Artikel Terbaru

Anti COPAS

Root Cause Tube Boiler Pecah (Leakage) di PLTU

Diposting oleh On Monday, May 20, 2019

Tube boiler adalah komponen vital di PLTU yang berfungsi sebagai heat exchanger dengan bekerja 24 jam non-stop dalam kondisi bertekanan dan kualitas fluida yang ber-fluktuatif. Didalam operasinya, fluida harus dijaga kualitasnya dengan injeksi kimia dan pengukuran parameter kualitas air setiap periode tertentu. Terdapat berbagai macam permasalahan yang umum terjadi di tube boiler seperti : kerak/deposit tube, pecah (leakage) tube, korosi dan abrasi tube dan masih banyak lagi lainnya.
Untuk permasalahan tube boiler leakage bisa dilakukan root cause permasalahan dengan melakukan pengukuran dan pengamatan dari yang mudah dan cepat dilakukan di unit langsung sampai yang paling sulit dilakukan yaitu sebagai berikut :


BACA JUGA : Macam-Macam Korosi Material
  • Pengamatan Profil/Bentuk Pecahan (Leakage)
Profil/bentuk pecahan tube boiler bisa menggambarkan asal penyebab kerusakan apakah disebabkan karena abrasi, korosi, hydrogen embrittlement, kerak, pola operasi (tekanan dan temperatur tidak sesuai standar), pitting, bending atau kegetasan material.
Berdasarkan gambar tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut : tube boiler mengalami penipisan (abrasi) yang tidak merata dan kemungkinan didalamnya terdapat banyak kerak yang menyumbat aliran fluida sehingga tekanan meningkat dan karena disalah satu sisi saja dari tube yang overheat maka tube menjadi getas dan kehilangan kekuatannya (strength) sehingga pecah (leakage) memanjang seiring profil penipisan tube mengikuti arah aliran fluida (penipisan memanjang bisa disebabkan karena flowrate fluida meningkat yang diakibatkan oleh sumbatan di tube boiler). Kesimpulan ini masih bersifat sementara dan harus diperkuat dengan data pengukuran lain.
Warna kerak di tube boiler PLTU umumnya hanya ada 2 yaitu kemerahan dan kehitaman. Warna kerak hitam di tube boiler mengindikasikan bahwa lapisan protective layer (pasifasi) bekerja efektif yaitu adanya senyawa magnetite. Warna hitam terbentuk karena injeksi hydrazine dan terbentuk senyawa ammonia dengan kadar yang tepat sehingga membentuk lapisan pasifasi. Keberadaan lapisan ini menyebabkan reaksi dari fluida yang lewat terhadap material tube tidak terjadi. Disebut pasifasi karena unsur kimia material tube tidak mudah bereaksi dengan senyawa kimia fluida yang lewat. Sedangkan warna kemerahan adalah senyawa hematite yang merupakan produk inisiasi korosi dan terbentuk karena senyawa ini kekurangan oksigen sehingga bersifat radikal terhadap ion-ion yang lewat dan bisa membentuk senyawa merugikan di tube boiler. Analisa kandungan senyawa ini harus diperkuat dengan uji komposisi senyawa kerak dengan bantuan peralatan x-ray difarction (X-RD).
  • Pengamatan Terhadap Penipisan Outside Tube Boiler (Abrasi)
Analisa ini bisa dilakukan secara visual seperti melihat goresan-goresan yang terjadi di outside tube boiler yang dilewati batu bara dan pasir. Apabila goresan banyak terlihat maka bisa dipastikan tingkat abrasifitas tube sudah tinggi dan direkomendasikan untuk uji thickness dan hardness. Jika kedua uji menyatakan positif tube boiler mengalami penipisan dan kegetasan maka harus dilakukan retubing dan evaluasi bahan material pasir untuk dicarikan pengganti dengan material pasir yang memiliki kandungan silica agak rendah karena keberadaan silica itulah yang menyebabkan kekerasan pasir.
Uji yang dilakukan dengan menggunakan bantuan kamera mikro yang bisa dimasukkan ke celah-celah tube boiler dan bisa dibelok-belokkan sesuai arahan user. Uji ini untuk melihat struktur yang ada didalam inner tube boiler apakah terdapat kerak, failure, profil abrasi dan lain sebagainya. 
  • Pengamatan Visual Perbesaran (Portable Microscope) 
Dengan menggunakan microscope yang mudah dipegang kemana-mana kemudian dilihat secara visual permukaan tube boiler yang pecah. Hasil pembacaan yaitu membandingkan antara titik tube yang pecah dengan sekelilingnya.
Analisa ini digunakan untuk memastikan bahwa material tube sama dengan desain dari manufacture dan juga digunakan untuk mencari data properties standar material seperti hardness dan strength sehingga bisa digunakan untuk evaluasi pola operasi (dosis injeksi kimia, temperatur dan tekanan operasi)
  • Hardness Tube
Analisa untuk mengukur kekerasan material tube boiler, data yang didapatkan dibandingkan dengan standar hardness material dan jika mengalami penurunan maka bisa dievaluasi penyebabnya apakah karena overheating, penipisan atau spesifikasi mix material (alloy) dalam batas bawah
Analisa yang digunakan untuk mengukur komposisi dan berat unsur senyawa kerak sehingga bisa digunakan untuk judge asal unsur yang ada apakah dari material tube atau unsur pengotor dari luar (injeksi kimia, kebocoran atau partikel luar yang masuk)

