Trending Topik

Investasi Pas bagi Mereka yang Sibuk & Minim Pengetahuan Tentang Instrument Keuangan

Diposting oleh On Sunday, May 15, 2022

Kami ceritakan berdasarkan pengalaman selama +/- 4 tahun belakangan, dimana semua instrument keuangan sudah kami terapkan. Umumnya tipe investor yang sangat sibuk pekerjaan dan kurang mengetahui tentang instrument keuangan adalah para engineer atau analis sains. Hal ini normal karena kesibukan dan bidang keilmuan yang dipelajari tentang keuangan semasa kuliah sangat minim, bahkan kami sendiri yang engineer tidak mengetahui tentang macam-macam instrument investasi. Para engineer dan sains ini terlalu sibuk bekerja dan kebanyakan mengetahui instrument investasi yang bertipe low risk dan non-liquid seperti tanah, rumah dan sedikit yang liquid seperti deposito, emas logam mulia. Pengetahuan tentang saham BEI, reksadana atau obligasi sangat minim dan inilah kenyataan yang kami dapatkan selama ini.

Kami mencoba ketika belum pandemi Covid-19 berinvestasi di high risk seperti saham BEI dan ini membutuhkan effort yang cukup besar untuk menganalisa dan membaca berita terupdate. Sedangkan di pandemi kami mencoba beralih ke reksadana pendapatan tetap dan saham. Jenis risiko yang kami pilih adalah moderate ke high risk dan ini terbukti efektif tidak menguras waktu dan tenaga terlalu besar karena ada peran manajer investasi disana.

Kami menyarankan untuk para investor yang sangat sibuk dan tidak waktu untuk mempelajari instrument inevestasi dan keuangan alangkah baiknya memilih reksadana pendapatan tetap dan saham dengan proporsi yang sesuai dengan jenis risiko yang diinginkan. Kalau kami sendiri menaruh di reksadana pendapatan tetap 60% dan reksadana saham 40%.

Para pegawai sedikitnya harus tahu tentang ilmu keuangan/investasi supaya ketika memasuki masa purna apa yang ditabung/didapatkan di masa produktif masih bisa bermanfaat sampai akhir hayat. Perlu diketahui bahwa uang yang ditabung di bank semakin lama tak bernilai karena adanya inflasi dan seharusnya kita semua mulai berfikir untuk memilih instrument investasi yang bisa menjaga kekayaan kita kapanpun jamannya.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Shopee Harusnya Mengoptimasi Search Engine atau Mesin Pencari Seperti Tokopedia

Diposting oleh On Thursday, April 28, 2022

Tokopedia dalam mengoptimasi search engine kami menilai the best dibandingkan Shopee dengan beberapa alasan sebagai berikut:

