Trending Topik

Scope Fire Protection System & Detection System serta Keselamatan Kerja

Diposting oleh On Thursday, December 31, 2015

Fire Protection System adalah sistem perlindungan aset dari bahaya kebakaran. Sedangkan Fire Detection System adalah sistem pendeteksi yang bisa memberitahu atau alarm dini dari sesuatu yang bisa menyebabkan kebakaran seperti asap, panas dan api. Peralatan yang ada di sistem ini adalah :
  • Hydrant System : sistem perlindungan yang berupa set lengkap (nozzle + slang) yang ditempatkan di area khusus yang menggunakan media pemadam berupa air. Air di supply dari mobil pemadam kebakaran melewati pillar hydrant. Beberapa alat yang digunakan di hydrant system adalah :
1. Hydrant Box (Nozzle + Slang)
Hydrant Box

Nozzle Spray

Jet Nozzle
Selang


2. Pillar Hydrant
Tempat menancapkan selang dari mobil PMK

3. Siamese Connection

4. Fire Hose Reel

  • Water Spray System
1. Sprinkler
Prinsip kerjanya adalah tabung kaca yang berwarna merah memuai karena panas sehingga pecah dan air menyembur di sekelilingnya. Warna di tabung kaca menunjukkan angka pemuaian dan terdapat berbagai macam warna seperti : Jingga (53 oC), Merah (68 oC), Kuning (79 oC), Hijau (93 oC), Biru (141 oC), Ungu (182 oC), Hitam (201 - 260 oC)