  • Thickness Tube
Analisa yang digunakan untuk mengukur ketebalan material tube menyeluruh pada diameter tube boiler. Mapping yang didapatkan bisa digunakan untuk melihat apakah kemungkinan abrasi terjadi dan untuk memperkirakan life-time tube boiler.
  • Microstructure Tube (Microscope) 
Tube boiler yang sudah leakage dilakukan peng-amplasan sampai kontaminan luar terkelupas dan menggunakan mikroskop yang bisa diperbesar sampai 200x maka akan terlihat pori-pori material sehingga bisa digunakan untuk menarik kesimpulan strength material tube.

Referensi : Pengalaman pribadi di unit pembangkitan

Analisa Furan Test di Minyak Trafo

Diposting oleh On Monday, May 13, 2019

Furan adalah senyawa organik aromatik, dimana hubungan dengan minyak trafo adalah senyawa tersebut bisa terbentuk ketika terjadi degradasi minyak trafo. Furan test adalah uji untuk mengetahui keberadaan senyawa aromatik di minyak trafo sehingga dengan keberadaan itu bisa digunakan untuk menentukan umur pakai (life time) dari insulation paper.

Lima macam tipe senyawa furan yang dianalisa di minyak trafo adalah :
  • 5-hydroxymethyl, 2-furaldehyde (5H2F) ---> oxidation (umumnya kandungan ini paling dominan di minyak trafo)
  • 2-furfurol (2FOL) ---> high moisture
  • 2-furaldehyde (2FAL) ---> overheating, old fault
  • 2-acetylfuran (2ACF) ---> rare, lightning
  • 5-methyl, 2-furaldehyde (5M2F) ---> local, severe overheat
BACA JUGA : Analisa BDV Test di Minyak Trafo

Terdapat hubungan antara insulation paper dengan uji furan di minyak trafo seperti berikut : Insulation paper terbuat dari bubur kayu yang diproses dengan tambahan NaOH (sodium hydroxide) dan Na2SO3 (sodium sulphite) sehingga terbentuk serat-serat organik atau lebih dikenal dengan selulosa (cellulose) atau glukosa nabati. Didalam ikatan selulosa melibatkan -H dan -OH sehingga dengan adanya temperatur yang tinggi ikatan tersebut bisa putus (degradasi) dan menghasilkan senyawa aromatik.

