Trending Topik

Pengalaman Jual-Beli Online di Marketplace Tokopedia

Diposting oleh On Wednesday, October 21, 2020

Sudah dipaparkan detail cerita penulis memulai terjun di dunia marketplace, baca di artikel sebelumnya "Pengalaman Jual-beli di Marketplace Bukalapak" sehingga di artikel ini akan langsung diceritakan pengalaman penulis selama menjadi buyer dan seller di Tokopedia. Tahun 2015-2017, penulis senang belanja di Bukalapak namun Tahun 2018 keatas penulis lebih senang belanja di Tokopedia dengan beberapa alasan yaitu Tokopedia lebih dahulu beralih ke sistem uang digital menggandeng platform OVO dan banyak memberikan cashback berupa OVO points, sedangkan Bukalapak telat dalam hal ini yang nantinya menggandeng platform DANA.

Tahun 2018 keatas, Tokopedia gencar iklan di media sosial, banner di jalanan dan TV sehingga masyarakat mulai mengenalnya. Tokopedia juga memberikan fitur yang membuat nyaman konsumen yaitu lewat pecahkan telur setiap berapa jam sekali dan penulis juga sangat senang memecahkan telur tersebut untuk mendapatkan kupon undian walaupun dirasakan sangat konyol dan kurang berguna (entah karena penulis tidka tahu pengumuman atau memang Tokopedia tidak memberikan akses luas informasi), namun dengan metode tersebut, Tokopedia telah berhasil memikat banyak hati konsumen untuk mampir melihat platform-nya. Penulis pada tahun tersebut telah meninggalkan pembelian di Bukalapak dan beralih nyaman di Tokopedia. Pada itu juga muncul penantang baru yaitu Shopee, namun penulis merasakan platform Shopee kurang easy bagi user pemula yang browsing produk sehingga masih ditinggalkan dan tetap memilih Tokopedia

Pengalaman penulis sebagai seller dimulai Tahun 2017 dengan instalasi beberapa platform yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya. Awal mulai jualan di Tokopedia kurang diminati oleh buyer, bahkan teknik bakar uang dengan iklan yang telah dijalankan penulis di Tokopedia tidak membuahkan hasil apapun karena teknik Tokopedia yang cukup jelek yaitu menyebarkan produk ke semua media sosial, baik di klik ataupun tidak oleh pengunjung maka pengiklan tetap harus membayar sehingga indikator keberhasilan dan tepat sasaran tidak bisa terukur. Hal ini berbeda dengan teknik yang dimiliki Bukalapak yaitu berbayar ketika di klik pengunjung dan terbukti efektif mendatangkan buyer.

Seiiring berjalannya waktu, Tokopedia melakukan pembenahan sistem iklan seperti Bukalapak dan kali  ini terbukti cukup efektif mendatangkan pengunjung walaupun tidak seimbang antara pengeluaran dan penghasilan. Teknik iklan kemudian ditinggalkan penulis dan beralih ke teknik otomasi judul dan dari teknik ini Tokopedia memberikan feedback sangat bagus dibandingkan Bukalapak, terbukti penjualan meningkat drastis mengalahkan Bukalapak dan status toko menjadi 2 bintang perak dalam waktu singkat. 

Pada Tahun 2019 ke 2020 adalah masa keemasan Tokopedia dan menjadi raja marketplace di Indonesia. Pamor Bukalapak turun dan menjadi tumbal yang siap mati terbukti dengan PHK massal dan pergantian tongkat kepemimpinan. Tokopedia pada Tahun tersebut banyak mendapatkan award untuk kategori marketplace dan dari segi pelayanan komplain Tokopedia memberikan pelayanan yang sangat bagus dibadingkan Bukalapak dengan hadirnya No. Telp CS yang bisa dihubungi kapanpun, chatting CS yang fast response by FB dan chatting CS by aplikasi, dimana hal ini tidak dimiliki oleh Bukalapak.

Memasuki awal Tahun 2020, Tokopedia terlena dengan mahkota-nya dan tidak menyadari akan hadirnya kompetitor yang  lebih inovatif yaitu Shopee. Platform orange itu, gencar iklan secara masif di semua media dan promo gila-gilaan sehingga masyarakat mulai tertarik untuk install dan menjajaki platform Shopee sampai akhirnya tumbanglah dominansi Tokopedia di Tahun 2020 ini. Lebih detail baca "Pengalaman Jual-beli di Marketplace Shopee"

Referensi: Pengalaman pribadi jual-beli di marketplace

Pengukuran Silt Density Index (SDI) Berdasarkan Standard ASTM D4189-82

Diposting oleh On Saturday, October 17, 2020

Silt Density Index (SDI) adalah parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat fouling air umpan yang umumnya akan mengalir melewati membrane Reverse-Osmosis (RO). Dengan kata lain, SDI adalah tingkat ukuran kemungkinan membrane akan buntu oleh suspended solid. Fouling adalah istilah pencemaran/pengendapan/pembuntuan yang umum digunakan di RO system, walaupun sebenarnya istilah ini sama dengan scaling, slagging dan deposit. Untuk detail baca di " Arti Istilah-Istilah Mirip di Teknik". 

4 tipe fouling yaitu: (i) scale, (ii) silt (particular), (iii) biofouling (bacteria), dan (iv) organic fouling (oil & grease). Silt particular bisa bersumber dari organic colloid, iron corrosion product, precipitated iron hydroxide, alga, suspended solid dan dissolved solid.

SDI standar yang diterapkan di PLTU adalah untuk umpan air laut SDI < 5 dan umpan air payau (brackish water) SDI < 4 dengan syarat parameter turbidity air umpan yang masuk SDI test kit < 1 NTU dengan temperatur yang tetap dijaga konstan karena perubahan 1oC bisa menyebabkan perubahan flow sebesar 3%. Berikut gambar SDI test kit:

Gambar 1. SDI Test Kit Skema
Gambar 1. SDI Test Kit Skema


Inti dari SDI test adalah melewatkan air umpan dengan pressure dijaga tetap sesuai persyaratan yaitu 30 ± 1 psi pada kertas filter 0.45 ± 0.02 µm. Daya tembus air dalam menghasilkan per volume per waktu itulah yang akan dihitung.
Berikut prosedur detailnya:
  1. SDI test kit di pasang sesuai Gb 1 dan memastikan material logam tahan terhadap korosi dan bahan kimia seperti bahan dari SS atau plastik dan menghindarkan penggunaan CS
  2. Menyiapkan pressure regulator dengan kapasitas max 50 psi karena dalam aplikasinya digunakan 30 ± 1 psi. Ketika aliran umpan secara normal tidak mencapai 30 psi maka diperlukan booster pump agar tercapai pressure tersebut
  3. Menyiapkan kertas filter, diameter 25/47/90 mm dengan pore size 0.45 ± 0.02 µm. Sebelum filter dipasang pastikan line sudah di-drain untuk membuang sisa kotoran yang mungkin masih tersangkut. Kemudian memasang O-ring pada wadah kertas filter dan mengencangkan
  4. Menyiapkan beaker glass 500 mL (bisa dipakai volume lain jika terdapat syarat yang belum terpenuhi seperti detail dibawah)
  5. Menyiapkan stopwatch
  6. Memutar ball valve dan mengisi beaker glass 500 mL sampai terisi penuh dan mencatatnya. Waktu ini digunakan sebagai blanko (pembanding kenormalan ketika filter sudah terpasang). Menutup ball valve
  7. Memastikan semua sudah terpasang tanpa ada kebocoran sesuai Gb 1
  8. Memutar ball valve dan mengisi 500 mL beaker glass serta mencatat waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh sebagai (t1 = initial time). Nilai t1 seharusnya adalah ±10% dari waktu ketika aliran air tidak diberi filter (waktu blanko). Jika t1 < 90% dari waktu ketika aliran air tidak diberi filter itu bisa dipastikan filter telah jebol dan jika t1 > 110% maka beaker glass yang disarankan adalah 250 mL atau 100 mL (karena terlalu jauh perbedaan waktunya)
  9. Ketika menggunakan volume beaker glass yang berbeda maka semuanya harus distandarkan terlebih dahulu agar sama mulai dari standard awal (blanko)
  10. Mengukur waktu lanjutan setelah initial time (ti) umumnya dimulai dari 15 menit. Ketika sudah 15 menit, melakukan pengisian beaker glass 500 mL (misalnya) dan mencatat waktu sebagai final time (tf)
  11. Waktu bisa diubah menjadi 5 atau 10 menit ketika persyaratan %P30 >75% namun jika <75% maka waktu 15 menit bisa diterima
  12. Melakukan perhitungan %P30 dan SDIt seperti formula dibawah ini:
Setelah didapatkan data SDI, maka bisa disimpulkan sebagai berikut:
Sebagai catatan, ketika temperatur air umpan berbeda, kertas filter berbeda pabrikan maka nilai SDI tidak bisa dibandingkan head to head dan nilai SDI yang didapatkan ini hanya sebagai capture di waktu tersebut saja.

