Friday, July 6, 2018

Analisa Kinerja Keuangan PT Ad*ro Energy Tbk Dibanding Perusahaan Sejenis (2 of 2)


  • Rasio Likuiditas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban  finansialnya  yang  harus  segera  dipenuhi  atau  kewajiban jangka pendek. Secara umum, tingkat likuiditas semakin tinggi semakin baik dan menunjukkan  kemampuan  perusahaan  memenuhi  kewajiban-kewajian finansialnya. Analisa Rasio Likuiditas PT. Adaro Energy Tbk (ADARO) meliputi:
1. Current Ratio
Current   Ratio   mengukur   kemampuan   perusahaan   memenuhi kewajiban  jangka  pendek dengan  aset  lancar.

Hasil pengukuran Current Ratio untuk ADARO dan industri sejenis ditabulasikan sebagai berikut:

Current Ratio
2016
2015
2014
2013
2012
Adaro
2.47
2.40
1.64
1.77
1.57
Atlas
0.18
0.20
0.33
0.26
0.39
Bayan
2.55
1.89
0.62
1.10
1.16
Bukit Asam
1.66
1.54
2.08
2.87
4.92
Bumi
0.69
0.10
0.35
0.41
0.88
Darma Henwa
1.11
1.25
1.40
1.28
1.41
Delta Dunia
1.36
3.00
2.38
1.41
1.87
Average
1.43
1.48
1.26
1.30
1.74

Secara umum, Current Ratio ADARO lebih tinggi daripada industri sejenis. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini mampu membayar semua kewajiban-kewajiban jangka pendek. Namun analisa current ratio perlu diverifikasi dengan analisa days sales outsanding dan inventory turnover,  untuk  melihat sejauh mana  aset  lanca berupa  piutang dan inventori dapat segera dicairkan.
  • Acid Test Ratio
Acid test ratio dikenal juga sebagai quick ratio merupakan rasio likuiditas yang lebih mempertajam hasil current ratio dengan pendekatan yang lebih konservatif. Acid test ratio mengukur hanya aset yang benar- benar lancar dengan menghilangkan inventori dan aset lancar lain.

Secara  umum,  ADARO  memiliki  Acid  Test  Ratio  lebih  baik daripada industri sejenis. Nilai tahunan menunjukkan pengolahan likuiditas yang lebih baik daripada industri sejenis, dan mengalami trend kenaikan. Sehingga ADARO tidak akan mengalami kesulitan dalam menutup kewajiban-kewajiban lancar-nya, serta trend kenaikan menunjukkan kenaikan pendapatan (revenue growth) lebih baik daripada industri sejenis.
  • Cash Conversion Cycle
Cash Conversion Cycle mengukur jumlah hari yang diperlukan oleh suatu perusahan dalam pengolahan operasional dan keuntungan yang didapatkan dari pembayaran oleh kreditor.
Grafik menunjukkan Cash Conversion Cycle ADARO lebih rendah daripada industri sejenis. Hal ini mengindikasikan efisiensi ADARO dalam merubah inventori  menjadi  penjualan  dan penjualan menjadi  kas relatif lebih baik daripada industri sejenis.  Cash  Conversion  Cycle  yang  lebih pendek berarti likuiditas lebih baik, peluang untuk mendapatkan diskon dari pembelian material baku dan naiknya kapasitas pendanaan ekspansi bisnis.
  • Average Collection Periods
Average Collection Periods mengukur seberapa cepat perusahaan mendapatkan  pembayaran piutang-piutang  perusahaan. Pembayaran piutang-piutang oleh pihak rekanan relatif lebih lancar daripada industri sejenis. Dengan kata lain, tata kelola piutang ADARO lebih baik daripada industri sejenis.
  • Free Cash Flow/Sales
Rasio Cash Flow mengukur kas yang dihasilkan oleh pengelolaan perusahaan. Rasio ini dapat memberikan pemahaman mengenai kesehatan finansial   dan  kinerja   dari  suatu  perusahaan.   Free Cash Flow/Sales mengukur cash flow perusahaan terhadap penjualan (atau pendapatan), sehingga memberikan pemahaman mengenai kemampuan perusahaan mengubah penjualan menjadi kas. Free Cash Flow/Sales ADARmenunjukkan  nilai  yang positif, sedangkan  rata-rata industri  sejenis  menunjukkan  trennegatif. Hal ini mengindikasikan  tingkat kas yang dihasilkan dari penjualan relatif lebih baik daripada industri sejenis.

