Trending Topik

Isi Uang Elektronik Tap Cash Via Shopee, Saldo Terpotong Namun Top-Up Tidak Masuk

Diposting oleh On Friday, July 02, 2021

Pengalaman ini kami share dengan sebenarnya berdasarkan data-data valid yang bisa dipertanggung jawabkan. Kejadian bermula ketika saya isi uang elektronik di Shopee dengan pembayaran Shopee Pay. Uang elektronik yang saya isi adalah Tap Cash BNI dan sudah berkali-kali sukses karena HP saya dilengkapi NFC sehingga memudahkan untuk update balance. Shopee saya rasa sebagai pengecut yang terus melempar customer dan tidak ada niatan untuk penyelesaian cepat padahal customer dengan segera terus memenuhi apa yang dibutuhkan Shopee bahkan effort-nya melebihi Shopee (padahal kewajiban Shopee seharusnya), mengapa demikian penjelasan dibawah. Berikut kronologi dan penjelasannya:

  • 23 Juni 2021, saya membeli uang elektronik Tap Cash di Shopee sebesar 200.000 dan 100.000

Setelah membeli saya langsung update balance menggunakan NFC di HP dan tidak ada saldo masuk. Saya kemudian tidak meneruskan dan tidak komplain karena berfikir mungkin ini karena jaringan saja. Rentang 4 jam saya coba kembali dan didapatkan tidak ada saldo masuk. Akhirnya saya email ke Shopee by prioritas platinum dan didapatkan balasan otomatis seperti dibawah ini. Shopee meminta data-data terkait yang dibutuhkan seperti no. pesanan, tangkapan layar. Saya pun membalas email tersebut dengan memenuhi syarat yang diperlukan.


  • 24 Juni 2021, Saya mendapat balasan otomatis dari sistem Shopee bahwa kendala akan ditangani dalam 3 hari kerja dan saya sabar menunggu..


