Artikel Terbaru

Pengaruh Sodium (Na) di Siklus Uap-Air PLTU

Diposting oleh On Monday, August 12, 2019

Sodium (Na) yang terbawa sampai ke siklus uap-air di PLTU umumnya dalam bentuk NaOH dan NaCl, dimana kedua senyawa tersebut bersifat meng-korosi turbin dengan tipe stress corrosion cracking (SCC). Selain itu, keberadaan Na juga bisa menyebabkan stainless steel (SS) di superheater tube terjadi korosi. Untuk menjaga kualitas steam maka dilakukan pengendalian kadar Na max adalah 2 ppb namun keberadaan kadar tersebut tidak menjamin sepenuhnya Na tidak terikut sampai ke low pressure tubine.

Sumber Gambar : www.explorecuriocity.org
Keberadaan Na di boiler water sangat dihindari karena unsur tersebut mudah berikatan dengan hidroksida (OH) dan chloride (Cl) yang bersifat korosif terhadap material di sistem uap-air PLTU.

Sodium (Na) berasal dari :
  • Kebocoran tube condenser sehingga air laut sebagai sistem pendingin masuk ke boiler system
  • Proses rinsing ketika regenerasi kurang maksimal sehingga regenerant sisa masih terikut ke make up water system (boiler water)
  • Kontaminan hydrazine yang membawa kadar Na cukup tinggi
  • Trisodium phospate yang diinjeksikan di steam drum carry over sehingga kandungan Na masuk lagi ke siklus uap-air
Referensi : EPRI Cycle AVT Guideliness

Strategi Hit and Run Trading Saham

Diposting oleh On Monday, August 05, 2019

Strategi hit and run trading saham adalah strategi buy and sell dalam waktu sangat singkat. Strategi ini yang digunakan oleh para scalping trader
Sumber Gambar : www.youtube.com
Terdapat beberapa alasan para trader menggunakan strategi ini sebagai berikut :
  • Kondisi ekonomi regional maupun global sedang tidak kondusif, misalnya Tahun 2019 perang dagang AS-China, krisis Venezuela dan Turki, neraca perdangan sedang defisit, inflasi yang tidak terkendali sehingga menurunkan daya beli masyarakat
  • Kondisi politik regional sedang tegang, misalnya Tahun 2019 ketegangan Korut-Korsel, Pemilu antara 2 kubu yang ricuh
  • IHSG rata-rata sedang bergerak bearish selama hampir 1 bulan
  • Investor asing banyak yang menjual saham
  • Laporan tahunan emiten banyak yang mencatatkan kinerja negatif
Pada prinsipnya strategi hit and run digunakan para trader untuk menguji pasar dan tidak murni investasi karena resiko yang pasti lebih besar daripada potensi cuan-nya. Strategi ini untuk kegiatan para investor yang memang pekerjaannya mengandalkan dari trading saham sehingga mereka harus tetap mencari celah mendapatkan cuan walaupun saham dalam keadaan yang tidak stabil. Saham-saham yang sebagian besar tidak terpengaruh ketika terdapat isu-isu negatif diatas adalah saham gorengan lapis 3, dimana saham tersebut sangat fluktuatif, harga rendah (<500) dan mudah digerakkan oleh bandar. Para trader yang menggunakan strategi hit and run akan mengikuti saham dimana bandar sedang menggoreng dengan target cuan yang sangat rendah 0.5-2% saja.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Kandungan Air (Water Content) di Minyak Pelumas Standard EPRI

Diposting oleh On Monday, July 29, 2019

Berdasarkan EPRI "Maintaining Lube Oil" dikupas mengenai macam-macam water content dan cara menurunkannya. Di PLTU penanganan water content erat kaitannya dengan lubricating system, dimana terdapat standar parameter khusus agar sistem pelumasan pada peralatan rotating bekerja secara sempurna.
Sumber Gambar : www.machinerylubrication.com
Keberadaan air di oil pelumas dapat menyebabkan :
  • Korosi pada permukaan logam
  • Peningkatan oksidasi
  • Mengurangi ketahanan film oil (bisa menyebabkan peningkatan wear)
  • Deplete additive dengan proses hydrolysis
  • Menurunkan viscosity 
Terdapat beberapa sumber air (water) di oli pelumas :
  • Cooler leak
  • Seal Leak
  • Condensation
  • Atmosphere (through breather, acces cover, vent)
Terdapat 3 phase water content yaitu :
  • Free Water, air yang terpisah sempurna dengan oil dan bisa dilihat secara visual terpisah dibagian bawah oil 
  • Emulsified Water, air yang bercampur cukup sempurna dengan oil, ketika dikocok akan berbuih dan menunjukkan pengeruhan warna pada oil. Kontaminan ini bisa dilihat secara visual namun phase tidak berpisah dengan oil 
  • Dissolved Water, air yang bercampur sempurna dengan oil dan tidak bisa dilihat secara visual
Terdapat 3 cara menurunkan kandungan water content di minyak pelumas yaitu :
  • Centrifuging, bisa digunakan untuk menurunkan free water dan sebagian emulsified water. Di PLTU banyak mengaplikasikan sistem ini karena prinsipnya yang menggunakan gaya sentrifugal sehingga biaya energi cukup rendah
  • Dessicant Filter, hanya bisa digunakan untuk menurunkan free water dengan prinsip seperti desikator atau eksikator atau silica gel. Dengan memanfaatkan agent dessicant maka air akan terikat
  • Vacuum Dehydration, bisa digunakan untuk menurunkan 3 water content (free water, emulsified water dan 80% dissolved water). Prinsipnya oli dilewatkan heater pada temperatur 150 degF dan dilewatkan vacuum distillation column. Sistem ini mampu menurunkan water content sampai 50 ppm (0.005%) namun energi yang dibutuhkan sangat besar sehingga sistem ini paling boros diantara yang lainnya
Referensi :
[1] EPRI. (2001).  Maintaining Lube Oil System Cleanliness in Motor Bearing Application. California
[2] Feriyanto, YE. (2015). Lubricating & Sealing System PLTU. www.caesarvery.com, Surabaya
[3] Feriyanto, YE. (2016). Analisa Oli Pelumas (Tribology) dan Referensi Report. www.caesarvery.com, Surabaya

