimana arus listrik yang ditimbulkan dari gerakan bolak-balik medan magnet di generator ditransferkan ke trafo dan siap untuk didistribusikan dengan pengelolaan di gardu induk. Berikut gambar trafo yang ada di PLTU :
Gambar 1. Trafo 3 Fase di PLTU
Di PLTU trafo ini dilakukan kegiatan predictive dan preventive maintenance meliputi uji DGA, uji BDV, uji furan, thermography, pengamatan warna silica gel, pengamatan oil level indicator dan temperature oil trafo. Untuk mengetahui lebih lanjut mengapa harus ada beberapa kegiatan maintenenace seperti itu, seorang engineer harus dituntut mengerti bagian-bagian penyusun trafo agar ketika terjadi permasalahan (fault) bisa paham untuk penentuan root cause-nya. 
Berikut bagian-bagian dari trafo arus kuat 3 phase :
  • Insulated Frame
Bagian tempat melekatnya pelat-pelat tipis konduktor (iron) yang terbuat dari bahan isolator seperti kayu (selulosa).
Gambar 2. Insulated Frame
  •  Laminated Sheet
Pelat-pelat tipis konduktor (iron) yang tersusun berlapis-lapis sampai membentuk ketebalan tertentu. Ini berfungsi sebagai sebagai pendukung kerja magnetic circuit dan untuk mengurangi potensi losses eddy current (arus sekunder yang dihasilkan dari arus primer).
Gambar 3. Laminated Sheet
  •  Laminated Core 
Gambar 4. Laminated Core
  • Limb
Gambar 5. Limb
  •  Insulated Sheet
Lembaran isolasi yang umumnya adalah isolasi kertas (selulosa), digunakan untuk mencegah short circuit antara high voltage dengan low voltage 
 
Gambar 6. Insulated Sheet
  •  Low Voltage
 Bagian dari arus listrik yang bertegangan rendah,
Gambar 6. Low Voltage
  •  High Voltage
Bagian dari arus listrik yang bertegangan tinggi.
Gambar 7. High Voltage
  •  Insulation Coil
Gambar 8. Insulation Coil
  •  Casing Trafo
Lapisan luar trafo yang berfungsi melindungi winding dan core dari pengaruh luar (atmosfer).
Gambar 9. Casing Trafo
  •  Conservator
Berbentuk seperti drum yang digunakan untuk menampung oil insulation. Pada area ini dilengkapi level indicator dan silica gel untuk menyerap water content. Oli di trafo menyelimuti seluruh volume trafo, sehingga koil untuk high voltage dan low voltage semuanya terendam di oli. Terdapat 2 isolasi yang ada di dalam trafo yaitu padat (kertas selulosa) dan cair (oli). Fungsi dari isolasi adalah mencegah kontak antara koil yang bisa menyebabkan short circuit dan juga sebagai peredam ketika terjadi spark (percikan bunga api listrik).
 


Gambar 10. Conservator & Oil Trafo
  •  Bucholz Relay
Berfungsi sebagai katup pengaman ketika didalam trafo terjadi fault.


Gambar 11. Bucholz Relay
  • High Voltage Bushing 
Bushing berfungsi sebagai packing/isolasi antara tegangan yang dihasilkan dari koil di dalam trafo untuk ditransferkan keluar trafo menuju gardu induk sehingga potensi kontak dengan atmosfer bisa terjadi dan bisa menyebabkan short cicuit. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatkan packing dengan bentuk yang bersirip adalah untuk memperpanjang proses cooling karena udara yang lewat dan umumnya bahan isolator adalah keramik.
Gambar 12. High Voltage Bushing
  •  Low Voltage Bushing
Gambar 13. Low Voltage Bushing
  •  Explosion Vent
Didalam operasi trafo kemungkinan bisa terjadi degradasi selulosa dan terbentuk gas-gas terlarut karena temperatur operasi yang berlebihan dan uji yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan gas-gas tersebut adalah uji DGA dan uji furan. Jika penanganan terhadap gas-gas tersebut telat maka trafo memiliki sistem proteksi sendiri yaitu explosion vent sehingga mengurangi akumulasi gas-gas berbahaya yang bisa menyebakan ledakan.
Gambar 14. Explosion Vent
  •  Radiator and Fan
Berfungsi sebagai pendingin trafo dan komponennya sehingga dengan temperatur yang dijaga tidak lebih dari 150 C maka proses pembentukan gas-gas terlarut (key gas) tidak terjadi.
Gambar 15. Radiator & Fan
  •  Temperature Gauge
Pembacaan temperatur oli di trafo yang juga bisa digunakan untuk menggambarkan potensi pembentukan gas-gas terlarut.
Gambar 16. Temperature Gauge
  •  Drain Valve
Akses untuk melakukan drain oil ketika penggantian atau mengurangi sedimen yang mungkin ada. Pengambilan sampling untuk berbagai uji juga dilakukan di tempat tersebut.
Gambar 17. Drain Valve