Belum selesai komplain ditangani, terdapat email otomatis kalau tidak ada balasan akan ditutup otomatis. Spontan saya kaget dan balas email lagi agar tahu bahwa saya membalas email. Dari sini sudah ada satu point bagaimana sistem Shopee amburadul dalam mengelola komplain.
  • 28 Juni 2021, Ini adalah rentang 4 hari semenjak saya membalas email dan saya tetap bersabar menunggu iktikad baik Shopee dalam menangani kasus customer. Hari ini saya ditelepon CS Shopee yang menanyakan perihal apakah sudah update balance dan saya jawab sudah pakai HP dengan NFC dan CS meminta saya ke ATM untuk print mutasi. Dan ada email balasan cara-cara serta contoh bukti print mutasi seperti gambar berikut:
Saya langsung pergi ke atm dan  melakukan dokumentasi foto dan update saldo menggunakan ATM BNI didapatkan saldo saya 79xxx dan untuk kevalidan saya mencoba mengisi 50.000 agar ketika ada saldo pending akan terdorong masuk. Namun yang saya dapatkan adalah saldo 79xxx + 50.000 dan ini juga saya lampirkan. Seperti gambar berikut:
Lagi-lagi masalah belum terselesaikan, email otomatis Shopee sudah ultimatum jika dalam 3 hari kerja tidak ada balasan maka akan ada penutupan permasalahan. Padahal kali itu, saya baru saja mengirim email beserta bukti-bukti yang disyaratkan. Disini terlihat otomasi Shopee amburadul dalam pengelolaan email dan kacau balau tidak bisa membedakan inprogress dan selesai. Berikut balasan emailnya:
  • 29 Juni 2021, Akhirnya pada posisi ini ada balasan email bahwa semua balasan email sedang diproses verifikasi. Saya sudah lega mendegar info ini dan bersabar ada berita baik kedepannya.
  • 30 Juni 2021, Shopee memberikan balasan bahwa lampiran yang saya sertakan tidak memenuhi syarat dan menghimbau agar mengirimkan sesuai persyaratan. Persyaratan yang dimaksud adalah tangkapan layar tidak ada saldo pending dan print mutasi. Padahal menurut saya tidak ada menu tersebut karena yang ada hanya "kirim saldo" atau "isi ulang". Namun saya menahan emosi untuk tetap mengikuti aturan siapa tahu saya yang salah dan kurang teliti
  • 1 Juli 2021, Saya ulangi ke ATM BNI dan kali ini saya foto dan videokan seperti email dibawah dan kesabaran saya sudah habis sehingga saya telpon BNI 150046 selama 15 menit dengan biaya total 30.000. CS BNI menginformasikan tidak ada saldo pending di Tap Cash saya dan saya dikasih no.aduan 200002698346 perihal mengisian dengan Shopee pay tidak masuk dan akan segera ditindaklanjuti oleh tim terkait. Dari sini terlihat, saya sebagai customer lebih inisiatif duluan ketimbang Shopee yang seharusnya menjadi kewajibannya mereka menghubungkan dengan agen BNI. Berikut email balasan saya:
Saya sampai membuatkan video agar CS Shopee tahu ada menu apa saja di ATM BNI dan saya taruh di google drive agar bisa terkirim email. Tidak hanya itu saya juga kirimkan bukti saldo tersisa Tap Cash by ATM BNI dan juga by NFC HP saya.
Kemudian sekitar Pukul 13.00 saya ditelepon Shopee yang menjelaskan perihal data yang saya kirimkan salah. Saya juga ngotot bahwa di ATM BNI tidak ada menu print mutasi yang CS katakan bahkan saya buatkan videonya untuk pembuktian riil. CS menginformasikan agar saya mendatangi kantor BNI terdekat, namun saya menolak alasan saya kerja dan ada pembatasan karena pandemi. Saya minta alternatif lain dan CS bilang bisa update di Indomaret. saya pun menyetujui dan jam 18.00 saya datang ke Indomaret untukprint-out. Dari sini terlihat, CS Shopee tidak tahu proses produk meraka, mungkin atm BNI, mandiri dan BRI disamakan menunya karena saya cari di internet-pun untuk Tap Cash tidak ada menu mutasi di ATM-nya.
Berikut balasan email saya setelah print mutasi di Indomaret.
Bahkan saya membalas emailnya dalam 2x yaitu pukul 19.44 dan 21.29 untuk memastikan agar masuk di sistem Shopee. Berikut gambarnya:
  • 2 Juli 2021, Saya ditelepon Shopee sekitar Pukul 14.00 yang menjelaskan katanya saya belum membalas email bukti print-out dari Indomaret, padahal kemarin malam jelas-jelas saya mengirim sebanyak 2x. Dari sini terlihat sistem Shopee bobrok dalam menganalisis data yang masuk karena jelas-jelas dibalas di email yang dikirim beserta histori yang ada. Kemudian saya melakukan email ulang ke Shopee dan betapa terkejutnya untuk attach file foto print-out 3.2MB saja gagal terus tertolak "mail delivery error" berikut buktinya:





Saya beranggapan apakah karena file terlalu besar akhirnya file saya kecilkan menjadi 600 kB dan ternyata tetap mendapat jawaban sama.



Sudah terlihat berapa banyak saya mengirimkan email tersebut yaitu mulai 11.05, 14.20, 16.39, 17.19, 17.37, 17.46, 17.50, 18.17, 18.22. Ada 9 kali saya email dan tetap mendapat jawaban error. Dari sini saya curiga Shopee sudah mulai menutup diri menghindar tidak bertanggung jawab jadi pengecut, namun pikiran kami urungkan karena kami terus berusaha dan berfikir positif mungkin sistem Shopee sedang error.