  • Waktu terima pesanan dan kirim pesanan diberi waktu sangat pendek yaitu untuk pilihan kurir reguler 2 hari saja dan jika ingin diperpanjang harus minta ijin ke buyer dengan tombol menu "perpanjang pesanan". Berbeda dengan Shopee yang diberi waktu sampai 4-7 hari dan ini otomatis dari sistem tanpa ijin ke buyer
  • Tokopedia untuk kirim pesanan yang hanya 2 hari maka berinovasi dalam search enginer yaitu seller yang siap dan tidak overload diberi buyer sehingga estimasi 2 hari akan bisa terpenuhi. Berbeda dengan Shopee, dimana search engine tidak dioptimasi dan toko dengan penjualan terbanyak, termurah, terlaris akan tetap tampil teratas sehingga hal inilah yang membuat estimasi waktu kirim pesanan sangat panjang 4-7 hari karena 1 toko bisa sangat overload
  • Optimasi search enginer yang membagi buyer merata ke seller dengan sistem tersebut maka untuk Tokopedia kami bilang lebih pro UMKM karena new seller-pun tanpa iklan juga akan bisa bersaing dengan old seller. Sedangkan optimasi pada Shopee akan bertarung di harga untuk mendapat review dan penjualan barang agar bisa bersaing dan tampil teratas di search engine. Di Shopee untuk new seller tanpa iklan akan sangat berat bersaing sehingga hal ini menguntungkan Shopee karena memaksa halus new seller untuk beriklan dan jadi pendapatan Shopee
  • Tokopedia lebih berfokus pada kualitas dan kepuasan pelanggan sedangkan Shopee lebih kepada murah sehingga umum dijuluki Tokopedia untuk kalangan menengah keatas yang tidak terlalu memperhitungkan harga namun kualitas dan pelayanan OK sedangkan Shopee untuk millenial yang memburi diskon dan harga murah serta tidak mempermasalahakan lamanya pengiriman
  • Tokopedia walaupun sudah merger dengan Gojek membentuk GOTO belum terlihat ambisinya dalam menguasai semua sektor digital dan kami pantau masih sebatas pembayaran kalau ingin mendapatkan diskon bayarnya pakai Gopay. Sedangkan Shopee terlihat sudah merambah ke semua sektor untuk dimasukkan kedalam satu aplikasi seperti Shopee Pay, Shopee Express, Shopee Food, Shopee Mall, Shopee Supermarket, Shopee Pay Later, Shopee Produk Digital
  • Ambisi Shopee ini patut diawasi oleh pemerintah dan kita semua agar tidak terjadi monopoli dan pembentukan harga tunggal. Hal ini akan merugikan konsumen karena tidak ada lagi persaingan sehat antar marketplace dan harga yang ditawarkan marketplace satu tidak bisa dibandingkan dengan marketplace lain karena cluster produk hanya dimiliki oleh satu platform saja
  • Sebagai contoh yang sudah tidak bisa dibandingkan di Shopee adalah ekspedisi Shopee Express, toko Shopee Mall dan Shopee Supermarket sedangkan di Tokopedia masih belum ada indikasi yang mengarah ke monopoli karena Gojek masih bisa ditemui juga di Shopee untuk pilihan kurir Instant
Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Potensi Income dari Youtube Pribadi & Podcast Video Pendek

Diposting oleh On Sunday, February 20, 2022

Melihat pola perilaku generasi Z yang sekarang menurun dalam hal literasi membaca dan lebih senang melihat video pendek maka trend seperti ini harus dilihat potensinya. Pamor youtube, IG, FB yang semakin kesini kalah dari TikTok juga harus menjadi perhatian para entrepreneur dalam mencari pasif income di sela-sela derasnya peralihan jaman. Youtube shortvideo, IG reels yang sudah telat dalam membaca pasar direbut oleh TikTok secepat kilat. FB dan twitter sudah tidak menarik lagi dan banyak diminati oleh generasi X dan Y, namun tidak untuk generasi Z.

Berkaca dari pola perilaku tersebut, generasi Z diartikan lebih suka mendengarkan sesuatu secara langsung daripada harus membaca dan youtube dengan durasi panjang kurang diminati. Lebih baik membuat video pendek-pendek dengan target tema spesifik antara 5-10 menit dan ini akan masih diminati oleh generasi saat ini. Generasi saat ini tidak ingin membuang waktu terlalu lama untuk hal yang monoton, inginnya semua informasi harus masuk ke otaknya terlebih dahulu baru sorting kemudian. Generasi sekarang inginnya cepat, tanggap, murah dan membuahkan hasil/sesuai tujuan.

Potensi membuat youtube durasi pendek atau podcast yang membahas tentang tips & trik sangat diminati oleh generasi saat ini. Karena sekarang tidak harus kuliah mahal-mahal ataupun seminar berbayar karena semua informasi bisa didapatkan dengan mudah. Income tidak harus bekerja namun lewat industri kreatif digitalisasi banyak yang meraup pundi-pundi penghasilan daripada mereka yang sekolah tinggi. Ketika melakukan suatu hal dan kurang mengerti, maka generasi saat ini lebih cenderung melihat youtube untuk mengetahui penjelasannya daripada search google membaca dan bertanya ke orang lain. Pola melihat youtube-pun juga aneh, hampir semuanya dipercepat 1.25-1.5X agar informasi segera didapatkan, tidak bertele-tele dan segera melihat video lain untuk menampung informasi serupa. Setelah semua informasi masuk ke otak maka sorting dan pemahaman dimulai, dari sinilah celah bisa kita dapatkan untuk mencari pasif income.

