Artikel Terbaru

Anti COPAS

Proses Pembuatan Ammonia (NH3)

Pada industri pupuk terbagi menjadi beberapa unit proses produksi, disini akan dikupas satu – persatu dari unit tsb. Unit – unit itu antara lain :
  1. Pabrik Amoniak (NH3) 
  2. Pabrik Pupuk Urea (NH2CONH2) 
  3. Pabrik Pupuk Phonska(NPK) 
Uraian proses Produksi Amoniak akan dijelaskan di bawah ini.
 Pembuatan Gas Sintesa
  • Desulfurisasi


Gas alam yang akan digunakan sebagai bahan baku proses pembuatan amoniak masih mengandung pengotor berupa sulfur yang dapat meracuni katalis reformer. Kandungan sulfur dalam gas alam akan dikurangi sampai batas 0,01 ppm di dalam desulfurizer berisi katalis Co / Mo. Reaksi yang terjadi :


“Natural gas that will be used as raw material of ammonia manufacturing process still containing impurities such as sulphuric which can toxicity of reformer catalyst. Sulphuric content in natural gas will be reduced until limit 0,01 ppm in the desulphurizer with catalyst Co / Mo.”
  • Primary reformer
Gas alam keluaran desulfurizer direaksikan dengan kukus di dalam packed tube berisi katalis nikel (Ni). Produk reaksi ini berupa CO2, CO, dan H2. Reaksi yang terjadi dalam primary reformer adalah :

Reaksi ini merupakan reaksi endotermik yang mengambil panas dari reaksi pembakaran sebagian gas alam.
“Outlet natural gas from desulphurizer is reacted in the packed tube has contained nickel (Ni) catalyst. Reaction product are CO2, CO, and H2.  This reaction are endothermic reaction that taking heat from half combustion react of natural gas.”
  • Secondary reformer
Gas keluaran  primary reformer direaksikan dengan udara (21% O2) di dalam reaktor fixed bed berisi katalis nikel (Ni). Reaksi yang terjadi di dalam reformer ini adalah

Reaksi ini merupakan reaksi eksotermik yang panasnya dimanfaatkan untuk membangkitkan kukus pada waste heat boiler.
Outlet gas from primary reformer is reacted with air in the fixed bed reactor that contained nickel (Ni) catalyst. This reaction is exothermic that heat is used to generate in the waste heat boiler.”
  • High Temperature Shift converter (HTSC)
Gas keluaran  secondary reformer direaksikan dengan kukus di dalam reaktor unggun / reaktor fluidized  satu lapis berisi katalis Fe. Tujuan reaksi di dalam shift converter ini adalah untuk mereduksi kandungan CO yang dapat mengganggu reaksi di dalam ammonia converter. Reaksi yang terjadi adalah :



Reaksi dilangsungkan pada temperatur tinggi (371 0C) untuk meningkatkan kecepatan reaksi kadar CO berkurang dalam jumlah besar.
“Outlet gas from secondary reformer is reacted in the fluidized reactor 1 layer with catalyst Fe. The purpose reaction in the shift converter is to reduction CO content which can disturb reaction in the ammonia converter. Reaction is done in high temperature to raise reaction velocity so happen decreasing CO degree in large capacity.”
  • Low Temperature Shift converter (LTSC)
Di dalam LTSC terjadi reaksi yang sama dengan HTSC, hanya saja reaksi dilangsungkan pada temperatur  yang lebih rendah (203 0C) agar konversi reaksi tinggi. Reaksi dilangsungkan pada reaktor dengan dua lapis unggun katalis. Kadar CO keluaran LTSC diharapkan kurang dari 0,5%.
“In the LTSC happen reaction like in the HTSC, only reaction is done in low temperature to high conversion. Reaction is done in the reactor 2 layers in the fluidized bed. Outlet CO degree from LTSC is expected less of 0,5 %.”
Pemurnian Gas Sintesis (Penghilangan CO2)
  • CO2 absorber
Gas keluaran LTSC masih mengandung sisa CO2 yang dapat mengganggu reaksi pembentukan amoniak. Sisa CO2 ini direduksi dengan mengontakkan gas sintesa dan Larutan Benfield dalam absorber berupa lapisan unggun. Reaksi yang terjadi :


“Outlet gas from LTSC still containing residue CO2  which can disturb ammonia forming reaction. CO2 residue is removed with contacting synthesis gas with benfield solution in the fluidized bed absorber.”
  • CO2 stripper
CO2 yang terabsorb dalam Larutan Benfield dilucuti oleh kukus dalam kolom stripper. Absorben yang bebas CO2 akan digunakan kembali di absorber. Reaksi yang terjadi :



“CO2 that be absorbed in the Benfield solution stripped down in the stripper column. Absorbent free CO2 will be used again in the absorber.”
  • Methanator

Sisa CO2 dan CO yang tidak hilang lewat absorber akan dikonversi menjadi metana dengan bantuan katalis nikel (Ni). Reaksi yang terjadi :

Kadar keluaran CO2 dan CO kurang dari 10 ppm.
“CO2 residue and CO which do not lost from absorber will be converted to methane with be helped by catalyst nickel (Ni). Outlet CO2 degree and CO less of 10 ppm.”
  • Sintesa Amoniak
Sebelum diumpankan dalam ammonia converter, gas sintesa dikompresi terlebih dahulu. Reaksi yang terjadi di dalam ammonia converter adalah :


Reaksi ini merupakan reaksi eksoterm yang akan berlangsung optimum pada kondisi operasi tertentu.
“Feed before is entered into ammonia converter, synthesis gas is compressed first. This reaction is exothermic reaction that will optimum in the specific operation.”
  • Proses Pendinginan/ Refrigeration
Amoniak yang terbentuk direfrigerasi, sehingga terbentuk NH3 cair yang didistribusikan ke pabrik urea dan ZA sebagai bahan baku.
“Ammonia then refrigerated, so that be produced liquid NH3 that distributed into urea and ZA factories as raw material.”
  •  Purge Gas Recovery
Proses ini dilakukan untuk memperoleh kembali gas - gas yang dapat dimanfaatkan kembali, yaitu : H2, dan amoniak (NH3).
“This process is done to repeat obtain gas can be reused such as H2, and amoniak (NH3).”

Referensi : Laporan Kerja Praktek Petrokimia Gresik Jurusan Teknik Kimia ITS dengan bahasa yg disederhanakan dan kata yg diringkas

>

Previous
« Prev Post

7 comments

boleh saya minta artikel ini sebagai refernsi gan?

Silakan kirim ke email dan ane kirimi,,

saya bisa minta artikel ini dan pembuatan ZA ? terimakasih sebelumnya

boleh saya minta artikel ini buat referensi nya gan?

Maaf min Boleh Minta Artikel ini gak buat refrensi saya

ingin artikel PDF silakan kirim ke email admin YE_Feriyanto@yahoo.com

mau dong kak, bolang.bocahengabisapulang@yahoo.com