Saya kemudian live chat prioritas platinum dengan CS Shopee dan menceritakan perihal keluhan. Seperti berikut:


CS Shopee menanggapi baik dan butuh waktu untuk memproses. Saya pun sabar menunggu, namun betapa terkejutnya tiba-tiba server Shopee memutus chat ini dan saya coba ping-ping tidak bisa masuk seperti gambar berikut:



Dari sini saya menyimpulkan fix bahwa Shopee pengecut dan menguklur-ulur waktu terus-menerus atau bahkan server Shopee down yang sangat parah sampai sistem menjadi amburadul.
Atas kejadian ini mulai Tanggal 23 Juni-02 Juli 2021, permasalahan saya terkait saldo 300.000 uang elektronik yang hilang tidak kunjung selesai, dengan kesimpulan sebagai berikut:
  • Shopee walaupun memberikan diskon yang cukup gede namun potensi resiko dan menilap uang customer  juga sangat besar
  • CS Shopee ramah baik chat dan telpon namun dari sisi kualitas berpendidikan kurang karena tidak memahami betul produk yang mereka jual beserta solusinya
  • Sistem otomasi email Shopee sangat buruk, terbukti masalah masih diproses tetap ingin menutup masalah secara otomatis
  • CS Shopee bekerja sangat lamban dan cenderung mengulur waktu, bahkan customer sudah telpon ke BNI, update via ATM, via Indomaret yang cukup jelas pembuktian sedangkan Shopee stagnan tidak memberikan solusi sama sekali
  • Shopee pengecut, tidak tanggung jawab, tidak fast response dan tidak tahu mana kewajiban dan hak. Dimana ketika ada masalah tentang uang elektronik seharusnya merekalah yang tanta detail ke agen BNI terkait saldo pending atau sistem eror, tidak malah sibuk mengulur waktu agar konsumen bosan dan masalah tertutup otomatis
  • Saya sebagai anggota Shopee Platinum diperlakukan seperti ini, belum lagi anggota dibawahnya apa tidak lebih parah lagi
  • Saya yang berpendidikan pascasarjana dan paham betul sistem aja sebingung ini, bagaimana dengan yang berpendidikan rendah
  • Saya yang berkorban sejauh ini dengan datang ke ATM BNI, Indomaret, NFC HP sendiri dan telpon CS BNI secara langsung dan diputuskan tidak ada saldo masuk, bagaimana nasib yang mereka hanya menunggu dari jawaban Shopee yang terus ambigu
Saya tunggu pembaharuan sistem Shopee karena semua ini saya buat dengan sebenarnya berdasarkan bukti riil yang bisa dipertanggung jawabkan. Semoga Shopee bisa menjadi lebih baik, amanah, fast response, dan menjalankan kewajiban diatas ekspektasi customer.

Setelah menunggu 11 hari dari pelaporan awal dengan sistem berbelit dan pembuktian dari customer yang terus tidak dipercaya dan kekeh dengan cara standar Shopee akhirnya berikut rekam jejak lanjutannya:
  • 03 Juli 2021, terdapat pemberitahuan dari email bahwa pelaporan dengan nomor xxxxx ditutup untuk dilanjutkan di pelaporan nomor yyyyyyy.
Dari ini bisa disimpulkan bahwa:
  1. Sistem Shopee eror dengan kirim otomatis ke keluhan pelanggan, karena setiap kali saya menjawab adalah jawaban dari email otomatis Shopee sampai di beberapa email saya balas "ini sistem Shopee gimana kok gak jelas, masalah belum selesai tapi kok mau ditutup dan terus-menerus meminta data persyaratan padahal customer sudah berkali-kali mengirim". Dengan adanya email tersebut maka menumpuk dengan keluhan yang sama
Setelah tepat 14 hari dari keluhan, akhirnya dapat balasan email berikut:
  • 06 Juli 2021, akhirnya Shopee mengakui kesalahan sistem mereka dan mengirimkan saldo ke Tap Cash saya sebesar 300.000. Mereka mengirim link yang caranya memakai NFC HP.
Akhirnya saya cek pakai NFC di HP dan terbukti masuk.
KESIMPULAN AKHIR DARI SEMUA INI ADALAH:
  1. Shopee tidak pernah percaya terhadap bukti-bukti customer (update balance via NFC HP, ATM bahkan foto maupun video) dan tetep kekeh dengan cara standar mereka yang jelas-jelas antara ATM berbeda. Saya mencoba melihat di ATM mandiri, ternyata yang mereka katakan bisa print-out mutasi adalah e-money mandiri. Sedangkan Tap Cash BNI tidak seperti itu, belajarlah semua sistem dan mengenal betul produkmu Shopee!!!
  2. Customer lebih maju 1 langkah dibandingakan Shopee, inisiatif untuk telpon ke CS BNI dan update langsung Tap Cash dari operator, sedangkan Shopee bertindak apa dengan beberapa bukti yang sudah customer berikan
  3. Apakah Shopee tidak kasihan dengan mereka yang menyerah tidak komplain atau memutus komplain di tengah jalan karena syarat-syarat yang membutuhkan waktu dan tempat, karena kita semua juga kerja dan apa gunanya tahun digital kalau masih harus mendatangi bank, gerai dan ATM. Padahal NFC HP kita sudah terpasang, namun Shopee masih mengandalkan cara kuno dna tidak percaya bukti crop NFC customer
  4. Akhirnya Shopee menyerah dan meminta update dengan NFC HP, apakah ini tidak menelan ludah sendiri
Walaupun pada akhirnya saya bilang permasalahan sudah close walaupun dengan effort yang luar biasa dan beruntunganya saya kerja WFH jadi masih bisa memenuhi syarat-syarat yang diinginkan. Saya berharap Shopee lebih meningkatkan langkah dan memiliki standar baku seperti engineer memiliki FMEA (Failure Mode & Effect Analysis) sehingga tanpa bukti-pun bisa langsung terlacak karena ini sudah tahun digital & base data, sedangkan Shopee masih menggunakan cara kuno.