Strategi Ketika Saham Oversold-Overbuy

Diposting oleh On Monday, July 22, 2019

Oversold artinya kelebihan aksi jual sedangkan overbuy artinya kelebihan aksi beli. Kelebihan disini diartikan "sudah jenuh/klimaks" sehingga hampir bisa dipastikan akan berubah harga sahamnya untuk berbalik arah dalam waktu dekat. Harga saham sangat dipengaruhi oleh sentimen internal maupun eksternal.  

Beberapa alasan yang menyebabkan sebuah saham oversold :
  • Fundamental perusahaan masih bagus dengan PBV yang masih kecil
  • Laporan keuangan perusahaan menunjukkan berita yang baik
  • Tidak ada sentimen negatif lagi terhadap emiten
  • Rumor buruk emiten tidak sampai terjadi dan hanya berita simpang siur
  • Emiten melakukan aksi korporasi yang membangun bisnis menjadi lebih besar lagi seperti ekspansi pasar, ekspansi industri dan akuisisi perusahaan


Strategi yang dilakukan ketika saham sudah oversold :
  • Wait and See sampai saham benar-benar akan berbalik arah positif (bullish)
  • Hit and Run dalam range yang pendek, misal untung 1-2 % saja dalam tempo jam-an trading 
  • Melakukan analisa fundamental terhadap kelayakan harga saham
Beberapa alasan yang menyebabkan sebuah saham overbuy :
  • PBV dinilai sudah sangat tinggi dibanding perusahaan sejenis
  • Laporan keuangan yang baru rilis menunjukkan berita yang negatif seperti rasio hutang yang tinggi, pendapatan turun dan Devidend Payout Ratio (DPR) rendah
  • Terdapat sentimen negatif di emiten, seperti saham utama mau dilepas, rencana likuidisasi dan rencana hutang untuk menutup arus kas
  • Emiten terindikasi melakukan kecurangan terhadap floating saham, dimana yang disarankan dijual di-public minimum 15% saham yang beredar tidak  dipenuhi sehingga harga saham yang tertera adalah hasil manipulasi aksi bandar untuk menarik investor bukan dari minat investor sendiri
  • Investor menilai produk emiten tidak baik untuk investasi jangka panjang karena rentan fluktuatif seperti rokok (rentan cukai tembakau dan kebijakan pembatasan pasar serta harga rokok), properti (rentan naiknya suku bunga dan pajak pemerintah), asuransi (rentan terhadap manipulasi dan kebocoran data public), pertambangan (rentan terhadap kebijakan ekspor pemerintah), perbankan (rentan terhadap data inflasi dan ekonomi global)
Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Tipe-Tipe Trader Saham

Diposting oleh On Monday, July 15, 2019

Di bursa saham terdapat 2 tipe modal yang ditransaksikan oleh investor yaitu investasi dan trading, dimana pembagian tipe tersebut berdasarkan time frame perdagangan jual-beli sahamnya.
Sumber Gambar : www.portalinvestasi.com
Terdapat 4 tipe trader saham sebagai berikut :
 
1. Scalper Saham
Trading yang dilakukan dalam waktu sangat singkat yaitu menitan dan jam-jaman. Tipe ini cenderung menggunakan analisa volume perdagangan atau running trade yang besar sehingga saham yang sedang ramai digoreng/ditransaksikan akan disusupi oleh para scalper. Cuan yang ditarget para scalper sangat kecil yaitu 0.5-2% saja dan menggunakan sistem cut loss yang sangat pendek karena umumnya modal yang diperdagangkan adalah 100% sehingga para scalper akan terus jual-beli dengan strategi hit and run terus-menerus selama saham digoreng dan berpindah-pindah saham untuk mengurangi resiko tersangkut.

2. Day Trader
Trading yang dilakukan sistem satu harian, dimana trader akan membeli di waktu pembukaan dan menjual di hari yang sama baik untung maupun rugi. Trader yang menggunakan sistem ini umumnya adalah para manager investasi yang sedang mengelola keuangan para nasabahnya karena mereka dituntut untuk memberikan update data %return harian di laporan harian investasi. Analisa yang digunakan para day trader adalah teknikal harian dan mingguan dengan cuan yang tidak ditargetkan karena tujuan adalah tidak menimbun portfolio namun update perkembangan dana investor.