Kutip Artikel sebagai Referensi (Citation)
Feriyanto, Y.E. (2020). Pengukuran Silt Density Index (SDI), Best Practice Experience in Power Plant. www.caesarvery.com. Surabaya

Referensi:
[1] Feriyanto, YE. (2020). Best Practice Experience in Power Plant. Surabaya

Shopee Pay Pendatang Baru Tanpa Saingan

Diposting oleh On Wednesday, October 14, 2020

Sebagian besar orang akan bingung dengan judul yang penulis buat karena penyelinapan si adik yaitu Shopee Pay untuk merebut tahta sang kakak yaitu OVO sangat halus tanpa iklan dan di waktu yang tepat. Dia datang seperti adik yang cerdik dimana kakaknya sudah kelelahan dalam hal berlari terus semakin tinggi dan tinggi. Penulis sendiri sesudah adanya kelonggaran aktivitas karena pandemi COVID-19 mencoba jalan-jalan ke outlet franchise dan betapa terkejutnya terdapat tempelan yang menerima pembayaran dengan Shopee Pay terlebih terdapat tulisan diskon gilan-gilaan.

Rasa penasaran penulis muncul, kemudian mencoba mencari tahu dan browsing di internet ternyata semester 2 Tahun 2020, Shopee Pay telah melebarkan sayap dominansinya ke sistem pembayaran digital di Indonesia. Tidak berselang lama, penulis mencoba jalan-jalan ke mall dan betapa terkejutnya bahwa Shopee Pay juga sudah masuk ke outlet-outlet tanpa ada saingan dari platform lain. Murni beruntungkah atau strategi Shopee Pay yang tepat untuk masuk karena waktu ini 2 raksasa yaitu Go-pay dan OVO sudah tidur pulas??.

Penulis yang notabene sudah sangat suka pembelian online lewat Shopee dan pengisian saldo Shopee Pay yang cukup banyak maka ketika di outlet dan toko franchise bisa pakai Shopee Pay mencoba melakukan pembayaran digital dengan itu dan betapa terkejutnya yaitu cashback yang diberikan dalam bentuk Points sangat besar melebihi Go-Pay, OVO dan DANA pada masa kejayaannya. Apakah teknik bakar-bakar uang Shopee Pay ini akan terus berlangsung atau ada penantang baru yang muncul atau malah kakaknya yang sedang tidur akan bangun lagi untuk merebut tahta kembali, akan kita lihat dan analisa lagi kedepan.

Berdasarkan pengalaman penulis menggunakan Shopee Pay di platform Shopee, memang diskon yang diberikan sangat-sangat gila meliputi hampir semua penjualan jenis produk yang ada di marketplace lain dan tidak tertandingi sampai waktu tulisan ini dibuat (semester 2 Tahun 2020). Hadirnya persaingan yang sehat ini, menguntungkan konsumen namun kita semua tidak tahu visi dan misi mereka selanjutnya dan akan kami bahas detail di artikel "Mengapa Platform Digital Bakar-Bakar Uang??".

Referensi: Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait

Pengalaman Jual-Beli Online di Marketplace Bukalapak

Diposting oleh On Sunday, October 11, 2020

Penulis mulai berubah gaya beli dari offline ke online mulai Tahun 2015 dengan alasan barang yang sulit dicari di toko fisik akan tetap ada di toko online dengan harga yang bisa dibandingkan secara langsung. Penulis melakukan instalasi platform seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada dan Bli-Bli.com, kemudian mencoba melakukan pencarian produk yang dicari dan disimpulkan bahwa dari semua platform tersebut yang eye catching dengan fitur yang mudah digunakan oleh user pemula adalah Bukalapak.

Tahun 2015-2018, Bukalapak adalah raja marketplace dengan iklan yang bisa kita temui dimana-mana dan panggilan akrab penjual adalah juragan tidak asing di telinga kita dan jika ingin bertanya produk yang terbawa sampai sekarang yaitu: "ready gan??" itu berasal dari platform Bukalapak ini. Bukalapak memberikan banyak produk bersaing yang cukup bagus sehingga buyer dibuat kebingungan memilih lapak seller yang mana. Diskon gratis ongkir kala itu belum banyak diberikan sehingga penulis sebagai buyer memilih produk dengan biaya ongkir paling minim dan produk sudah banyka dibeli oleh banyak orang lewat pemberian rating.

Penulis menjadi seller mulai Tahun 2018 dan kala itu mempunyai 2 platform saja yaitu Bukalapak dan Tokopedia. Pada tahap penjualan pertama di toko online, Bukalapak memberikan feedback penjualan cukup bagus dari para buyer sebagai hasil teknik bakar uang yang telah dilakukan oleh penulis untuk mengangkat produk pada pencarian keatas. Dalam hal iklan, menurut penulis Bukalapak menang daripada Tokopedia, dimana Bukalapak memakai teknik Promoted Push dan Promoted Keyword yang tepat sasaran dan memberikan imbal hasil yang memuaskan. Teknik bakar uang yang telah dilakukan terbukti efektif dalam hal penjualan dan dalam waktu singkat status seller menjadi pedagang besar sedangkan teknik iklan di Tokopedia boncos tidak menghasilkan apa-apa. 

Selama menjadi seller, ketika 2 platform terdapat komplain maka Bukalapak memberikan pelayanan yang sangat buruk, tidak ada nomor kontak dan email/chatting yang dibalas lama sedangkan Tokopedia menang dalam hal ini. Walaupun memiliki kelemahan tersebut, sampai Tahun 2019 penjualan di Bukalapak memberikan hasil yang menggiurkan dibandingkan dengan Tokopedia.

Pada masa itu, boleh dibilang Bukalapak mencapai masa keemasan dan menjadi tujuan para buyer online, sampai akhirnya Bukalapak yang terlena dengan mahkota-nya tidak sadar bahwa kompetitor-nya sedang menyiapkan amunisi untuk menghancurkan dan sampailah tiba di jaman keemasan Tokopedia. Lebih jelasnya pengalaman di Tokopedia baca di" Pengalaman Jual-Beli Online di Marketplace Tokopedia".

Referensi: Pengalaman pribadi jual-beli di marketplace

Apakah Kejayaan Go-Pay dan OVO sudah Berakhir

Diposting oleh On Wednesday, October 07, 2020

Masih teringat ketika penulis mengalami masa-masa kejayaan 2 raksasa sistem pembayaran digital yaitu Go-Pay dan OVO yang terus-menerus bakar uang dengan memberikan diskon kepada konsumennya, dimana banner-nya ada disetiap outlet di Mall, Bandara, Apotek dan Toko. Penulis menceritakan pengalaman di Tahun 2017-Akhir 2019, dimana penulis kala itu sering mendapat tugas perjalanan dinas dari Aceh sampai Maluku sehingga cukup mengikuti perkembangan perang pembayaran digital antara 2 kubu tersebut.

Awal mula Go-Jek berdiri langsung mengenalkan sistem cashless yaitu Go-Pay dan memanjakan pengguna aplikasi Go-Jek untuk mendapatkan diskon ketika memakai Go-Pay dibandingkan uang tunai. Penulis karena sering pulang-pergi dari dan ke bandara terlebih ketika di kota tujuan tidak ada transportasi yang murah selain Go-Jek maka saldo Go-Pay pun selalu terisi dengan uang digital cukup banyak. Diskon yang diberikan lewat pembayaran Go-Pay sangat menggiurkan dan penulis tidak berpindah ke lain hati seperti Uber atau Grab karena Go-Jek memang memiliki kelebihan disana.

Ekspansi terus-menerus dilakukan Go-Jek sebagai upaya inovatif menjadi platform yang dibutuhkan masyarakat dan penulis ketika mengisi pulsa juga kecanduan menggunakan aplikasi Go-Jek karena adanya diskon yang menggiurkan. Tidak cukup sampai disitu, Go-Pay merambah ke toko-toko outlet di mall dan bandara dengan program diskonnya, lagi-lagi penulis dibuat tercengang dengan ulah bakar-bakar uang Go-Jek dan terbukti bisa memikat penulis serta kebanyakan masyarakat untuk memakai sistem pembayaran digital mereka.

Disisi lain, terdapat penantang baru yang sudah cukup lama mengintai dan ingin mencuri strategi Go-Pay yaitu OVO yang menghadirkan segudang inovasi dan teknik bakar-bakar uang yang melebihi Go-Pay. Penulis sempat dibuat bimbang dan terus membandingkan besaran diskon di setiap banner yang terpampang di outlet-outlet, kali ini OVO menang bisa menggaet penulis untuk beralih ke sistem pembayaran digital karena diskon yang lebih besar daripada OVO serta jaringan kerjasama toko yang lebih banyak. Disisi lain cashback OVO dalam bentuk OVO Points sangat bermanfaat karena bisa langsung dibelanjakan tidak seperti Go-Pay yang lewat rolling games walaupun semakin kedepan sistem cashback Go-Pay lebih bagus berupa potongan langsung pembayaran. Karena besaran diskon OVO lebih besar dari Go-Pay maka OVO tetap menjadi primadona kala itu.

OVO terus-menerus iklan di media sosial, TV dan channel youtube sehingga semakin kuat dikenal masyarakat luas sehingga outlet di mall hampir full banner-nya OVO dan Go-Pay pelan-pelan tertidur. Di kala OVO berjaya dengan diskon gila-gilaan ini, muncul pendatang baru yaitu DANA yang teknik awalnya memberikan diskon selalu diatas OVO bahkan penulis sempat mau berpindah ke DANA, namun setelah di cek pada outlet-outlet lain ternyata kerjasama DANA tidak setenar dan seluas OVO maka penulis membatalkan perhatian pada DANA. DANA merupakan sistem pembayaran digital yang teknik marketing-nya naggung, karena berjaya tidak dan mati-pun tidak.