Setelah menunggu 11 hari dari pelaporan awal dengan sistem berbelit dan pembuktian dari customer yang terus tidak dipercaya dan kekeh dengan cara standar Shopee akhirnya berikut rekam jejak lanjutannya:
  • 03 Juli 2021, terdapat pemberitahuan dari email bahwa pelaporan dengan nomor xxxxx ditutup untuk dilanjutkan di pelaporan nomor yyyyyyy.
Dari ini bisa disimpulkan bahwa:
  1. Sistem Shopee eror dengan kirim otomatis ke keluhan pelanggan, karena setiap kali saya menjawab adalah jawaban dari email otomatis Shopee sampai di beberapa email saya balas "ini sistem Shopee gimana kok gak jelas, masalah belum selesai tapi kok mau ditutup dan terus-menerus meminta data persyaratan padahal customer sudah berkali-kali mengirim". Dengan adanya email tersebut maka menumpuk dengan keluhan yang sama
Setelah tepat 14 hari dari keluhan, akhirnya dapat balasan email berikut:
  • 06 Juli 2021, akhirnya Shopee mengakui kesalahan sistem mereka dan mengirimkan saldo ke Tap Cash saya sebesar 300.000. Mereka mengirim link yang caranya memakai NFC HP.
Akhirnya saya cek pakai NFC di HP dan terbukti masuk.
KESIMPULAN AKHIR DARI SEMUA INI ADALAH:
  1. Shopee tidak pernah percaya terhadap bukti-bukti customer (update balance via NFC HP, ATM bahkan foto maupun video) dan tetep kekeh dengan cara standar mereka yang jelas-jelas antara ATM berbeda. Saya mencoba melihat di ATM mandiri, ternyata yang mereka katakan bisa print-out mutasi adalah e-money mandiri. Sedangkan Tap Cash BNI tidak seperti itu, belajarlah semua sistem dan mengenal betul produkmu Shopee!!!
  2. Customer lebih maju 1 langkah dibandingakan Shopee, inisiatif untuk telpon ke CS BNI dan update langsung Tap Cash dari operator, sedangkan Shopee bertindak apa dengan beberapa bukti yang sudah customer berikan
  3. Apakah Shopee tidak kasihan dengan mereka yang menyerah tidak komplain atau memutus komplain di tengah jalan karena syarat-syarat yang membutuhkan waktu dan tempat, karena kita semua juga kerja dan apa gunanya tahun digital kalau masih harus mendatangi bank, gerai dan ATM. Padahal NFC HP kita sudah terpasang, namun Shopee masih mengandalkan cara kuno dna tidak percaya bukti crop NFC customer
  4. Akhirnya Shopee menyerah dan meminta update dengan NFC HP, apakah ini tidak menelan ludah sendiri
Walaupun pada akhirnya saya bilang permasalahan sudah close walaupun dengan effort yang luar biasa dan beruntunganya saya kerja WFH jadi masih bisa memenuhi syarat-syarat yang diinginkan. Saya berharap Shopee lebih meningkatkan langkah dan memiliki standar baku seperti engineer memiliki FMEA (Failure Mode & Effect Analysis) sehingga tanpa bukti-pun bisa langsung terlacak karena ini sudah tahun digital & base data, sedangkan Shopee masih menggunakan cara kuno.