Memulai dari membangun aset adalah pilihan tepat karena tidak ada sesuatu yang instan besar dalam waktu singkat kecuali dilakukan dengan pertaruhan & pengorbanan yang sangat besar. Rutin membuat video pendek di youtube dengan tema spesifik akan menjadi aset setidaknya 10 tahun mendatang. Algoritma akan membaca setidaknya kalau semua pekerjaan sudah full digital, kita sudah tidak ketinggalan memulai dari awal karena sudah start lebih awal dan optimasi search engine tentu mengarahkan kita yang teratas dalam pencarian.

Reputasi lewat banyaknya like, views dan comment menjadikan nilai lebih channel yang berdiri lebih awal dengan tema serupa sehingga mulai membangun aset pasif income lewat jalur ini menajdi pilihan tepat. Sekali lagi ini adalah pasif income bukan active income karena dimulai dari sesuatu yang pengorbanannya minim. Untuk active income tetap mencari sumber penghasilan yang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga dan tabungan masa depan.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Hati-hati Terhadap Judi Berkedok Investasi Binary Option ||  Tidak ada Sesuatu yang Instan Mendapatkan Besar kecuali dengan Pertarungan & Pengorbanan Besar

Diposting oleh On Thursday, February 17, 2022

Akhir-akhir ini, publik diberitakan oleh banyaknya investor yang merugi sampai milyaran rupiah dari judi berkedok investasi yaitu di platform binary option. Investasi artinya aset yang bisa dimiliki dan bisa ditradingkan, namun investasi binary option ini tidak demikian melainkan hanya menebak benar/salah, naik/turun, menang/kalah. Binary sendiri artinya adalah 2 (dua) sedangkan option adalah pilihan sehingga investasi binary option adalah investasi yang dilakukan dengan hanya memilih dari 2 pilihan.

Para affiliator melakukan flexing (pamer kekayaan di medsos) untuk menunjukkan kesuksesannya dan publik tentu tanya-tanya dari mana sumber kekayaannya. Dari sinilah misi mereka pelan-pelan akan dibuka yaitu jualan platform trading. Sebagai affiliator/influencer tentu mereka dibayar sangat mahal oleh platform yang dipromosikan dan mendapat imbal-hasil dari deposit yang investor lakukan. Investasi binary option ini mirip dengan judi kasino yang menawarkan banyak pilihan permainan dan tugas kita hanya menebak saja. Dibalik binary option dan judi kasino online ini sudah terprogram otomatis dengan langkah-langkah psikologis berikut:

  1. Pertama masuk sebagai member pasti akan untung dan tebakan selalu benar (psikologis-1: membuat kepercayaan ke member bahwa disini bisa digunakan untuk mencari uang)
  2. Berikutnya ada loss sedikit dan menang sangat besar (psikologis-2: menambah keyakinan ke member bahwa platform ini tidak menipu dan tidak dimainkan oleh software)
  3. Karena terus untung maka member dengan naluri alamiahnya akan rakus dengan terus memasang nominal besar dengan harapan bisa menang besar, namun kenyataannya malah tergerus pelan-pelan sampai habis uangnya (psikologis-3: mengingatkan tentang keserakahan akan membuat kekalahan)
  4. Karena deposit habis dan akibat keserakahan tak terkendali dalam permainan, maka otak bawah sadar member akan yakin bahwa jika tidak serakah tadi maka akan menang besar sehingga mereka akan deposit lagi dalam jumlah lebih besar dari awal dengan harapan bisa menutup kekalahan tadi (psikologis-4: memainkan pola pikir bahwa keserakahan membuat kalah dan deposit ulang dengan main sabar bisa menang banyak)
  5. Dari sinilah optimasi program akan tersetting untuk menghabisi member dengan menebak apapun akan loss. Ketika member sadar maka akan berhenti pada fase ini, namun jika emosian dan ingin balas dendam maka akan deposit terus-menerus (psiokologis-5: memainkan emosi member dengan tebakan yang hampir dan hampir benar, sehingga member akan emosi untuk terus melipat gandakan taruhan)
  6. Ketika uang semua sudah terkuras maka disinalah member jadi miskin, aset semua sudah terjual, hutang dimana-mana, stress bahka bisa menyebabkan bunuh diri
  7. Ketika member sudah tidak aktif main karena uang habis, disinilah pestanya para affiliator/influencer yaitu bagi-bagi hasil dari jumlah deposit yang nominalnya bahkan bisa sampai 70% yang diberikan ke affiliator, wow sekali bukan mereka menari-nari diatas kesedihan saudaranya sendiri
Mari kita semua bijak dalam investasi karena semua manusia menginginkan kaya dan bebas finansial. Harus kita percayai bahwa tidak ada yang instan membuat kaya di dunia ini kecuali dengan pertarungan & pengorbanan besar. Ketika ada sesuatu yang instan bisa membuat kaya maka tentu akan diperebutkan banyak orang dan menjadi susah lagi cara tersebut. Ini adalah hukum alam, sehingga kita harus banyak belajar dan tidak mudah percaya terhadap investasi dengan imbal hasil besar dengan cara mudah.

Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Terjebak Klik Program SPayLater Shopee || Kejadian 25 Januari 2021

Diposting oleh On Monday, January 31, 2022

Sebagai buyer yang sudah lama menggunakan berbagai marketplace, tidak bisa dipungkiri Shopee untuk saat ini masih raja diskon (free ongkir + cashback) serta cashback yang sangat mudah digunakan dibandingkan Tokopedia saat ini setelah merger menjadi GOTO. Pasalnya, Tokopedia yang kala itu menerapkan cashback bisa didapatkan buyer baik pembayaran memakai dompet digital (OVO kala itu) maupun tidak (metode transfer uang) masih dapat diskon dan sangat mudah dipakai untuk belanja periode berikutnya. Banyak buyer yang menyukai hal ini, bahkan menyebutkan Tokopedia untuk cashback masih diatas Shopee. Semakin kesini, Tokpedia merger dengan Gojek (GOTO) menerapkan pembayaran 1 pintu untuk bisa dapat cashback yaitu lewat Gopay, dimana ketika buyer ingin mendapatkan hal tersebut harus top-up dahulu masuk ke aplikasi Gojek baru akan ter-link dengan Tokopedia. Hal ini berbeda dengan Shopee dimana Shopee Pay masih menjadi satu dengan aplikasi induk, jadi buyer tidak harus keluar masuk sistem. Kesimpulan untuk saat ini Shopee lebih menarik untuk urusan cashback dibandingkan Tokopedia.

Sudah hampir 3-4 tahun kami berkecimpung di aplikasi Shopee dan menyandang status "Platinum" dengan total akun-1 sebanyak 256 kali pembelian, akun-2 189 kali pembelian, akun-3 114 kali pembelian dan akun-4 90 kali pembelian (terhitung awal Januari 2021 untuk 6 laporan 6 bulan terakhir). Berawal dari sini, kami berani memaparkan detail kejadian ini karena saking mengenalnya strategi dan perubahan sistem di Shopee. Akun kami ditawari untuk join SPayLater dengan nominal Rp75,000,000 dan kamipun tidak memakai hal tersebut karena pikir kami itu akan menjadi hal konsumtif dan hutang. Sampai akhirnya 25 Januari 2021, sistem cashback yang diterapkan Shopee yang notabene default pembayaran adalah "Shopee Pay" tiba-tiba lari sendiri ke "SPayLater". Ada yang janggal dari peristiwa ini, yaitu aplikasi meminta verifikasi lewat SMS padahal biasanya cukup pin saja (untuk Shopee Pay). Karena ada yang janggal, kamipun cek di transaksi ternyata kami melakukan pembayaran menggunakan SPayLater. Ini dilakukan oleh Shopee di jam sibuk pesta diskon yaitu Pukul 12.00 kala itu dan sedang ada free ongkir + cashback besar-besaran.