OVO mencapai puncak kejayaan, bahkan penulis juga melakukan pembayaran pulsa lewat OVO karena memberikan cashback berupa OVO Points yang cukup tinggi. Sampai akhirnya saldo OVO penulis banyak di OVO dan mengurangi di Go-Pay, akhir Tahun 2019, kejayaan OVO meredup dengan ditandainya kehabisan amunisi untuk bakar-bakar uang terbukti pemegang saham OVO yaitu LIPPO menjual sebagian besar saham mereka. Akhirnya terbukti runtuh dominansi OVO ini dan banner di outlet-outlet banyak yang tidak ada.

Apakah alasan para platform ingin menjadi dominan bahkan dengan teknik bakar-bakar uang?? akan penulis bahas di artikel selanjutnya. Sempat vakum di semester 1 Tahun 2020 untuk hingar-bingar bakar-bakar uang pembayaran digital ini dan terlebih lagi adanya pandemi COVID-19, namun sungguh mengejutkan di semester 2 Tahun 2020 datanglah si bayi baru lahir yang siap menggantikan kakaknya merebut mahkota yaitu Shopee Pay yang merambah ke sistem pembayaran digital di outlet mall dan toko franchise, seperti apa ulasan detai baca di "Shopee Pay Pendatang Baru Tanpa Saingan".

Referensi: Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait

Tahap Persiapan Start-Up Boiler PLTU adopted from The Babcox & Wilcox Company

Diposting oleh On Sunday, October 04, 2020

Persiapan untuk start-up PLTU meliputi beberapa tahapan dan harus terpenuhi semua tahap demi tahap. PLTU memanfaatkan pressure vessel, rotating equipment, high temperature dan high pressure sehingga tingkat resiko sangat tinggi sehingga membutuhkan mitigasi risk demi keselamatan dan keamanan baik manusia maupun peralatan. Berikut tahapan dalam persiapan start-up PLTU khususnya di boiler dikutip dari handbook "The Babcock & Wilcox Company":

  • Inspection

Ini memiliki 2 tujuan yaitu: (i) mengenalkan operator terhadap peralatan, (ii) memverifikasi kondisi peralatan apakah sudah dilakukan tindakan terstandar. Inspeksi ini dilakukan selama fase konstruksi dan terus dilakukan sampai seluruh pekerjaan selesai. Inspeksi disini menggunakan beberapa teknologi seperti radiography test untuk cek kualitas las-lasan, penetrant & magnetic test untuk cek pitting/bocoran halus dan masih banyak lagi lainnya.

  • Cleaning

Pembersihan semua pengotor selama proses perbaikan untuk persiapan ke tahap pengujian. Semua material consumable, peralatan kerja harus disingkirkan dan boiler system steril dari benda selama kerja dan siap untuk dilakukan uji.

  • Hydrostatic Test

Ini adalah pengujian menggunakan air dan dilakukan ketika pressure part sudah terpasang namun sebelum terpasang refractory (semen tahan api & abrasif sebagai jaket boiler tube) dan casing dengan tujuan agar ketika terdapat bocoran di tube boiler maka masih bisa dilakukan perbaikan. Pressure uji hydrostatic dilakukan pada 1.5X pressure boiler desain. Air yang digunakan harus demineralized water atau jika menggunakan condensate water maka dilakukan pengontrolan pH dengan penambahan 10 ppm ammonia (NH3) dan pengontrolan oxygen dengan penambahan 500 ppm hydrazine (N2H2). Temperatur air juga dijaga tidak boleh < 21 oC untuk menjaga sifat properties inherent toughness carbon steel, juga tidak boleh > 56 oC untuk menjauhi metal stress transients. Udara tidak boleh ada yang terperangkap pada jalur hydrostatic dengan membuka all venting ketika proses sirkulasi sudah berjalan.

  • Instrumentation & Controls (I&C)

Peralatan I&C minimum yang ada di boiler adalah water/steam pressure gauge, water level gauge glass dan steam temperature indicator. I&C harus dipastikan sudah ter-install dengan benar, terkalibrasi dan berfungsi sehingga ketika proses operasi berjalan bisa memberikan data valid. I&C merupakan pengaman terdepan ketika proses operasi di boiler sudah berjalan.

  • Auxiliary Equipment

Peralatan bantu boiler ketika sudah berjalan juga harus disiapkan seperti fan yang digunakan untuk supply udara bakar dan transport bahan bakar (lebih lengkap baca juga "Macam-Macam Fan di PLTU"), pump untuk supply air umpan dan bahan bakar cair, conveyor system untuk transportasi bahan bakar padat (batu bara), air heater untuk memanaskan awal udara bakar dan masih banyak lagi.

  • Chemical Cleaning

Ketika boiler masih baru (new boiler) maka inner boiler masih dilapisi pasifasi untuk mencegah reaksi korosi, juga masih banyak gram/wear bekas fabrikasi. Sedangkan ketika boiler sesudah OverHaul (OH) maka pasti banyak pengotor seperti bekas las-lasan, kelupasan material dan lumpur carry over. Segala bentuk pengotor tersebut berbahaya ketika boiler dengan operasi tekanan dan temperatur tinggi sehingga harus dilakukan chemical cleaning umumnya menggunakan kombinasi alkali & acid chemical (urutan detail baca juga: Proses Chemical Cleaning di Boiler PLTU).

  • Steam Line Blowing

Tahapan ini adalah flushing steam line menggunakan high pressure steam keluaran superheater namun steam tidak dimasukkan ke turbine melainkan dibuang ke atmosfer. Selama proses pengeluaran karena steam (high T & high P) maka mengeluarkan suara yang sangat kencang bahkan pengalaman saya sendiri yang mendengar dari jarak 50 m seperti suara jet tempur terbang rendah sehingga langkah antisipasi digunakan silincer knalpot untuk mengurangi suara. Terdapat coupon logam yang dipasang di steam line untuk mengevaluasi hasil steam blowing apakah sudah bersih atau belum sehingga ketika masih terdapat bintik-bintik ketika dilihat visual atau pakai mikroskop berarti proses blowing terus dilakukan sampai benar-benar bersih sesuai standar yang ditetapkan. Pengalaman kami di lapangan membutuhkan waktu sekitar 4-8 jam blowing terus-menerus untuk membersihkan steam line dan proses dihentikan ketika coupon tidak benar-benar bersih melainkan jika bintik-bintik pengotor sudah jarang terlihat dan tidak rapat.

  • Safety valves

Valve pengaman yang difungsikan untuk venting ketika over pressure agar boiler tidak meledak. Safety valve adalah I&C terpenting dalam pressure vessel (boiler) sebelum dioperasikan sehingga harus terkalibrasi dan ter-install dengan benar.

  • Start-Up & Filling

Pengisian air kualitas bagus (demineralized water) ke boiler dengan indikasi adalah level steam drum sampai 1/4 ketinggian dan tidak boleh lebih untuk menjaga kenaikan level yang drastis ketika boiler dipanaskan. 

  • Firing

Pemanasan boiler diawali dengan memasukkan sejumlah pasir jika boiler CFB, atau memasukkan batubara jika boiler stoker atau pulverizer (lebih detail baca di "Macam-Macam Boiler PLTU"). Pembakaran awal menggunakan solar tipe High Speed Diesel (HSD) agar tingkat panas mudah ditingkatkan dan stabil. Ketika panas sudah meningkat dan membakar bahan bakar padat (batu bara) kemudian T & P siklus uap-air sudah tercapai maka solar dihentikan dan batu bara akan terus-menerus sirkulasi untuk digunakan.

  • Circulation

Untuk mencegah adanya overheating pada salah satu bagian boiler maka siklus air-uap dilakukan sirkulasi yang secara alami berdasarkan gaya gravitasi karena perbedaan densitas. Steam dengan densitas kecil mengalir keatas sedangkan water dengan densitas besar akan turun kebawah (downcomer) dan terus-menerus terdorong oleh pompa BFP (Boiler Feed Pump).

Kutip Artikel sebagai Referensi (Citation)
Feriyanto, Y.E. (2020). Tahap Persiapan Start-Up Boiler PLTU, Best Practice Experience in Power Plantwww.caesarvery.com. Surabaya

Referensi:
[1] The Babcock & Wilcox Company. Boiler Operations
[2] Feriyanto, Y.E. (2020). Best Practice Experience in Power Plant. Suarabaya

Pertarungan Bisnis Marketplace dan Shopee Pemenangnya

Diposting oleh On Saturday, October 03, 2020

Tahun 2020 ini menjadi cerita yang baru dalam dunia marketplace Indonesia. Dimana penulis sendiri dulu hanya kenal dengan Bukalapak dan Tokopedia sekarang berbeda, memaksa penulis kenal dengan Shopee. Iklan, diskon dan program gratis ongkir Shopee di Tahun 2020 sangat masif, baik di media sosial, youtube dan TV. Penulis sendiri dulu kolot bahwa Bukalapak dan Tokopedia lah yang tetap menjadi idola ketika ingin beli produk secara online karena lebih terpercaya dengan diskon yang cukup melimpah.