2. Jockey Pump
Set alat yang berfungsi men-supply air setelah kepala sprinkler pecah


  • Detector System
1. Smoke Detector


2. Heat Detector
3. Flame Detector
4. Gas Detector

BACA JUGA : Design Fire Fighting Oil Tank di Power Plant
  • Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Kebakaran dibedakan menjadi 4 golongan yaitu :
  1. Golongan A (bahan padat kecuali logam)
  2. Golongan B (Bahan cair / gas yang mudah terbakar)
  3. Golongan C (Instalasi listrik bertegangan)
  4. Golongan D (Logam)
1. APAR Gas ---> hydrocarbon berhalogen & gas CO2
2. APAR Busa (cocok untuk golongan A & B) ---> campuran antara NaHCO3 + Al2 (SO4)3
3. APAR Powder (cocok untuk golongan C)
4. APAR Cairan / berisi cairan kimia (cocok untuk Golongan A) ---> NaHCO3 + asam keras
Rangkuman yang berhubungan dengan instalasi fire protection & detection system :
  1. Pemberian tanda pemasangan APAR ---> maks.125 cm dari dasar lantai
  2. Jarak APAR dengan APAR ---> tidak boleh lebih dari 15 m
  3. Pemasangan APAR ---> 1,2 m dari atas permukaan lantai, namun untuk jenis gas & powder ---> boleh kurang dari 1,2 m namun tidak kurang dari 15 cm dari dasar lantai
  4. APAR tidak boleh dipasang pada ---> suhu > 49 oC atau penurunan suhu sampai -44 oC
  5.  Pemasangan detector ---> setiap 46 m2 luas lantai dengan tinggi langit-langit tidak lebih 3 m dan berbentuk datar sekurang - kurangnya 1 detector
  6. Luas lantai minimal untuk 1 detector ---> 92 m2
  7. Jarak antar detector ---> tidak boleh lebih dari 7 m (ruang biasa) dan 10 m (dalam koridor)
  8. Jarak heat detector dengan tembok ---> paling dekat 30 cm, paling jauh 3 m (ruang biasa) dan 6 m (dalam koridor)
  9. Macam - macam detector ---> panas (heat), asap (smoke), nyala (flame), gas
  10. Supply air hydrant ---> debit = 38 L / detik dan tekanan = 3,5 bar
  11. APAR gas CO2 berfungsi ---> menurunkan konsentrasi O2 dari 21 % menjadi 14 %
  12. Tentang CO2 ---> titik didih = 80 oC, titik kritis 26 oC (diatas 26 oC tidak dapat dicairkan)
  13. APAR gas CO2 yang keluar corong ---> 75 % uap + 25 % beku es
  14. Ukuran nozzle hydrant ---> dalam gedung (1,5 inch) dan luar gedung ( 2,5 inch)
  15. Kapasitas APAR ---> 0,9 kg - 14 kg
  16. Pemeriksaan APAR ---> 2x / 1 tahun
  17. Bangunan minimal 1000 m2 & maksimal 2000 m2 ---> minimal 2 titik hydrant
  18. Syarat persedian air hydrant ---> lama waktu 30 menit dengan debit 1800 L / menit
  19. Tekanan hydrant ---> maksimal titik terberat (7 bar = 100 psi) dan minimal terlemah (4,5 bar = 65 psi)
  20. Panjang maksimum selang hydrant ---> 30 m
  21. Jarak antara pillar hydrant di luar gedung ---> maksimal 100 m
  22. APAR boleh dikunci di box namun dengan syarat ---> diberi safety glass dengan tebal maksimum 2 mm
  23. Percobaan berkala APAR ---> tidak melebihi 5 tahun sekali & kuat menahan tekanan coba selama 30 sekon
  24. APAR jenis busa & cairan harus tahan terhadap ---> tekanan coba = 20 kgf / cm2
  25. Tabung gas APAR harus tahan terhadap ---> tekanan coba 1,5 kali tekanan kerja
  26. Syarat pompa hydrant ---> tekanan minimal = 4,5 kgf / cm2 dan debit = 500 gpm
Rangkuman tentang keselamatan kerja dan ketenagakerjaan :
  1. Syarat penyalur petir ---> penerima (air terminal / rod), penghantar penurunan, electroda bumi
  2. Syarat pembumian instalasi petir ---> resistensi pembumian max 5 ohm
  3. Penerima petir yang dipasang di atap yang datar sekurang2nya ---> lebih tinggi 15 cm dari sekitarnya
  4. Penerima petir pada cerobong ---> lebih tinggi 50 cm
  5. 3 sistem penerima petir ---> sistem konvensional (faraday & franklin), sistem elektrostatis field & sistem radioaktif
  6. Daerah perlindungan penerima jenis konvensional (faraday & franklin) mempunyai ---> sudut puncak 112o  
  7. APAR adalah alat yang ringan yang mudah dilayani 1 orang untuk memadamkan api pada mula terjadi kebakaran
  8. 4 elemen nyala api ---> bahan bakar, api, oksigen dan rantai reaksi kimia
  9. Tegangan aman untuk manusia ---> 50 volt
  10. Ketinggian saat forklift berjalan ---> 15 cm dari permukaan jalan
  11. Jarak forklift saat berjalan di belakang kendaraan ---> min 10 m
  12. Pengujian beban pesawat angkat & angkut ---> 125% dari beban maksimum
  13. Katup penutup botol baja diberi tutup pelindung sekurang2nya ---> 6,5 mm & jika diberi 2 lubang / lebih diameternya 5 mm
  14. Syarat sumber tegangan untuk sistem alarm kebakaran ---> tidak kurang dari 6 V
  15. Baterai sistem alarm kebakaran harus mampu bertahan sekurang-kurangnya ---> 4 hari untuk memberi isyarat  tanpa bantuan arus utama
  16. Pada sistem alarm kebakaran tidak boleh dipasang ---> lebih dari 40 buah detektor panas
  17. ALAT PENGAMAN ---> alat perlengkapan yang dipasang permanen di pesawat utk menjamin pemakaian pesawat bekerja dg aman
  18. ALAT PERLINDUNGAN ---> alat perlengkapan yang dipasang pada pesawat utk melindungi tenaga kerja thd kecelakaan yang ditimbulkan oleh pesawat     
  19. Syarat perlindungan utk Roda Gigi Terbuka ---> untuk putaran cepat (menutup keseluruhan) & untuk putaran lambat (menutup pertemuan antar roda gigi)
  20. Syarat diameter tromol gulung pesawat angkat ---> sekurang-kurangnya 30x diameter tali baja atau 300x diameter kawat baja terbesar
  21. Contoh peswat angkat & angkut ---> peralatan angkat, pita transport, peswat angkutan diatas landasan & diatas permukaan, alat angkutan jalan riil
  22. Contoh pesawat angkat ---> gondola, keran angkat, pesawat pneumatic, keran magnit
  23. Contoh pesawat angkut ---> truk, traktor
  24. Contoh pipa transport ---> eskalator, ban berjalan, rantai berjalan
  25. Contoh pesawat angkut jalan riil ---> lokomotif, gerbong, lori
  26. Contoh peswat angkut diatas landasan & diatas permukaan ---> truk, truk derek, traktor, gerobak, forklift, kereta gantung 
  27. Ujung tali baja tromol gulung dibelit sekurang2nya ---> 2x secara penuh pada tromol
  28. Pesawat angkat dilengkapi rem yang dapat mengerem bobot ---> tidak kurang dari 1,5x beban yang diijinkan
  29. Faktor keamanan tali baja ---> minimal 3,5x beban maksimun
  30. Kelebihan tali baja selama gondola menggantung ---> 1 meter
  31. Besar tegangan listrik gondola tidak boleh melebihi ---> 10% dari ketetapan
  32.  Syarat lebar kiri kanan jalan bebas ---> 60 cm dari lebar kendaraan untuk 1 arah & 90 cm dari lebar kendaraan untuk 2 arah
  33. Lambang & Logo K3 ---> Warna dasar putih & palang Hijau
  34. Makna di lambang K3 ---> PALANG (bebas sakit & kecelakaan akibat kerja), RODA GIGI (bekerja dengan kesegaran jasmani & rohani), PUTIH (bersih & suci), HIJAU (selamat, sehat & sejahtera), 11 GIGI RODA (11 bab UU No 1 th 1970)
  35. Tata cara pemasangan bendera K3 ---> apabila berdampingan dengan bendera nasional harus dipasang pada tiang sebelah kiri dari bendera nasional, dipasang pada gerbang masuk halaman perusahaan / pintu utama bangunan kantor / depan kantor P2K3, waktu pemasangan satu tiang penuh selama kegiatan kerja & tinggi tiang tidak boleh lebig tinggi dari tiang bendera nasional
  36. Pencabutan penunjukkan AK3 apabila ---> tidak mematuhi perundang-undangan keselamatan kerja, pindah ke perusahaan lain, melakukan kesalahan yang mengakibatkan kecelakaan, meninggal dunia & mengundurkan diri 
Kutip Artikel ini Sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2015). Scope Fire Protection System & Detection System serta Keselamatan Kerja, Best Practice Experience in Power Plantwww.caesarvery.com. Surabaya

