Artikel Terbaru

Anti COPAS

Macam - Macam Boiler

Boiler adalah alat untuk menghasilkan uap dari pendidihan cairan (air). Di dalam sistem pembangkit, boiler mempunyai peranan vital yaitu sebagai tenaga penggerak turbin. Boiler sendiri terdiri dari beberapa sistem yang nantinya disini disebut boiler system yang terdiri dari furnace, water wall tube, economizer, HRA (Heat Recovery Area) dan cyclone separator.
Macam - Macam Boiler adalah :
  • Pulverizer Fuel (PF) Boiler

Gambar 1. Skematik PF Boiler
Kelebihan dari PF Boiler :
  1. Energi panas yang dihasilkan adalah yang terbesar dari semua tipe boiler
  2. Pemeliharaan mudah 
  3. Diterapkan disebagian pembangkit di Jawa
  4. Untuk menghasilkan daya yang besar > 600 MW 
 Kekurangan dari PF Boiler :
  1. Masalah lingkungan karena emisi gas buang
  2. Sedikit boros bahan bakar
Prosesnya seperti dibawah ini :
Demin water hasil dari water treatment system (WTP) dilakukan pre-treatment terlebih dahulu yaitu dipanaskan di unit yang diberi nama low pressure heater (LPH) dan high pressure heater (HPH). Steam yang digunakan sebagai pemanas berasal dari suntikan dari turbin (disebut extraction steam). Tujuan pemanasan awal adalah agar efisien boiler meningkat karena untuk mencapai titik didih tidak memerlukan panas yang cukup tinggi. Pre-treatment kemudian berlanjut lagi di economyzer boiler yang memanfaatkan gas buang sisa pembakaran sehingga siklus panas di PLTU benar-benar efisien.
Pembakaran bahan bakar terjadi di area furnace boiler dan umumnya menggunakan bahan bakar jenis batubara yang ditampung di coal silo dan secara gravitasi turun ke pulverizer untuk di-adjust size-nya agar pembakaran batubara bisa lebih sempurna dan merata. Hasil dari pulverizer diarahkan menuju kedalam furnace menggunakan mechanical screw atau dihembuskan oleh exhauster fan. Sebelum batubara dimasukkan, pembakaran di furnace boiler sudah terjadi terlebih dahulu menggunakan solar HSD ketika awal start. Setelah panas dirasakan sudah cukup maka batubara dimasukkan sehingga api akan terus-menerus menyala dan solar HSD bisa dihentikan. Sebagai pertukaran panas agar api terus menyala, maka ditambahkan pasir sebagai media penyimpan panas
  • Circulating Fluidized Bed (CFB) Boiler
 
Gambar 2. Boiler CFB PLTU
Proses kerja CFB Boiler :
Cara kerja seperti di PF boiler namun untuk efisiensi ditambahkan cyclone separator untuk recycle pasir dan batubara yang tidak terbakar. CFB boiler didesain untuk batubara berkadar rendah (low rank coal) sehingga banyak kandungan unburned carbon yang membutuhkan pemanasan yang siklus terus-menerus agar bisa terbakar habis. Sistem CFB boiler adalah batu bara akan melayang-layang dengan penambahan pasir sebagai distribusi panas (saat start pembakaran menggunakan minyak HSD kemudian batu bara diumpankan dan setelah terbakar, minyak dihentikan dan pasir dimasukkan), karena pasir memiliki titik leleh yang tinggi maka saat batu bara sudah habis terbakar maka panas masih tersimpan di pasir.

Kelebihan CFB Boiler :
  1. Irit bahan bakar
  2. Efisien energi
  3. Ramah lingkungan (karena SO2 terserap oleh limestone & rendah emisi NO2 )
  4. Tidak ada kerak yang tersisa
  5. Laju korosi rendah 
  6. Hemat karena menggunakan batu bara low rank 
Kekurangan CFB Boiler :
  1. Mahal karena peralatannya besar dan banyak
  2. Masalah pemeliharaan
  3. Kebutuhan udara adalah yang terbesar dari semua tipe boiler
  4. Kadar carbon sisa adalah yang terbesar
  • Stoker Boiler 
Gambar 3. Skematik Stoker Boiler

Proses kerja :
Cara kerja mirip panggangan sate, batu bara ditaruh di chain grate (rak besi berjalan) yang berjalan sangat pelan berputar sambil membawa batu bara (jadi awal chain grate batu bara masih utuh dan di akhir chain grate batu bara sudah menjadi abu), abu akan terbuang ke bak penampung ketika chain grate sudah berjalan sampai batas akhir dan siap untuk siklus ulang.

Kelebihan Stoker Boiler :
  1. Irit bahan bakar
Kekurangan Stoker Boiler :
  1. Masalah lingkungan
  2. Masalah pemeliharaan 
  3. Hanya untuk pembangkit berdaya kecil
Tabel 1. Perbandingan Boiler Tipe PF & CFB

Referensi : Pengalaman pribadi di pembangkitan

ARTIKEL TERKAIT :
1. Batu Bara 

Previous
« Prev Post