Referensi : Construction of Three Transformer. (2016). www.youtube.com

Root Cause Tube Boiler Pecah (Leakage) di PLTU

Diposting oleh On Monday, May 20, 2019

Tube boiler adalah komponen vital di PLTU yang berfungsi sebagai heat exchanger dengan bekerja 24 jam non-stop dalam kondisi bertekanan dan kualitas fluida yang ber-fluktuatif. Didalam operasinya, fluida harus dijaga kualitasnya dengan injeksi kimia dan pengukuran parameter kualitas air setiap periode tertentu. Terdapat berbagai macam permasalahan yang umum terjadi di tube boiler seperti : kerak/deposit tube, pecah (leakage) tube, korosi dan abrasi tube dan masih banyak lagi lainnya.
Untuk permasalahan tube boiler leakage bisa dilakukan root cause permasalahan dengan melakukan pengukuran dan pengamatan dari yang mudah dan cepat dilakukan di unit langsung sampai yang paling sulit dilakukan yaitu sebagai berikut :


BACA JUGA : Macam-Macam Korosi Material
  • Pengamatan Profil/Bentuk Pecahan (Leakage)
Profil/bentuk pecahan tube boiler bisa menggambarkan asal penyebab kerusakan apakah disebabkan karena abrasi, korosi, hydrogen embrittlement, kerak, pola operasi (tekanan dan temperatur tidak sesuai standar), pitting, bending atau kegetasan material.
Berdasarkan gambar tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut : tube boiler mengalami penipisan (abrasi) yang tidak merata dan kemungkinan didalamnya terdapat banyak kerak yang menyumbat aliran fluida sehingga tekanan meningkat dan karena disalah satu sisi saja dari tube yang overheat maka tube menjadi getas dan kehilangan kekuatannya (strength) sehingga pecah (leakage) memanjang seiring profil penipisan tube mengikuti arah aliran fluida (penipisan memanjang bisa disebabkan karena flowrate fluida meningkat yang diakibatkan oleh sumbatan di tube boiler). Kesimpulan ini masih bersifat sementara dan harus diperkuat dengan data pengukuran lain.
Warna kerak di tube boiler PLTU umumnya hanya ada 2 yaitu kemerahan dan kehitaman. Warna kerak hitam di tube boiler mengindikasikan bahwa lapisan protective layer (pasifasi) bekerja efektif yaitu adanya senyawa magnetite. Warna hitam terbentuk karena injeksi hydrazine dan terbentuk senyawa ammonia dengan kadar yang tepat sehingga membentuk lapisan pasifasi. Keberadaan lapisan ini menyebabkan reaksi dari fluida yang lewat terhadap material tube tidak terjadi. Disebut pasifasi karena unsur kimia material tube tidak mudah bereaksi dengan senyawa kimia fluida yang lewat. Sedangkan warna kemerahan adalah senyawa hematite yang merupakan produk inisiasi korosi dan terbentuk karena senyawa ini kekurangan oksigen sehingga bersifat radikal terhadap ion-ion yang lewat dan bisa membentuk senyawa merugikan di tube boiler. Analisa kandungan senyawa ini harus diperkuat dengan uji komposisi senyawa kerak dengan bantuan peralatan x-ray difarction (X-RD).
  • Pengamatan Terhadap Penipisan Outside Tube Boiler (Abrasi)
Analisa ini bisa dilakukan secara visual seperti melihat goresan-goresan yang terjadi di outside tube boiler yang dilewati batu bara dan pasir. Apabila goresan banyak terlihat maka bisa dipastikan tingkat abrasifitas tube sudah tinggi dan direkomendasikan untuk uji thickness dan hardness. Jika kedua uji menyatakan positif tube boiler mengalami penipisan dan kegetasan maka harus dilakukan retubing dan evaluasi bahan material pasir untuk dicarikan pengganti dengan material pasir yang memiliki kandungan silica agak rendah karena keberadaan silica itulah yang menyebabkan kekerasan pasir.
Uji yang dilakukan dengan menggunakan bantuan kamera mikro yang bisa dimasukkan ke celah-celah tube boiler dan bisa dibelok-belokkan sesuai arahan user. Uji ini untuk melihat struktur yang ada didalam inner tube boiler apakah terdapat kerak, failure, profil abrasi dan lain sebagainya. 
  • Pengamatan Visual Perbesaran (Portable Microscope) 
Dengan menggunakan microscope yang mudah dipegang kemana-mana kemudian dilihat secara visual permukaan tube boiler yang pecah. Hasil pembacaan yaitu membandingkan antara titik tube yang pecah dengan sekelilingnya.
Analisa ini digunakan untuk memastikan bahwa material tube sama dengan desain dari manufacture dan juga digunakan untuk mencari data properties standar material seperti hardness dan strength sehingga bisa digunakan untuk evaluasi pola operasi (dosis injeksi kimia, temperatur dan tekanan operasi)
  • Hardness Tube
Analisa untuk mengukur kekerasan material tube boiler, data yang didapatkan dibandingkan dengan standar hardness material dan jika mengalami penurunan maka bisa dievaluasi penyebabnya apakah karena overheating, penipisan atau spesifikasi mix material (alloy) dalam batas bawah
Analisa yang digunakan untuk mengukur komposisi dan berat unsur senyawa kerak sehingga bisa digunakan untuk judge asal unsur yang ada apakah dari material tube atau unsur pengotor dari luar (injeksi kimia, kebocoran atau partikel luar yang masuk)