Referensi:
[1] UU Keselamatan Kerja dan Ketenagakerjaan RI
[2] http://jogjafire.indonetwork.co.id/group+110738/fire-hydrant-equipment.htm
[3]http://guardfire.en.made-in-china.com/product/lKPnhuYyhVWz/China-Fire-Hose-Nozzle-for-Fire-Fighting.html
[4] http://chickenmonkeydog.com/siamese-fire-connection/
[5] http://www.toangiaphat.com/en-us/zone/339/news/903-pillar-hydrant-vortex-inhibitors.aspx
[5]http://www.americanfirehose.com/storz-connections/4-female-npt-x-4-storz-x-2-2-f-nst-red-powder-coated-siamese-storz-connection-sz11
[6] http://www.eversafe.com.ph/pages/products/fire_hose_reel.html
[7] http://www.madhatterindy.com/how-fire-sprinklers-can-help-in-an-emergency/
[8] http://grahanindo.com/services/jockey-pump-sets/
[9] https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Smoke_detector,_Russia.JPG
[10] http://www.bromindo.com/wp-content/uploads/2014/06/selang-pemadam-
kebakaran-red-rubber-hooseki.jpg 

Ingin Konsultasi dengan Tim Expert Website, Silakan Hubungi DISINI

Scope Coal Handling Plant PLTU

Diposting oleh On Wednesday, December 16, 2015

PLTU di Indonesia mayoritas menggunakan bahan bakar batu bara yang di supply ke unit pembangkit dengan menggunakan kapal tongkang (mayoritas PLTU dekat laut dengan tujuan bahan baku air yang melimpah yaitu air laut dan mudahnya transportasi bahan bakar yaitu batu bara dan kebutuhan penunjang lainnya). Berikut adalah urutan coal handling system :  