Berikut link permasalahan serupa dengan saya:

Hati-Hati Banyak Investasi Bodong Berkeliaran di Tahun Digital IT ini

Diposting oleh On Sunday, April 25, 2021

Tahun digital IT ini, hampir 100% orang didunia memiliki smartphone sehingga bisa dimungkinkan setiap hari mengakses internet untuk melihat berita atau media sosial. Iklan juga marak dilakukan di internet (online) ketimbang offline (TV, koran, majalah dll) sehingga seorang yang kurang jeli dan kritis terhadap informasi akan mudah termakan hoaks  Seperti kita lihat sekarang ini, banyak sekali platform investasi yang dijual seperti forex, kerjasama mitra seperti yang baru-baru ini sedang bermasalah adalah bisnis sarang lebah madu klanceng. Iklan yang masif dan menggandeng tokoh serta artis membuat masyarakat terhipnotis untuk mengikutinya, padahal semuanya adalah investasi bodong dan hanya berjualan.

Investasi tidak ada yang namanya instan dan semuanya membutuhkan proses namun di iklan-iklan ditawarkan return yang sangat menggiurkan seperti return 30%/tahun bahkan 30%/bulan. WOW sekali bukan misalnya investasi ini benar-benar real. Sebagai contoh saja deposito return 4.5-5%, reksadana 6-20%, obligasi 8-11% dan saham yang sangat fluktuatif. Ketika ada iming-iming return yang sangat jauh dari semua investasi tersebut tentu sangat menggiurkan dan ingin bergabung. 

Cerita riil di desa tempat kampung masa kecil penulis berada, terdapat investasi money game dengan return 30%/bulan dan banyak masyarakat yang ikutan investasi sampai menjual sawah dan sapi-nya. Tidak tamggung-tanggung keikutsertaan masyarakat ini yaitu 200-300 jutaan. Sistem bagi hasil adalah per bulan mendapat profit dengan uang pokok tetap, sehingga per bulan investor mendapatkan terus dana segar sampai mereka berani mencicil mobil dan bulan berikutnya ternyata sales agent menghilang dan investor jelas-jelas raib uang mereka. Bahkan ada pemilik bengkel yang sukses harus gulung tikar dan pindah keluar jawa untuk mengadu nasib.

Tahun 2021 ini yang lagi booming di berita yaitu investasi stup (kotak) rumah lebah klanceng. Dimana mitra harus membeli kotak lebah yang disegel dan iming-iming per 3 bulan mendapatkan 30% profit dari pokok. Sangat menggiurkan bukan?? namun yang aneh disini adalah kotak lebah disegel dan jika dibuka maka garansi dibeli kembali hangus. Selain itu, cukup mustahil madu klanceng bisa dihasilkan secepat itu. Mencurigakan lagi, darimana uang si pengepul ketika harus memberikan return terus-menerus sedangkan madu saja sangat sedikit dihasilkan, apa tidak bisnis bodong "crowd funding", dimana ujung-ujungnya pemberitaan bahwa uang investor 90M dibawa lari oleh kepala koperasi.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi Penulis pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Kemana Harus Mengelola Keuangan Ketika Masih Resesi dan Ekonomi Negara Defisit??