Tahun 2015-2017 penulis lebih suka belanja di Bukalapak, karena platform yang dirasa lebih eye catching ada diskon tiap lapak dan subsidi gratis ongkir. Beranjak Tahun 2017-2019, Tokopedia hadir dengan iklan secara masif dan memberikan banyak subsidi dan kejutan-kejuatan lewat pecahkan telurnya. Saat itu juga Shopee hadir, namun ketika penulis membuka platform serasa asing dan sulit mencari produk yang diinginkan. Masa itu adalah jaman keemasan Tokopedia karena iklan dimana-mana dan transaksi No. 1 di marketplace Indonesia dan mendapatkan banyak award atas prestasinya. Kelebihan Tokopedia juga dalam hal layanan komplain, dimana Bukalapak masih mengandalkan robot chatting menjadikan itu idola para buyer.

Tahun 2019 menginjak ke 2020, pendatang baru semakin bertaji dan menunjukkan banyak inovasi. Dengan platform khas orange-nya gencar iklan secara masif, gratis ongkir tak terbatas, program flash deal, Rp 1 dan kejutan-kejutan lain lewat aplikasi yang membuat para konsumen betah ada di platform-nya. Tahun 2020 ini menjadikan Bukalapak dan Tokopedia harus tunduk menyerah, ditandai dengan PHK massal Bukalapak yang tidak mampu lagi mampu membiayai fix cost. DIRUT-nya pun diakui telah telat mengambil keputusan akan adanya kehadiran marketplace baru yang lebih inovatif dan penggantian DIRUT tidak juga membuat banyak berubah walaupun sampai sekarang banyak diskon dan gratis ongkir yang diberikan namun tetap saja konsumen sudah berpindah nyaman di platform lain.

Shopee menjadi pemenang marketplace di Tahun 2020 dengan program diskon gila-gilaan dan gratis ongkir yang tak terbatas, walaupun juga memiliki kelemahan dalam hal potongan biaya yang cukup besar bagi penjual dibandingkan marketplace yang lain namun ini tidak menjadikan masalah bagi penjual karena program iklan di Shopee tidak ada sehingga antara penjual fair tidak seperti marketpalce lain yang harus mengeluarkan biaya iklan cukup besar agar tampil teratas di pencarian produk.  Penulis merupakan pelaku jual-beli online di 3 marketplace tersebut dan sekarang yang tetap tenang tanpa memberikan perubahan yang berarti adalah Tokopedia dan apakah dia juga akan siap terlempar dari nominasi marketplace Indonesia, kita lihat saja ke depan jika Tim Tokopedia tidak memberikan inovasi yang berarti sedangkan Bukalapak sudah cukup berbenah maka Tokopedia akan menjadi tumbal berikutnya. Penjelasan detail penulis selama jual-beli di marketplace di tulis di "Pengalaman Jual-Beli di Bukalapak Sampai Tahun 2020".

Referensi: Pengalaman bisnis jual-beli online di marketplace

Berikut Investasi yang Wajib Dijauhi Selama Pandemi COVID-19

Diposting oleh On Friday, October 02, 2020

Pandemi COVID-19 yang berlangsung cukup lama memasuki bulan ke-12 belum juga menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus bahkan vaksin-pun juga belum siap diproduksi massal untuk diujicobakan ke manusia. Diprediksi vaksin secara klinis hadir di akhir Tahun 2021. Menurut beberapa sumber terpercaya yang telah penulis dapatkan terkait investasi dan hasil analisis pengalaman selama investasi maka pada artikel ini dibahas detail investasi yang wajib dijauhi di masa pandemi ini.
Investasi secara umum dibedakan menjadi asset likuid dan non-likuid, dimana asset likuid artinya asset bisa diuangkan/dijual secara mudah (mudah dicairkan/ditukarkan/digunakan) sedangkan asset non-likuid artinya asset sulit untuk dicairkan, membutuhkan waktu untuk diuangkan. Berdasarkan penjelasan diatas, bisa ditarik contoh dari asset likuid adalah emas dan reksadana sedangkan asset non-likuid adalah rumah, tanah, obliglasi dan deposito. Dimanakah letak investasi saham BEI?? saham bisa terletak di kedua jenis tersebut, dimana ketika dikatakan likuid ketika investor adalah seorang trader high risk, sedangkan non-likuid ketika tipe low risk.
Di masa pandemi COVID-19 ini sebaiknya kita semua menahan untuk investasi di asset non-likuid karena ekonomi global sedang tidak menentu. Mungkin disekitar kita dijumpai rumah dan tanah dijual dengan harga murah, namun sebaiknya kita semua tidak tergiur terlebih dahulu karena memang pasar sedang loyo sehingga daya beli masyarakat juga menurun. Sebaiknya kita semua mengatur keuangan masing-masing agar bisa bertahan selama pandemi ini, karena didepan kita tidak tahu apakah terjadi krisis atau tempat kerja kita sedang minus penghasilan sehingga gelombang PHK dimana-mana. Perlu diketahui bahwa Indonesia di Tahun 2020 ini mengalami resesi ekonomi (PDB mengalami penurunan selama 2-3 kuartal berturut-turut), ditandai dengan aktifitas perdagangan menurun dan neraca dagang negatif.
Ekonomi global menurut beberapa sumber diperkirakan akan pulih dalam 5-10 tahun mendatang, sehingga di masa pandemi ini plan diri sendiri yang terbaiklah yang akan menyelamatkan ekonomi keluarga. Jangan sampe keluarga kita terkena imbas sampe kekurangan makan, sandang dan pendidikan. Pandemi ini membuat situasi ekonomi panas, banyak pencurian dimana-mana karena mereka disana masih kekurangan kebutuhan perut belum lagi ketika berkeluarga dan memiliki cicilan pasti pikiran masyarakat akan kacau dan menimbulkan gejolak sosial.
Ketika memiliki rejeki berlebih, mari kita bantu sesama karena sedekah akan menjadikan benteng keluarga kita dari musibah (kecelakaan, kerugian, kesialan, kekurangan, sakit) dan ini juga sudah penulis lakukan selama ini, terbukti semua apa yang Alloh janjikan itu.  Uang yang kita miliki terdapat rejeki orang yang dititipkan ke kita yang harus kita keluarkan, ketika tidak keluar maka akan keluar dengan sendirinya dan itu PASTI seperti keluar karena untuk berobat, kehilangan harta benda atau mengalami kerugian.

Referensi: Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait

Jangan Diam Tokopedia, Tahtamu Sudah Diambil Lho !!!

Diposting oleh On Wednesday, September 30, 2020

Penulis di atikel sebelumnya sudah membahas agar Bukalapak bisa bangkit lagi dan juga Shopee agar bertahan di tahtanya sekarang dengan waktu yang cukup lama. Sampai Tahun 2020 ini, penulis sebagai seller mendapatkan banyak profit dari aplikasi Tokopedia, sehingga disini penulis akan memberikan masukan Tokopedia agar tidak terlena dengan kehadiran Shopee yang bisa merusak pangsa pasarnya.

Pengalaman penulis sebagai buyer dan seller di Tokopedia, sebaiknya Tokopedia berbenah dalam hal fitur menu. Penulis pernah sangat kecewa ketika nyaman di Tokopedia dan ingin menggunakan menu-menu didalamnya betap terkejutnya ternyata isinya sangat minim dibandingkan Bukalapak. Misalnya saja reksadana yang ada hanya pasar uang saja dan jual-beli emas yang harga belinya sangat murah dibandingkan pasar dan marketplace lain ternyata setelah dicek harga jualnya rendah sekali dibanding pasar dan marketplace lain. Seolah hanya sebuah permainan untuk menggaet konsumen tanpa ada tujuan yang jelas, berbenahlah Tokopedia karena banyak yang merindukan kelengkapan fitur di platform-mu.

Dalam hal diskon dan gratis ongkir, Tokopedia terbilang marketplace paling pelit dan hampir tidak ada walaupun dulu di awal-awal banyak memberikan cashback lewat OVO Points namun semakin kesini tidak ada. Jangan lengah Tokopedia, buyer-mu adalah para millineal yang sangat efisiensi dan melek teknologi sehingga mereka akan mudah lari kesana kemari mencari penawaran terbaik. Tahtamu sudah terincar dan pindah ke Shopee lho, sadarkah kamu ini. Kompetitor-mu sudah sangat pro millenial dan eye catching dengan segudang diskon.

Penulis memberikan masukan lain terkait sistem iklan yang dinilai sangat mahal dan menyasar ke semua media sosial tanpa itu diklik atau dibaca asal tampil maka seller akan tetatp membayarkan iklan. Sebaiknya untuk hal ini tirulah sistem Shopee yang langsung menempelkan iklan pada produk yang tampil dan lebih dirasakan oleh buyer seperti gratis ongkir + diskon, dengan datangnya buyer maka secara tidak langsung seller akan untung juga. Seller sangat berharap akan hal itu, walaupun sistem optimasi search engine-mu adalah yang the best dari semua marketplace.