Jetty - Ship Unloading + Conveying - Stacking - Coal Yard - Reclaiming - Belt Conveyor - Silo + Coal Feeder - Crushing
  • Ship Unloading
Pengangkutan / pemindahan batu bara dari kapal tongkang menggunakan unloader + belt conveyor
  • Stacking (pengisian)
Unloader memindahkan dari kapal tongkang ke coal yard (proses disebut stacking)
  • Coal Yard / Stock Pile
Tempat penimbunan batu bara di tempat terbuka, tempat ini dilengkapi sistem dust supression & water jet untuk mencegah batu bara self combustion dan fly ash berhamburan
  • Reclaiming (pengosongan)
Menyalurkan batu bara dari coal yard ke silo
  • Belt Conveyor
Alat yang digunakan untuk mengangkut batu bara dari kapal tongkang ke coal yard dan dari coal yard ke surge hopper (tempat penampungan batu bara sebelum ke crusher).

Sumber Gambar : http://www.conveyall.com/


BACA JUGA : Macam - Macam Conveyor

Bagian-Bagian dari Belt Conveyor adalah :
1. Komponen penggerak meliputi :
  • Motor
  • Gearbox
  • Coupling
2. Komponen bergerak (katrol) meliputi :
  • Head Pulley (katrol didepan coal hopper & memutar belt ke bawah)
  • Tail Pully (katrol dibelakang coal hopper & memutar belt ke atas)
  • Bend Pulley (katrol di belokan sebelum ke pemberat)
  • Take Up Pulley (katrol yang dilekatkan dengan pemberat untuk menjaga ketegangan belt
3. Komponen berputar sebagai penyangga belt (roller) meliputi :
  • Carry Idler sebagai penyangga utama belt
  • Return Idler sebagai penyangga belt balikan
4. Komponen hopper  meliputi :
  • Feed Chute / Feed Hopper
  • Discharge Chute / Discharge Hopper
     
  • Silo + Coal Feeder
Tempat penampungan sebelum batu bara di crusher yang dilengkapi coal feeder untuk mengatur bukaan batu bara masuk ke crusher 
  • Crusher / Mill / Pulverizer
Sebagai penghancur batu bara sesuai ukuran yang di inginkan

Kutip Artikel ini Sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2015). Scope Coal Handling Plant PLTU, Best Practice Experience in Power Plant. www.caesarvery.com. Surabaya

Referensi:
[1] Feriyanto, Y.E. (2015). Best Practice Experience in Power Plant. Surabaya

Ingin Konsultasi dengan Tim Expert Website, Silakan Hubungi DISINI

Ruang Lingkup Balance of Plant (BOP) PLTU

Diposting oleh On Tuesday, December 08, 2015

 Di PLTU ada 2 pembagian utama sistem yaitu :
  • Main Plant yang meliputi boiler, turbine, generator
  • Balance of Plant yang meliputi 7 aspek yaitu :