Diposting oleh On Wednesday, January 20, 2021

Seluruh negara di dunia mengalami dampak akibat pandemi covid-19. Aktifitas pekerjaan dan perdagangan terhambat dan negara mengalami resesi akibat neraca dagang yang terus defisit selama beberapa kuartal. Tentu kondisi ini berdampak signifikan untuk para pemodal seperti investor saham dan pemilih perusahaan. Mereka akan mengamankan kekayaan/modal ke instrument yang aman terlebih dahulu seperti emas sehingga kita semua bisa lihat harga emas yang naik ak terkendali diluar batas kewajarannya. Sedangkan pemilik modal perusahaan banyak melakukan restrukturisasi SDM untuk bisa bertahan di tengah pendemi seperti ini.

Kita sebagai rakyat kecil harus pintar melakukan planning terhadap kondisi-kondisi demikian. Pengelolaan yang baik keuangan maka bisa menjadikan kita survive terhadap kondisi ekonomi yang masih memburuk. Penulis juga telah melakukan beberapa langkah agar bisa bertahan salah satunya adalah menarik saham BEI dan menaruhnya di obligasi/sukuk/reksadana pendapatan tetap. Emas dirasakan penulis masih belum wajar harganya sehingga masih menunggu moment yang pas untuk beli ketika harga sudah dirasakan resistance di bottom level.

Saat ini, investasi aman dan cukup likuid di instrument tersebut, karena obligasi pendapatan tetap terutama surat hutang pemerintah sangat cocok diinvestasikan karena resiko gagal bayar coupon sangat minim. Walaupun nilai kenaikan investasi ini relatif kecil namun masih diatas inflasi rata-rata dan diatas deposito sehingga masih cocok untuk investasi yang aman dikala pandemi.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Aplikasi Multi Criteria Decision Analysis Untuk Pemilihan Proses dan Operasi Koagulasi Flokulasi Terbaik di Pre-Treatment Water System Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Diposting oleh On Monday, May 18, 2020

Aplikasi Multi Criteria Decision Analysis Untuk Pemilihan Proses dan Operasi Koagulasi Flokulasi Terbaik di Pre-Treatment Water System Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Yuni Eko Feriyanto 1,*, Udisubakti Ciptomulyono 1, dan Endah Angreni 1
1PascaSarjana Magister Bisnis dan Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Abstract. Water Treatment Plant (WTP) adalah salah satu tahapan sistem di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan meliputi serangkaian proses sub-sistem seperti screening, pre-treatment water, desalination dan demineralization. Pada tahap pre-treatment water system terdapat proses pengendapan lumpur yang dibantu dengan zat kimia koagulan dan koagulan aid. Permasalahan yang umum terjadi di pengolahan air PLTU adalah dosis yang digunakan cukup besar untuk musim hujan dan kondisi air laut pasang namun kualitas air yang dihasilkan belum memenuhi standar PLTU. Teknik jar test dilakukan menggunakan variabel proses dan operasi yang mempengaruhi kinerja koagulan-koagulan aid seperti dosis injeksi, waktu tinggal dan putaran pengaduk. Setiap percobaan diukur kualitas air nya menggunakan kriteria seperti turbidity, conductivity, pH, total suspended solid (TSS) dan total dissolved solid (TDS). Sistem keputusan pemilihan alternatif terbaik multikriteria yang diusulkan adalah pendekatan metode Analytic Hyrarchy Process (AHP) dan perpaduan AHP-Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Kedua metode dilakukan analisa perbandingan dengan analisa sensitivitas dan metode keputusan yang berbeda kemudian dilakukan pembahasan terhadap hasil yang didapatkan. Kesimpulan yang didapatkan adalah alternatif ke-1 untuk D60W30P80 dan alternatif ke-2 untuk D40W20P80.
1.  Pendahuluan
Physical-chemical treatment di bak pengendapan pengolahan air adalah perlakuan pengurangan kadar lumpur yang terbawa air umpan dan terkenal dengan istilah sistem koagulasi-flokulasi. Penelitian ini mengambil subjek pengolahan air umpan di PLTU yang berasal dari air laut. Sesuai Tabel 1 bahwa kualitas air laut yang masuk ke pengolahan air PLTU berubah-ubah tergantung musim dan pasang-surut air laut.
Tabel 1. Kualitas Air Umpan di Dua Musim Berbeda
Parameter
Satuan
Nilai Ukur
Musim Hujan
Musim Kemarau
Turbidity
NTU
30 - 40
6,6 – 8,5
Conductivity
µS/cm
± 47.000
± 47.000
pH
value
± 8
± 8
TSS
mg/L
± 30
± 20
Permasalahan yang umum ditemui di sistem pengolahan air PLTU adalah kebutuhan dosis saat musim hujan dan air laut pasang cukup tinggi dibandingkan musim kemarau namun kualitas air keluaran sistem koagulasi-flokulasi masih belum memenuhi standar sehingga diperlukan suatu kajian mendalam untuk menganalisa penyebab dari fenomena tersebut.
Tabel 2. Perbandingan Kualitas Air Riil di Musim Hujan dengan Standar PLTU
Satuan
Nilai Ukur
Riil
Standar
Turbidity
NTU
8,43
<5
Conductivity
μS/cm
48.700
<48.900
pH
Nilai
7,497
7-8
TSS
mg/L
10
<10
TDS
g/L
24,2
<24,2