  • Thickness Tube
Analisa yang digunakan untuk mengukur ketebalan material tube menyeluruh pada diameter tube boiler. Mapping yang didapatkan bisa digunakan untuk melihat apakah kemungkinan abrasi terjadi dan untuk memperkirakan life-time tube boiler.
  • Microstructure Tube (Microscope) 
Tube boiler yang sudah leakage dilakukan peng-amplasan sampai kontaminan luar terkelupas dan menggunakan mikroskop yang bisa diperbesar sampai 200x maka akan terlihat pori-pori material sehingga bisa digunakan untuk menarik kesimpulan strength material tube.

Referensi : Pengalaman pribadi di unit pembangkitan

Analisa Furan Test di Minyak Trafo

Diposting oleh On Monday, May 13, 2019

Furan adalah senyawa organik aromatik, dimana hubungan dengan minyak trafo adalah senyawa tersebut bisa terbentuk ketika terjadi degradasi minyak trafo. Furan test adalah uji untuk mengetahui keberadaan senyawa aromatik di minyak trafo sehingga dengan keberadaan itu bisa digunakan untuk menentukan umur pakai (life time) dari insulation paper.
Sumber Gambar : www.wikipedia.org
Lima macam tipe senyawa furan yang dianalisa di minyak trafo adalah :
  • 5-hydroxymethyl, 2-furaldehyde (5H2F) ---> oxidation (umumnya kandungan ini paling dominan di minyak trafo)
  • 2-furfurol (2FOL) ---> high moisture
  • 2-furaldehyde (2FAL) ---> overheating, old fault
  • 2-acetylfuran (2ACF) ---> rare, lightning
  • 5-methyl, 2-furaldehyde (5M2F) ---> local, severe overheat
BACA JUGA : Analisa BDV Test di Minyak Trafo

Terdapat hubungan antara insulation paper dengan uji furan di minyak trafo seperti berikut : Insulation paper terbuat dari bubur kayu yang diproses dengan tambahan NaOH (sodium hydroxide) dan Na2SO3 (sodium sulphite) sehingga terbentuk serat-serat organik atau lebih dikenal dengan selulosa (cellulose) atau glukosa nabati. Didalam ikatan selulosa melibatkan -H dan -OH sehingga dengan adanya temperatur yang tinggi ikatan tersebut bisa putus (degradasi) dan menghasilkan senyawa aromatik.

Terdapat 2 cara pengukuran furan yaitu :
Senyawa furan ini memiliki hubungan erat dengan uji DGA, uji BDV dan uji water content (karl fischer) dengan tahapan predictive maintenance yang bisa dilakukan adalah tahapan pertama secara periodik yang harus dilakukan adalah uji DGA untuk mengetahui apakah minyak trafo mengandung gas hidrokarbon (alkana, alkena, alkuna) dan water content tinggi, jika jawabannya 'YA' maka bisa dicari root cause-nya yaitu pada temperatur berapa kira-kira gas hidrokarbon tersebut terbentuk dan bagaimana kondisi silica gel-nya apakah masih efektif dalam meng-absorb air di minyak trafo. Setelah tahu hal tersebut kemudian melakukan uji BDV untuk meyakinkan bahwa minyak trafo sudah menurun kualitasnya dan untuk memperkuat dugaan maka dilakukan uji furan. Jika uji furan didapatkan hasil bahwa senyawa aromatik tinggi pada jenis tertentu maka dengan semua analisa tersebut bisa digunakan untuk menyimpulkan treatment terhadap minyak trafo. Treatment yang direkomendasikan seperti : purifikasi oil, replace oil atau make up oil.

Referensi :
[1] Cheim, Luiz. (20111). Furan Analysis for liquid power transformer. IEEE Electrical Insulation Magazine, pp 27(6) : 29-42
[2] Pin, L.S. (2009). Furan Measurement  in Transformer Oil. Department of Electrical and Computer Engineering


ARTIKEL TERKAIT :
1. Analisa DGA di Minyak Trafo 
2. Bagian-Bagian Trafo Arus Kuat 3 Phasa 
3. Proses Pembentukan Gas Terlarut di Minyak Trafo 

Aktifitas yang Dilakukan Bandar Saham

Diposting oleh On Tuesday, May 07, 2019

Bandar adalah pengerak harga saham di pasar modal dan bandar selalu menyukai sistem cut loss yang dilakukan investor dan membenci strategi "hold". Mengapa demikian ?? karena aktifitas bandar adalah membuat naik dan turun harga saham dimana ketika saham diturunkan, bandar berharap banyak lot saham terlepas dari para investor dan mereka dengan segera meng-akumulasi saham dengan harga murah. Aktifitas tersebut tentunya dengan pertimbangan sangat matang, karena para bandar sudah tahu prospek ke depan dari emiten tersebut, sehingga sebelum meng-akumulasi saham mereka akan mencari celah untuk mendapatkan harga saham di harga murah.
Sumber Gambar : www.caesarvery.com

BACA JUGAStrategi Akumulasi Buy and Hold Saham
 

Seperti apa contoh aktifitas bandar di pasar saham ??
Kasus seperti emiten sudah mengumumkan penetapan besaran deviden yang akan dibagi per tanggal yang sudah ditetapkan. Bandar pasti tergiur dengan kebijakan emiten tersebut karena deviden cukup besar dan mereka akan segera meng-akumulasi saham. Langkah yang umum dilakukan adalah menjual dengan lot besar sehingga harga saham jatuh dan secara otomatis sistem cut loss para investor atau bandar lain bekerja, kemudian dengan segera setelah mencapai harga murah bandar tersebut melakukan akumulasi dalam jumlah sangat besar. Dengan aktifitas tersebut, seringkali kita melihat harga saham malah turun padahal akan dibagikan deviden atau berita positif aksi korporasi dan itulah memang itu adalah aktifitas yang dilakukan bandar.

Mengapa kalau tahu ada permainan bandar kita masih ingin investasi di pasar saham ??
Bandar disini bukan di analogikan negatif tetapi diartikan secara sebenarnya yaitu pengepul atau sekelompok investor yang terkoordinir. Walaupun begitu, ada ratusan bahkan ribuan bandar-bandar sebagai pemegang saham sehingga nyaris tidak mungkin satu bandar bisa mengendalikan semuanya apalagi BEI sebagai pengawas pasar modal selalu memberikan perlindungan kepada investor terhadap saham-saham yang berperilaku tidak semestinya.


Tujuan utama bandar di pasar saham adalah "cuan" dengan strategi trading, dan aktifitas bandar baik domestik maupun asing semua tercatat transparan di sistem trading online sehingga sistem judi yang disematkan di pasar saham bisa ditepis dengan keberadaan data dan sistem transparan yang ada. Dari aktifitas bandar, para investor ritel bisa memiliki data yang kuat untuk beli dan jual saham.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Proses Pembentukan Gas-Gas Terlarut di Minyak Trafo

Diposting oleh On Wednesday, May 01, 2019

Gas terlarut (dissolved gas) di minyak trafo terdiri dari beberapa macam senyawa seperti gas hidrokarbon (C-H) yaitu senyawa yang tersusun atas ikatan -C dan -H dengan pembagian terdiri dari 3 jenis yaitu alkana (ikatan rantai 1), alkena (ikatan rantai 2) dan alkuna (ikatan rantai 3). Selain itu juga terdapat gas CO dan CO2 sebagai akibat dari degradasi selulosa.
Pada rantai hidrokarbon, semakin tinggi rantai maka semakin tinggi pula energi untuk melepaskannya. Minyak trafo mengandung berbagai macam gas hidrokarbon jika didalam operasinya terdapat kontaminan atau pola operasi yang kurang tepat atau memang sudah pada life time pemakaiannya.
Didalam trafo terdapat 2 isolasi yaitu padat (isolasi kertas/selulosa) dan cair (minyak). Fungsi dari isolasi adalah menjadi penghalang percikan listrik/tegangan ketika terjadi kebocoran ketika trafo beroperasi sehingga fungsi kedua isolasi tersebut cukup vital.

Sumber Gambar : www.wikipedia.org

BACA JUGA : Analisa Uji DGA di Minyak Trafo
 
  • Selulosa (C6H10O5)n
Nama lain selulosa adalah serat atau glukosa nabati dan pada trafo berbentuk lembaran kertas yang digulung pada komponen didalam trafo. Struktur molekul selulosa adalah (C6H10O5)n dengan kandungan unsur dominan jika selulosa ter-degradasi adalah C, H dan O. Jika -C bertemu -H maka akan terbentuk gas hidrokarbon tentunya pembentukan disertai temperatur yang mendukung untuk prosesnya dan jika -C bertemu -O maka akan terbentuk gas CO dan CO2 sedangkan jika -H bertemu dengan -O maka bisa terbentuk H2O.
  • Metana (CH4)
Bisa terbentuk sesuai reaksi :
CO2  + 8 H+ ---> CH4 + 2 H2O (terbentuk pada kira-kira temperatur 150 oC). Pada minyak trafo kondisi tersebut bisa disebabkan oleh unsur hasil degradasi selulosa dan kondisi operasi asam.
  • Etana (C2H6)
Bisa terbentuk dengan sistem elektrolisis garam asetat, dimana asetat di-oksidasi untuk menghasilkan karbon dioksida dan radikal metil, sesuai reaksi :
CH3COO- ---> CH3 + CO2
2 CH3 ---> C2H6
Terbentuk dari uraian metana dengan bantuan panas dengan panjang gelombang tertentu seperti fotokimia, sesuai reaksi :
CH4 ---> CH3 + H
2 CH3 ---> C2H6
Kondisi diatas bisa disebabkan karena keberadaan zat kimia asam yang didukung dengan adanya percikan listrik di minyak trafo sehingga mendukung terjadinya elektrolisis. Etana rata-rata terbentuk pada temperatur 250 oC.

BACA JUGA : Analisa Furan Test di Minyak Trafo

  • Etena/Etilen (C2H4)
Terbentuk dari reaksi berikut :
4 CO2 + 2 H2O --->2  C2H2 + 5 O2
Keberadaan senyawa akibat degradasi selulosa dan air yang didukung pada kondisi operasi pada rata-rata temperatur 350 oC.
  • Etuna/Asetilen (C2H2)
Terbentuk dari reaksi batu kapur dan arang sehingga menghasilkan calsium carbida kemudian direaksikan dengan air membentuk gas asetilen
CaO + 3 C ---> CaC2 + CO
CaC2 + 2 H2O ---> Ca(OH)2 + C2H2
Rata-rata proses terbentuknya pada temperatur 500-700 oC.
  • Karbonmonoksida (CO) dan Karbondioksida (CO2)
Terbentuk dari hasil degradasi selulosa, karena setiap bahan organik jika terurai pasti menghasilkan unsur -C, -H, -O, -N dan -S. Keberadaan gas tersebut umumnya disertai dengan peningkatan kandungan air di minyak trafo.

Referensi : Pengalaman pribadi di unit pembangkitan