Shopee untuk urusan mengenalkan produk digitalnya sangatlah halus dan bahkan tidak dirasakan oleh pengguna seperti pengenalan Cash on Delivery (COD), kamipun juga terpeleset memilih itu padahal tidak menginginkan. Cara Shopee yaitu ketika cashback pada umumnya didapatkan hanya untuk pembayaran Shopee pay, maka saat itu diselipkan cashback hanya untuk pembayaran dengan COD. Buyer yang tinggal klik-klik dan tidak melihat tulisan kecil keterangan tentu merasa sudah benar karena sudah terbiasa dan betapa kaget nanti akhirnya ternyata pembayaran dengan COD. Hal sama dengan SPayLater di 25 Januari 2021 ini kami-pun karena terbiasa mendapatkan cashback dengan default Shopee Pay tiba-tiba oleh Shopee default diubah ke SPayLater. Bagusnya lagi strategi ini hanya berjalan singkat dan kami cek 1 jam berikutnya sudah default kembali ke Shopee Pay.

Mengapa Shopee sangat menginginkan SPayLater terhadap buyer, seberapa pentingkah buat perusahaan?? hal ini tidak terlepas dari pancingan agar jiwa konsumtif buyer tidak terhalang oleh seretnya keuangan. Algoritma Shopee yang melihat kami selalu deposit cukup banyak rutin setiap minggunya, dianalisa oleh big data mereka yang dicocokkan dengan identitas terpercaya dari kita maka tidak ada konfirmasi dan verifikasi lebih jauh sudah pasti mereka yakin buyer target ini pasti membayar. Disisi lain, ada bunga kredit yang dibebankan ke buyer yang menjadi benefit Shopee, namun juga ada cashback lebih dibandingkan pembayaran metode lain yang diterima buyer. Sebenarnya ada win-win solution dari semua itu, namun jika konsumtif ini digunakan untuk hal produktif misalnya belanja barang yang ingin dijual lagi serta belanja yang ada batasan dan tidak melebihi jatah dari %gaji bulanan.

Menurut hemat kami, SPayLater ini dikembangkan karena crowd funding Shopee lewat user sudah over (berdasarkan data 2021, user Shopee di kisaran 150 juta) jadi bisa kita kira-kira sendiri uang yang terkumpul di Shopee Pay seberapa besar dan ini dikembangkan oleh Shopee dihutang-hutangkan kembali ke user dan Shopee mendapatkan ganda yaitu bungan kredit dan perputaran transaksi. Jadi dengan adanya 2 ini yaitu Shopee Pay + SPayLater maka semakin kaya dan berkembang Shopee. Semoga Shopee tetap mendukung UMKM Indonesia walaupun aplikasi ini adalah import dan tidan merusak bisnis lini menengah kebawah. Peran serta kita semua untuk terus mengawasi perkembangan dunia digital diperlukan agar pemerintah bisa mendapatkan info lebih dini terkait sesuatu yang itu bisa merugikan bangsa Indonesia.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Seperti Apa Lintah Darat Jaman Now || Kaum Millenial & Zilineal Wajib Tahu dan Belajar Finansial Plan

Diposting oleh On Wednesday, January 26, 2022

Pada masa-masa ini, dimana ijazah sudah bukan lagi trend melainkan cukup viral dan cuan besar dari video yang mereka upload menjadi trend sendiri. Platform Youtube, Tiktok, Instagram, Snackvideo dan masih banyak lagi lainnya menjadi ladang pekerjaan & income kebanyakan generasi zillineal (Z). Sering kita jumpai di berbagai video viral menampilkan sosok crazy rich muda yang sudah bergelimang harta dan bisa beli cash mobil supercar seperti membeli kacang goreng di pinggir jalan. Ketika ditanya, para "crazy rich" abal-abal ini mengatakan kalau mereka bisa ini karena trading forex dan cryptocurrency. Seperti apa kenyataannya, mari kita kupas tuntas:

  • Affiliator adalah influencer/marketing/perantara aplikasi sedangkan trading adalah aktifitas jual-beli saham/forex/crypto di pasar perdagangan
  • Para "crazy rich" abal-abal zillenial tersebut adalah affiliator bukan trader, terbukti ketika mereka membuat video mereka sekaligus mengenalkan aplikasi trading yang mereka pakai
  • Indonesia tidak melegalkan perdagangan forex dan cryptocurrency yang seharusnya diawasi oleh BAPPEBTI. Aplikasi yang sering jadi iklan dan sering kita temui di media memiliki lisensi dari luar negeri sehingga benar/tidaknya lisensi tersebut kita semua tidak tahu bahkan pemerintah lewat BAPPEBTI & KOMINFO sudah memblokir banyak situs tersebut. Baca di: BAPPEBTI Blokir 249 Domain Situs Investasi Bodong
  • Aplikasi tersebut sangat mudah dibuat, mirip ahli IT membuat software di play store sehingga isi didalamnya antara yang mode demo dan riil bisa dimanipulasi
  • Affiliator aplikasi pada umumnya menggunakan strategi marketing yang masif dengan membayar influencer terkenal yang nol ilmu investasi, dipermak seolah-olah kaya dan terus-menerus muncul di publik dengan gaya super mewah. Teknik ini sangat manjur untuk menarik orang dari luar, seperti mereka bagi-bagi uang dijalan puluhan bahkan ratusan juta, mereka beli mobil supercar cash seperti membeli kacang goreng, mereka menunjukkan bebas finansial, mereka menyawer milyaran dengan mudah (tentu kalian semua tahu siapa yang kami maksud ini kan??)
  • Publik bertanya-tanya mereka bisa kaya dengan bekerja sebagai trader sehingga berbondong-bondong instal aplikasi dan menjalankan akun demo. Dalam belajarnya mereka dapat cuan besar dengan akun demo tersebut sehingga dengan yakin investasi uang beneran. Tak disangka uang pun hilang secepat kilat
  • Kami bisa bercerita seperti ini karena juga menjadi player untuk mengetahui cara kerjanya, karena prinsip kami "masuki dulu, analisa dan simpulkan" karena setiap perjalanan ini kalau kita tidak terjun maka menunggu akan menghabiskan waktu dan tidak cepat membuat keputusan untuk strategi lain. Nominal yang kami pakai untuk tes sangat kecil hanya untuk mempelajari sistem
  • Akun yang diperuntukkan untuk affiliator/influencer berbeda dengan yang diperdagangkan pada umumnya, sehingga ketika diperlihatkan ke publik selalu tampil naik & hijau. Mengapa demikian?? karena aplikasi ini adalah settingan, dimana peak chart adalah permainan komputasi biasa tanpa jelas darimana asalnya, sehingga algoritma software sudah tertata rapi
  • Akun demo dan riil-pun juga berbeda, dimana akun demo pasti memberikan cuan yang menggiurkan dan ketika riil-dibantailah investor tersebut lewat psikologi trading yaitu pertama dibuat untung, kemudian menipis mau rugi dibuat untung lagi, untung lagi dan karena emosi keserakahan maka digenjot dan amblas. Psikologi berfikir tadi akan untung dan karena kurang sabar jadi loss maka dia akan deposit lagi dan terus-menerus dimainkan psikologi-nya sampai jadi gembel
  • Ketika investor loss maka affiliator/influencer mendapatkan 70% dari uang investor. Maka dari itu, disebutlah lintah darat jaman now, mereka affiliator jadi "crazy rich" abal-abal dan investor jadi gembel yang banyak hutang bahkan banyak kasus bunuh diri. Baca di: Remaja Bunuh Diri karena Informasi Sesat Aplikasi Trading
  • Yang banyak orang tahu bahwa investasi itu sama saja antara saham BEI, forex dan cryptocurrency. Padahal itu semua berbeda, dimana saham BEI murni menyuntik modal usaha sebuah perusahaan sedangkan forex dan cryptocurrency tidak ada benda fisik atau usaha yang dijalankan sehingga itu hanya permainan komputasi angka yang dijalankan global untuk mengeruk uang tanpa harus bekerja jadi kami simpulkan haram untuk investasi tersebut. Baca di: Investasi Cryptocurrency HARAM, Mengapa??
  • Yang kebanyakan kasus yang lagi ramai saat ini itu adalah "Binary Option", dimana investasi hanya 50:50 kalau tidak untung ya hilang, padahal kalau di saham BEI tidak seperti itu. Sehingga binary option ini mirip judi yang dilegal-kan dan pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk menutup akses aplikasi ini berkembang
  • Salah satu master investasi di Indonesia yang mendapatkan 7 rekor dunia MURI terhadap paten-nya di bidang investasi juga menyebutkan kalau pembodohan publik terhadap trading ini sudah keterlaluan. Bahkan dia menyebut, gelar Doctor yang mereka raih dengan perusahaan bonafide-nya akan dicopot ketika si affiliator/influencer ini bisa menunjukkan trading plan-nya untuk diterapkan ke publik dan bisa cuan. Selengkapnya tonton di: Rugi Lebih dari 20 T!!!Penipuan Berkedok Investasi dan Trading
  • Kami pun juga belajar investasi di pascasarjana dalam 4 SKS (1 tahun) untuk mendalami macam dan cara investasi, teknik investasi, analis fundamental dan teknikal serta analisa pasar. Sehingga ketika ada yang tiba-tiba muncul di publik yang tidak diketahui latar belakang ilmu keuangan dan pasar tiba-tiba berkata jago trading dengan cuan luar biasa maka bisa dipastikan itu murni pembodohan publik dan sedang menjalankan aksinya jualan aplikasi
Sebagai generasi millenial dan zillenial yang dalam kehidupan saat ini digempur dengan pesatnya teknologi, maka seharusnya banyak belajar dari seumber manapun untuk bisa disaring baik-buruknya. Trading plan diperlukan untuk bisa bertahan hidup sampai esok kelak, karena saat ini ijazah tidak lagi diperlukan dan kreatif dan adaptif dengan perubahan jaman yang akan survive. Kami sudah pernah menulis untuk trading plan yang idela di: Struktur Hirarki Ideal Investasi Individu dalam Kehidupan
Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi Penulis pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Investasi Cryptocurrency HARAM, Mengapa ??

