Trending Topik

Tahapan Start-Stop Boiler PLTU

Terdapat beberapa tahapan sebelum start-stop boiler PLTU seperti berikut:

1. Sebelum Start

  • Memastikan seluruh pekerjaan maintenance sudah selesai dilakukan
  • Pengecekan seluruh fungsi alat telah bekerja normal
  • Pengoperasian sistem pendingin (cooling water)
  • Pengoperasian udara bertekanan (compressed air)
  • Memastikan ketersediaan demin water untuk make-up boiler
  • Memastikan sand feeding system dan coal fuel system
  • Pengecekan control & safety interlock system telah bekerja normal
2. Grid Pressure Drop Test

  1. Fungsi untuk mengecek kebuntuan grid nozzle
  2. Menguji setiap beban berbeda pada PA Fan
  3. Membandingkan antara data yang didapatkan dengan desain dan seharusnya tidak boleh >10% data desain
3Cold Start Boiler

Pada sistem cold start boiler terdapat beberapa tahapan seperti:
3.1 Fill Boiler
  • Melakukan close semua drain valve
  • Melakukan open semua air vent di steam drum & superheated
  • Membuka start-up vent valve 10-15%
  • Menaikkan pelan-pelan feed water/boiler water ke steam drum sampai level 1/3 dari sight glass
3.2 Start Fan
  • Start ID Fan
  • Start HP Blower
  • Start SA Fan
  • Start PA Fan

3.3 Boiler Interlock
Menyambungkan seluruh kesiapan boiler system operasi dan melakukan setting:
3.4 Purge
Sebelum start burner maka di furnace boiler harus dilakukan purging/flushing/pembersihan dari gas-gas yang mudah terbakar atau akumulasi bahan kimia yang bisa membuat boiler meledak. Purging time direkomendasikan rata-rata 5 menit (300 detik).
3.5 Start-Up Burner
Ketika semua peralatan pendukung boiler sudah OK dan siap dilanjutkan purging pembersihan di furnace system maka burner bisa dinyalakan. Berikut kondisi operasi burner boiler system:
  • Burner dinyalakan setelah memenuhi persyaratan seperti: [i] interlock boiler sudah OK, [ii] oil turbine pressure > minimum, [iii] control air pressure > minimum, dan [iv] atomizing air pressure > minimum
  • Burner akan mati jika bed temperature sudah mencapai >850 C, karena untuk CFB boiler akan diteruskan panasnya oleh bed sand (pasir)
3.6 Steam Drum & Deaerator Low Level Cut Off
Setelah pembakaran boiler sudah dilakukan maka untuk keberlanjutan operasi perlu dilakukan pengetesan sinyal & sensor apakah safety-nya bekerja. Cara melakukan seperti membuka valve drain sampai low level sehingga level steam drum dan deaerator turun dibawah minimum yang disyaratkan. Ketika sensor OK membaca maka bisa dilanjutkan untuk continuous operation.

3.7 Boiler Warm-Up
  • Menaikkan temperatur boiler perlahan untuk menghindari efek thermal stress pada part, refractory & steam drum
  • Kenaikan temperatur yang diijinkan adalah 60-80 oC/hr
  • Mengontrol flue gas temperatur <470 oC sampai steam flow > 10% MCR (Maximum Continuous Rating)
  • Close vent valve steam drum & superheat (SH) ketika P >2 bar
  • Meneruskan firing rate mengikuti kurva start-up rekomendasi dari pabrikan
  • Mengoperasikan desuperheater (DSH) ketika steam temperatur >30 oC dari design point
  • Secara perlahan close start-up & drain valve ketika steam flow >10% MCR
3.8 Feed Bed Material
  • Start feed sand (pasir) ketika bed temperature > 150 oC
  • Menghindari firing rate >30% dari desain ketika bed pressure < 20 mbar yang bisa berdampak pada overheating refractory & nozzle
  • Continyu feed bed/feed solid material sampai mencapai 30 mbar

3.9 Feed Solid Fuel

  • Memasukkan solid fuel ketika bed temperature >600 oC
  • Menambah feed solid setiap 1.5 menit (90 detik)
  • Memasukkan lime stone (jika ada akses) dan membuka jalur ash removal
  • Secara perlahan mengurangi burner firing rate ketika solid fuel perlahan dinaikkan
  • Menghentikan burner satu per satu dan mengobservasi kenaikan bed temperature
  • Memindah operasi ke mode auto agar otomatis alarm ketika ada gangguan/ketidaknormalan
3.10 Rise to MCR
  • Melanjutkan kenaikan temperature & pressure mengikuti kurva rekomendasi pabrikan sampai mencapai design point
  • Drain bottom ash ketika bed pressure >45-55 mbar
  • Pelan-pelan menutup start-up valve
  • Memonitor seluruh parameter dan memastikan sesuai standar

4. Shutdown Boiler

4.1 NORMAL Shutdown

  • Menurunkan boiler load sampai 50% MCR
  • Memonitor O2 dan bed temperature
  • Kontinyu menurunkan boiler load mengikuti kurva standar shutdown dari pabrikan
  • Menjaga SH steam >20 oC dari saturation temperature
  • Start burner ketika bed temperature < 50 oC
  • Mengosongkan solid fuel (coal bunker) & lime stone (jika ada) ketika bed material temperature >650 oC
  • Mengurangi burner firing rate mengikuti kurva yang direkomendasikan pabrikan
  • Menjaga drum level pada mode manual
  • Menghentikan umpan bahan bakar
  • Menjaga drum level mendekati upper limit
  • Meneruskan fluidizing sampai bed temperature mencapai 300 oC
  • Pelan-pelan close inlet damper PA Fan & SA Fan sehingga ID Fan dapat mengontrol furnace pressure dalam mode otomatis
  • Stop all fan sesudah semua damper close
  • Stop HP Blower 30 detik setelah ID Fan dimatikan
  • Stop chemical injection ketika BFP stop
  • Kontinyu mengoperasikan ash removal system sampai kosong
  • Open vent valve pada steam drum & superheated ketika drum pressure mencapai 1.5-2 bar
  • Open manhole disekeliling furnace ketika bed temperature <300 oC
4.2 EMERGENCY Shutdown
  • Boiler dapat didiamkan dalam keadaan hot stand by sekitar 8 jam
  • Hot condition adalah bed temperature masih >650 oC kemudian diikuti prosedur cold start-up
  • Boiler load dikendalikan sampai ke minimum operasi
  • Stop fuel feeding
  • Menunggu peningkatan kadar Osampai 2x dari operasi normal
  • Stop udara pembakaran untuk meminimalisir heat loss
5. Hot Restart
  • Purge boiler ketika bed temperature <600 oC
  • Start burner ketika bed temperature <500 oC
  • Memonitor kenaikan bed temperature
  • Jika bed temperature tidak naik sesudah menambahkan coal feeding maka dilakukan penghentian feeding dan start purging (terindikasi ada blocking pada sensor atau didalam furnace)
Kutip Artikel ini Sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2021). Tahapan Start-Stop Boiler PLTU, Best Practice Experience in Power Plant. www.caesarvery.com. Surabaya

Ingin Konsultasi dengan Tim Website, Silakan Hubungi DISINI

Previous
« Prev Post