Physical-chemical treatment bekerja efektif didukung oleh dosis yang optimal serta proses dan operasi yang tepat seperti %dosis, waktu tinggal dan putaran pengadukan (Boughou et al., 2016).
Untuk mengetahui keefektifan koagulasi-flokulasi maka digunakan beberapa parameter kualitas air seperti turbidity, conductivity, pH, TSS dan TDS. Penelitian Beltran et al. (2009) menggunakan beberapa parameter kualitas air untuk mencari tipe koagulan-koagulan aid yang tepat menggunakan analisa sistem keputusan multikriteria.
Jar test digunakan dalam penelitian untuk percobaan skala laboratorium dengan permasalahan diambil sedemikian rupa sama dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Prinsip jar test adalah melakukan percobaan berulang dengan berbagai variabel sehingga didapatkan informasi pilihan variabel yang tepat berdasarkan dampak yang dihasilkan dan terukur. Penelitian untuk koagulasi-flokulasi sesuai standar yaitu menggunakan variabel proses dan operasi seperti %dosis, waktu tinggal dan putaran pengaduk pernah dilakukan oleh Daud et al. (2015).
Pemilihan alternatif terbaik sulit dilakukan, karena dalam sistem pengambilan keputusan bukan selalu memilih yang benar tetapi yang diperlukan adalah memastikan hasil keputusan yang dicapai melalui serangkaian aktifitas yang menganalisis alternatif solusi keputusan, parameter serta kendala yang ada dan kemudian memilih “terbaik” (Ciptomulyono, 2010).
Pemilihan kombinasi terbaik koagulasi-flokulasi yang melibatkan pengukuran dengan banyak kriteria sering menemui situasi yang bertentangan (conflicting) seperti kasus untuk pilihan alternatif kemungkinan diterima dalam penurunan turbidity dan TSS namun disisi lain ditolak karena berdampak menaikkan conductivity maupun TDS.
Pada situasi seperti itu, diperlukan suatu pembobotan kriteria berdasarkan tingkat relatif kepentingan sehingga alternatif keputusan yang ditetapkan dapat memberikan kepuasan bagi pengambil keputusan sesuai dengan tingkat aspirasi yang diinginkan dan percaya pada proses tersebut (Ciptomulyono, 2010). 
Pada penelitian ini, multicriteria decision analysis (MCDA) diusulkan sebagai alat bantu untuk menentukan kombinasi terbaik proses dan operasi koagulasi-flokulasi. Sesuai struktur permasalahan yang terdapat di penelitian ini, ada atau tidaknya batasan objektif serta tujuan yang ingin dicapai maka diusulkan pendekatan metode AHP dan perpaduan metode AHP-TOPSIS untuk penentuan rangking prioritas. AHP adalah suatu teori pengukuran dengan perbandingan berpasangan dan didasarkan pada keputusan para ahli untuk menyusun skala prioritas (Saaty, 2008). Metode TOPSIS dikemukakan oleh Hwang dan Yoon tahun 1981 yang digunakan untuk menentukan solusi ideal positif dan solusi ideal negatif dengan pemilihan alternatif terbaiknya adalah data yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif.  Penggunaan metode ini, sudah banyak diterapkan oleh para peneliti seperti AHP oleh Beltran (2014) dan AHP-TOPSIS oleh Armon (2016).
2.  Metode Penelitian