Pertahankan sistem pembayaran ekspedisi yang masih ada otomatis dan sistem manual karena itu sangat menguntungkan semua pihak terlebih reseller yang akan menghidupkan arus transaksi di platform-mu. Hilangkan program-program undian berhadiah seperti pecah telur yang dulu sempat booming, karena efek-nya tidak terasa dan kurang transparan menurut banyak kalangan. Bagikan saja reward lewat diskon + gratis ongkir seperti di Bukalapak dan Shopee karena efeknya akan terasa langsung oleh buyer. Pertahankan sistem mudahmu dalam pencapaian power merchant karena itu sangat berguna bagi seller dan satu lagi produk yang ada di-platform-mu cukup lengkap dibandingkan Bukalapak namun masih kalah dengan Shopee yang notabene pemain baru. Apakah ini tanda banyak seller pindah ke lain hati?? sudahkan kamu melakukan analisa terkait itu dan apa penyebabnya.

Penulis dalam posisi ini ingin Tokopedia bangkit kembali karena ini merupakan platform asli anak Indonesia, jangan sampai terjajah oleh platform asing. Teruslah berbenah Tokopedia dan pintar dalam membaca Big Data arah pasar dan kebutuhan para millenial. Karena di tahun digital IT ini kedepan akan terus banyak tumbuh start-up baru. Penulis masih yakin Tokopedia dalam waktu dekat akan berbenah dan bangkit untuk merebut tahtanya kembali.

Referensi: Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait

Mechanical Properties Unsur Logam (Metallurgy) Adopted from The Babcock & Wilcox Company

Diposting oleh On Sunday, September 27, 2020

Berdasarkan Handbook (The Babcock & Wicox), berikut didetailkan sifat properties dan karakteristik dari elemen/unsur logam:

  • Carbon (C)
Penambahan C mengakibatkan peningkatan ultimate strength & hardness dan mengurangi sifat ductility & toughness. Berikut grafik efek C terhadap mechanical properties.
  • Manganese (Mn)
Umumnya ditambahkan pada residual sulfur ketika steel molten untuk membentuk manganese sulfide yang memiliki karakteristik diatas melting poin iron sulfide pada 982 oC. Mn merupakan unsur penambah strength yang sangat baik melebihi Ni dan setara dengan Cr. Kehadiran Mn pada alloy steel mengurangi critical cooling rate yang menyebabkan steel menjadi struktur martensite. Mn juga digunakan pada austenite stainless steel untuk menggantikan Ni sebagai austenite stabilizer dengan lower cost.
  • Molybdenum (Mo)
Sifat properties Mo seperti menambah strength, membatasi tingkat elastisitas, tahan terhadap wear dan hardenability. Mo banyak digunakan karena sifatnya yang tetap strength pada high temperature. Sifat ketahanan terhadap korosi juga baik terutama mengurangi potensi pitting pada stainless steel (SS).
  • Chromium (Cr)
Cr merupakan konstituen utama pada SS karena Cr merupakan unsur stabil pada besi. Sifat properties Cr adalah menambah yield & ultimate strength, hardness & tooughness dari ferritic steel pada room temperature. Steel dengan 12%Cr bisa mencegah terbentuknya surface rust (corrosion resistance). Cr mampu mencegah graphitization selama pemanasan suhu tinggi pada waktu yang lama.
  • Nickel (Ni)
Sifat properties Ni seperti menambah toughness ketika ditambahkan >1%Ni dan ketika >5%Ni maka bisa meningkatkan ketahanan korosi namun Ni tidak tahan terhadap sulfur. Ni banyak dikombinasikan dengan unsur lain seperti Cr untuk meningkatkan ketahanan korosi dan oksidasi pada high temperature, juga meningkatkan creep strength.
  • Cobalt (Co)
Karakteristik Co adalah hardenability, creep strength dan ketika ditambahkan ke austenite itu menyebabkan strong strengthener dan carbide former. Aplikasi yang umum pada magnet permanen karena kemampuannya yaitu kombinasi Fe-Co meningkatkan magnetic saturation induction.
Tungsten (W)
Sifat properties W adalam mirip Mo, dimana very strong carbide former dan strong solution strengthener. W juga tahan abrasi dan creep strength pada high temperature.
  • Vanadium (V)
Merupakan degasifying & deoxidizing agent dan V jarang digunakan dalam kapasitas besar karena high cost. Sifat karakteristiknya adalah strength, toughness dan hardness. W juga mampu membentuk carbide element sehingga menstabilkan struktur terutama pada high temperature.
  • Titanium (Ti)
Merupakan good deoxidizer & denitrider sehingga sangat baik ketahanan terhadap korosi. Columbium (Cb) + Ti digunakan pada super alloy untuk meningkatkan sifat properties pada high temperature karena keberadaannya membuat kestabilan.
  • Copper (Cu)
Penambahan dalam jumlah kecil meningkatkan ketahanan korosi atmosfer dan terhadap pH asam. Cu tidak tahan terhadap sulfur pada peningkatan temperatur. Cu jarang digunakan pada low alloy steel untuk aplikasi pada high temperature dimana sulfur adalah komponen utama pada combustion gases.  Penambahan 1%Cu pada low alloy steel meningkatkan yield strength dan ketahanan korosi atmosfer
  • Boron (B)
Umumnya ditambahkan pada steel untuk meningkatkan hardenability selama quenching
  • Nitrogen (N)
Aplikasi pada umumnya di carbon dan low alloy steel adalah ketika hardening. N + C adalah solid solution strengthener. Pada austenite stainless steel, N sama dengan C dalam hal strengthening.
  • Oxygen (O)
Kehadiran unsur O pada steel tidak normal, namun umumnya keberadaanya sebagai impurities ketika proses pembentukan alloy steel. Penambahan sedikit oxide menambah kekerasan dan stabil seperti pada Al (Al2O3), Ti (TiO2) dan Th (ThO2). Keberadaan oxide tersebut sebagai hasil dari internal oxidation atau teknik proses metalurgi
  • Alumunium (Al)
Berfungsi sebagai deoxidizer pada alloy steel. Al banyak digunakan pada produksi killed steel karena bisa membentuk lapisan pelindung (refractory oxide scale) sehingga menambah ketahanan terhadap scaling.
  • Silicon (Si)
Digunakan pada steel untuk deoxidizing dan degasifying. Penambahan sampai 2.5%Si meningkatkan ultimate strength tanpa kehilangan sifat ductility. Sedangkan jika >2.5%Si menyebabkan brittle dan ketika >5% membuat steel non-malleable. Si banyak digunakan pada peralatan elektronik karena sifatnya menambah electrical conductivity. Penambahan Si pada steel membentuk complex oxide atau oxysulfides dan ini setara dengan penambahan Ca + rare earth metal.
  • Phosphorus (P)
Ketika dilarutkan pada molten steel 0.2%P efektif sebagai hardener. Pada high P itu mengurangi ketahanan carbon steel menjadi brittle fracture dan ductility ketika metal cold worked. Selain itu high P juga meningkatkan laju korosi. Keberadaan P meningkatkan sifat machinability pada free-cutting steel.
  • Sulfur (S)
Kehadiran S di steel kurang diharapkan dan kalau bisa diminimalisir. Fungsi S dalam steel adalah meningkatkan machinability.

Kutip Artikel ini sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2020). Mechanical Properties Unsur Logam (Metallurgy), Best Practice Experience in Power Plant. www.caesarvery.com. Surabaya

Referensi:
[1] The Babcock & Wilcox Company Handbook. Metallurgy, materials and Mechanical Properties

Dengarlah Bukalapak, Kamu Masih Bisa Bangkit Kembali !!!

Diposting oleh On Thursday, September 24, 2020

Penulis kali ini akan menceritakan pengalaman jual-beli online yang telah dilakukan sejak Tahun 2015 dan cukup banyak mengetahui perkembangan sistem marketplace di Indonesia. Berdasarkan pengalaman langsung dan analisis terdapat beberapa kelebihan dan kelamahan masing-masing platform maka disini penulis akan memberikan masukan kepada Bukalapak agar tahta yang sudah hilang di Tahun 2020 ini bisa kembali didapatkan.

Penulis disini bertindak sebagai penggemar Bukalapak dan sempat judge bahwa Bukalapak adalah marketplace yang mudah dipahami semua orang, memberikan produk yang lengkap dan menu fitur yang bisa digunakan untuk apa saja sehingga penulis sebagai buyer sangat betah di platform ini. Namun, melangkah kesini tepatnya ketika Bukalapak diguncang dengan PHK massal karyawan dan pergantian pimpinan, sungguh terasa Bukalapak memang dalam kondisi mati suri. Berikut saran penulis agar Bukalapak bisa bertaring kembali.

