Trending Topik

Cara Kerja Dosimeter TLD (Thermoluminiscent Dosimeter) dan Film Badge

Dosimeter adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur akumulasi dosis radiasi. Terdapat 2 dosimeter yang umum digunakan karena efektif dalam aplikasi yaitu waktu pembacaan/evaluasi dosis cukup lama, dimana TLD per 3 bulanan sedangkan film badge per 1 bulanan.

Cara Kerja TLD sebagai berikut:

Cara kerja TLD adalah eksitasi, ketika ada radiasi maka elektron dari pita valensi pindah ke pita konduksi (transisi elektron) dan selama terkena radiasi maka terjadi akumulasi elektron terus-menerus. Setelah 3 bulan dilakukan pembacaan, maka elektron yang telah ter-akumulasi tadi harus diberi energi dari luar agar bisa pindah, pemberian energi bisa berupa energi panas sehingga pancarannya disebut thermoluminisensi (TLD) dan jika diberi cahaya UV disebut radiophoto (RPLD). Pancaran elektron yang di-eksitasi oleh energi yang keluar kemudian dideteksi oleh photomultiplier (PMT) dan besarnya pancaran sebanding dengan dosis radiasi.

BACA JUGA: Macam-Macam Alt Ukur Proteksi Radiasi dan Surveymeter

Cara kerja film badge sebagai berikut:

Cara kerja film badge adalah fotokimia, ketika dikenai radiasi maka sebagian/seluruh energi radiasi akan dialihkan ke elektron. Elektron akan membuat Ag+ dalam kristal AgBr menjadi Ag netral sehingga terbentuk bayangan laten. Untuk mengetahui jumlah radiasi maka detektor film dicuci dengan senyawa kimia sebagai larutan pengembang. Atom Ag yang berupa bayangan laten akan semakin hitam sedangkan ion Brmenjadi atom Br. Proses pencucian lanjutan dengan larutan stop bath untuk menghentikan proses pengembangan (penghitaman). Pencucian lanjutan dengan larutan fixer akan melarutkan molekul AgBr sisa, sedangkan yang telah menjadi logam Ag akan terikat kuat sebagai bayangan hitam.

Film badge umumnya tersusun dari beberapa sekat yang mereferensikan shielding/penahan dengan berbagai jenis dan ukuran. Terdapat 8 sekat yang umum ada pada film badge yaitu:
1 : Tanpa filter
2 : Plastik (0.5 mm)
3 : Plastik (1.5 mm)
4 : Plastik (3 mm)
5 : Alumunium (0.6 mm)
6 : Tembaga (0.3 mm)
7 : Timah (Sn) sebesar 0.8 mm & Timbal (Pb) sebesar 0.4 mm
8 : Cadmium (Cd) sebesar 0.8 mm & Timbal (Pb) sebesar 0.4 mm

Kutip Artikel ini sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2020). Cara Kerja Dosimeter TLD (Thermoluminiscent Dosimeter) dan Film Badgewww.caesarvery.com. Surabaya

Referensi
[1] Feriyanto, Y. E. (2019). Pelatihan & Sertifikasi PPR Tingkat 2. BATAN-BAPETEN, Jakarta

Previous
« Prev Post