  • Rasio Profitabilitas

Profitabilita suatu perusahaan menjadpenting dikarenakan meskipun tujuasuatu perusahaan adalah meningkatkan nilai, tappengukuran nilai yang terpentinadalah profit (keuntungan). Secarakuntansi, profit adalah pendapatan dikurangpengeluaran.   Sehingga   rasio   profitabilitas   adalah rasio   pendapatan   suatperusahaan dibandingkan dengapengeluaran perusahaan. Rasio profitabilitadiantaranya adalah:
  • Gross Margin

Gross Margin mengukur tingkat keuntungan kotor dengan tingkapenjualan. 
  • Operating Margin

Operatin Margi menguku tingka keuntunga koto dengan tingkat penjualan. Rumus Operating Margin adalah sebagai berikut:
Grafik  untu Operatin Margi ADAR da industr sejeniditunjukkan sebagai berikut:
Operatin Margi ADAR jauh  lebih  bai daripad rata-rata industri sejenis yang secara umum berada dnilai minus. Hal inmenunjukka beba penjualan umu dan  administras ADAR lebirendah daripada industri sejenis. Dengakata lain, pengelolaan biaya-biaynon produksi ADARO lebih baik daripada rata-rata industri sejenis.
  • Net Margin

Net Margin mengukur tingkat pendapatan bersisuatu perusahaadibandingkan dengan nilai penjualan. Net Margin ADARO di tahun 2016 relatif dibawah rata-rata industrsejenis tetap kecenderunga tahuna menunjukkan   nila yan stabil dengan trend kenaikan. Perlu diketahui, pada tahun 2014 da2015 hargbatubardunia sempat mengalami penurunan drastis yanberimbas padmargin perusahaan. Namun tata kelola ADARO relatif stabisehinggfluktuasi grafik tidak terlalu signifikan.
  • EBITDA Margin

Hampir samdengan Operating MarginEBITDA Margin ADARrelatif lebih baik daripada industri sejenisyang secara umum berada di nilaminus.
  • Effective Tax Rate

Effective  Tax Rate menguku seberapa banyak paja yang harudibayar dibandingkan dengan penghasilan sebelum pajamengikuti kaidahukum perpajakan. Rumus Effective Tax Rate adalah sebagai berikut:
Effective Tax Rate ADARO lebih tinggi daripada industri sejenishal ini menunjukkan kewajiban pajak yan dibayar tahunadari pendapataadalah lebitinggi daripada industri sejenis. Kestabilan Effective Tax Rate menunjukkan bebapajak tangguhan ADARO relatif stabil, dengan tunggakan pajak yang minim.
  • Return on Assets (ROA)

ROA  menguku tingka pendapata bersih dibandingka dengarata-rata total aset  yang dimiliki perusahaan Semakin tinggi nilai ROA menunjukkan tingkat efisiensiyansemakin baik. Nilai ROA tahunan ADARO lebitinggi daripada rata-rata industrsejenis. Hal inmenunjukkan pengelolaan aset ADARO lebih efisien damenghasilkan net income lebih tinggi daripada industri sejenis.
  • Return on Equity (ROE)

ROE merupakan rasio perbandingan antara neincome dengaekuitas perusahaan. Semakin tinggi nilaROE suatu perusahaamenunjukka tingginy tingka pengembalia modal  yang ditana olepemegang sahampada suatu perusahaanNilai ROE ADARO selalu beraddatas rata-rata industri sejenisMeskipun nilainya tidasetinggi di tahun 2012 karena perkembangan hargbatubara dunia, namutidak pernah lebih rendah daripada industri sejenisHal  ini menunjukka tingginy tingka pengembalia ekuita penanamodal ADARO dibandingkan dengan industri sejenis.
  • Return on Invested Capital (ROIC)

ROImerupakan pengukuran efisiensperusahaan dalamengalokasika kapital untuk suatu  investasi ROIC memberika suatu pemahaman mengenai bagaimana suatinvestasi menghasilkan tingkapengembalianbag suatu  perusahaanNilai ROIC ADARO selalu berada di atarata-rata industri sejenisMeskipun nilainya tidasetinggi di tahun 2012 karena perkembangan hargbatubara dunia, namutidak pernah lebih rendah daripada industri sejenisHal inmenunjukkan tingginya tingkat pengembalian investasi yandilakukan ADARO dibandingkan dengan industri sejenis.
  • Capex as a % of sales