3. Swing Trader
Trading yang menggunakan strategi buy and hold yaitu membeli ketika harga sedang diskon dan menjual ketika sudah mencapai resistance/ekspektasi. Trader ini yang paling banyak tipenya di pasar modal termasuk penulis sendiri dengan ciri-ciri menahan saham sampai bulanan (<6 bulan) dengan terus mengamati berita pasar dan pergerakan grafik saham. Analisa yang digunakan adalah teknikal menggunakan eksponential moving average (EMA) mingguan, bulanan dan 3 bulanan. Trader ini akan memiliki portfolio yang beragam dan umumnya menggunakan sistem penjualan otomatis dengan setting cuan 3-5% atau lebih tinggi dari itu jika kesimpulan dari analisa teknikal menunjukkan positif bullish. Para swing trader akan diversifikasi saham mereka dengan merata dengan sistem cut loss yang lumayan panjang.

4. Position Trader
Trader ini bisa disebut juga sebagai investor karena time frame hold saham yang cukup lama yaitu diatas 6 bulanan bahkan tahunan. Analisa yang digunakan adalah fundamental dan murni digunakan untuk menabung dan mencari 2 cuan yaitu deviden tiap tahun dan capital gain ketika dijual. Saham-saham yang aktif disimpan oleh tipe ini adalah saham blue chip atau yang memiliki kapitalisasi pasar besar karena dengan pertimbangan keamanan modal yang diinvestasikan.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Cathodic Protection Condenser Standar EPRI

Diposting oleh On Monday, July 08, 2019

Berdasarkan standar EPRI "Current Cathodic Protection Practice in Steam Surface Condenser" didapatkan informasi bahwa karakteristik cathodic protection adalah :
  • Desain current density umumnya antara 0.5 sampai 2 A/m2 
  • Untuk tipe sacrificial anode, anoda yang lebih umum dipakai adalah magnesium (Mg) dan zinc (Zn) dan yang jarang digunakan adalah steel waster plate 
  • Life time anoda rata-rata 3 tahun
  • Rata-rata jumlah anoda per waterbox adalah 8 buah untuk Mg, 35 buah untuk Zn dan 119 buah untuk steel 
  • Current capacity condenser untuk tipe impressed current adalah 225 amps per condenser dan per-rectifier umumnya 30 volt, 85 amps 
  • Rutin periodik maintenance/pengecekan impressed current system adalah cek electrical output bulanan 
  • Sebagian besar permasalahan adalah kerusakan anoda
Standar arus (current density) yang dibutuhkan untuk protective seperti di tabel berikut :
 
Terdapat 2 tipe cathodic protection standar EPRI dan umum diaplikasikan di PLTU :
1. Impressed Current





 

2. Sacrificial Anode 
 
 
Penjelasan kedua macam tipe tersebut di : Macam-Macam Cara Pencegahan Korosi  

Berikut disajikan perbandingan pemakaian 2 tipe cathodic protection berdasarkan material condenser :
Berdasarkan kedua survey tersebut bisa disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Impressed Current banyak dipakai untuk condenser dengan material : titanium, stainless steel, Cu-Ni
  2. Sacrificial Anode banyak dipakai untuk condenser dengan material : admiralty brass, copper
Referensi : 
[1] EPRI. (1983). Current Cathodic Protection Practice in Steam Surface Condenser. New Jersey

Trend Tahunan Pergerakan Harga Saham

Diposting oleh On Sunday, June 30, 2019

Harga saham sebenarnya memiliki pola yang hampir sama dari tahun ke tahun. Pola atau trend ini banyak dijadikan acuan para investor untuk menentukan arah investasi mereka. Jika dibahas bulanan maka terdapat beberapa kecenderungan pola harga saham, berikut ringkasannya :
Sumber Gambar : www.ellen-may.com
  • Januari 
Bulan ini masih layak sebagai waktu trading karena harga saham masih terpengaruh oleh window dressing (make up harga saham agar bagus di laporan keuangan dan umumnya dilakukan di akhir tahun sebagai laporan tahunan). Bulan ini harga saham bagus karena memasuki tahun baru banyak investor optimis dan kecenderungan membentuk pola positif.
  • Februari-Maret
Bulan ini masih bagus sebagai waktu trading dan beberapa perusahaan sudah mulai menerbitkan laporan keuangan tahunan bahkan sampai tebar deviden. Bulan ini banyak investor menggelontorkan dana investasi besar ketika sudah melihat laporan keuangan tahun sebelumnya dan umumnya mengincar pembagian deviden. Harga saham pada bulan ini bisa naik tinggi ketika pengumuman cum date deviden dan akan turun drastis ketika ex date deviden. Pada bulan ini, investor pemula wajib hati-hati terhadap pergerakan harga saham agar tidak tersangkut pada harga atas.
  • April
Bulan ini adalah awal trend menurun walaupun separuh awal bulan ini diwarnai pembagian deviden namun banyak investor sudah mulai melakukan penarikan uang untuk investasi di bidang lain. Harga saham bulan ini cukup lesu apalagi jika diiringi laporan keuangan Q1 (quarter/kuartal yaitu pembagian 1 tahun menjadi 4 periode yaitu 3 bulanan yaitu Q1, Q2, Q3 dan Q4) tentang pendapatan emiten yang turun dibanding tahun lalu maka harga saham bisa dipastikan turun. Pasar saham pada bulan ini ada trend naik tinggi dan turun drastis sebagai aksi jebakan bandar terhadap investor ritel.