Terdapat 2 cara pengukuran furan yaitu :
Senyawa furan ini memiliki hubungan erat dengan uji DGA, uji BDV dan uji water content (karl fischer) dengan tahapan predictive maintenance yang bisa dilakukan adalah tahapan pertama secara periodik yang harus dilakukan adalah uji DGA untuk mengetahui apakah minyak trafo mengandung gas hidrokarbon (alkana, alkena, alkuna) dan water content tinggi, jika jawabannya 'YA' maka bisa dicari root cause-nya yaitu pada temperatur berapa kira-kira gas hidrokarbon tersebut terbentuk dan bagaimana kondisi silica gel-nya apakah masih efektif dalam meng-absorb air di minyak trafo. Setelah tahu hal tersebut kemudian melakukan uji BDV untuk meyakinkan bahwa minyak trafo sudah menurun kualitasnya dan untuk memperkuat dugaan maka dilakukan uji furan. Jika uji furan didapatkan hasil bahwa senyawa aromatik tinggi pada jenis tertentu maka dengan semua analisa tersebut bisa digunakan untuk menyimpulkan treatment terhadap minyak trafo. Treatment yang direkomendasikan seperti : purifikasi oil, replace oil atau make up oil.

Referensi :
[1] Cheim, Luiz. (20111). Furan Analysis for liquid power transformer. IEEE Electrical Insulation Magazine, pp 27(6) : 29-42
[2] Pin, L.S. (2009). Furan Measurement  in Transformer Oil. Department of Electrical and Computer Engineering

Akatifitas yang Dilakukan Bandar Saham

Diposting oleh On Tuesday, May 07, 2019

Bandar adalah pengerak harga saham di pasar modal dan bandar selalu menyukai sistem cut loss yang dilakukan investor dan membenci strategi "hold". Mengapa demikian ?? karena aktifitas bandar adalah membuat naik dan turun harga saham dimana ketika saham diturunkan, bandar berharap banyak lot saham terlepas dari para investor dan mereka dengan segera meng-akumulasi saham dengan harga murah. Aktifitas tersebut tentunya dengan pertimbangan sangat matang, karena para bandar sudah tahu prospek ke depan dari emiten tersebut, sehingga sebelum meng-akumulasi saham mereka akan mencari celah untuk mendapatkan harga saham di harga murah.

Seperti apa contoh aktifitas bandar di pasar saham ??
Kasus seperti emiten sudah mengumumkan penetapan besaran deviden yang akan dibagi per tanggal yang sudah ditetapkan. Bandar pasti tergiur dengan kebijakan emiten tersebut karena deviden cukup besar dan mereka akan segera meng-akumulasi saham. Langkah yang umum dilakukan adalah menjual dengan lot besar sehingga harga saham jatuh dan secara otomatis sistem cut loss para investor atau bandar lain bekerja, kemudian dengan segera setelah mencapai harga murah bandar tersebut melakukan akumulasi dalam jumlah sangat besar. Dengan aktifitas tersebut, seringkali kita melihat harga saham malah turun padahal akan dibagikan deviden atau berita positif aksi korporasi dan itulah memang itu adalah aktifitas yang dilakukan bandar.

Mengapa kalau tahu ada permainan bandar kita masih ingin investasi di pasar saham ??
Bandar disini bukan di analogikan negatif tetapi diartikan secara sebenarnya yaitu pengepul atau sekelompok investor yang terkoordinir. Walaupun begitu, ada ratusan bahkan ribuan bandar-bandar sebagai pemegang saham sehingga nyaris tidak mungkin satu bandar bisa mengendalikan semuanya apalagi BEI sebagai pengawas pasar modal selalu memberikan perlindungan kepada investor terhadap saham-saham yang berperilaku tidak semestinya.


Tujuan utama bandar di pasar saham adalah "cuan" dengan strategi trading, dan aktifitas bandar baik domestik maupun asing semua tercatat transparan di sistem trading online sehingga sistem judi yang disematkan di pasar saham bisa ditepis dengan keberadaan data dan sistem transparan yang ada. Dari aktifitas bandar, para investor ritel bisa memiliki data yang kuat untuk beli dan jual saham.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Proses Pembentukan Gas-Gas Terlarut di Minyak Trafo

Diposting oleh On Wednesday, May 01, 2019

Gas terlarut (dissolved gas) di minyak trafo terdiri dari beberapa macam senyawa seperti gas hidrokarbon (C-H) yaitu senyawa yang tersusun atas ikatan -C dan -H dengan pembagian terdiri dari 3 jenis yaitu alkana (ikatan rantai 1), alkena (ikatan rantai 2) dan alkuna (ikatan rantai 3). Selain itu juga terdapat gas CO dan CO2 sebagai akibat dari degradasi selulosa.
Pada rantai hidrokarbon, semakin tinggi rantai maka semakin tinggi pula energi untuk melepaskannya. Minyak trafo mengandung berbagai macam gas hidrokarbon jika didalam operasinya terdapat kontaminan atau pola operasi yang kurang tepat atau memang sudah pada life time pemakaiannya.
Didalam trafo terdapat 2 isolasi yaitu padat (isolasi kertas/selulosa) dan cair (minyak). Fungsi dari isolasi adalah menjadi penghalang percikan listrik/tegangan ketika terjadi kebocoran ketika trafo beroperasi sehingga fungsi kedua isolasi tersebut cukup vital.

BACA JUGA : Analisa Uji DGA di Minyak Trafo
 
  • Selulosa (C6H10O5)n
Nama lain selulosa adalah serat atau glukosa nabati dan pada trafo berbentuk lembaran kertas yang digulung pada komponen didalam trafo. Struktur molekul selulosa adalah (C6H10O5)n dengan kandungan unsur dominan jika selulosa ter-degradasi adalah C, H dan O. Jika -C bertemu -H maka akan terbentuk gas hidrokarbon tentunya pembentukan disertai temperatur yang mendukung untuk prosesnya dan jika -C bertemu -O maka akan terbentuk gas CO dan CO2 sedangkan jika -H bertemu dengan -O maka bisa terbentuk H2O.
  • Metana (CH4)
Bisa terbentuk sesuai reaksi :
CO2  + 8 H+ ---> CH4 + 2 H2O (terbentuk pada kira-kira temperatur 150 oC). Pada minyak trafo kondisi tersebut bisa disebabkan oleh unsur hasil degradasi selulosa dan kondisi operasi asam.
  • Etana (C2H6)
Bisa terbentuk dengan sistem elektrolisis garam asetat, dimana asetat di-oksidasi untuk menghasilkan karbon dioksida dan radikal metil, sesuai reaksi :
CH3COO- ---> CH3 + CO2
2 CH3 ---> C2H6
Terbentuk dari uraian metana dengan bantuan panas dengan panjang gelombang tertentu seperti fotokimia, sesuai reaksi :
CH4 ---> CH3 + H
2 CH3 ---> C2H6
Kondisi diatas bisa disebabkan karena keberadaan zat kimia asam yang didukung dengan adanya percikan listrik di minyak trafo sehingga mendukung terjadinya elektrolisis. Etana rata-rata terbentuk pada temperatur 250 oC.

BACA JUGA : Analisa Furan Test di Minyak Trafo

  • Etena/Etilen (C2H4)
Terbentuk dari reaksi berikut :
4 CO2 + 2 H2O --->2  C2H2 + 5 O2
Keberadaan senyawa akibat degradasi selulosa dan air yang didukung pada kondisi operasi pada rata-rata temperatur 350 oC.
  • Etuna/Asetilen (C2H2)
Terbentuk dari reaksi batu kapur dan arang sehingga menghasilkan calsium carbida kemudian direaksikan dengan air membentuk gas asetilen
CaO + 3 C ---> CaC2 + CO
CaC2 + 2 H2O ---> Ca(OH)2 + C2H2
Rata-rata proses terbentuknya pada temperatur 500-700 oC.
  • Karbonmonoksida (CO) dan Karbondioksida (CO2)
Terbentuk dari hasil degradasi selulosa, karena setiap bahan organik jika terurai pasti menghasilkan unsur -C, -H, -O, -N dan -S. Keberadaan gas tersebut umumnya disertai dengan peningkatan kandungan air di minyak trafo.

Referensi : Pengalaman pribadi di unit pembangkitan