Capex to Sales Ratio mengukur level investasi yang dilakukan suatu perusahaan dan tingkat nilai penjualan yang dihasilkan dalam suatu periodeNilai ROIC ADARO selalu berada di atarata-rata industri sejenisMeskipun nilainya tidasetinggi di tahun 2012 karena perkembangan hargbatubara dunia, namutidak pernah lebih rendah daripada industri sejenisHal inmenunjukkan tingginya tingkat pengembalian investasi yandilakukan ADARO dibandingkan dengan industri sejenis.
  • Capex as a % of sales

Capex to Sales Ratio mengukur level investasi yang dilakukan suatu perusahaan dan tingkat nilai penjualan yang dihasilkan dalam suatu periode
  • Rasio Aktivitas

Rasi Aktivita menguku kinerj operas dar suat perusahaan.   Rasio Aktivitas yang ditinjau dalam penelitian ini adalah:
  • Fixed Assets Turnover

Rasio Fixed Assets Turnover mengukur tingkat produktivitas aset tetap suatu perusahaan dalam menghasilkan  pendapatan Semakin tinggi tingkat turnover, semakin baik pengelolaan aset tetap perusahaan tersebudala menghasilka pendapatanFixed Assets Turnover ADARO lebih rendah daripada rata-rata industri sejenis. Hal inmengindikasikan aset tetap ADARO menghasilkapenjualan yang lebih rendah dibandingkan industri sejenis. Rasio ini bisjuga diartikan tingkat belanja aset tetap ADARO yanlebih tinggi daripada industri sejenis.
  • Total Assets Turnover

Total Asset  Turnove Ratio merupaka indikato efisiensperusahaan dengan jalan mengukur kemampuan perusahaan menghasilkapendapatan dengan membandingkan terhadap Total Assets
Total Asset Turnover ADARO lebirendah daripada rata-rata industri sejenis. Hampir sama dengan Fixed Assets Turnover, rasio inmengindikasika aset total ADARO  menghasilka penjuala yang lebih rendah dibandingkan industri sejenis. Rasio inbisa juga diartikan tingkabelanja aset total ADARO yang lebih tinggi daripada industri sejenis.
  • Accounts Receivable Turnover

Accounts Receivables Turnover mengukur tingkat keefektifan suatu perusahaan dalam mengelola aset berupa piutang. Paddasarnya, rasio inmengindikasikan tingkat pengembalian kredit olekonsumen. Suatperusahaan dengan nilai Accounts Receivables Turnover yang tinggmenunjukka tingginy nila piutan perusahaan Ha ini  akamempengaruhi tingkaarus kas perusahaan. Accounts Receivables Turnover. Nilai Accounts Receivables Turnover ADARO tahunan lebih rendadaripad industr sejenis meskipu di tahu 201 relatif  lebih  tinggdaripada industri sejenis. Hal inmengindikasikan tingkat pembayarapiutang dari konsumen yang relatif lebih lancar daripada industri sejenis
  • Inventory Turnover

Inventor Turnove menguku tingka efisiensi  suatu perusahaadalam merubah inventori menjadi penjualanNilai Inventory Turnover ADARO lebih tinggi daripada rata-rata industr sejenis Ha ini mengindikasika tingkat  pengelolaa inventori ADARO lebih baik daripada industri sejenis.
  • Rasio Solvabilitas

Rasio Solvabilitas mengukur kemampuan suatu perusahaan menangani hutanghutangnya.
  • Debt Ratios

Debt Ratios merupakan perbandingan  antara total hutang dengan total aset. DebRatios mencerminkan leverisiko finansial perusahaan dapemegang sahamnya. Hutang merupakan suatu bentuk financial leveragSemakin tinggi tingkatnya maka level risik finansial  perusahaa akasemakin tinggi. Namun, dsisi lain, leverage dapat meningkatkapertumbuhan  perusahaan Suatu perusahaan akan berusaha mencari titik optimum dari financial leverage. Debt Ratio ADARO lebih rendah daripada industri sejenis, hal inmenunjukkan tingkat leverage ADARO lebih rendadan tingkat ekuitas ADAR lebih  tingg daripad industr sejenis Ha ini  sejala dengaanalisa ROE yang sudah dilakukan.
  • Debt/Equity