Bukalapak dalam hal memberikan diskon + gratis ongkir sangat nanggung dan saran penulis sebaiknya meniru Shopee. Di Bukalapak, diskon yang diberikan dulu awal-awalnya cuma Rp100-Rp1000, nominal segini untuk apa dan lebih baik dibuang karena malah mengecewakan buyer karena notabene uang segitu bagi semua orang adalah receh dan jika jatuh di jalanan pun tidak diambil. Seiring waktu berjalan kearah sini, Bukalapak berbenah diri dengan memberikan diskon Rp5000-Rp20.000 kali ini cukup menggiurkan buyer belum lagi program gratis ongkir yang terus-menerus diberikan. Terdapat kelemahan Bukalapak disini dan ini seharusnya menjadikan mereka berbenah yaitu limit waktu yang dibuat sangat pendek dan cenderung program tersebut dikategorikan untuk pembelian barang khusus (pengalaman penulis sebagai buyer, diskon baru muncul hanya bisa digunakan untuk membeli jenis produk dimana ketika kita barusan membeli jenis produk tersebut). Betapa diskon ini hanya untuk isi-isi saja tanpa bisa maksimal digunakan buyer karena tentunya buyer akan membeli jenis produk lain dalam waktu dekat. Analisis penulis, ini hanya sebuah akal-akalan memberikan diskon + gratis ongkir yang targetnya memang jangan digunakan.

Tahukah Bukalapak di Tahun 2019 keatas, produk di platform anda sangat minim. Penulis sebagai buyer sering kecewa melakukan pencarian di Bukalapak karena marketplace lain yaitu di Shopee dan Tokopedia bisa menampilkan banyak, di Bukalapak sama sekali tidak ada dan jika adapun pada lapak yang sudah mati berbulan-bulan.  Hal ini menurut analisis penulis adalah karena strategi kebijakan Bukalapak yang salah yaitu barang yang tidak laku dalam sekian bulan akan dinonaktifkan secara paksa. Penulis memprediksi banyak seller lari ketika terdapat kebijakan down system tersebut, padahal seharusnya Bukalapak memandang semua yang ada di platform adalah asset bukan sebagai rintangan atau jika memang dipilah jangan main kasar sembrono gitu tanpa seleksi akal manusia. 

Untuk masalah gratis ongkir yang tidak bisa dinikmati oleh dropshipper  adalah keputusan yang salah besar, coba Bukalapak lihat Shopee dimana penjual tipe apa saja bisa merasakan semua program sehingga banyak dropshipper akan memutar transaksi di sana dan menjadi bergeraklah barang dari penjual di Shopee. Di Bukalapak, karena tidak ada prgram yang dinikmati dropshipper, maka ketika ada orderan dari marketplace lain akan mengambil dari Tokopedia, karena Tokopedia cukup baik dari sisi cashback Ovo Points walaupun untuk program gratis ongkir juga sama saja dengan Bukalapak. Lagi-lagi kelemahan Bukalapak + Tokopedia dimanfaatkan oleh Shopee, dimana Tahun 2020 menjadi pemegang tahta marketplace di Indonesia.

Sistem nyeleneh lain yang dilakukan Bukalapak adala sistem perhitungan saldo yang dilepas ke seller salah dan pengetatan reseller yang dilakukan Bukalapak sampai sekarang. Seperti apa itu?? penulis merasakan sekali server Bukalapak sangat berat dan sulit loading dibandingkan platform lain. Dalam hal IT, Bukalapak sangat parah belum juga berbenah. Bukalapak menerapkan banyak akses yang merugikan reseller walaupun pada akhirnya sedikit dibuka kembali (ingatkah Bukalapak pihak yang mem-balance transaksi antar marketplace adalah para reseller sehingga platform menjadi lebih hidup dengan banyak variasi produk).

Disisi lain, penulis sejauh ini sudah 2x di email untuk mengembalikan uang lewat transfer ke rekening Bukalapak karena kesalahan sistem dalam menghitung saldo yang dilepas ke seller. Hai Bukalapak, ini kesalahan seller atau sistem anda?? sebaiknya jangan berbuat demikian karena akan menambah citra buruk anda di mata publik dan sebaiknya berbenah internal agar citra baik terus meningkat. Dari sini semakin menambah keyakinan bahwa sistem IT dan Artificial Intelligence (AI) Bukalapak sangat buruk dan harus berbenah agar bisa bangkit kembali.

Penulis sebagai seller, sering kali menggunakan sistem iklan di Bukalapak dan terus boncos sampai akhirnya Bukalapak hampir tiap hari terus-menerus mengirimi chat otomatis untuk isi saldo iklan. Untuk masalah ini, Bukalapak sebaiknya meniru Tokopedia, terbukti penulis mendapatkan buyer potensial terhadap iklan yang digunakan. Penulis menganalisis bahwa Bukalapak sedang 'cari-cari uang" untuk menutup operasional lewat jualan saldo iklan, sampai seller risih melihat chat otomatis yang tiap hari muncul. Saran penulis, jadilah platform yang macho berwibawa tanpa menjual diri, tunjukkan sistemmu sudah baik dan berguna bagi seller maka mereka semua akan mengapresiasi sistem anda.

Penulis membuat kritik san saran seperti itu karena ingin Bukalapak yang merupakan platform asli Indonesia jangan sampai kalah dengan platform asing lain. Penulis berbuat demikian karena ingin Bukalapak jaya lagi seperti dahulu. Teruslah berbenah Bukalapak, kamu masih bisa merebut tahta kembali di Tahun 2020 ini.

Referensi: Penglaman Penulis pada Tema Terkait

Bisnis yang Cocok Menyambut Era Industri 5.0

Diposting oleh On Monday, September 21, 2020

Industri 5.0 merupakan kelanjutan industri 4.0 (basis digital IT), sedangkan 5.0 adalah Artificial Intelligence (AI) dengan pemanfaatan Big Database, untuk lebih jelas baca "Pentingnya Big Data". Tidak bisa dipungkiri bahwa garis batas perubahan jaman itu adalah Tahun 2020 dikala ada pandemi COVID-19, dimana semua orang dipaksa untuk melek teknologi dalam membantu keseharian & pekerjaan mereka. Internet menjadi kendaraan utama untuk menjelajahi seluruh isi dunia sehingga banyak orang cukup tinggal dirumah namun bisa komunikasi global & menghasilkan sesuatu untuk penghidupannya.

Mari kita lihat, Cukup menjanjikan-kah profesi seorang youtuber, blogger, selebgram dan pengguna media sosial lain dalam hal endorse iklan??. Tentunya kita semua tahu, berapa adsense atau endorse yang mereka dapatkan ketika upload produk di platform-nya masing-masing, Sungguh menggiurkan bukan??. Semua itu adalah pekerjaan"Influencer", yaitu orang yang memberikan pengaruh kepada khalayak banyak untuk sesuatu yang mereka iklankan. Semua orang bisa menjadi influencer dan dengan polesan kreatifitas yang mengalahkan kecerdasan maka bisnis yang cocok di era industri 5.0 adalah yang berbasis digital IT/internet (influencer dan jual-beli online).

Kreatifitas dan kerjasama menjadikan ciri khas di era ini, dimana yang dahulu seorang yang pintar akan sukses tanpa orang lain maka untuk era sekarang telah berubah dimana kerjasama, saling berbagi dan kreatifitas menjadi tumpuan bisnis di era industri 5.0. Big data seperti arah pasar kemana, produk yang disukai apa, kemampuan finansial seperti apa, golongan peminat siapa saja dan corak produk yang disukai seperti apa dll, itu akan menjadi bagian dari senjata menghadapi bisnis di era industri 5.0. Semua itu tidak terlepas dari peran big data.

Akhir-akhir ini di Bulan Agustus 2020, kita tahu ada salah satu stasiun TV swasta menggugat perihal undang-undang penyiaran publik. Dimana, dulu yang memiliki wewenang penyiaran adalah TV namun sekarang setiap orang bisa melakukan siaran live dari tempatnya masing-masing. Banyak TV swasta harus kehilangan pendapatan mereka dari iklan karena adanya media sponsor yang menyerupai TV dan tentunya dengan biaya yang sangat murah serta lebih tepat sasaran. Tidak bisa dipungkiri banyak perusahaan lebih memilih iklan di platform terkini yang banyak diminati kaum milineal yaitu media sosial dan youtube untuk mengenalkan produk mereka karena rata-rata penonton TV dengan media sosial tertimpang jauh.

Era industri 5.0 ini memaksa semua orang beradaptasi, tidak kolot dan mengharuskan mengikuti perkembangan jaman, sehingga dibutuhkan kreatifitas untuk menangkap ide bisnis yang tepat. Penulis memberikan saran mulai menjajaki bisnis jual-beli online dan sudah diterapkan sendiri memang sangat pesat perkembangan transaksi di era ini. Semua bisa diiklankan dan dijual dengan harga yang transparan bisa dibandingkan antar produk satu dengan yang lain serta antar pedagang satu dengan yang lain. Dengan sistem tersebut secara otomatis para penjual berlomba-lomba untuk menggaet para konsumen lewat kreatifitas dan mutu produk yang ditawarkan. Penjelasan detail tentang prospek jual beli online di bahas di "Pertarungan Marketplace dan Shopee Pemenangnya"

Referensi: Pengalaman pribadi bisnis jual-beli online dan influencer

Dengarkanlah Shopee agar Bisa Bertahan Lama dengan Mahkotamu !!!