1. Coal Handling Plant (Penanganan Batu Bara)
Meliputi sistem sebagai berikut :
  • Unloading Coal (pembongkaran) 
  • Crushing (penghancuran)
  • Stacking & Reclaiming at Stockyard (penyimpanan)
  • Dust Control dan Filling of Boiler Bunker (pengendalian debu dan persiapan umpan ke boiler)
 Perencanaan dalam membangun coal handling plant meliputi :
  • Station Capacity (kapasitas gudang)
  • Coal Source and Quality, dilihat sumber batu bara dan kualitasnya yang meliputi :
  1. Hardgrove Grindability Index (HGI) : tingkat kemudahan batu bara di crusher sampai ukuran tertentu, umumnya tingkat HGI adalah 45 - 65 
  2. Gross Caloric Value (GCV) : nilai kalori kotor yaitu kalori total antara kalori murni yang terkandung batu bara ditambah energi untuk menguapkan total moisture (kandungan air di batu bara + air dari ikatan antara hidrokarbon dengan oksigen bebas) 
  3. Moisture Content, kandungan air dalam batubara, umumnya antara 12 % - 15 % 
  4. Ash Analysis 
  5. Total Sulphur
  6.  Fixed Carbon 
  7. Volatile Matter
  • Coal Transportation
Umumnya menggunakan belt conveyor dengan perhitungan desain mengacu kepada :
  1. Densitas batu bara 800 kg/m3 - 1200 kg/m3
  2. Kapasitas pengangkutan, kWh motor, sizing belt, hopper 
  3. Bagian - bagian belt conveyor adalah motor, gearbox, coupling, pulley, metal detector
  • Topography and Geometry of Area
Meliputi :
  • Bottom Ash (sisa pembakaran batu bara yang densitas-nya berat karena sedikit lebih basah).
Peralatannya meliputi :
  1. Hopper with Submerged Scarpped Conveyor
  2.  Slurry Sump 
  3. Centrifugal Pump (untuk mengalirkan slurry dari slurry sump ke main ash slurry sump karena densitas tinggi) 
  4. Hydraulic Cylinder 
  5. Clinker Grinder
  • Fly Ash (sisa pembakaran batu bara yang berupa abu terbang dan lebih kering dibanding bottom ash)
Peralatannya meliputi :
  1. Electro Static Precipitator (ESP) Collection Hopper 
  2. Vacuum / Pressure Conveying System (pengangkut dari ESP collection hopper ke intermediate surge hopper) 
  3. Intermediate Surge Hopper 
  4. Pneumatic Pressure Conveying (pengangkut dari intermediate surge hopper ke storage silo) 
  5. Storage Silo 
  6. Air Preheater 
  7. Ash Slurry Pump (Fly ash diangkut dalam bentuk sedikit basah / slurry)
  • Ash Water System
Air yang digunakan berasal dari cooling tower yang dialirkan ke ash pond, clear water digunakan untuk sealing dan cooling sedangkan demineralized water untuk close cycle ccoling. Terdiri dari peralatan seperti :
  1. Ash Water Sump 
  2. HP Water Pump 
  3. LP Water Pump 
  4. Economizer Ash Water Pump
Sistem peralatan meliputi :
  • Unloading Fuel Oil
  • Storage
  • Transfer to the Day Oil Tank
 Air digunakan untuk :
  • Condenser Cooling
  • Ash Disposal
  • Heat Cycle Make Up
  • Equipment Cooling
  • Service Water
  • Potable Application
Macam - macam air yang digunakan adalah :
  • Clarified ater untuk cooling tower make up dan service water
  • Demineralized Water untuk heat cycle make up, equipment cooling make up dan condensate polishing plant regeneration
  • Filtered & Disinfected Water untuk potable application
Ruang lingkup sistem water treatment plant adalah :
  • Raw Water Reservoir and Pump House 
  • Pre Treatment Plant, Meliputi :
  1. Produces clarified water
  2. Untuk surface water meliputi raw water chlorination, clarification with clarifier
  • Filtration System
  • Chlorination Plant
  • Demineralized Water Plant, meliputi :
  1. Activated carbon filter 
  2. Ion exchange unit 
  3. Ion exchange resin, terdiri dari :
  • Cation Exchanger Resin, karekteristik : kapasitas besar, asam kuat, bahan dari sulphonated polystyrene
  • Anion Exchanger Resin, karekteristik : basa kuat, densitas lebih kecil daripada cation resin
  1. Resin Regeneration 
  2. Degasser Tower & Tank
  3.  Drain Neutralization System
5. Circulating Water System
Digunakan untuk mengkondensasi LP turbine dan untuk secondary cooling boiler & turbine auxiliary. Sistem peralatan meliputi :
  • Circulating Water Pump
  • Cooling Tower
  • Cooling Water Make Up & Treatment System
  • Sea Water Cooling
  • Side Stream Filter
Sistem peralatan meliputi :
  • Fire Protection System, meliputi :
  1. Hydrant System 
  2. Water Spray System 
  3. Fixed Foam System
  4.  Inert Gas System 
  5. Portable and Mobile Fire Extinguisher
  • Fire detection and Alarm System
  • Fire Station
7. Electrical and Control - Instrumentation System

Kutip Artikel ini Sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2015). Ruang Lingkup Balance of Plant (BOP) PLTU, Best Practice Experience in Power Plantwww.caesarvery.com. Surabaya

Referensi:
[1] Feriyanto, Y.E. (2015). Best Practice Experience in Power Plant. Surabaya

Ingin Konsultasi dengan Tim Expert Website, Silakan Hubungi DISINI