Artikel Terbaru

Sistem Preservasi Tube Boiler PLTU

Preservasi adalah menjaga kondisi peralatan agar tetap optimal tanpa ada kerusakan yang signifikan baik ketika runnning maupun shutdown. Pengoptimalan ini umumnya menjaga equipment dari reaksi korosi yang bisa disebabkan karena keberadaan oksigen. Istilah di PLTU yang umum dipakai untuk perlindungan peralatan adalah ketika running (pasifasi) dan shutdown (preservasi). Salah satu preservasi yang umum dilakukan di PLTU adalah preservasi boiler ketika shutdown. Terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan selama persiapan preservasi boiler baik mechanical maupun chemical. Berikut poin-poin yang menjadi perhatian khusus :

  • Shutdown Jangka Pendek (<72 jam)
Boiler water umumnya masih dalam keadaan panas dan hanya membutuhkan shutdown pendek kemudian lanjut running kembali sehingga pada kondisi ini air tidak perlu di-drain namun memerlukan chemical treatment khusus untuk menggantikan chemical injection continuous ketika unit PLTU running. Parameter kualitas air tetap dijaga sesuai standar dengan parameter yang sama ketika unit running seperti pH, silica, hydrazine dan phospate. Terdapat beberapa tambahan treatment khusus yaitu injeksi seperti hydrazine, phospate dan ammonia dibuat pekat. Persiapan tersebut untuk mempercepat kenaikan pH ketika terjadi drop. Kualitas air dijaga sesuai parameter tersebut karena jika pH drop maka laju korosi air boiler dengan material tube akan semakin tinggi. Ketika unit sudah siap running maka kondisi air boiler ini siap digunakan langsung tanpa harus di-drain.

  • Shutdown Jangka Panjang (>72 jam)
Boiler water dilakukan drain total dan terdapat 2 cara yang bisa dilakukan yaitu wet lay up dan dry lay up. Wet lay up adalah preservasi yang dilakukan dengan kondisi basah seperti pemakaian chemical di air boiler untuk mempertahankan kualitas air selama masa shutdown sedangkan dry lay up adalah preservasi dengan kondisi kering yaitu dengan penggunaan gas yang tidak mudah bereaksi (umumnya nitrogen) atau uap kering (dehumidified air).
Di PLTU, pada umumnya untuk yang kapasitas besar preservasi kering lebih disarankan karena biayanya yang cukup mahal sedangkan untuk unit kecil seperti luar jawa disarankan menggunakan preservasi basah. 
Masing-masing sistem preservasi memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :
Kelebihan Wet Lay-Up (Chemical Treatment) :
  • Dalam operasinya tidak membutuhkan perhatian terhadap tingkat kelembaban
  • Mudah dilakukan dan dicek kualitasnya karena mirip dengan pengamatan kualitas air ketika unit running 
  • Kebocoran lebih mudah terdeteksi
  • Larutan bisa digunakan kembali
  • Seluruh tube (superheater, reheater maupun economizer) bisa ter-preservasi dengan baik
Kekurangan Wet Lay-Up Chemical Treatment) :
  • Membutuhkan air demin yang cukup banyak
  • Memerlukan monitoring parameter kualitas air yang cukup banyak dengan frekuensi yang pendek
  • Penggunaan zat kimia harus benar seperti material tube dari tembaga (Cu) tidak boleh diinjeksikan ammonia 
  • Penggunaan hydrazine bisa menyebabkan karsinogenik 
  • Memerlukan sirkulasi yang terus-menerus
  • Menghasilkan limbah ketika di-drain
Kelebihan Dry Lay-Up (Nitrogen Treatment) :
  • Sistem bisa dikombinasi dengan penggunaan air boiler (chemical treatment)
  • Penggunaan tidak harus benar-benar kering

Kekurangan Dry Lay-Up (Nitrogen Treatment) :
  • Nitrogen bisa cukup berbahaya bagi operator selama proses treatment 
  • Jika sistem di-drain maka nitrogen bisa terbuang
Kelebihan Dry Lay-Up (Dehumidified Air Treatment) :
  • Mudah dimonitoring
  • Tidak ada resiko yang signifikan bagi operator
  • Udara kering (dehumidified air) mudah didapatkan
  • Perawatan peralatan mudah
Kekurangan Dry Lay-Up (Dehumidified Air Treatment) :
  • Membutuhkan sealing yang rapat
  • Bisa menghasilkan sedimen jika kondisi higroskopis 
  • Sistem harus benar-benar kering
  • Memerlukan peralatan dryer dan blower
Berdasarkan "EPRI Boiler Tube Failure" :

Referensi : Pengalaman pribadi di unit pembangkitan

ARTIKEL TERKAIT :

Previous
« Prev Post