BACA JUGA : Indikator Analisa Saham : Moving Average
 
  • Mei-September
Pada bulan ini, pasar saham sangat lesu dan cenderung sideways dengan volume perdagangan kecil. Sebagai investor jangka panjang cocok investasi pada bulan ini, karena banyak saham bagus sedang diskon besar-besaran dan pasti naik seiiring waktu karena harga saham sudah dinilai sangat murah oleh investor. Sedangkan untuk trader, bulan ini wajib dihindari atau jika memang masih melakukan aktifitas maka yang umum dilakukan adalah trading di saham lapis 3 (harga saham <500) atau menggunakan instrument investasi lain seperti obligasi.
  • Oktober-Desember
Pasar saham mulai bangkit dan terjadi optimisme yang tinggi pada bisnis perusahaan. Para bandar dan perusahaan berlomba-lomba melakukan window dressing agar laporan keuangan tahunan terlihat bagus di mata masyarakat. Para trader akan gencar melakukan transaksi pada bulan-bulan akhir ini dan harga saham cenderung positif naik dan sangat jarang anjlok terlalu dalam. Berbagai data sudah dimiliki oleh investor seperti laporan Q1, Q2 dan Q3 dengan melakukan analisa apakah terjadi trend naik atau turun terutama di segi pendapatan dan hutang. Jika laporan tersebut menunjukkan bagus maka investor akan investasi dalam jumlah besar di emiten tersebut.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Root Cause Failure Analysis (RCFA) Kebocoran Condenser PLTU

Diposting oleh On Sunday, June 23, 2019

Berdasarkan standard EPRI "Condenser Application and Maintenance Guide Chapter VIII" terdapat beberapa kegagalan (failure mechanism) yang sering terjadi di condenser PLTU, sebagai berikut :
  • Condensate Corrosion
Korosi yang terdapat pada steam side dan sering terjadi pada perbatasan tube support. Pengurangan korosifitas dilakukan dengan cara menambahkan oxygen scavenger dan buffer pH yang umumnya digunakan adalah hydrazine dan senyawa amine. Chemical tersebut pada temperatur tinggi bisa membentuk ammonia yang bisa berperan sebagai buffer pH namun untuk material tube yang berbahan copper alloy (Cu) dan sebagaian brasses (kuningan) bersifat korosif (tidak tahan terhadap ammonia) terlebih dengan kehadiran gas CO2 akan memperparah korosifitas material. Pencegahan dengan mengurangi oxygen level, menggunakan material tube dari SS atau titanium.
  • Crevice Corrosion
Terjadi di inner tube condenser dan antara tube dengan tubesheet joint. Tingkat korosifitas diperparah seiiring kenaikan temperatur air dan konsentrasi chloride. Banyak terjadi pada material tube SS dan Cu alloy. Pencegahan dengan seal welding joint dengan material SS, menggunakan cathodic protection dan coating tubesheet.
  • Dealloying
Adalah penghilangan selektif unsur/komponen penyusun material melalui proses elektrokimia. Dealloying sering terjadi di tubesheet dan waterbox dengan proses yang umum terjadi adalah :
  1. Dezincification, adalah proses pengelupasan (leaching) zinc dari brass alloy 
  2. Dealuminumification, adalah leaching alumunium 
  3. Denickelification, adalah leaching nikel 
  4. Graphitization, adalah leaching iron (Fe) yang terjadi di cast-iron (FeC) waterbox sehingga berdampak menyisakan lapisan graphite (C) yang bersifat brittle
  • Erossion-Corrosion
Umumnya failure ini sering terjadi pada material tube copper alloy. Penyebab utamnya adalah flow-induced turbulence sehingga menghilangkan protective oxide film di permukaan material Cu alloy dan tidak terjadi pada material SS dan Ti (titanium) karena lapisan oksida di kedua material tersebut sangat stabil dan tidak mudah terkelupas. Terdapat beberapa syarat velocity fluida agar material tube tidak terjadi erossion-corrosion sebagai berikut :
Berdasarkan tabel tersebut, material SS dan Ti sangat kuat terhadap erossion-corrosion dan tidak terdapat batasan velocity namun semua material akan diperparah kondisinya jika terdapat hal-hal sebagai berikut :
  1. Kemasukan udara (air tidak memenuhi seluruh area tube) 
  2. Kehadiran lumpur atau pasir (turbidity dan TSS cooling water tinggi) 
  3. Kehadiran sulphide (hasil proses metabolisme biota laut)
Sering terjadi di waterbox dan tubesheet, hal ini karena material kedua komponen tersebut kurang bagus (less noble metal) daripada material tube (more noble metal). Karena kedua perbedaan potensial electroda tersebut menyebabkan elektron mengalir dari anoda (kurang nobel) menuju ke katoda (lebih nobel). Umumnya anoda yang mengalami korosi (penipisan) sedangkan katoda tidak (tetap utuh). Untuk mencegah hal tersebut direkomendasikan dipasang cathodic protection, namun permasalahan terkadang juga muncul ketika besaran area yang tercover cathodic protection berlebihan maka yang akan kalah (korosi) adalah material tube condenser.
  • Hydrogen Damage
Terjadi pada inside material SS dan Ti seperti hydrogen stress cracking dan hydriding tetapi material Cu alloy tahan terhadap failure ini. Pada material titanium (Ti), hydrogen terbentuk karena terlalu tingginya arus cathodic protection sehingga ketika bereaksi dengan Ti membentuk titanium hydride yang bersifat brittle (rapuh) dan bisa dilihat microstructure-nya. Sedangkan pada material SS, tingginya arus cathodic protection dapat menghasilkan hydrogen pada permukaan material SS kemudian ber-difusi ke pori-pori metal dan menyebabkan stress cracking. Penanganannya adalah dengan desain arus yang tepat dari cathodic protection untuk mencegah polarisasi tube atau menerapkan protective coating di tubesheet dan waterbox.
  • Random Pitting
Pitting terjadi ketika passive film atau protective film terkelupas dan dengan didukung kondisi yang pas (peningkatan chloride dan sulphide serta temperatur) maka terjadilah pitting corrosion. Pada material Cu alloy, pitting disebabkan karena sulphide yang menyebabkan protective layer tidak terbentuk, sedangkan pada material SS keberadaan MnO2 dapat menyebabkan pitting yang berasal dari strong oxidizing agent yang bereaksi dengan ferrous metal. Chemical MnO2 juga bisa terbentuk karena oksidasi biocide seperti halogen, peroxide dan ozone. Pencegahan dengan menjaga tube bersih, menghindari tube tidak beroperasi lama dan disarankan melakukan preservasi, membersihkan area ketika proses maintenance/outage selesai, mencegah biological fouling yang berlebih dan memberikan injeksi kimia yang tepat.
  • Steam Side Erosion
Terjadi pada outside tube karena pengaruh wet steam atau water droplet pada kecepatan tinggi yang kontak dengan permukaan tube. Penanganan dengan menggunakan material yang lebih resistant seperti SS dan Ti, menggunakan protector shield/protective jacket berbahan SS pada tube paling atas (dekat steam turbine)
  • Stress Corrosion Cracking (SCC)
Permasalahan yang terjadi pada outside tube yang berbahan Cu alloy dan sebagian brasses. SCC pada material Cu alloy diperparah dengan adanya ammonia.