Diposting oleh On Wednesday, December 15, 2021

Cryptocurrency atau uang kripto atau uang khayalan atau uang virtual adalah uang ciptaan suatu sistem/komunitas yang sama-sama mempercayai bisa digunakan sebagai alat tukar. Block chain system adalah suatu pengelolaan transaksi yang tidak diawasi dan dikelola oleh satu pihak saja melainkan semua yang terlibat dalam komunitas crypto bisa mendapatkan data transaksi. Berdasarkan hal itulah, cryptocurrency tercipta untuk melawan ketidakpercayaan uang yang beredar dan hanya diawasi oleh 1 pihak saja yaitu World Bank, sedangkan World Bank siapa yang mengawasi. Jauhi Bitcoin atau Cryptocurrency || Mata Uang Virtual yang Tidak Memiliki Underlying

Cryptocurrency memiliki value karena ada kepercayaan antar pengguna di komunitas tersebut, sedangkan ketika ditinggalkan oleh beberapa pengguna maka seperti apa??. Kita semua ingat denga rumor Elon Musk yang mengatakan diseluruh dunia bisa membeli Tesla dengan Bitcoin dan Elon Musk besar-besaran masuk investasi ke Bitcoin. Berita digoreng dimana-mana dan khalayak banyak yang ikut investasi sampai harga Bitcoin melambung tinggi. Setelah itu, Elon Musk menjual sebagian besar saham Bitcoin dan cuan melimpah yang mengakibatkan harga Bitcoin turun terlebih ketika Elon Musk mengatakan pembelian Tesla tidak bisa lagi memakai Bitcoin. Harga Bitcoin terus menerus turun dan banyak investor tersangkut harga atas, diam menunggu naik tidak ada kepastian dan bergerak menjual pasti sangat rugi besar.

Cryptocurrency bertambah nominalnya atau uang virtual yang beredar karena ada miner/penambang didalam komunitas tersebut. Investor yang masuk akan mendapatkan saham/koin yang bisa ditukar/diperdagangkan didalam komunitas tersebut namun apakah ada jaminan/underlying atas investasi tersebut ?? jelas "TIDAK" karena investor hanya mendapatkan nominal-nominal digital tanpa terjamin sedikit-pun. Seperti contoh ketika sebagian besar pengguna komunitas keluar sistem (melakukan penarikan massal) maka siap lagi yang mempercayai uang investor didalam sistem tersebut. Ketika ada perang dunia atau kekacauan global atau ekonomi lesu di seluruh dunia maka siapa lagi yang menjamin uang investor atau bahkan ketika kekacauan selesai siapa yang menghidupkan cryptocurrency lagi dan jawabannya adalah orang-orang yang mempercayainya.

Cryptocurrency layaknya mirip FOREX, dimana ketika investor meng-investasikan maka hanya mendapatkan nominal-nominal digital tanpa value, hal ini sangat berbeda dengan investasi di saham BEI. Jangan Sekali-Kali Bermain FOREX (Foreign Exchange) || Pengalaman Pribadi. Menurut hemat kami, cryptocurrency dan FOREX dibuat untuk menghancurkan kepercayaan khalayak terhadap emas (dinar) dan perak (dirham). Mengapa demikian?? karena ketika transaksi menggunakan dinar-dirham maka hanya negara-negara yang kaya tambang (kebanyakan negara miskin ke berkembang yang melimpah) yang berjaya memiliki aset alat bayar, sedangkan negara maju pada umumnya miskin tambang namun mereka menguasai teknologi, pasar global dan pengendali ekonomi sehingga membuat aturan yang menguntungkan mereka. Betapa kita semua sebenarnya diambang was-was karena dengan memegang kertas bernominal (uang) sudah menganggap memiliki kekayaan. Padahal sudah kita ketahui semua bahwa tidak sepenuhnya uang yang beredar didunia ini ber-underlying dan hanya cetak-cetak saja. Proses Perkembangan Sistem Permodalan Dari Dulu Sampai Sekarang

Berkaca dari beberapa fakta yang sudah beredar luas dan ilmu pengetahuan yang mudah kita dapatkan dari media apapun jelas-jelas cryptocurrency ini hanya permainan investasi pengendali ekonomi global yang tidak harus bekerja namun mendapatkan uang yang terus-menerus. Sedangkan kita investor dipaksa untuk berkeringat kerja terus-menerus dan teriming-imingi sesuatu yang menggiurkan. Dalam Islam, sejak jaman Rosulullah sudah memakai dinar-dirham sebagai alat pembayaran dan value-nya tetap dipegang kapanpun akan terus tetap tanpa menyusut. Islam juga menganjurkan dari dahulu untuk transaksi menggunakan dinar-dirham karena ada kepastian value dan nominal. Coba kalau kita renungi semua, betapa ajaran Islam dari jaman lampau belum ada teknologi sampai sekarang teknologi canggih tetap tak terkalahkan konsep-konsepnya untuk menuntun umat manusia yang berke-Tuhanan, adil dan benar.

Fatwa MUI berkata cryptocuurency HARAM karena ada unsur ketidakpastian didalamnya dan juga take profit (ambil untung) menunggu harga naik tanpa diputar ke barang yang diperjualbelikan yang artinya uang profit adalah RIBA, sedangkan salah satu podcast Dedy Corbuzier yang mengundang pakar ekonomi/investor/digital marketing terkenal juga mengatakan bahwa cryptocurrency adalah judi yang HARAM. Kami sendiri menilai cryptocurrency adalah HARAM berdasarkan pengalaman kami memahami jenis dan bentuk transaksinya, namun kedepan tidak bisa dipungkiri cryptocurrency akan di-legalkan oleh semua negara, tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu uang investasi harus diputar ke benda yang bisa diperjualbelikan untuk menghindari cuan RIBA.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait.www.caesarvery.com