Diposting oleh On Friday, September 18, 2020

Penulis ingin mengupas saran-saran berdasarkan analisis terjun langsung melakukan transaksi jual-beli dari Tahun 2015 sampai sekarang di beberapa marketplace seperti Bukalapak, Lazada, Tokopedia dan Shopee. Penulis telah berkali-kali merasakan layanan dan sistem di aplikasi tersebut sehingga bisa bercerita sejarah naik-turunnya rating aplikasi di kalangan konsumen. Penulis mengalami masa kejayaan Bukalapak dan Tokopedia oleh beberapa sebab, sehingga kali ini ingin memberikan masukan ke Shopee agar tetap bisa menjadi raja marketplace dalam waktu yang cukup lama. Mengapa demikian?? karena kedepan penulis yakin masih terdapat banyak start-up yang lahir atau bahkan marketplace lama akan bangkit kembali.

Shopee dalam akhir-akhir ini memberikan kebijakan yang dinilai oleh penulis bisa menjadi bumerang dan kebijakannya justru memberikan celah untuk marketplace lama bangkit kembali. Pasalnya, kebijakan yang paling baru seperti pembayaran ongkos kirim yang hanya otomatis by cashless tanpa ada celah manual atau ada menu untuk mengubah ke sistem manual menjadikan aplikasi Shopee adalah kurang flexible dan tidak pro kepada para reseller. Shopee dalam hal ini hanya memandang bahwa ekpedisi pilihan buyer harus dituruti dan tidak bisa diganggu gugat, padahal praktek di lapangan tidak seperti itu dan memungkinkan pilihan ekspedisi untuk diubah karena beberapa alasan operasional.

Penulis menanggapi hal tersebut sebagai langkah yang kurang tepat dilakukan Shopee karena sistem dibuat sangat kaku, apalagi reseller dalam hal ini akan banyak lari dari Shopee padahal merekalah yang meramaikan transaksi dan membuat produk yang diperjual-belikan bersaing seimbang antar marketplace. Sebaiknya dalam hal ini, Shopee meniru Bukalapak, dimana sudah menerapkan sistem pembayaran otomatis namun masih menyisakan sistem manual yaitu JNE atau jika pakai ekspedisi otomatis lain dan ingin diubah ke sistem manual masih ada menu untuk menggantinya walaupun terdapat beberapa konsekuensi yang harus ditanggung seller.

Saran lain yang diberikan penulis ke Shopee agar bisa bertahan lama sebagai raja marketplace adalah dengan mengevaluasi besaran potongan biaya penjualan. Hal ini sangat dirasakan oleh penulis sebagai seller, walaupun ujung-ujungnya penulis berasumsi uang hasil potongan tadi akan digelontorkan kembali ke pengguna Shopee dalam bentuk diskon + gratis ongkir. Biaya potongan yang bagus dimiliki oleh Tokopedia, dimana dirasakan oleh penulis ketika menjadi seller di platform tersebut.

Dalam hal sistem iklan, Shopee kurang bervariasi teknik yang digunakan misalnya setiap seller hanya dapat 5 jatah push dan bisa digunakan kembali jatah tersebut setelah 4 jam pemakaian. Saran penulis sebaiknya menambah jatah push atau push berbayar dalam nominal yang kecil agar bisa terjangkau. Sistem ikan Shopee tersebut sebenarnya bagus dalam hal pemerataan iklan bagi seller dan tidak ada sistem yang kuat uang yang dominan tampil, namun sebagai seller baru untuk bersaing di papan teratas pencarian sangat sulit sehingga dirasa sistem iklan Shopee kurang bagus di aplikasikan di semua kalangan seller.

Referensi: Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait

Bukalapak dan Tokopedia Siapkah Mengembalikan Kejayaan Masa Lalu

Diposting oleh On Wednesday, September 16, 2020

Artikel kali ini membahas berdasarkan pengalaman penulis menjadi seller di 3 marketplace berbeda dengan membandingkan sistem masing-masing platform dan menyoba menarik benang merah sebagai analisis celah untuk mengembalikan kejayaan tahta marketplace yang sekarang masih diambil oleh Shopee. Mengapa harus mengembalikan kejayaan?? karena artikel sebelumnya sudah dibahas, Shopee telah mengeluarkan kebijakan yang dinilai kurang tepat sehingga Bukalapak dan Tokopedia memiliki celah untuk bangkit menjadi raksasa kembali.

Sistem di Bukalapak yang dinilai masih bisa digunakan untuk bertaring adalah masih pro-nya terhadap reseller walaupun dengan biaya seperti perpindahan resi dari otomatis ke manual. Bukalapak masih berasumsi bahwa reseller adalah salah satu jurus marketing yang menghidupkan transaksi di platform-nya dan memang benar menurut penulis rasakan bahwa ketika ada reseller maka transaksi juga meningkat. Sistem keamanan identitas pembeli yang disembunyikan menambah Bukalapak diatas dari keamanan semua marketplace. Dari segi diskon + gratis ongkir Bukalapak kali ini bisa bersaing dengan Shopee, terlebih fitur menu yang ditawarkan adalah yang the best dari semua marketplace di Indonesia sebagai contoh fitur investasi, keuangan, pembayaran digital, donasi, zakat, travel, hiburan dan masih banyak lagi pastinya tidak terdapat di marketplace lain.

Namun penulis sebagai seller akan memberikan tips agar Bukalapak bisa berjaya kembali yaitu dengan mengevaluasi fitur Promoted Push dan Keyword Push yang dinilai kurang memberikan hasil dibanding pengeluaran seller (banyak boncos-nya dibandingkan pendapatan) dan seperti ajang Bukalapak cari uang lewat operasional program tersebut. Penulis memberikan saran untuk mengefektifkan mesin pencarian gratis (push) seperti Shopee atau jika tetap berbayar maka search engine harus benar-benar diarahkan ke buyer potensial. Bukalapak perlu belajar dai Shopee yang sangat efektif metode iklannya yaitu memotong biaya dari transaksi seller dan seller dapat keuntungan dari iklan yang menempel di produk langsung sehingga subsidi dan program bisa dirasakan langsung oleh buyer dan mereka tertarik untuk membeli.

Sistem di Tokopedia adalah yang the best bagi para reseller karena Tokopedia melihat semuanya sebagai asset yang saling menguntungkan sehingga sistem dibuat mudah. Penulis sebagai seller, merasakan apresiasi Tokopedia adalah yang ter the best seperti penilaian power merchant yang sangat gampang dimana ini sangat diperlukan para seller untuk meningkatkan kepercayaan buyer. Sistem pembayaran ekspedisi yang masih bisa manual dan kemudahan pergantian ekspedisi dinilai adalah langkah tepat dan dari sinilah point mengapa Tokopedia diprediksi akan bangkit kembali. Sistem yang dipertahankan Tokopedia tersebut tidak merugikan sama sekali, bahkan akan menghidupkan terus transaksi.

Penulis sebagai seller akan memberikan tips agar Tokopedia bisa berjaya seperti jaman keemasan yaitu meningkatkan fitur seperti yang dimiliki Bukalapak karena di Tokopedia masih sangat minim, meningkatkan program gratis ongkir + diskon seperti platform Bukalapak dan Shopee karena Tokopedia masih sangat jauh tertinggal dalam hal ini serta memperbaiki sistem iklan atau bahkan meniru Shopee yang terbukti lebih efektif yaitu menempelkan iklan pada produk display dan manfaat bisa langsung dirasakan oleh buyer sehingga secara tidak langsung seller juga diuntungkan dengan minatnya para seller membeli produk.

Kesimpulan penulis adalah Bukalapak dan Tokopedia masih bisa berjaya asalkan benar dalam memilih strategi dalam kelengahan Shopee yang belum sepenuhnya mengakomodir masukan para seller. Penulis sebagai seller dan buyer, ingin semua platform tetap imbang dalam hal pelayanan agar tidak terjadi monopoli sistem dan tetap sehat dalam perdagangan.

Referensi: Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait

Cara Kontrol NOx NO2 pada Gas Buang Pembakaran Batubara (2 of 2)

Diposting oleh On Sunday, September 13, 2020

NOx adalah gas dari reaksi pembakaran bahan bakar fossil, berikut macam-macam gas NOx:
NOx Control, dapat dikendalikan dengan beberapa cara sebagai berikut:
  • Combustion Modification
NOx bisa terbentuk pada temperatur tinggi >1000 oC, sehingga pengendalian yang umum dilakukan adalah menjaga pembakaran bahan bakar pada temperatur rendah.
  • Post-Combustion Methods
Kontrol ini dilakukan dengan penambahan bahan kimia, yang terbagi dalam 2 yaitu Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR) dan Selective Catalytic Reduction (SCR).

[1] Selective Non-Catalytic Reduction (SNCR)
SNCR ini menggunakan tambahan reagent ammonia (NH3) atau urea-CO(NH2)yang turunannya merupakan ammonia juga ketika dipanaskan. Reagent tersebut diinjeksikan pada furnace temperatur tinggi 760-1100 oC sehingga terdapat reaksi antara NOx dengan NH3 sehingga letak injeksi yang tepat adalah di furnace downstream, reaksi yang terjadi sebagai berikut:

2 NO2 + 2 NH3 ---> NH4NO3 + N2 + H2O

Teknik ini cukup efektif yaitu bisa mengurangi emisi gas NOx antara 30-50%. Selain itu chemical diatas, juga digunakan reducing agent seperti hydocarbon dan carbon monoxide.