 BACA JUGA : Macam-Macam Korosi Material


  • Vibration Damage
Terjadi karena high flow steam yang mengenai tube paling ujung dan akan terjadi vibrasi lebih parah karena jarak antar support yang terlalu renggang. Penggunaan material dengan thickness rendah seperti SS dan Ti akan menambah kemungkinan terjadinya vibrasi dan sifat properties Ti yaitu low modulus eleasticity akan menghasilkan lebih besar pembelokan/penekukan material karena vibrasi. Penanganan dengan menambah tube support agar jarak menjadi lebih pendek dan menambah baffle agar flow menyebar.

Referensi : EPRI Condenser Application and Maintenance Guide

Bagaimanakah Cara Mendapat Deviden Saham

Diposting oleh On Monday, June 17, 2019

Deviden adalah laba yang dibagikan perusahaan kepada investor. Deviden yang umum dibagikan di saham ada 2 yaitu deviden tunai (dibayarkan dalam bentuk uang) dan deviden saham (dibayarkan dalam bentuk lot saham). Sebuah perusahaan Tbk ketika akan membagikan deviden harus melewati rapat umum pemegang saham (RUPS) dimana dalam rapat akan diputuskan dana perusahaan digunakan sebagai apa baik kas dan labanya. Laba yang didapatkan selama 1 tahun bisa diputuskan ditahan atau dibagikan tergantung keputusan dalam RUPS apakah laba untuk pengembangan/ekspansi bisnis atau dibagikan kepada investor. Jika RUPS memutuskan dibagikan maka investor akan mendapatkan deviden
Berikut istilah-istilah yang penting ketika perusahaan akan membagikan deviden :
  • Price : besaran nominal deviden per lembar saham
  • Cum Date : tanggal penentuan investor yang berhak mendapatkan deviden
  • Ex Date : tanggal berakhirnya masa cum date (pencatatan penerima deviden)
  • Payment Date : tanggal pembayaran deviden ke investor
Penetapan deviden menjadikan angin segar sebuah harga saham karena investor tentu berbondong-bondong membeli ketika cum date agar tercatat sebagai penerima deviden. Perusahaan yang bagus akan terus menjaga ratio deviden untuk menjaga minat investor dan sebagai imbal balik atas dana yang telah disetor. Akibat yang umum terjadi ketika perusahaan akan membagikan saham adalah harga saham tiba-tiba melonjak tinggi ketika cum date dan akan menurun drastis ketika ex date. Laba yang dibagikan umumnya berkisar antara 25-80% dan perusahaan yang membagikan presentase laba yang besar tentu memiliki kapitalisasi modal yang sangat besar. Saham-saham yang royal membagikan deviden dengan nominal besar adalah ITMG, UNTR, GGRM, UNVR, HMSP.
  • Bagaimana penulis mensiasati agar mendapatkan deviden ??
Penulis mengumpulkan data waktu pembagian deviden saham tahun lalu dan kemungkinan berubah bulan sangat kecil. Setelah tahu waktunya maka penulis memilih saham LQ45 dengan alasan ketika harga saham volatile maka harga tidak jatuh terlalu dalam dan cepat bangkit. Alasan pemilihan saham tersebut karena fluktuatif harga saham pasti terjadi selama masa cum date sampai ex date. Ketika pembelian pun sudah berpikir matang jauh-jauh hari ketika harga saham sedang diskon/koreksi dan mengumpulkan dengan lot bertahap sampai terkumpul dalam jumlah besar.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Macam-Macam Grease Lubrication (Pelumas)