Debt/Equity Ratio adalah analisa leverage lain dengamembandingkan total liabilities terhadap totaekuitas. Rasio ini mengukupersentasi hutang terhadap ekuitas perusahaan Grafik  untu Debt/Equity  Rati ADAR da industr sejenis ditunjukkan sebagai berikut: Rasio Debt/Equity ADARO lebih rendah daripada perusahaasejenis.  Hal ini menunjukka tingka kecenderunga hutang perusahaalebih rendah daripada industri sejenis. Perusahaan lebih mengandalkaekuitas dalam pendanaan perusahaan.
  • Interest Coverage Ratios

Rasio ini mengukur kemudahan perusahaan dalam membayar bebabunga. Semakin rendah rasio ini, maka perusahaan akamakin terbebandengan beban bungaNilaInterest Coverage Ratio ADARO tahun 2015 dan 2016 lebih tinggi daripada rata-rata industri sejenis. Hal inmengindikasikakemampuan ADARO membayar hutanoutstanding menggunakapendapatan.  Safety Margin bagi kreditor lebih baik untuk ADARO, dameningkatkan kepercayaan kreditodalam memberikan hutang kepadperusahaan.
  • Indikator Kinerja Operasi

Indikator  kinerja operasi menguku tingkat efisiensi manajemen perusahaadalam mengelola perusahaan. Indikator Kinerja Operasi yandianalisa dalapenelitian ini adalah:
Days Sales Outstanding (DSO)
DSO   merupakan   indikator   tingkat   pembayaran   piutang   darkonsumen perusahaan. Nilai DSO ADARO mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 201berada di kisaran  40 hari sedangka industr sejeni berada di rentanratusan hari. Hal inmenunjukkan pengelolaan piutang ADARO menjadpembayaran sangat baik jika dibandingkan dengan rata-rata industri sejenis.
  • Days Inventory Outstanding (DIO)

DI mengukur   jumla har yan dibutuhkan   untu merubah inventori menjadi pendapatan. 
Nilai DIO ADARO tahunan berada dkisaran belasan harisedangkan industri sejenis berada dkisaran 35 hari. Hal ini menunjukkapengelolaan inventory ADARO menjadi pembayaran sangat baik jikdibandingkan dengan rata-rata industri sejenis.
  • Days Payables Outstanding (DPO)

DPO mengukur berapa lama suatu perusahaan membayar tagihadari kreditor. Nilai DIO ADARO dkisaran 40 hari, sedangkan rata-rata industrsejenis di kisaran  90 hari. Hal ini menunjukka kemampua cash flow ADARO jauh lebih baidaripada industri sejenis. Dengan nilai DPO yanrendah, maka tingkat kepercayaan kreditor akan lebih baik di perusahaan. Berdasarka analisis   yan dilakukan,   dapa diambi kesimpulan   sebagaberikut: Tingkat kesehatan keuangan PT. Adaro Energy Tbk. relatif lebih baik dibandingkan dengan industri sejenis. Hal ini dapaat terlihat darrasio likuiditas profitabilita dan  solvabilita yan lebi baik  daripada industri sejenis selama kurun periode penelitian. Kinerja   keuangan   PT.   Adaro   Energy   Tbk.   relatif   lebih   baidibandingkan dengan industri sejenis. Hal ini dapaat terlihat darrasiaktivitas dan indikator yang lebih baik daripada industri sejenis selamkurun periode penelitian.

Daftar Pustaka
[1] Keown, et al. (2005), Financial Management Principles and Application, 10th Edition, Pearson
[2] Berk, J. De Marzo, P., dan Harford, J. (2015), Fundamentals of Corporate Finance, 3th
Edition. Pearson Global Edition
[3] Vance, David E., (2003), Financial Analysis Decision Making, McGraw-Hill
[4]Riyanto, Bambang, 2010. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi 4 Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
[5]Soetjipto, Kery (2000), Analisis Pengaruh Akuntansi Tingkat Harga Umum Terhadap Neraca, Laporan LabaRugi, Laba Ditahan, Dan Rasio Keuangan, JA/FE UntarTh.IV/01/2000/Edisi Khusus Penelitian.
[6] Munawir. 2000. Analisis Laporan Keuangan. Liberty. Jogjakarta
[7] http://www.adaro.com diakses tanggal 7 April 2018
[8] http://www.atlas-coal.co.id diakses tanggal 7 April 2018
[9] http://www.bayan.com.sg/index.php/en/ diakses tanggal 7 April 2018
[10] http://www.ptba.co.id/en  diakses tanggal 7 April 2018
[11] http://www.bumiresources.com diakses tanggal 7 April 2018
 [12] http://www.ptdh.co.id/ diakses tanggal 7 April 2018
[13] https://www.deltadunia.com diakses tanggal 7 April 2018