Artikel Terbaru

Siklus 5 & 10 Tahunan Pasar Modal IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah rata-rata harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga IHSG melambangkan kecenderungan saham yang beredar di Indonesia apakah sedang bergerak trend bullish atau bearish. Dari awal saham diperdagangkan terdapat siklus tahunan yang hampir mirip efeknya terhadap pasar saham seperti siklus 5 tahunan dan 10 tahunan akibat PEMILU. Sejak rezim orde baru runtuh Tahun 1998 dimana Indonesia dilanda krisis moneter yang mengakibatkan inflasi besar-besaran di Indonesia dan banyak industri berjatuhan maka IHSG juga tak luput terkena dampaknya. IHSG Tahun 1998-1999 menunjukkan penurunan yang sangat tajam sehingga banyak investor mengalami kerugian yang sangat besar. Pada tahun tersebut, seluruh harga kebutuhan naik sampai 10-20x dan uang tidak bernilai tinggi sehingga bisa dikatakan ekonomi Indonesia paling parah sejak pemerintahan terbentuk. Tahun berikutnya menjelang siklus 5 tahunan, IHSG secara pelan bergerak trend bullish dan bahkan ketika selesai PEMILU diadakan Tahun 2003-2004, IHSG malah menunjukkan taringnya dengan menghijau yang terus-menerus. Siklus 10 tahunan berikutnya yaitu Tahun 2008-2009, Indonesia dilanda inflasi yang cukup tinggi namun tidak menimbulkan chaos di pemerintahan. Pada tahun tersebut, IHSG sempat jatuh namun tidak separah Tahun 1998 sampai akhirnya banyak investor saham yang jatuh ke jurang kerugian dan lama untuk bangkit kembali. Munculnya ide analisa siklus 5 dan 10 tahunan adalah efek dari kejadian beruntun ini.

BACA JUGA : Trend Tahunan Pergerakan Harga Saham
 
Sumber Gambar : www.stockdansaham.com
Siklus 5 tahunan berikutnya yaitu Tahun 2013-2014 ketika pemilihan presiden petahana habis 2 periode dan pertarungan baru bagi para capres-cawapres maka IHSG menyentuh level hijau yang menunjukkan optimisme investor pada kestabilan politik di Indonesia. Memang benar, Tahun 2013, ekonomi-politik Indonesia stabil dengan terpilihnya presiden baru. Pemerintahan presiden baru mulai merombak sistem yang ada dan melakukan genjotan investasi besar-besaran di infrastruktur dan energi terutama pemerataan listrik dan BBM dengan harga yang sama di seluruh Indonesia. Kepemimpinan presiden ini, banyak saham yang terus-menerus bullish seperti sektor infrastruktur, pertambangan, perbankan dan properti. Saham Indonesia menjadi yang terbaik di Asia dari segi pertumbuhan. Namun siklus 10 tahunan berikutnya menunjukkan sesuatu yang berubah, tepatnya Tahun 2018-2019 pemilu yang merebutkan kursi petahana dilanda aksi makar dan gejolak politik di tanah air. Aksi jual saham besar-besaran oleh investor asing yang diikuti investor domestik membuat IHSG terpuruk paling parah selama dekade terakhir. Tepatnya 1 bulan setelah pemilu diadakan, IHSG terus turun tajam sampai pengumuman resmi presiden terpilih diumumkan. Setelah pengumuman resmi, para investor yakin Indonesia masih aman dan pemerintah sanggup meredam aksi kebrutalan rakyat. Investor asing dan domestik ramai-ramai melakukan aksi beli yang membuat IHSG terus menghijau.




Kesimpulan yang bisa dipetik dari siklus IHSG ini adalah :
  • Sebaiknya untuk trader, 1 bulan sebelum pemilu harus sudah menarik semua investasi di saham dan membuat portfolio cash semua atau jika ingin spekulatif buy maka sebaiknya memilih saham aman yaitu blue chip sektor consumer good karena diyakini tidak akan goyang dan tergerus oleh apapun karena menyediakan kebutuhan hidup
  • Para investor jangka panjang, sebaiknya membeli ketika harga saham sudah terdiskon sangat dalam karena pada moment tersebut banyak sekali saham ber-fundamental bagus sedang murah-murahnya
  • Pada siklus 5 dan 10 tahunan, sebaiknya investor memilih investasi aman seperti obligasi dan deposito sampai benar-benar kondisi politik di tanah air sudah stabil
  • Jika pada masa itu, investor memiliki saham yang tersangkut alangkah baiknya dilakukan cut loss mengingat situasi ke depan belum tahu seperti apa, apakah ada aksi penggulingan pemerintahan yang sah, demo besar-besaran dan anarkis
  • Saham-saham yang tidak direkomendasikan sama sekali ketika siklus 5 dan 10 tahunan adalah sektor perbankan karena jika inflasi melonjak sangat tinggi tidak terkendali dan ekonomi Indonesia hancur, maka uang investasi tidak akan bernilai dan yang tetap memiliki nilai hanya "emas logam mulia"
Referensi : Pengalaman pribadi investasi di pasar modal

Previous
« Prev Post