Diposting oleh On Monday, June 10, 2019

Grease (Bahasa Jawa : gemuk ) : pelumas semi-solid (gel) yang terbuat dari 3 bahan utama yaitu base lubricant/oil/lemak (hewani atau nabati), thickener (pengental) dan aditive sehingga grease memiliki high viscosity. Grease berguna sebagai lubricating or sealing dengan fungsi-fungsi yaitu base lubricant untuk mengurangi gesekan, thickener untuk mempertahankan posisi pelumas ketika benda berputar dan aditive untuk meningkatkan sifat chemical properties sesuai tempat aplikasi. Penggunaan umumnya pada equipment yang lambat pergerakannya (slow moving) seperti gearbox, journal bearing, ball joint, roller conveyor dan heavy equipment
Sistem kategori grease distandarkan oleh "National Lubricting Grease Institute-NLGI" sebagai berikut :
  • Nilai 000-6 (000 = softest/liquid dan 6 = hardest/solid) umumnya grease diberi kode #2 (sesuai standard butter)
  • LA & LB : untuk chassis lubricant dan GA, GB & GC untuk wheel bearing


Istilah-istilah yang sering digunakan adalah :
  • Dropping Point : titik (temperatur) dimana grease melewati dari keadaan solid ke liquid (titik tetes)
  • Oxidation Stability : ketahanan grease terhadap chemical yang disebabkan karena udara atmosfer yang bisa menyebabkan reaksi oksidasi

Berikut macam-macam grease lubrication yang dibedakan berdasarkan thickener :
  • Straight Lithium
  • Lithium Complex
Good water resistence dan tahan temperatur sampai 150 degC
  • Alumunium Complex
Good high temperature (177-204 degC), good water resistant, good oxidation stability dan good pumpability. Cocok digunakan untuk peralatan yang memproduksi barang food grade
  • Polyurea
Good oxidative resistance dan banyak digunakan pada komponen elctric motor
  • Organophilic Clay
Dibuat dengan memberikan arus listrik sehingga clay menjadi bermuatan ion. Grease ini tidak cocok jika di-mixing dengan grease tipe lain karena dikhawatirkan muatan listrik menjadi tidak stabil. Sifat properties good high temperature
  • Calcium Complex
Good water resistance dan good lower temperature (<65 degC)
  • Calcium Sulphonate
Very good corrosion resistance
  • Sodium
Good adhesion dan corrosion protection namun tidak bisa digunakan di air
  • Silicone Grease
Terbuat bukan dari based oil melainkan dari silicone based. Cocok digunakan pada high temperature dan rubber sealing karena sifatnya yang tidak merusak karet

Referensi :
[1] www.efficientplantmag.com. (2009). Grease Basic : Selection and Application
[2] www.penriteoil.com. Understanding Greases

Apakah Saham Sebagai Alat Investasi

Diposting oleh On Tuesday, June 04, 2019

Saham adalah salah satu jenis investasi yang cukup menggiurkan walaupun diluarsana banyak yang mengatakan bahwa saham bukan investasi. Penulis menyebutkan bahwa saham adalah investasi karena saham bisa berkembang dari sisi value dan bisa disebut asset. Sedangkan pengertian asset adalah sesuatu yang bisa berkembang walaupun pemilik tidak mendayagunakan. Saham adalah bukti kepemilikan investor terhadap perusahaan namun investor tidak serta merta bisa mengambil alih seluruh asset perusahaan. Mengapa demikian ?? karena di struktur keuangan perusahaan terdapat 2 modal yaitu modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri adalah modal yang dimiliki oleh pendiri perusahaan sedangkan modal pinjaman seperti bank, saham dan obligasi. Saham di perusahaan terbagi menjadi 2 yaitu saham prioritas/utama (preference stock) dan saham umum/publik (common stock). Pengelompokkan saham tersebut berdasarkan pengaruh besaran nominal modal yang diberikan ke perusahaan serta kewajiban perusahaan terhadap pengelolaan resiko modal usaha.
Sumber Gambar : www.majalahpajak.net
Bagaimanakah maksud dari pengelompokan saham tersebut ??
Preference stock umumnya menguasi >51% saham dan investor ini mendapatkan tempat istimewa di perusahaan seperti pengendali RUPS dan jikalau perusahaan bangkrut maka dana yang tersisa dari penjualan asset harus dibayarkan terlebih dahulu ke investor ini. Sedangkan common stock adalah saham public yang diperdagangkan di pasar modal, dimiliki oleh banyak investor yang tercatat di bursa efek dan tetap memiliki hak suara di RUPS. Jika perusahaan rugi dan harus menjual asset maka pengembalian dana investor dilakukan setelah kewajiban terhadap preferred stock dipenuhi terlebih dahulu.

Bagaimana strategi investor ritel menanggapi sistem pengelompokan seperti itu ??
Pemilihan saham dengan fundamental bagus wajib dilakukan, karena jangan sampai perusahaan tersebut rugi dan menjual asset. Ciri-ciri perusahaan yang bagus adalah barang tersebut dibutuhkan oleh banyak orang, tidak tergerus oleh kemajuan jaman dan sistem permodalan yang kuat. Dengan memilih perusahaan seperti itu untuk investasi, maka bisa dipastikan harga saham akan terus-menerus naik karena permintaan akan selalu lebih besar dari penawaran.
Mengapa beberapa orang masih menyebut saham bukan sebagai alat investasi ??
Karena disaham diawal pemilihan masih membutuhkan analisa yang cukup mendalam dan seiring waktu terdapat kenaikan dan penurunan value walaupun didalam penurunan dan kenaikan tersebut disertai data-data yang transparan. Orang yang menganggap saham bukan alat investasi adalah investor yang hanya menempatkan modalnya tanpa disertai alasan yang kuat (misal tidak memperhitungkan analisa fundamental maupun teknikal). Sedangkan bagi orang yang mengerti betul tentang saham maka cara pandang tersebut adalah kebalikannya.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Siklus 5 & 10 Tahunan Pasar Modal IHSG

Diposting oleh On Friday, May 31, 2019

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah rata-rata harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga IHSG melambangkan kecenderungan saham yang beredar di Indonesia apakah sedang bergerak trend bullish atau bearish. Dari awal saham diperdagangkan terdapat siklus tahunan yang hampir mirip efeknya terhadap pasar saham seperti siklus 5 tahunan dan 10 tahunan akibat PEMILU. Sejak rezim orde baru runtuh Tahun 1998 dimana Indonesia dilanda krisis moneter yang mengakibatkan inflasi besar-besaran di Indonesia dan banyak industri berjatuhan maka IHSG juga tak luput terkena dampaknya. IHSG Tahun 1998-1999 menunjukkan penurunan yang sangat tajam sehingga banyak investor mengalami kerugian yang sangat besar. Pada tahun tersebut, seluruh harga kebutuhan naik sampai 10-20x dan uang tidak bernilai tinggi sehingga bisa dikatakan ekonomi Indonesia paling parah sejak pemerintahan terbentuk. Tahun berikutnya menjelang siklus 5 tahunan, IHSG secara pelan bergerak trend bullish dan bahkan ketika selesai PEMILU diadakan Tahun 2003-2004, IHSG malah menunjukkan taringnya dengan menghijau yang terus-menerus. Siklus 10 tahunan berikutnya yaitu Tahun 2008-2009, Indonesia dilanda inflasi yang cukup tinggi namun tidak menimbulkan chaos di pemerintahan. Pada tahun tersebut, IHSG sempat jatuh namun tidak separah Tahun 1998 sampai akhirnya banyak investor saham yang jatuh ke jurang kerugian dan lama untuk bangkit kembali. Munculnya ide analisa siklus 5 dan 10 tahunan adalah efek dari kejadian beruntun ini.

BACA JUGA : Trend Tahunan Pergerakan Harga Saham
 
Sumber Gambar : www.stockdansaham.com
Siklus 5 tahunan berikutnya yaitu Tahun 2013-2014 ketika pemilihan presiden petahana habis 2 periode dan pertarungan baru bagi para capres-cawapres maka IHSG menyentuh level hijau yang menunjukkan optimisme investor pada kestabilan politik di Indonesia. Memang benar, Tahun 2013, ekonomi-politik Indonesia stabil dengan terpilihnya presiden baru. Pemerintahan presiden baru mulai merombak sistem yang ada dan melakukan genjotan investasi besar-besaran di infrastruktur dan energi terutama pemerataan listrik dan BBM dengan harga yang sama di seluruh Indonesia. Kepemimpinan presiden ini, banyak saham yang terus-menerus bullish seperti sektor infrastruktur, pertambangan, perbankan dan properti. Saham Indonesia menjadi yang terbaik di Asia dari segi pertumbuhan. Namun siklus 10 tahunan berikutnya menunjukkan sesuatu yang berubah, tepatnya Tahun 2018-2019 pemilu yang merebutkan kursi petahana dilanda aksi makar dan gejolak politik di tanah air. Aksi jual saham besar-besaran oleh investor asing yang diikuti investor domestik membuat IHSG terpuruk paling parah selama dekade terakhir. Tepatnya 1 bulan setelah pemilu diadakan, IHSG terus turun tajam sampai pengumuman resmi presiden terpilih diumumkan. Setelah pengumuman resmi, para investor yakin Indonesia masih aman dan pemerintah sanggup meredam aksi kebrutalan rakyat. Investor asing dan domestik ramai-ramai melakukan aksi beli yang membuat IHSG terus menghijau.




Kesimpulan yang bisa dipetik dari siklus IHSG ini adalah :
  • Sebaiknya untuk trader, 1 bulan sebelum pemilu harus sudah menarik semua investasi di saham dan membuat portfolio cash semua atau jika ingin spekulatif buy maka sebaiknya memilih saham aman yaitu blue chip sektor consumer good karena diyakini tidak akan goyang dan tergerus oleh apapun karena menyediakan kebutuhan hidup
  • Para investor jangka panjang, sebaiknya membeli ketika harga saham sudah terdiskon sangat dalam karena pada moment tersebut banyak sekali saham ber-fundamental bagus sedang murah-murahnya
  • Pada siklus 5 dan 10 tahunan, sebaiknya investor memilih investasi aman seperti obligasi dan deposito sampai benar-benar kondisi politik di tanah air sudah stabil
  • Jika pada masa itu, investor memiliki saham yang tersangkut alangkah baiknya dilakukan cut loss mengingat situasi ke depan belum tahu seperti apa, apakah ada aksi penggulingan pemerintahan yang sah, demo besar-besaran dan anarkis
  • Saham-saham yang tidak direkomendasikan sama sekali ketika siklus 5 dan 10 tahunan adalah sektor perbankan karena jika inflasi melonjak sangat tinggi tidak terkendali dan ekonomi Indonesia hancur, maka uang investasi tidak akan bernilai dan yang tetap memiliki nilai hanya "emas logam mulia"
Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Bagian-Bagian dari Transformator (Trafo) Arus Kuat 3 Phase (R-S-T)

Diposting oleh On Wednesday, May 29, 2019

Transformator (Trafo) adalah peralatan untuk menaikkan (step up) atau menurunkan (step down) tegangan listrik arus bolak balik (AC). Peralatan ini di PLTU berperan sangat vital dimana arus listrik yang ditimbulkan dari gerakan bolak-balik medan magnet di generator ditransferkan ke trafo dan siap untuk didistribusikan dengan pengelolaan di gardu induk. Berikut gambar trafo yang ada di PLTU :
Gambar 1. Trafo 3 Fase di PLTU
Di PLTU trafo ini dilakukan kegiatan predictive dan preventive maintenance meliputi uji DGA, uji BDV, uji furan, thermography, pengamatan warna silica gel, pengamatan oil level indicator dan temperature oil trafo. Untuk mengetahui lebih lanjut mengapa harus ada beberapa kegiatan maintenenace seperti itu, seorang engineer harus dituntut mengerti bagian-bagian penyusun trafo agar ketika terjadi permasalahan (fault) bisa paham untuk penentuan root cause-nya. 
Berikut bagian-bagian dari trafo arus kuat 3 phase :
  • Insulated Frame
Bagian tempat melekatnya pelat-pelat tipis konduktor (iron) yang terbuat dari bahan isolator seperti kayu (selulosa).
Gambar 2. Insulated Frame
  •  Laminated Sheet
Pelat-pelat tipis konduktor (iron) yang tersusun berlapis-lapis sampai membentuk ketebalan tertentu. Ini berfungsi sebagai sebagai pendukung kerja magnetic circuit dan untuk mengurangi potensi losses eddy current (arus sekunder yang dihasilkan dari arus primer).
Gambar 3. Laminated Sheet
  •  Laminated Core 
Gambar 4. Laminated Core
  • Limb
Gambar 5. Limb
  •  Insulated Sheet
Lembaran isolasi yang umumnya adalah isolasi kertas (selulosa), digunakan untuk mencegah short circuit antara high voltage dengan low voltage 
 
Gambar 6. Insulated Sheet
  •  Low Voltage
 Bagian dari arus listrik yang bertegangan rendah,
Gambar 6. Low Voltage
  •  High Voltage
Bagian dari arus listrik yang bertegangan tinggi.
Gambar 7. High Voltage
  •  Insulation Coil
Gambar 8. Insulation Coil
  •  Casing Trafo
Lapisan luar trafo yang berfungsi melindungi winding dan core dari pengaruh luar (atmosfer).
Gambar 9. Casing Trafo
  •  Conservator
Berbentuk seperti drum yang digunakan untuk menampung oil insulation. Pada area ini dilengkapi level indicator dan silica gel untuk menyerap water content. Oli di trafo menyelimuti seluruh volume trafo, sehingga koil untuk high voltage dan low voltage semuanya terendam di oli. Terdapat 2 isolasi yang ada di dalam trafo yaitu padat (kertas selulosa) dan cair (oli). Fungsi dari isolasi adalah mencegah kontak antara koil yang bisa menyebabkan short circuit dan juga sebagai peredam ketika terjadi spark (percikan bunga api listrik).
 


Gambar 10. Conservator & Oil Trafo
  •  Bucholz Relay
Berfungsi sebagai katup pengaman ketika didalam trafo terjadi fault.


Gambar 11. Bucholz Relay
  • High Voltage Bushing 
Bushing berfungsi sebagai packing/isolasi antara tegangan yang dihasilkan dari koil di dalam trafo untuk ditransferkan keluar trafo menuju gardu induk sehingga potensi kontak dengan atmosfer bisa terjadi dan bisa menyebabkan short cicuit. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatkan packing dengan bentuk yang bersirip adalah untuk memperpanjang proses cooling karena udara yang lewat dan umumnya bahan isolator adalah keramik.
Gambar 12. High Voltage Bushing
  •  Low Voltage Bushing
Gambar 13. Low Voltage Bushing
  •  Explosion Vent
Didalam operasi trafo kemungkinan bisa terjadi degradasi selulosa dan terbentuk gas-gas terlarut karena temperatur operasi yang berlebihan dan uji yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan gas-gas tersebut adalah uji DGA dan uji furan. Jika penanganan terhadap gas-gas tersebut telat maka trafo memiliki sistem proteksi sendiri yaitu explosion vent sehingga mengurangi akumulasi gas-gas berbahaya yang bisa menyebakan ledakan.
Gambar 14. Explosion Vent
  •  Radiator and Fan
Berfungsi sebagai pendingin trafo dan komponennya sehingga dengan temperatur yang dijaga tidak lebih dari 150 C maka proses pembentukan gas-gas terlarut (key gas) tidak terjadi.
Gambar 15. Radiator & Fan
  •  Temperature Gauge
Pembacaan temperatur oli di trafo yang juga bisa digunakan untuk menggambarkan potensi pembentukan gas-gas terlarut.
Gambar 16. Temperature Gauge
  •  Drain Valve
Akses untuk melakukan drain oil ketika penggantian atau mengurangi sedimen yang mungkin ada. Pengambilan sampling untuk berbagai uji juga dilakukan di tempat tersebut.
Gambar 17. Drain Valve

Referensi : Construction of Three Transformer. (2016). www.youtube.com