Reaksi dengan urea sebagai berikut:

CO(NH2)2 + 2 NO + ½ O2 <---> 2 N2 + CO2 + 2 H2O

Reaksi efektif terjadi pada 1140-1420 K = 867-1147 oC, jika dioperasikan <1000 K maka tidak ada reaksi yang terjadi

[2] Selective Catalytic Reduction (SCR)

Teknik ini memiliki efisiensi yang paling bagus yaitu 80-90% karena kehadiran pengikatan NOoleh ammonia dibarengi dengan penambahan katalis (dari titanium, platinum or vanadium) yang bekerja efektif pada temperatur rendah yaitu 260-430 oC sehingga efektif diinjeksikan sebelum furnace (economizer) atau sesudah furnace (air heater).

Reaksi NOx control terjadi pada temperatur tinggi sebagai berikut:

6 NO + 4 NH3 <---> 5 N2 + 6 H2O

2 NO + 4 NH3 + 2 O2 <---> 3 N2 + 6 H2O

6 NO2 + 8 NH3 <---> 7 N2 + 12 H2O

Berdasarkan jurnal "controlling nitrogen oxide emissions from industrial source (Harrison et al, 1985) dijelaskan tahapan reaksi pada pada proses SCR sebagai berikut:
Gas NOx bisa terbentuk melewati 2 cara yaitu: [i] thermal dissosiation-recombination yaitu penggabungan unsur nitrogen (N2) dengan oksigen (O2) pada pembakaran di udara; [ii] keluaranya atom nitrogen selama proses pembakaran dan bereaksi dengan oksigen membentuk nitogen oxide (NOx).
Berdasarkan Handbook The Babcock & Wilcox Company sebagai berikut:
  • Adsorption
Teknik ini menggunakan zeolite sebagai penyerap gas NOx dan senyawa zeolite dan activated carbon. Zeolite yang umum dipasaran adalah noble metal-exchanged zeolite dan copper-ion exchanged zeolite.
  • Scrubbing
Teknik ini menggunakan tipe spray wet scrubber dan berdasarkan hasil uji laboratorium oleh peneliti didapatkan data bahwa penggunaan chemical ini bisa mengurangi gas NOx seperti: KMnO4, NaClO2, NaClO2+NaOH, larutan ferrous chelate nitrilotriacetic acid (NTA), ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA), hydroxy ethylene diamine triacetic acid (HEDTA) dan diethylene triamine penta acetic acid (DTPA).

  • Biological Method
Ada beberapa proses secara biologi seperti nitrification, denitrification dan microalgae. Nitrification adalah proses dimana ammonium/ammonia teroksidasi menjadi nitrat (NO3-) dengan bantuan bakteri. Selama proses oksidasi terlepaslah senyawa gas NOx seperti NO dan N2O. Senyawa tersebut diminimalisir menggunakan teknik denitrification juga munggunakan bantuan bakteri. Denitrification menggunakan media seperti trickling biofilter dan pelet diatomaceous earth.

Kutip Artikel ini sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2020). Cara Kontrol NOx NO2 pada Gas Buang Pembakaran Batubara, Best Practice Experience in Power Plantwww.caesarvery.com. Surabaya

Referensi
[1] Woodruff, E.,Lammers, H., and Lammers, T. (2000). Steam Plant Operation, 8th Edition Handbook
[2] Tullin, C., and Ljungstrom, E. (1989). Reaction Between Calcium Carbonate and Sulphur Dioxide. Journal of Energy & Fuels 1989, 3: 284-287
[3] Nannen, L.W., West R.E and  Kreith, F. (2012). Removal of SO2 from Low Sulfir Coal Combustion Gases by Limestone Scrubbing, Journal of the Air Poluution Control Association, 24:1, 29-39
[4] Harrison, B., Diwell A.F., and Wyatt, M. (1985). Controlling Nitrogen Oxide Emission from Industrial Source. Journal of Platinum Metals, 29(2), 50-56
[5] Hardison, L.C. (2012). Techniques for Controlling the Oxides of Nitrogen. Journal of the Air Pollution Control Association, Vol. 20 No. 6
[6] The Babcock & Wilcox Company. Economizers and air Heaters

Shopee Sedang Naik Tahta Akankah Terlena dengan Kebijakan Baru yang Dinilai Kurang Tepat

Diposting oleh On Thursday, September 10, 2020

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis menjadi seller dan buyer di 3 marketplace yaitu Bukalapak, Tokopedia dan Shopee. Penulis dalam segi ini akan mengkritisi beberapa sistem kebijakan atau aturan di platform mereka, karena sebagai pengguna 3 marketplace berbeda maka user lebih tahu kelebihan dan kelemahan dari masing-masing platform.

Sebagai seller di Shopee, penulis akan mengkritisi kelemahan sistem bukan kelebihan karena yang kelebihan sudah ada di artikel lain. Di Shopee, seller merasakan terdapat potongan biaya yang tinggi dibandingkan platform lain dengan kebijakan pindah ekspedisi yang tidak bisa dilakukan semudah sistem yang dimiliki Bukalapak dan Tokopedia. Perpindahan ekspedisi ini bisa saja terjadi pada sistem jual-beli online dan yang paling diuntungkan adalah reseller karena ketika penjual sedang terkendala dengan ekspedisi pilihan pembeli maka reseller tidak kebingungan untuk update resi yang baru.

Akhir Agustus 2020, Shopee menerapkan sistem all cashless untuk semua transaksi di ekspedisi dan menghapus sistem manual. Reseller yang masih bergantung sistem manual akan sangat berfikir panjang berjualan di Shopee padahal sejatinya reseller-lah yang menghidupkan transaksi di berbagai platform dengan saling lempar barang yang kompetitif. Kali ini penulis akan memprediksi Bukalapak dan Tokopedia akan bangkit kembali dengan sistem yang masih ada pro sedikit terhadap reseller karena dengan adanya reseller transaksi akan menjadi lebih hidup dan fast response tanggapan chat.

Penulis dari segi ini bukan seorang reseller namun mengikuti juga arah perkembangan sistem marketplace karena tidak bisa dipungkiri suatu saat juga akan mengelola produk yang ketika di-stock lama mengalami perputaran modal yang lama sehingga bergantung ke seller besar untuk menjadi reseller. Harapan seller agar Shopee tetap bisa mempertahankan tahta adalah dengan memberikan sedikit celah agar perpindahan resi dari otomatis ke manual masih bisa dilakukan walaupun dengan biaya/pinalti sehingga reseller masih bisa hadir untuk menggairahkan transaksi.

Referensi: Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait

Mengapa Platform Digital Bakar-Bakar Uang??

Diposting oleh On Tuesday, September 08, 2020

Sangat nikmat oleh kita selama bertahun-tahun antara Tahun 2017-2020 ini diskon besar-besaran yang dilakukan para platform digital. Para raksasa milyuner terus-menerus melakukan subsidi harga tanpa membebankan ke penjual sedikitpun dan inilah yang disebut "Bakar-Bakar Uang". Ini adalah sebuah strategi yang cepat menggaet konsumen dan penulis sendiri juga telah merasakan manfaat yang cukup besar dari subsidi platform ini dengan urutan jaman kejayaan sebagai berikut: Bukalapak, Go-pay, Tokopedia, OVO, Shopee (Shopee pay).

Apa sih tujuan sebenarnya platform tersebut melakukan teknik bakar-bakar uang?? tidak lain adalah dominansi dengan ujung-ujungnya monopoli dan tidak kalah penting adalah database pengguna.  Database disini meliputi pola hidup, kecenderungan belanja, kesukaan produk, kemampuan finansial dll sehingga hal tersebut menjadi asset "Big Data". Seiring perkembangan jaman menuju industri 5.0 maka dengan sistem Artificial Intelligence (AI) akan diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat sebagai media  dan analisa marketingMengapa harus bakar-bakar uang?? karena dengan teknik bakar-bakar uang maka konsumen akan cepat tertarik untuk download dan install platform di smartphone mereka kemudian secara otomatis akan mempelajari isi platform. Setelah mengenal isinya maka diharapkan pengguna akan menggunakan platform tersebut untuk menjadikan gerbang semua pembayaran digital.

Kalau semua platform ingin menunjukkan dominansi maka seperti apa nanti sistem dominansinya?? dari sini nanti antar platform akan menunjukkan siapa yang amunisinya terkuat dialah yang akan memimpin dan platform lain akan mati suri. Seperti kasus Bukalapak vs Tokopedia vs Shopee yang akan dibahas di artikel selanjutnya, juga antara Go-Pay vs OVO vs Shopee Pay. Sekarang di semester 2 Tahun 2020 yang berjaya adalah Shopee Pay dengan platform Shopee karena terlihat bertaring ketika amunisi kompetitor sudah mulai habis.

Ketika sudah menjadi dominansi, langkah apa yang mereka ambil?? inilah yang harus kita pecahkan dan masih kita tebak-tebak. Berdasarkan hasil pencarian fakta penulis didapatkan data bahwa setelah menjadi dominansi maka mereka yang akan mengendalikan harga, sistem pembayaran dan arah pasar karena Big Data sudah didapatkan, pengguna yang banyak dan menu kebutuhan yang sudah terintegrasi antara AI + Big Data akan mengolah semua kebutuhan pengguna hanya pada satu platform sehingga membuat pengguna ter-hipnotis oleh kekuatan power full dari platform tersebut dan kecanduan.

Referensi: Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait