Artikel Terbaru

Anti COPAS

Indikator Analisa Saham : Moving Average (2 of 3)

Diposting oleh On Saturday, March 23, 2019

Analisa teknikal diperlukan oleh investor untuk alat pertimbangan dalam memutuskan investasi di pasar saham. Dari semua indikator yang ada, hanya ada satu yang dominan diminati oleh para analis yaitu moving average (pergerakan rata-rata harga saham dari periodik tertentu). Indikator moving avarage terbagi menjadi 3 yaitu simple moving average (SMA), weighted moving average (WMA), exponential moving average (EMA) dan moving average convergent divergent (MACD). Dari ketiga jenis moving average tersebut yang paling sering digunakan adalah EMA dan MACD. Berikut tampilan dari kedua indikator moving average tersebut :
Cara menggunakan indikator EMA adalah dengan men-set periodik yang diinginkan dan umumnya dibuat 3 garis yang menggambar periode per 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan. Alasan dibuat periode tersebut adalah umumnya investor tipe trader hanya melihat history ke belakang maksimal 6 bulanan maka dari itu dibuat EMA 20 (1 bulan), EMA 60 (3 bulan) dan EMA 150 (6 bulan).
Analisa indikator EMA :
Berdasarkan gambar diatas, terdapat 3 garis warna yaitu abu-abu (EMA 150), hijau (EMA 60) dan kuning (EMA 20). Setting periode yang ingin dianalisa mulai dari Agustus 2018 sampai Februari 2019 untuk saham CTRA. Bisa dilhat dari gambar bahwa jika garis EMA terendah mulai memotong EMA diatasnya maka harga saham mulai bullish dan ini disarankan untuk akumulasi buy dalam jumlah yang besar. Namun jika antar garis menunjukkan hirarki yang tetap dimana EMA terendah tetap dibawah dan EMA tertinggi tetap diatas bisa disimpulkan bahwa saham sedang bergerak sideways.
Analisa indikator MACD :
Jika garis terletak dibawah signal 0 berarti harga saham sedang bearish dan sebaliknya jika garis berada diatas signal 0 berarti pasar sedang bullish. Berdasarkan data MACD ini, investor dianjurkan untuk akumulasi buy ketika garis terjadi deadcross (pertemuan simpul) atay ketika antara garis signal rendah dan tinggi sudah mulai bergabung dan menghadap keatas. Selaras dengan hal tersebut, ketika kedua garis sudah mulai menghadap ke bawah, investor disarankan untuk segera take profit.

Feriyanto ECT Level II

Diposting oleh On Wednesday, March 20, 2019

Membuat Folder di Laptop untuk penyimpanan hasil ECT
Misalkan : nama folder TRIAL dan di copy-kan "backup, configuration, procedure dan result" standar bawaan produk/copy paste isi di folder yang sudah jadi dan rename folder

1. Velocity License Manager
Menentukan target objek penyimpanan

  • Klik Oversite-Pilih Folder/New Folder TRIAL-OK-Update
2. Velocity Site Configuration
2.1 Procedure
  • Site-EDIT-Enabling Editing-Mengisi owner, plant label, unit, contractor, outage name dan date today - Apply
  • Config-EDIT-Enabling Editing-General Configuration (Length, Velocity, Temperature, Pressure) - Add Database (Mengganti Label dan CATALOG sesuai OUTAGE NAME, catalog diganti dengan klik "pick from available catalogs" - klik "test" untuk mengetahui kevalidan) ---> klik OK dan indikator berhasil adalah centang hijau
  • Login Administration - add user - isi (first & last name, login = kode login, level II) - save record
2.2 Analysis
  • Analysis Group - Kalau sudah muncul di remove dulu - Add group (group name = primary, 3 letter name = pri, centang validate un-addressed history dan isikan elevation tolerance = 0.5) - Ok
Primary adalah jika dilakukan sendiri, jika terdapat data pembanding bisa menggunakan secondary
  • Codes Admin (kode cacat) ---> jika diklik berarti cacat yang tidak ingin dimunculkan
ADS : Absolute Drift Signal
BAD : Bad Data
BLG : Bulge
COR : Corrosion
DFI : Differential Freesapan Indication
DFS : Differential Freesapan Signal
DNG : Ding
DNT : Dent
DSI : Distorted Support Plate Indication
DSS : Distorted Support Plate Signal
DNI : Dent with Indication
DTS :
IDI : Inside Diameter Indication
ISI : In Service Inspection
IDS
INC
IGA : Intergranular Attack
INF : Indication Not Found
INR : Indication Not Reportable
NDD Not Detectable Degradation
NQI : Non-Quantifiable Indication
NQS
NT : Not Tested
OBS : Obstructed
PIT : Pitting
PLG : Plugged
RBD : Retest Bad Data
WAR
  • Report Field Configs - create new list (jika memag standar PLTU yang dahulu belum ada) atau duplicate selected list - klik pada available fields kemudian klik add field to current list (sehingga muncul dibawahnya daftar field yang terpilih) - Apply. Berikut standar field yang terpilih :
SEC : tube encode section ID
ENC1 : first encode
ENC2 : second encode
V : volts
PHA : phase angle in degrees
PER : percent through wall
IND : indication code
CH : reporting channel
FROM : landmark and offset of from location
TO : landmark and offset of to location
EXTENT : from and to landmark of the tested extent
ANA : analyst
FN : data file name

Standard Types
ASME Subfolder - Menyesuaikan dengan standar yang dipakai (length, kedalaman lubang) - New STD - Apply
Components
New component (jika folder PLTU target belum ada) - kemudian isi data-data yang ada (componen design type pengukuran/STRAIGHT, component label/HX, component ID/01, section label/ZON, Y tube/Row, X tube/Col, Select YX Order
Landmark file
Klik load .lmrk from other location - pilih "C" - program file x86 - Zetech - Velocity - newconfig - landmark - memilih desain pipa/STRAIGHT
Component tubing (mengisikan properties sesuai data riil di lapangan)
OD :
Wall thickness
Material (Seacure, Al6X, Titanium, Admiralty Brass, Monel, Alumunium, Copper, SS304, SS316, SS439, Cu-Ni 90-10, Cu-Ni 70-30, CS 179, CS 214)
Techniques
Subfolder PJNBS Techniques
Subfolder Wizard-MIZ 200 Configuration-Memilih tipe probe-Next terus-Finish
Subfolder Autocal Configs-PJBS_STD-Signal

3. Velocity Landmark
Klik Edit - Enabling Edit
Klik File - Open - C - Program Files x86 - Zetech - Velocity Prototype - Newconfig - Landmarks - Straight/Ubend tubing
Kemudian tampilan berubah (global information), edit-enable edit-unit diganti "mm"
Tube Length - Klik nilai dan sebelah kanan bisa dirubah "Total length, straight length" isikan sesuai kondisi riil pipa yang diukur
Landmark - isi data struktur di pipa yang akan diukur, beserta "elev" adalah jarak support, jangan lupa memberi "thickness pada type solid - Save as - Memberi nama file - Save

4. Velocity DM
Pasang dongle velocity DM
Set user - Ok
Klik File - Create database - Set path dengan memilih "D" kemudian memilih tempat folder yang telah kita buat-Procedure-Map-Ok
Enter a database name - Next - Set landmark table - Straight tubing.lmrk-Open-Next-Mengisi (utility, plant-model-component-contractor name-outage name harus sama dengan site configuration awal- Finish
Tekan "P" (Planning Setup Option) -  Edit test plan probe - new - isi enter probe code misalnya 17 mm, enter probe diameter 17 - save - ok
Edit analysis group - klik tulisan dan modify  (samakan dengan setting di velocity site config umumnya primary-pri) - save -ok - close

Menu Tubesheet - set tubesheet modification mode (tampilan berubah terdapat "tube default tube")
Menu Test Plan - Create test plan (mempengaruhi nama test plan dan usahakan sama dengan settingan awal) - Select - Klik Bobbin - Done
Klik menu tubesheet-set tubesheet modification mode - klik New - muncul tube symbol creation and edit function -pilih bentuk tube (shape) misal circle, mengatur warna (set shape color) - tube symbol name misalnya 17 mm
Alpha bisa dilewati
Test extent - select test from (dimulai dari misalnya TEI) - selected test to (diakhiri sampai TEO) - Done
Lakukan blok pipa yang akan dilakukan pengetesan - kemudian klik kanan dan tube berubah warna - save

Test plan - close test plan

5. Velocity AQ (kalibrasi & pengetesan)
Memastikan "network" dengan membuka velocity license manager - klik start network identification utility - lalu muncuk kotak dialog "network identification utility" sampai terdapat tulisan "configured"
Jika belum terhubung "network" maka bisa dipastikan sambungan ethernet-nya dengan cara klik "network & internet setting - ethernet - network & sharing center - ethernet - properties - double klik internet protocol version 4 (TCP/IPv4) (IP : 136.0.1.2 dan subnet mask : 255.255.255.0)
Membuka velocity AQ dan mengisikan data-data seperti : select user (xxx), componen (default), technique (default), leg (inlet), certification (level II) - Ok
Setup layout - Number of panel (1), name (ACQ) - Ok
Tanda sudah terkoneksi adalah "celcius warna hijau"
Klik recording path - New cal (mengisi operator dan level)
Klik to select a directory, memilih tempat folder yang telah dibuka lewat open dan ada kode SIR.....kemudian Cal #x (misal #5 dan bisa dinaikkan jika ada crash) - new cal
Open-Klik tempat folder yang kita buat di awal-Result-Primary-Memilih Hx.....(sampai ketemu SIR.....Blog tulisan-Ok
Untuk mengganti backgrund klik configuration - option
General-Appearance - Centang black & white-Apply
Mengganti drawing rate
Hardware setup-Workstation setup - drawing rate/second (umumnya 25)

Mengambil data pipa kalibrasi


Pemurnian Uap (Steam) dari Panas Bumi

Diposting oleh On Sunday, March 17, 2019

Panas bumi dihasilkan oleh magma gunung berapi terletak dibawah batuan yang keras sehingga bertekanan cukup tinggi. Panas bumi sebagai heat exchanger merupakan energi terbarukan yang bisa digunakan untuk menggerakkan turbine karena menghasilkan uap murni.
Uap yang berasal dari perut bumi masih mengandung berbagai macam senyawa kimia dan kelembaban air yang bisa berbahaya di blade turbine. Senyawa yang terkandung seperti carbon dioxide (CO2), methane (CH4), hydrogen suphide (H2S) dan ammonia (NH3). Diperlukan treatment khusus terhadap panas bumi dengan cara melakukan purifikasi atau separasi, berikut cara-cara yang bisa dilakukan :
  • Metana (CH4)
Terbentuk sebagai reaksi kimia sedimen bahan organik dan umumnya tidak berbahaya untuk pernafasan jika diruang terbuka dan tidak berbahaya terhadap material. Keberadaan metana dalam ruang terbatas (confined space) bisa mengusir keberadaan oksigen sehingga bisa menyebabkan asma dan gangguan peredaran darah.

Metana dapat diminimalisir menggunakan beberapa cara seperti :
  1. Sistem aerasi dengan melewatkan udara ke air kemudian dihembuskan ke atmosfer
  2. Adsorpsi dengan activated carbon
  3. Pada temperature steam 800-880 oC & tekanan 20-30 atm, metana akan bereaksi dengan H2O membentuk hydrogen (H2) dan carbon-monoxide (CO) dan umumnya dibantu katalis nikel, atau alumina. Reaksinya adalah : CH4 + H2O ---> 3 H2 + CO
  • Carbon Dioksida (CO2)
Kehadiran senyawa ini bisa memicu terbentuknya bicarbonate yang bersifat asam sehingga permukaan tube mudah ter-abrasi dan cepat terjadi korosi.
Gas CObisa diminimalisir dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Jika yang terbentuk adalah asam lemah bicarbonate H2CO3 jika dikontakkan dengan air maka cara efektof cukup direaksikan dengan larutan basa
  2. Diserap dengan solid adsorbent seperti aluminosilicate, zeolite, porous alumina, silica gel, silica alumina
  3. Dipisahkan dengan membrane permeable

  • Asam Sulfida (H2S)
Pada kondisi aerob dan moisture content tinggi calcium di batuan kapur (CaCO3berinteraksi dengan sulphur di pyrite (FeS2) untuk membentuk gypsum (CaSO4), sesuai reaksi : 8 CaCO3 + 4 FeS2 + 7 O2 ---> 8 CaSO4 + 2 Fe2O5 + 8 CO2. Ketika lingkungan berubah anaerob maka sulphate direduksi menjadi hydrogen sulphide (H2S).
Hydrogen sulphide dapat diminimalisir dengan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Oksidasi oleh chlorine, sesuai reaksi : 4 Cl2 + S2- + 4 H2O ---> 8 H+ + 8 Cl- + SO42-. Faktor yang mempengaruhi adalah pH, temperatur, waktu, konsentrasi dan flow rate. Untuk lebih efektifnya oksidasi oleh chlorine ditambahkan physical filtration (manganese greensand filter)
  2. Oksidasi oleh hydogen peroxide (H2O2), sesuai reaksi sebagai berikut : H2O2 + H2S ---> S + 2 H2O pada pH < 8.5 dan 4 H2O2 + S2- ---> SO42- + 2 H2O pada pH > 8.5
  3. Aeration, teknik yang digunakan mirip peralatan scrubber yaitu spray water sehingga H2S akan tertangkap oleh air dan bereaksi membentuk sulphite. Kondisi yang dibutuhkan oleh sistem aeration adalah pH asam, waktu kontak lama dan energi input yang besar (pompa atau fan) sedangkan pada kondisi pH basa kurang efektif. Cara ini cocok untuk kadar H2S < 2 ppm
  4. Ion exchange & Reverse-Osmosis, proses ini cukup rumit dan kurang efektif
  5. Ozonation, teknik paling efektif dari semuanya namun biaya operasional sangat mahal. Sistem yang digunakan adalah dengan menggunakan daya listrik di elektrode dan menggunakan udara lingkungan atau oksigen murni sebagai sumber oksigennya
  6. Chemical treatment, menggunakan kalium permanganat untuk mengikat asam sulfida, sesuai reaksi : 2 KMnO4 + 3 H2S ---> 3 S + 2 MnO2 + 2 H2O + 2 KOH ---> terjadi pada pH <7.5. Aplikasi ini jarang digunakan karena menghasilkan produk samping berupa endapan sehingga penggunaan umumnya disertai sand filter (manganese greensand filter)
  7. Catlytic carbon, sistem ini menggunakan sistem adsorpsi dimana kemampuannya yang cukup kecil hanya <0.3 ppm dan cepat jenuh. Ketika carbon sudah jenuh maka sistem penyerapan asam sulfida kurang efektif dan harus diganti
Manfaat produk yang dihasilkan adalah atom S bukan senyawa sulphate (SO42-) adalah :
  1. Proses lebih cepat
  2. Sludge yang diproduksi sedikit
  3. Tidak ada sulphate maupun tio-sulphate yang dihasilkan
  4. Produk berupa sulphur (S) bisa digunakan untuk produksi H2SO4 dan bio-bleaching
  5. Tidak membutuhkan oksigen
  6. Hemat energi
  • Ammonia (NH3)
Ammonia mendidih pada suhu 33.34 oC dan storage harus pada tekanan dan temperatur rendah. Umumnya ammonia dijual dan ditransportasikan dalam bentuk ammonia liquor or pressurized or refrigerated anhydrous liquid ammonia sehingga sering dijumpai transportasi ammonia dengan membawa refrigerant dalam truk.
Ammonia bisa diminimalisir dengan beberapa cara sebagai berikut :
  1. Gas Decomposition Method, gas ammonia terdekomposisi menjadi H2 dan Ndengan penambahan metal catalyst (bukan nobel metal) dan kemudian lanjut menjadi H2O dan N2 oleh elektrolit ion. Sistem ini ramah lingkungan karena tidak menghasilkan CO2 dan NOx.
  2. Scrubber Method, mengkontakkan ammonia dengan larutan asam seperti H2SO4 seperti reaksi berikut : NH3 + H2SO4 ---> (NH4)2SO4 dan produk ammonium sulphate tersebut adalah pupuk yang umum digunakan untuk tanaman.
  3. Burning Method, gas ammonia dibakar menggunakan gas LNG sehingga dihasilkan gas CO2 dan NOdan kurang ramah lingkungan karena gas buangnya bisa menyebabkan hujan asam
  4. Catalyst Decomposition Method, gas ammonia dicampur dengan udara kemudian dan terurai karena pemanasan dengan ditambahkan katalis nobel metal

Referensi :
[1] Feriyanto, YE. (2018). Hubungan Chlorine dengan Chloride. Mengenal Lebih Dalam Teknik Kimia dan Manajemen Teknologi, Surabaya
[2] Bakey, Kevin. (2015). The Production of Hydrogen Gas : Steam Methane Reforming
[3] Ficicilar, Berker. (2004). Carbon Dioxide Removal in Steam Reforming. The Department of Chemical Engineering
[4] Feriyanto, YE. (2015). Steam & Condensate System PLTU 200 MW. Mengenal Lebih Dalam Teknik Kimia dan Manajemen Teknologi, Surabaya
[5] Edward, S., Alharthy, R., dan ghaly, A. (2011). Removal of Hydrogen Sulphide from Water. Americal Journal of Environmental Sciences
[6] Lemley, A., Scwartz, J., dan Wagenet, L. (1999). Hydrogen Sulphide in Household Dringking Water. Cornell Cooperative Extension
[7] Majima, M., Hiraiwa, C., dan Yamaguchi, A. (2012). Development of Ammonia Gas Removal Device. Journal of Environment, Energy & Resources

Strategi Stock Split (Pemecahan Saham)

Diposting oleh On Thursday, March 14, 2019

Stock Split adalah pemecahan nominal saham yang beredar di pasar sehingga volume menjadi meningkat dan harga menjadi lebih murah. Harga yang dimaksud adalah price bukan value, karena value akan tetap nilainya. Strategi ini dipakai oleh perusahaan untuk tujuan tertentu dan yang paling utama adalah price stock (harga saham) sudah terlalu mahal dan sulit dijangkau oleh investor ritel. BEI selaku pengawas pasar modal selalu memberikan pemantauan dan rekomendasi strategi ini jika harga saham memang sudah sangat mahal agar harga yang terjadi merupakan hasil yang murni bukan monopoli.
Sumber Gambar : www.stockopedia.com
Apa saja alasan perusahaan melakukan strategi stock split ??
Hal utama tentu adalah menurunkan harga saham agar bisa dijangkau oleh investor skala kecil sampai besar. Alasan lain adalah untuk meningkatkan likuiditas perusahaan karena dengan banyak investor yang masuk berarti jumlah transaksi per harinya akan meningkat karena semua level investor bisa membeli. Hal tersebut menguntungkan perusahaan karena akan lebih mudah mendapatkan modal jika terdapat aksi korporasi. Saham yang sudah ter-stock split akan lebih stabil harganya dan tidak mudah dimainkan oleh bandar tertentu karena pengendali harga adalah banyak investor atau banyak bandar. Alasan lain adalah supaya harga yang ada sekarang bisa sejajar dengan saham sejenis (kompetitor) sehinggga image mahal menjadi hilang padahal kata mahal harusnya dilihat dari sisi fundamental perusahaan bukan dari harga saham

Seperti apakah contoh saham yang melakukan aksi stock split ??
Misalnya saja saham HMSP yang harga per lembarnya dikisaran Rp90.000 dan setelah stock split menjadi Rp3.000. Berdasarkan data tersebut berarti HMSP telah melakukan strategi stock split sebesar 1:30 sehingga volume menjadi meningkat 30x dari awal namun kapitalisasi pasar tetap (kapital = harga saham x jumlah yang beredar). Emiten lain yang juga melakukan aksi serupa adalah MLBI, BBRI, TOWR, CLEO.

Dampak setelah aksi stock split ??
Jumlah transaksi saham per hari meningkat yang berarti minat investor lebih banyak, grafik akan turun tajam karena harga turun drastis,dan harga saham update bisa setara dengan sektor sejenis sehingga investor bisa dengan mudah melakukan perbandingan dengan mudah untuk melakukan plan trading.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi

Debris Filter di Air Pendingin Condenser PLTU

Diposting oleh On Monday, March 11, 2019

Debris Filter adalah peralatan yang umum dipakai sebagai penyaring puing-puing benda padat yang terikut aliran air. Umumnya debris filter terpasang pada pipa inlet condenser dengan tipe aliran pendingin once through. Debris filter terpasang sebagai pertahanan terakhir kotoran padat yang terlewati sesudah penyaringan di bar screen dan travelling screen. Kotoran yang mungkin terikut adalah kayu, plastik dan cangkang kerang.

Debris filter memiliki berbagai macam teknologi yang digunakan bahkan dipatenkan oleh beberapa supplier. Masing-masing supplier memiliki kelemahan dan kelebihan terhadap teknologi yang mereka pergunakan sehingga didalam aplikasinya user harus memilih teknologi yang minim kekurangan agar bisa teraplikasikan efektif di unit kerja. Debris filter ini adalah salah satu jenis filter benda padat dan memiliki peran yang sangat vital didalam sistem pendingin karena kemampuannya yang bisa auto-backwash ketika proses operasi. Filter ini berbeda dengan yang lainnya karena ditanamkan didalam aliran air diantara flange pipa bukan sebagai pre-filter yang ditempatkan di area terbuka.

Prinsip kerja debris filter adalah ketika air pendingin masuk ke pipa dan melewati debris filter yang terus berputar, debris filter dilngkapi dengan blade sehingga benda padat akan tersangkut mengikuti arah blade dan tertahan karena filter di peralatan ini dilengkapi mesh yang berukuran cukup kecil dan wire mesh-nya didesain agak miring dengan harapan flow air pendingin tetap lanjut dengan flow normal tanpa mengalami penurunan kecepatan akibat terpasang debris filter. Seiring blade berputar, maka kotoran padat akan tersapu terikut ke aliran outlet debris filter yang mengandalkan sistem jet ejector yang diambilkan dari aliran outlet condenser. Sistem open-close outlet kotoran padatan dari debris filter berdasarkan perbedaan tekanan yang menandakan sumbatan di filter sudah maksimum dan harus segera auto-backwash.


Debris filter banyak digunakan di inlet condenser PLTU dan peralatan ini wajib ada karena air pendingin yang umumnya digunakan di sebagian besar PLTU adalah air laut dimana banyak mengandung cangkang kerang dan sampah padatan di laut. Dengan adanya debris filter ini, performa condenser bisa tetap optimal karena bisa menghindarkan adanya penyumbatan di tube condenser yang berakibat pada menurunnya efisiensi pertukaran panas.
Cangkang Kerang di Sepanjang Pipa Pendingin
Condenser yang Tidak Dilengkapi Debris Filter
Cangkang kerang yang sampai di tube condenser bisa mengikis permukaan tube dan lama-kelamaan tube hilang lapisan oksida-nya dan menjadi pemicu tempat akumulasi faktor yang menyebabkan korosi seperti chloride, suphite dan suspended solid lainnya. Penjelasan detail tentang root cause di tube condenser bisa dilihat di : 

Referensi : Pengalaman pribadi di pembangkitan

Strategi Buy On Weakness (Pembelian Ketika Harga Turun)

Diposting oleh On Thursday, March 07, 2019

Buy on Weakness adalah membeli ketika harga saham sudah turun. Strategi yang mendahului sebelum memutuskan memakai ini adalah Strategi Wait and See. Pengamatan terhadap pelemahan harga harus segera dilakukan aksi beli karena berdasarkan prediksi analisa teknikal harga saham dengan cepat akan rebound kembali. Strategi buy on weakness dianjurkan untuk seorang trader yang menginginkan return sangat cepat dalam waktu singkat.
Sumber Gambar : www.tribunnews.com
Mengapa ada strategi buy on weakness ??
Berdasarkan analisa, bandar sedang menurunkan penumpang (investor yang sedang antri jual-beli) dengan membuat harga naik dan turun sehingga investor yang menerapkan Strategi Cut Loss akan terjual dan terbeli otomatis. Dengan penumpang yang sudah turun, maka bandar akan lebih leluasa membeli saham dengan harga bawah dan siap-siap melakukan aksi jual dengan target price yang sudah direncanakan.

Kapan menggunakan strategi buy on weakness ??
Ketika saham barusaja rebound dan sedang bullish adalah waktu yang tepat untuk strategi ini. Karena dalam proses bullish, harga saham masih memiliki fluktuatif naik-turun walaupun range tidak terlalu besar dan ketika fluktuatif turun inilah waktu yang tepat untuk entry makanya disebut buy on weakness. Analisa lain yang perlu dilihat adalah bandarmology karena bisa saja harga naik-turun ini sebenarnya hanya untuk memancing investor ritel datang. Dalam konsep bandarmology, jika akumulasi dibeli dominan oleh broker A dan distribusi dijual dominan juga oleh A maka bisa dipastikan fluktuatif harga saham ini hanya permainan bandar dan investor ritel diharapkan jangan ikut masuk. Dimanakah investor bisa mendapatkan infromasi tersebut ?? yaitu di broker summary platform aplikasi trading online, disana diinformasikan aktifitas jual-beli saham oleh semua broker yang tercatat di BEI.

Mengapa ada weakness di harga saham ??
Pergerakan harga saham hampir semuanya berpola sama yaitu naik-turun sehingga weakness yang dimaksud disini adalah harga ketika sedang turun namun dalam waktu singkat akan segera naik. Pembelian pada strategi buy on weakness ini bukan ketika saham bearish namun kebalikannya yaitu ketika bullish.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi

Mengenal Biodiesel (B20) Sebagai Bahan Bakar

Diposting oleh On Monday, March 04, 2019

Biodiesel adalah bahan bakar turunan dari fatty acid methyl ester (FAME) jika trigliserida (lemak nabati/hewani) menggunakan pelarut metanol dan fatty acid ethyl ester (FAEE) jika pelarut etanol. FAME dan FAEE diperoleh dari proses trans-esterifikasi lemak hewan/tumbuhan.

Trans-Esterifikasi adalah proses pertukaran gugus antara ester dan alkohol dengan proses biodiesel-nya adalah trigliserida disaring kemudian direaksikan dengan NaOH sebagai katalis dan alkohol (metanol/etanol) sebagai pereaksi.
Pemerintah Indonesia mulai menggalakkan penggunaan blending biodiesel dengan petrodiesel untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi. Rekomendasi pemerintah adalah penggunaan B20 yang artinya campuran antara 20% biodiesel dan 80% petrodiesel.
Biodiesel yang umum digunakan di negara-negara maju adalah B5, B10 dan B20 dan jika diatas itu maka masih memerlukan penelitian lebih lanjut tentang dampak terhadap mesin bakar walaupun sebagian kecil negara ada yang menggunakan biodiesel sampai B30.

Penggunaan pelarut yang umum adalah metanol bukan etanol karena beberapa sebab yaitu :
  • Metanol lebih mudah di-recycle walaupun lebih bersifat racun daripada etanol
  • Harga metanol lebih murah dibandingkan etanol
  • Mencari etanol yang murni sulit karena umumnya didapatkan sebagai minuman
Karakteristik biodiesel sebagai alternatif bahan bakar sebagai berikut :
  • Biodiesel lebih conductive daripada petrodiesel sehingga lebih mudah menjadi agent peng-korosif material
  • Biodiesel dapat mengoksidasi membentuk korosif peroxide
  • Korosif di ruang bakar dan penyimpanan bisa ditimbulkan karena peroxide, water dan sulphur
  • Biodiesel bisa mendegradasi sealing elastis (rubber), gasket dan hose
  • Terdapat deposit bagian bawah disepanjang jalur bahan bakar ---> solusinya adalah dengan penggantian filter yang rutin karena jika sampai filter jebol, maka deposit akan menutup lubang injector pump dan merusak sistem instrumentasi
  • Viskositas biodiesel lebih tinggi dari petrodiesel sehingga dalam pembakaran memungkinkan mengurangi daya serta bahan bakar yang tidak habis terbakar bisa menyebabkan sludge di ruang bakar
BACA JUGA : Analsia Oli Pelumas (Tribology) dan Referensi Report (2 of 2)
  • Biodiesel menghasilkan net caloric value kurang dari 12% jika dibandingkan petrodiesel karena lower speed engine and power
  • Biodiesel membutuhkan storage yang tepat karena auto-oksidasi dengan udara ambient bisa saja terjadi dan menyebabkan oxidative-degradation
  • Biodiesel memiliki tingkat kestabilan dan kebersihan lebih tinggi dibandingkan petrodiesel karena dapat mengurangi emisi gas buang (CO, particulate matter, hydrocarbon) dan biodegradable namun menambah emisi gas NOx 
  • Biodiesel memiliki masalah dalam flow ketika temperatur dingin 0 s/d 10 oC karena akan mengendap
  • Biodiesel tidak compatible untuk material copper (Cu), lead (Pb), bronze, tin (Sn) dan zinc (Zn) namun cocok untuk material dari alumunium (Al), steel (FeC) dan fiberglass
  • Selama penyimpanan, biodiesel bertindak sebagai detergent sehingga akan mengurai sludge di bottom storage dan ketika dialirkan ke injector maka filter harus sering diganti
Untuk meningkatkan kekurangan sifat properties yang dimiliki biodiesel maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Pencampuran dengan petrodiesel, misalnya B5, B10, B20
  • Penggunaan aditif, umumnya adalah antioksidan baik alami maupun sintetis untuk mencegah proses oksidasi. Aditif yang digunakan umumnya adalah Mo, Mg, Nonyl phenoxy acetic acid
  • Modifikasi chemical dan physical dari biodiesel product
Standar parameter pada "petroleum diesel"
 Standar parameter pada "biodiesel"
Parameter terukur di biodiesel sebagai berikut :
  • Flash Point : temperatur dimana uap bahan bakar mencapai batas lower flammability dan akan terbakar dengan sendirinya
  • Acid Number (TAN) : jumlah KOH (dalam mg) yang digunakan untuk menetralisir oli (per 1 gram)
BACA JUGA : Analisa Bilangan Kimia
  • Free and Total Glycerin : parameter untuk melihat tingkat konversi dari lemak yang digunakan untuk menghasilkan biodiesel. Produk proses konversi adalah residu lemak yang tidak bereaksi dan residu metanol/etanol yang digunakan sebagai pereaksi. Lemak mengandung beberapa komponen seperti free glycerin (FG), mono-glyceride (MG), d-glyceride (DG) dan tri-glyceride (TG). Sedangkan total glycerin = FG + 0.255 MG + 0.146 DG + 0.103 TG
  • Cold Soak Filtration (CSFT) : parameter yang digunakan untuk mengetahui kegagalan biodiesel ketika dicampur dengan petrodiesel pada suhu ekstrem (dingin)
  • Oxidation Stability : parameter untuk mengetahui ketahanan biodiesel selama penyimpanan karena biodiesel mudah mengoksidasi lingkungan
  • Water Content : parameter yang digunakan untuk mengetahui kandungan air di biodiesel dan ini bisa digunakan untuk mengetahui seberapa dampak terhadap filter
  • Cloud Point : temperatur dimana biodiesel mulai membeku/kristal dan tidak bisa mengalir kembali. Parameter ini digunakan untuk mengetahui titik operasi biodiesel ketika suhu ekstrem
  • Cetane Number (CN) : skala pembakaran yang digunakan untuk mesin diesel sedangkan Octane Number (ON) untuk mesin bensin. Jika CN terlalu tinggi berarti pembakaran dapat terjadi sebelum udara dan bahan bakar tercampur sehingga bisa menimbulkan pembakaran tidak sempurna ditandai dengan smoke sedangkan CN terlalu rendah maka suara mesin kasar, pembakaran tidak sempurna, mesin lambat panas. CN umumnya berkisar antara 45-70

Referensi :
[1] Developing a B20 Fuel Quality Standard. (2012).  Department of Sustainability, Environment, Water, Population and Comunities
[2] Komariyah, L. (2017). Biodiesel Effect on Fuel Filter. Journal of Physics
[3] Xue, J., Grift, T., dan Hansen, A. (2010). Effect of Biodiesel on Engine Performance and Emission. Journal of Renewable and Sustainable Energy Review
[4] Biodiesel : Advantages and Potential Problem. www.bellperformance.net
[5] Voicu, I., Chiriac, R., dan Apostolescu, N. (2013). Effect of Hydrogen Induction in A Diesel Engine Operating with Biodiesel B20 at Different Injection Timing. University of Buccharest
[5] AllemanQuality Parameters and Chemical Analysis for Biodiesel Produced in United States 

Sistem Bandarmology Saham

Diposting oleh On Wednesday, February 27, 2019

Bandarmology adalah ilmu yang mempelajari atau menganalisis aktifitas yang dilakukan bandar. Di dunia pasar saham, analisa bandarmology sangat diperlukan untuk menajamkan analisa teknikal yang sudah dibuat. Siapakah bandar itu ?? bandar adalah sekelompok investor atau broker atau perkumpulan fund manager dengan modal yang sangat besar dimana tujuan utamanya sama seperti ingin menaikkan/menurunkan harga saham. Bandar ini mengelola uang titipan investor misalnya dana dari reksa dana, asuransi, deposito, tabungan atau titipan modal perusahaan. Jadi bandar hanyalah istilah perkumplan saja bukan pelaku perorangan jadi jangan di-anologi-kan negatif yaitu penipu atau pembentuk harga saham walaupun didalam aplikasinya memang bisa membentuk harga saham.

Sumber Gambar : www.finansialku.com
Mengapa bandar tidak bisa di-judge sebagai pembentuk harga saham ??
Karena investor di BEI berjumlah ratusan juta dengan broker sekitar 60 perusahaan dan emiten berjumlah 600-an sampai awal tahun 2019. Perputaran uang di pasar saham per hari mencapai ratusan trilyunan rupiah sehingga jika terdapat bandar misalnya dari broker A akan membentuk harga saham emiten A maka bagaimana dengan broker lain dan belum lagi investor retail. Apakah semua isi kepala investor sama ketertarikannya terhadap emiten A tersebut ?? jawabannya pasti tidak, jadi walaupun terdapat bandar maka jangan takut harga akan dimainkan karena bandar yang bisa memainkan harga sudah tentu harus memiliki uang setidaknya 1/3 dari uang yang berputar di pasar saham dan ini cukup mustahil terpenuhi.

Bandar seperti apa yang digambarkan di sistem bandarmology ??
Bandar yang dimaksudkan adalah aktifitas yang dilakukan broker dari hari ke hari terhadap emiten apakah sedang akumulasi, distribusi, mark-up dan mark-down. Akumulasi berarti broker sedang membeli saham dalam jumlah besar sedangkan distribusi berarti broker sedang melakukan penjualan saham kepada investor retail. Mark-up dan mark-down adalah efek dari 2 aktifitas tersebut sehingga harga saham ber-fluktuatif naik-turun.

Untuk apakah investor harus belajar bandarmology ??
Para investor sepakat bahwa 90% adalah "follow the giant" yang artinya sebagai pengikut yang besar. Jika bandar sedang akumulasi dalam jumlah besar umumnya bandar telah mendapatkan rumor positif terlebih dahulu dan belum ter-ekspose ke publik. Mengapa bandar mendapat informasi yang lebih dahulu?? karena bandar adalah sekelompok perkumpulan orang yang bisa saja anggota-nya berperan vital di suatu organisasi khusus dan kebetulan rumor sampai ke telinga-nya dan dengan segera melakukan aksinya sedangkan investor ritel adalah individu yang mencoba peruntungan tanam modal dengan platform aplikasi online trading yang disediakan broker. Konsep "follow the giant" bisa menguntungkan investor ritel karena ikut membeli dan ikut menjual apa yang dilakukan bandar. Keuntungan lain adalah analisa fundamental dan teknikal sudah tentu dilakukan bandar dan resource investor retail menjadi lebih ringan.

Apakah mengikuti aktifitas bandar selalu menguntungkan ??
Tidak, bandar dalam aktifitasnya bisa saja digunakan untuk menarik investor ritel saja bukan sebagai investasi atau saham memang akan disimpan dalam jangka panjang lebih dari 1 tahun. Sebagai investor ritel, jika mengikuti hal tersebut sudah tentu uang yang diinvestasikan lama berputar sedangkan uang yang dimiliki hanya itu. Berbeda dengan bandar, mereka masih memiliki sangat banyak uang untuk diputar kembali. BEI selaku pengawas pasar saham di Indonesia selalu mengedepankan transparansi informasi dan win-win solution antara investor dan perusahaan. Cara yang dilakukan adalah memberikan informasi transparan online jumlah saham yang diakumulasi bandar, membuat rangking perusahaan paling untung (gainer) dan paling rugi (losser) tiap waktu serta informasi lainya yang masih banyak terdapat pada platform aplikasi online trading.

Jika bandarmology tidak sepenuhnya memberikan keuntungan maka strategi apa yang harus dilakukan ??
Strategi yang tepat dan umum dilakukan oleh para investor adalah menggabungkan beberapa analisa untuk memberikan keputusan dalam aktifitas jual-beli saham. Strategi seperti apa ?? yaitu dengan melakukan analisa teknikal misalnya indikator moving average tipe exponential (EMA) seperti EMA 10, EMA 20 dan EMA 100. Setelah dari analisa EMA sudah bisa menentukan titik support dan resistance maka langkah selanjutnya adalah analisa bandarmology dengan melihat aktifitas bandar dari hari ke hari terhadap saham yang akan diincar tersebut. Jika bandar sedang akumulasi maka bisa dipastikan harga akan naik dan investor ritel sebaiknya ikut entry dan secepat mungkin menjual kembali sebelum bandar melakukan aksi distribusi-nya untuk mendapatkan cuan.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi

Galvanic Corrosion/Bimetallic/Dissimilar Metal (Korosi Galvanis)

Diposting oleh On Saturday, February 23, 2019

Galvanic Corrosion atau Korosi Galvanis adalah korosi yang terjadi karena perbedaan potensial elektrokimia antara 2 material yang disatukan. Penjelasan proses reaksinya sudah di bahas di : Macam-Macam Korosi Material
Didalam proses galvanic corrosion melibatkan reaksi kimia seperti di sel volta sehingga mauatan ion berbanding terbalik dengan sel elektrokimia dimana di sel volta untuk katoda (+) dan anoda (-). Penjelasan detail di : Sel Volta/Sel Galvani.
Didalam lingkungan yang korosif seperti elektrolite (banyak ion) 2 metal yang disatukan masing-masing memiliki potensial elektrokimia yang berbeda-beda dimana arus elektron mengalir dari anode (-) ke katoda (+).
Sebagai contoh 2 metal berbeda disatukan :
Fe2+ + 2e ---> Fe (Katoda karena reduksi = KARED)
Zn ---> Zn2+ + 2e (Anoda karena oksidasi = ANOKS) ---> terkorosi lebih dahulu karena Zn terletak dibawah Fe berdasarkan deret volta.
2 metal tersebut berada di lingkungan yang korosif seperti pH asam/basa, excess oksigen dan larutan elektrolit maka akan terjadi aliran elektron antara metal dan fluida.

Faktor yang mempengaruhi tingkat korosi di galvanic corrosion (Corrosion Institute, 2010) :
  • Elektrolite (pH, komposisi kimia, konsentrasi kimia dan conductivity)
  • Area Ratio (area katoda yang lebih besar dari anoda kurang baik karena elektron yang hilang lebih besar dan sebisa mungkin area ratio katoda dan anoda sama. Katoda yang lebih besar dari anoda maka metal didekatnya juga harus lebih besar untuk memenuhi elektron yang hilang tersebut sehingga lama-kelamaan akan terkikis
  • Aeration dan Flow Rate (tergantung terhadap dissolved oxygen yang ada di lingkungan dimana semakin tinggi oksigen maka reaksi oksidasi semakin cepat terjadi dan juga flow rate fluida yang mengalir semakin cepat akan menimbulkan penurunan nilai potensial elektrokimia metal sehinggga menjadi mudah teroksidasi/melepaskan elektron)
  • Metallurgical Condition and Composition (kondisi ketika pembuatan metal seperti cold/hot working akan mempengaruhi sifat anoda/katoda-nya ketika disatukan dengan metal lain serta dalam metal sama jika komposisi kimia berbeda sedikit saja akan mempengaruhi ketahahan korosinya)
  • Stifling Effect (efek akumulasi paparan seperti time of exposure)
  • Fluid Environment (lingkungan fluida yang korosif seperti air laut, asam sulphate, excess oksigen menyebabkan 2 metal lebih cepat mengalami korosi galvanis
  • Atmospheric Environment (kondisi lingkungan seperti humidity tinggi, dekat polutan, di area terbuka dan kondisi metal terpendam menyebabkan korosi galvanis mudah berlangsung)
  • Position of Metal in the Galvanic Series (pemilihan metal yang akan disatukan diusahakan perbedaan potensialnya yang sekecil mungkin agar tidak terjadi galvanic corrosion)
  • Effect of Distance (diketahui bahwa daya hantar listrik di larutan (solution conductivity) berbanding terbalik dengan panjang (length) dan lintasan (conduction path). Tingkat galvanic corrosion akan parah tepat pada sambungan 2 metal sehingga dengan menambah panjang metal maka efek korosi galvanis bisa ditekan
Cara mencegah agar terhindar dari korosi galvanis ??
  • Mengupayakan memilih material yang sama jika harus menyambungkan
  • Jika metal yang sama tidak bisa diupayakan maka antara sambungan diberi insulator (nonmetallic, nonabsorbent) untuk mencegah aliran arus elektron
  • Painting antara 2 material yang tersambung
  • Mendesain cathode area lebih kecil dibanding anoda sehingga tingkat perpindahan elektron bisa ditekan
Referensi :
[1] Corrosion Institute. (2000). Bimetallic Corrosion. Teedington
[2] Dexter, Stephen. (2003). Galvanic Corrosion. University of Delaware
[3] Inox, Euro. (2009). SS in Contact with Other Metallic Material. Journal of Materials and Applications Series, Vol 10

Indikator Analisa Saham : Grafik Harga (1 of 3)

Diposting oleh On Thursday, February 21, 2019

Grafik Harga / Price Chart adalah grafik pergerakan harga saham yang dimulai dari open dan close periode yang diinginkan. Grafik harga yang umum diminati oleh para trader ada 3 yaitu :
  • Line Chart
Grafik berupa garis yang terbentuk dari perhubungan harga close saja pada periode waktu yang diinginkan. Tampilan ini cukup familiar disebagian besar investor namun jika untuk trading saham kurang bisa menggambarkan kuantitatif kenaikan/penurunan harga saham update karena tampilan yang hanya sebatas garis pada close saja. Sedangkan untuk investor jangka panjang, line chart cocok untuk digunakan.
  • Bar Chart
Grafik berupa batang yang menunjukkan harga open, close, terendah dan tertinggi. Bar chart memiliki sirip disisi kiri yang menandakan open dan sisi kanan yang menandakan close. Bar chart menampilkan data update yang lebih lengkap dibandingkan line chart.
  • Candle Chart
Grafik berbentuk lilin 2 warna yang menggambarkan harga open dan close pada periode waktu yang diinginkan. Candle chart mudah sekali dilihat dan dilakukan analisa karena kenaikan/bullish dan penurunan/bearish ditampilkan dalam 2 warna yang berbeda. Para trader lebih menyukai candle chart untuk memasuki pasar saham dan umumnya digabungkan dengan indikator lain sebagai penguat data.

Mengapa harus menggunakan indikator grafik harga ??
Sebagai investor pemula, tahap awal yang harus dimengerti ketika menggunakan teknikal analysis adalah mengartikan grafik pergerakan harga saham terlebuh dahulu. Mencoba memahami arti pewarnaan, bentuk grafik dan arah pergerakan dan setelah hal tersebut sudah dipahami kemudian belajar darimana asal-usul pergerakan harga saham bisa seperti grafik tersebut.

Grafik apakah yang disukai penulis ??
Penulis mencoba belajar dari pemula dengan memahami candle chart karena tampilannya yang bisa menggambarkan data secara kuantitatif besaran nominal perubahan harga saham. Selain itu, candle chart juga menampilkan arah pembelokan harga saham yang mudah dimengerti. Jika tidak memiliki waktu yang relatif banyak maka candle chart adalah solusinya karena dengan pewarnaan yang berbeda antara bullish dan bearish maka bisa dengan cepat dilihat arah trend harganya.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi

Macam-Macam Uji Untuk Analisa Kerusakan Material Tube Condenser dan Analisa Korosi

Diposting oleh On Sunday, February 17, 2019

Tube condenser pada umumnya bertipe once-through open cooling system yang artinya sistem pendingin satu kali lewatan. Pendingin yang digunakan umumnya air laut dan ada juga yang menggunakan air sungai. Material yang umum digunakan di tube condenser adalah titanium, copper, brass, alumunium atau stainless steel. Pemilihan material tersebut didasarkan pada sifat thermal konduktifitas, ketahanan korosi terhadap air pendingin yang digunakan dan ketahanan terhadap injeksi kimia yang digunakan.
Terdapat berbagai macam tipe kerusakan yang terjadi di tube condenser misalnya bocor (pitting, retak rambut, robek), patah (vertikal, horizontal), buntu (kerak, kerang/tritip, sludge, kapur).
Profil Kerusakan Tube Condenser
Tube condenser beroperasi pada suhu cukup tinggi karena harus menerima low pressure steam dari turbine untuk dikontakkan dengan air pendingin agar didapatkan condensate kembali sebagai recycle uap-air. Jika perbandingan antara flow air pendingin dengan flow steam tidak seimbang maka kondensasi tidak tercapai dan berefek pada overheating di tube. Beberapa penyebab yang mungkin terjadi adalah plug tube sudah >10% dari total tube, terdapat penyempitan jalur air pendingin karena kebuntuan atau vakum condenser drop.
Beberapa cara bisa digunakan untuk mendeteksi kebocoran tube condenser seperti yang sudah di tulis di artikel : Condenser PLTU Berdasarkan Standard EPRI
Sedangkan untuk mencari root cause kerusakan material tube condenser diperlukan teknologi untuk analisa sebagai berikut :
  • Uji Makrografi/Macrography
Pengujian visual 2 dimensi menggunakan mikroskop dengan pembesaran mulai dari 0.5x s/d 50x. Hasil yang didapatkan adalah penampang secara 2D struktur permukaan material dan bisa digunakan untuk mendeteksi kemungkinan korosi berdasarkan struktur yang berbeda jika dibandingkan antara pipa baru dengan pipa lama.
Hasil Uji Makrografi Outer Surface Tube Condenser - New
Hasil Uji Makrografi Inner Surface Tube Condenser - New
Hasil Uji Makrografi Inner Surface Tube Condenser - Ex Used
Hasil Uji Makrografi Outer Surface Tube Condenser - Ex Used
  • Uji Penetrant
Pengujian menggunakan cairan berwarna untuk mendeteksi secara visual kemungkinan failure yang terjadi. Hasil yang didapatkan berupa resapan cairan berwarna ke pori-pori material, sehingga bila terdapat retak rambut, pitting atau bocor akan ada indikasi warna di sisi luar.
Hasil Uji Penetrant Tube Condenser - New
Hasil Uji Penetrant Tube Condenser - Ex Used
  • Uji SEM-EDX
Pengujian visual 3 dimensi (SEM) dan dibaca unsur penyusunnya (EDX). Pengujian SEM saja akan menghasilkan pembesaran secara visual sedangkan jika hasil dari SEM ditambahkan dengan EDX maka unsur kimia yang terakumulasi di permukaan material akan kelihatan. Pengujian ini efektif untuk mendeteksi adanya kimia agent korosi yang terakumulasi di material sehingga bisa digunakan untuk mendeteksi asal penyebabnya.
Hasil Uji SEM Inner Tube Condenser - Ex used
Hasil Uji SEM Outer Tube Condenser - Ex used
Hasil Uji SEM-EDX Inner Tube Condenser - Ex used
  • Uji XRD
Pengujian komposisi unsur kimia kerak menggunakan X-Ray. Hasil yang didapatkan bisa digunakan untuk mendeteksi asal kerak sehingga agent kimia berbahaya yang bisa menyebabkan kerusakan material bisa dicegah.
Hasil Uji XRD Kerak Tube Condenser - New
Hasil Uji XRD Kerak Tube Condenser - Ex Used
  • Uji Metalografi/Metallography
Pengujian struktur mikro material menggunakan pembesaran >100 x. Hasil yang didapatkan bisa untuk mendeteksi keparahan struktur material sehingga bisa digunakan untuk mendeteksi agent penyebab failure.
Hasil Uji Metalografi Tube Condenser Pembesaran 100x - New
Hasil Uji Metalografi Tube Condenser Pembesaran 100x - Ex Used
  • Uji Hardness
Pengujian untuk mengukur tingkat kekerasan material
  • Uji XRF
Pengujian untuk mengukur komposisi unsur kimia material

Beberapa penyebab kerusakan material tube seperti yang sudah dibahas di artikel : Macam-Macam Korosi Material dan yang lebih parah namun tidak kelihatan adalah microbiologically attack yang lebih dikenal dengan bio-corrosion (Moura et al, 2013). Cara yang digunakan untuk mencegah bio-corrosion adalah : physical process, biocide, protective coating dan inhibitor corrosion. Sebagian besar mikroorganisme adalah penyumbang korosi yang disebut sulphur cycle yang terdiri dari 2 hal sebagai berikut :
1. Chemo-Autothropic ---> mikroorganisme menggunakan senyawa inorganik (H2S, S, Fe2+) sebagai sumber energi dan menggunakan CO2 sebagai sumber carbon
2. Chemo-Heterothropic ---> mikroorganisme menggunakan elektron khususnya atom hydogen dari senyawa organik sebagai sumber energi
Biota laut dalam aktifitas kehidupannya melakukan ekskresi normal dan menghasilkan salah satunya unsur sulphur (S) dan unsur ini jika terperangkap dalam crack tube (pitting, retak atau patahan) maka akan bereaksi dengan air pendingin membentuk senyawa sulphite yang kemudian lanjut menjadi senyawa sulphate

Referensi : Pengalaman pribadi di pembangkitan

Trend Pergerakan Harga Saham

Diposting oleh On Wednesday, February 13, 2019

Trend pergerakan harga saham selalu tetap karena ini sudah kodrat didalam kehidupan seperti semua aktifitas ini mengikuti distribusi normal. Trend pergerakan harga itu dimulai dari : harga turun (support) - akumulasi buy (uptrend/bullish) - jenuh (sideways/resistance) - akumulasi sell (downtrend/bearish) - harga turun lagi (support). Urutan tersebut pasti terjadi dan terus berulang sehingga berdasarkan hal tersebut pergerakan harga saham bisa diprediksi mengggunakan teknikal analisis salah satunya menggunakan indikator moving average.
Sumber Gambar : www.ellen-may.com
Urutan Trend Pergerakan Harga Saham :
1. Stage 1 ---> Harga Turun (Support) Tercapai
Tahap ini adalah dampak dari kejenuhan terhadap harga saham yang tidak wajar sehingga banyak investor melakukan aksi jual
2. Stage 2 ---> Akumulasi Buy (Uptrend/Bullish)
Tahap ini adalah dampak dari harga saham yang dinilai sangat murah, sehingga investor ramai-ramai buy dalam skala besar sehingga supply > demand menyebabkan harga saham naik
3. Stage 3 ---> Fase Jenuh (Sideways/Resistance)
Tahap ini adalah fase supply = demand sehingga harga saham stagnan, investor belum melakukan aksi jual karena masih memprediksi terdapat kenaikan harga saham
4. Stage 4 ---> Akumulasi Sell (Downtrend/Bearish)
Tahap ini adalah supply < demand dan banyak investor melakukan aksi take profit sehingga harga saham turun sampai mencapai titik resistance dan kembali ke stage 1 lagi
Setelah mengetahui trend pergerakan saham apa yang harus dilakukan ??
Investor retail sebaiknya membeli ketika di stage 1 ketika harga masih murah atau ketika mulai mencapai level di stage 2. Pembelian diharga tersebut bisa dipastikan 100% harga akan naik, karena merupakan support harga. Para trader akan akumulasi buy di stage 2 dan akan menjual dengan cepat ketika belum sampai di titik resistance.
Apakah ketika kita sudah membeli di stage 3 (resistence) pasti akan rugi ??

Jawabannya tidak karena profil trend seperti itu memiliki periode waktu tertentu dan ketika periode dipanjangkan misalnya 3 bulanan bahkan tahunan maka titik resistance yang sewaktu pembelian saham dulu akan bisa jadi menjadi titik support untuk periode tahunan. Sebagai seorang investor jangka panjang tentu tidak akan mempermasalahakan profil trend tersebut karena untuk saham-saham blue chips, profil trend akan selalu naik dan trend pergerakan harga saham sangat smooth hampir tidak terlihat puncak dan lembahnya namun prinsip saham akan selalu mengikuti trend seperti gambar diatas.
Penulis lebih senang membeli di tahap berapa ??
Jawabannya adalah stage 1 dengan indikator IHSG sedang jatuh dan mengincar saham-saham blue chips yang harganya berguguran. Prinsip tersebut pastinya bertentangan dengan rekomendasi para broker diluar dan trik tersebut memang terbukti cukup efektif.
Referensi : Pengalaman pribadi investasi

Condenser PLTU Berdasarkan Standard EPRI

Diposting oleh On Sunday, February 10, 2019

Berdasarkan EPRI (2001) "Condenser Application and Maintenance Guide" dikupas berbagai hal tentang condenser di PLTU.
Berdasarkan Siklus Rankine diatas condenser berperan seperti area yang diblok yaitu titik 7 ke 1 (steam dari LP turbine yang memiliki entropi besar akan turun selama terjadi pertukaran panas di condenser sehingga steam berubah fase menjadi liquid).
ENTROPI ("S") adalah suatu energi namun tidak bisa digunakan sebagai usaha ("W") dan direferensikan sebagai energi per kenaikan satuan temperatur.

FUNGSI CONDENSER adalah :
  • Meng-kondensasi-kan steam LP turbine (Primary)
  • Menghilangkan gas terlarut yang tidak terkondensasi (removing dissolved non-condensable gases from the condenser) ---> karena didalam condenser dilengkapi steam jet air ejector atau vacuum pump
  • Sebagai efisiensi air siklus (feed water) (conserving the condensate for re-use as feed water)
  • Memberikan benteng/perlindungan sistem terhadap kebocoran kecil di tube sehingga cooling water tidak sampai menetes ke condensate (providing a leak-tight barrier between the high-grade condensate and untreated cooling water)
  • Memberikan benteng/perlindungan berupa celah sempit yang melawan udara masuk dan mencegah tekanan balik yang berlebih dari steam LP turbine (providing a leak-tight barrier against air ingress and preventing excess backpressure on the turbine)
  • Menyediakan wadah sebagai drain condensate (serving as a drain receptacle for condensate) ---> condenser adalah peralatan yang memiliki tekanan terendah dalam siklus air-uap sehingga jika terdapat kontaminan maka bisa cepat segera dibuang melewati fasilitas drain condenser
  • Menyediakan tempat yang tepat untuk make up feed water (providing a convenient place for feedwater makeup)
  • Menjaga vakum terhadap tekanan keluar turbine (maintain vacuum for the discharge of the turbine blade)
Kemungkinan Penyebab Vacuum Condenser Rendah (Poor Vacuum)
  • Low steam pressure ---> setiap nozzle ejector didesain dengan steam pressure yang spesifik dan jika tekanan ejector < desain maka tidak akan bisa mencapai vakum yang diharapkan
  • Superheated steam atau wet steam ---> ejector didesain no-moisturize untuk mencegah erosi sehingga steam berupa superhetaed harus benar-benar diperhatikan
  • Clogged nozzle orifice --> nozzle orifice yang tersumbat dan umumnya steam nozzle didesain clean in place. Alternatif jika tersumbat adalah melakukan reverse blow
  • Total condenser air in leakage ---> kebocoran udara bisa dicek di discharge after-cooler ejector system menggunakan rotameter, pitot tube, flow meter atau multi sensor probe
  • Loop seal drain too short ---> line drain condensate dan loop seal didesain bisa mencegah short circuit antara udara dari main turbine dan cooling ejector system
  • Excessive discharge pressure at ejector atmospheric stage
  • Poor main condenser operation
  • Leaking air inlet isolation valves

Macam-Macam Metode Mencari Kebocoran Tube Condenser :
  1. Smoke ---> menggunakan asap (umumnya rokok) jika asapnya terhisap maka dipastikan tube bocor. Hal yang perlu diperhatikan adalah jauh-dekat kebocoran dengan pengasapan mempengaruhi keakuratan
  2. Thermography ---> melihat rona yang berbeda antara steam dan air pendingin menggunakan peralatan infrared thermography. Keefektifannya ditunjang jika kebocoran steam besar sehingga perbedaan temperatur antara steam dan air pendingin sangat jauh berbeda
  3. Utrasonic ---> menggunakan suara ultrasonic dan keefektifan dipengaruhi oleh suara sekitar (noise)
  4. Plastic Wrap ---> plastik ditutupkan di inlet dan outlet tube, jika plastik robek bisa dipastikan tube bocor. Sistem ini juga bisa diterapkan dengan koran
  5. Water Fill Leak Test With Fluorescent ---> shell condenser diisi air dan dilihat bocoran menggunakan black light
  6. Rubber Stopper ---> menenempatkan karet di ujung tube dan dibiarkan cukup lama, jika tersedot maka bisa dipastikan tube bocor
  7. Eddy Current Testing ---> teknologi modern dan paling akurat berdasarkan letak, jenis crack dan bentuk crack-nya
  8. Helium Detector/Sulphur Hexafluoride
  9. Foam ---> disebarkan di area tube sheet dan jika bocor maka foam akan terisap ke tube
  10. Vacuum Testing
Referensi : 
[1] EPRI. (2001). Condenser Application and Maintenance Guide

Analisa TEKNIKAL untuk Pertimbangan Membeli Saham

Diposting oleh On Thursday, February 07, 2019

Analisa Teknikal adalah salah satu analisa yang digunakan dalam pertimbangan membeli saham. Prinsip analisa ini adalah menganalisa pergerakan harga saham berdasarkan trending waktu karena menurut para ahli pergerakan pasar dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan yang hampir sama yang bisa dilihat berdasarkan jumlah investor, volume transaksi dan nominal uang yang beredar. Analisa ini cenderung berdasarkan grafik saja dan umumnya dipakai oleh investor tipe trader.
Didalam pergerakan saham dari waktu ke waktu patokan yang bisa dijadikan acuan adalah moving average-MA (rata-rata pergerakan) dan yang paling umum diacu adalah exponential moving average (EMA). Mengapa MA dijadikan acuan prediksi harga ?? karena berdasarkan prinsip dasar ilmu statistika, range yang terjadi di saham bergerak dari waktu ke waktu hampir sama dan range yang terbentuk merupakan lauasan yang didapatkan dari harga terendah (support) dan harga tertinggi (resistance). Jika titik support ditarik ke resistance dan dihubungkan misalkan dari minggu ke minggu atau dari bulan ke bulan maka akan memiliki range yang hampir sama. Berdasarkan hal itulah, statistika digunakan untuk prediksi pergerakan harga.
Gambar diatas adalah pergerakan harga dari bulan ke bulan dan di aplikasi software umumnya terdapat menu pilihan tampilan grafik seperti candle, bar or line. Gambar tersebut ditunjukkan 3 tipe tampilan grafik dan analisa teknikal lebih mudah dilakukan di candle chart. Bisa dilihat di line chart tersebut (grafik terbawah), range (luasan antara line merah dan biru menunjukkan kemiripan) dan selalu membentuk pola naik-turun-bertemu simpul-membuka-menutup kembali. Pola seperti itu akan terus berulang dan dengan ilmu statistika bisa dilakukan perhitungan.
Analisa teknikal bisa digunakan untuk merencanakan kisaran harga ketika akan membeli/menjual saham dan berdasarkan hal tersebut bisa digunakan untuk menjawab alasan apakah saham haram ?? pembelian yang mendasari adalah menggunakan akal pikiran dengan ilmu, tidak menebak-nebak dan terdapat pertimbangan waktu kapan harus masuk dan kapan harus keluar.
Analisa teknikal tidak lepas dari 3 jenis moving average (MA) sebagai berikut :
  1. Simple Moving Average (SMA) : rata-rata (mean) dari perubahan harga per periode yang diinginkan dengan berat disamakan. Rumus perhitungan SMA : Σpergerakan harga/n. Misalkan saham BBNI berubah dari 3100, 3300, 3200, 3500 maka SMA 4 adalah (3100+3300+3200+3500)/4 = 3275
  2. Exponential Moving Average (EMA) : rata-rata (mean) dari perubahan harga per periode yang diinginkan dengan berat tidak disamakan dimana harga terakhir memiliki berat yang lebih besar dibanding harga awal. Rumus perhitungan EMA : [harga terakhir - EMA sebelumnya] x [2/(n+1)] + EMA sebelumnya. Misalkan saham BBNI berubah dari 3100, 3300, 3200, 3500 maka EMA 4 adalah (3500-3200) x (2/4+1) + 3200 = 3320
  3. Weighted Moving Average (WMA) : rata-rata (mean) dari perubahan harga per periode yang diinginkan dengan berat tidak disamakan dimana harga terakhir memiliki berat yang lebih besar dibanding harga awal dengan komposisi berat ditentukan menurun per periode. Rumus perhitungan WMA = [harga terakhir x faktor berat] + [harga sebelumnya x (faktor berat -1)] + .........dst. Misalkan saham BBNI berubah dari 3100, 3300, 3200, 3500 maka SMA 4 adalah (3500 x 4/10) + (3200 x 3/10) + (3300 x 2/10) + (3100 x 1/10) = 1400 + 960 + 660 + 310 = 3330. Penentuan faktor pemberat tergantung keinginan, misalnya seperti perhitungan diatas adalah jika ingin dinilai harga terakhir per 10 biar genap.
Berdasarkan 3 jenis MA tersebut maka bisa dikatakan EMA dan WMA memiliki kecepatan dalam menangkap sinyal pergerakan harga yaitu lebih mendekati ke harga terakhir dibanding SMA. Namun untuk menentukan pilihan mana yang terbaik adalah ketiganya saling menyempurnakan dan umumnya digunakan bersamaan.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi

Macam-Macam Korosi Material

Diposting oleh On Monday, February 04, 2019

Korosi adalah kembalinya logam ke bentuk bijihnya (caesarvery, 2015). Material yang dipakai bisa dicegah proses korosi-nya dengan beberapa metode seperti yang tertulis di : Macam-Macam Cara Pencegahan Korosi. Berikut diulas detail tentang macam-macam korosi :

  • Stress Corrosion Cracking (SCC)
Korosi yang berada di area yang tertarik atau tertekan (stress) pada material logam. Pada area yang tertekan/tertarik tersebut umumnya terdapat retak rambut atau bintik-bintik lubang (pit) sehingga bisa menjadi tempat reaksi korosi antara fluida yang mengalir dengan material logam. Umumnya reaksi yang merugikan adalah oksidasi dan pengelupasan lapisan pasifasi permukaan logam yang menyebabkan sifat properties seperti strength dan hardness turun sehingga menyebabkan failure. Parrot et al (2011) melakukan percobaan pengaruh ion chloride (Cl) terhadap material austenitic dan penelitian oleh Jones et al (1992) didapatkan informasi bahwa hal-hal yang mempengaruhi SCC adalah :
  1. Temperature
  2. pH
  3. Oxygen level humidity
  4. Residual stress
  5. Alloying and impurities di material
  6. Tingkat sensitifitas material
  7. Cyclic condition
  8. Pressure
  9. Konsentrasi fluida
  10. Potensial elektrokimia
  11. Viskositas
  12. Mixing atau stirring
  • Galvanic Corrosion/Bimetalic Corrosion/Dissimilar Metal Corrosion
Korosi yang disebabkan karena perbedaan potesial elektrokimia antara 2 material yang berbeda yang disatukan. Korosi ini terjadi ketika material menyentuh lingkungan yang bisa menyebabkan korosi seperti kelembaban, larutan elektrolite dan ion fluida. Gejala awal korosi ini adalah salah satu metal mudah teroksidasi berdasarkan "DERET VOLTA" sehingga korosi diantara metal cepat terjadi.

Proses terjadinya sebagai berikut :
Misalnya besi (Fe) disambung dengan zinc (Zn) dimana Zn terletak disebelah kiri dari Fe berdasarkan deret volta dan Zn lebih mudah teroksidasi daripada Fe. Metal Fe akan selalu mencari kestabilan untuk kembali ke bentuk asal bijihnya (kodrat semua senyawa logam) sesuai reaksi : Fe2+ + 2e ---> Fe. Elektron akan mudah terikat oleh lingkungan yang banyak ion-nya seperti elektrolit dan akan terikat oleh ion positif. Namun karena didekat metal Fe terdapat Zn yang mudah sekali teroksidasi sesuai reaksi : Zn ---> Zn2+ + 2e dan mudah melepaskan elektron maka elektron Zn akan terus menggantikan elektron Fe yang hilang sehingga lama-kelamaan metal Zn terkikis habis. Proses korosi yang disebabkan karena perbedaan potensial kimia 2 metal inilah yang disebut galvanic corrosion.
  • Pitting Corrosion/Korosi Sumuran/Korosi Lokal/Korosi Lubang
Korosi yang paling berbahaya karena sulit dideteksi dan sistemnya yang menggerogoti dari material bagian dalam. Umumnya pitting akan menyebabkan material fracture secara total tanpa ada gejala terlebih dahulu.

Beberapa penyebab pitting corrosion adalah :
  1. Chemical terperangkap sampai jenuh dalam waktu yang lama di area terlokalisir terlebih ketika material sudah mengalami damage terlebih dahulu. Chemical paling bahaya adalah asam, kelebihan ion chloride dan minim dissolved oxygen (menyebabkan lapisan pasif material menjadi tidak stabil dan mudah terkelupas)
  2. Lapisan protektif coating yang kurang tepat
  3. Struktur penyusun material yang tidak uniform (masih belum homogen ketika proses casting)
Cara pencegahah pitting corrosion adalah :
  1. Memilih material yang tepat dengan menyesuaikan lingkungan tempat aplikasi
  2. Mengontrol pH, konsentrasi ion Cl dan temperatur
  3. Penerapan cathodic/anodic protection
  • Erosion Corrosion/Abrasion Corrosion/Flow-Accelerated Corrosion (FAC)
Korosi yang disebabkan oleh aliran fluida yang korosif atau material yang bergerak pada fluida korosif. Di kebanyakan literatur dan aplikasi di lapangan erosion corrosion hampir disamakan dengan flow-accelerated corrosion (FAC) dimana FAC menggerus lapisan pasifasi material yaitu magnetite (Fe3O4) sehingga material lebih mudah terserang korosi.
Cara pencegahan erosion corrosion adalah :
  1. Mengurangi belokan aliran fluida sehingga turbulensi bisa ditekan sekecil mungkin
  2. Mengontrol kecepatan fluida
  3. Menggunakan material yang lebih tahan erosi
  4. Menggunakan inhibitor untuk menghambat erosi seperti rubber, chemical, dan coating
  5. Menggunakan cathodic protection
  6. Mengontrol oksigen terlarut dan temperatur di fluida
  7. Memberi filter agar solid particle tidak terikut fluida
  • Fretting Corrosion/Korosi Gesekan
Korosi yang disebabkan karena 2 permukaan metal saling bersentuhan sehingga menimbulkan luka di kedua permukaan metal. Umumnya pengelupasan lapisan metal sangat kecil tidak terlihat karena skala mikron namun karena lingkungan yang korosif menyebabkan timbul korosi di permukaan yang luka tersebut.
Cara untuk mencegah freting corrosion adalah :
  1. Memberikan pelumas (oil, grease) untuk mengurangi gesekan yang terjadi
  2. Menambah hardness material kedua logam yang kontak
  3. Menggunakan seal untuk menyerap vibrasi yang terjadi dan juga bisa untuk mencegah kelembaban atau oksigen masuk diantara permukaan yang bergesekan
  • Fatigue Corrosion
Korosi yang disebabkan karena kerusakan logam akibat gerakan yang berulang (cyclic). Fatigue corrosion hampir mirip dengan SCC dimana SCC untuk material yang tidak berputar berulang atau non-statis misalnya dibengkokkan, ditekuk atau ditekan.
Cara pencegahan fatigue corrosion adalah :
  1. Mengurangi tensile strength material
  2. Memasang corrosion inhibitor
  3. Coating atau memberikan lapisan terhadap material
  • Crevice Corrosion/Korosi Celah
Korosi yang terjadi diantara celah-celah sambungan metal sehingga memberikan ruang/celah tempat berkumpulnya konsentrasi chemical. Chemical yang berkumpul dalam konsentrasi besar akan berekasi dengan logam sehingga menurunkan sifat properties dan menyebabkan failure.
  • Hydrogen Damage/Embrittlement
Korosi yang disebabkan oleh kehadiran H2 yang berasal dari H2S, NH3, H2O. Unsur ini menyebabkan metal menjadi kehilangan ketanggguhannya (toughness) dan menjadi rapuh sehingga mudah terserang korosi. Proses reaksinya adalah hydrogen berekasi dengan carbon hasil disosiasi carbon steel membentuk metana yang bersifat brittle.
4 H2 + C + Fe3C ---> 2 CH4 + 3 Fe


Referensi :
[1] https://www.caesarvery.com/2017/07/analisa-kerak-tube-boiler.htmlhttps://www.caesarvery.com/2017/07/analisa-kerak-tube-boiler.html
[2] Parrot, R., dan Pitt, H. (2011). Chloride stress corrosion cracking in austenitic stainless steel. Health and Safety Laboratory. United-Kingdom
[3] Jones, R.H., dan Ricker, R.E. (1992). Mechanisms of Stress Corrosion Cracking. SCC Materials Performance and Evaluation. ASM International
[4] Corrosion Institute. (2000). Bimetallic Corrosion. Teedington
[5] https://www.nace.org/
[6] http://www.cdcorrosion.com/