2.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan untuk percobaan ini adalah jar test kit dari VELP JLT6, beaker glass, botol sampel jenis plastik, analytic pipet 10-100 µL volume dari  M100, digital TSS meter dari HACH DR 6000, neraca analytic dari KERN ABS 220-4, digital TDS meter dan pH meter dari LAQUA HORIBA, digital conductivity meter dari METTLER TOLEDO, digital turbidity meter dari HACH 2100Q dan ORION AQ3010.
Bahan yang digunakan adalah air laut, air demineralization, koagulan tipe alumunium hydroxychloride dan koagulan aid tipe polyacrylamide anionic (PAM).
2.2 Jar Test
Percobaan jar test ini menggunakan 6 paddle motor dengan beaker glass 1 liter. Variabel proses dan operasi yang digunakan adalah %dosis (D), waktu tinggal (W) dan putaran pengaduk (P). Prosedur percobaannya adalah (i) menempatkan air laut di beaker glass kemudian mengukur parameter kualitas air sebelum perlakuan koagulasi-flokulasi, (ii) mengatur putaran pengaduk pada 150 rpm disertai pembubuhan koagulan dan mereaksikan selama 0,5 menit, (iii) menurunkan putaran pengaduk sesuai variabel yaitu 40/60/80 rpm disertai pembubuhan koagulan aid dengan waktu tinggal pengikatan suspended solid sesuai variabel yaitu 10/20/30/40 menit, (iv) akhir percobaan mendiamkan sampel selama ±5 menit dan melakukan pengukuran kualitas air dengan cara mengambil air sampel ±2 cm dari permukaan air, (v) mengukur kualitas air menggunakan variabel kriteria seperti turbidity, conductivity, pH, TSS dan TDS sehingga diperoleh data kualitas air sesudah perlakuan koagulasi-flokulasi.
2.3  Identifikasi Data
Data hasil jar test mendapatkan alternatif sebanyak 48 buah dengan setiap alternatif menghasilkan data kualitas air dengan satuan yang berbeda-beda sesuai pengukuran variabel kriteria. Sistem satuan yang berbeda-beda ini jika digunakan untuk menentukan alternatif terbaik akan sulit dilakukan karena jarak prosentase kriteria satu dengan yang lain berbeda-beda.
Penyelesaian permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan tahap pengolahan data awal yaitu melakukan penyetaraan satuan menggunakan sistem %kenaikan/penurunan nilai kualitas air dengan formulasinya yaitu mengurangkan antara nilai sebelum dengan sesudah treatment kemudian membagi dengan nilai sebelum treatment. Perhitungan %kenaikan/penurunan nilai kualitas air dilakukan untuk data riil di lapangan yang mempresentasikan dosis 100% dan data hasil jar test untuk dosis sesuai variabel.
3.  Hasil Penelitian
3.1  Pembobotan Kriteria
Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah parameter ukur kualitas air. Kriteria yang dipilih ini didasarkan pada standar manual book PLTU dan penelitian yang telah dilakukan peneliti terdahulu seperti Beltran et al. (2009), Boughou et al. (2016) dan Daud, et al (2015). Pembobotan kriteria diusulkan menggunakan pendekatan metode AHP dengan pengambil keputusan oleh expert judgement sesuai kualifikasi yang telah ditentukan. Sistem pemberian nilai pairwise skala Saaty 1-9 dan dilanjutkan perhitungan menggunakan bantuan software expert choice v11 dan hasil disajikan di Gambar 1.
Gambar 1. Nilai Bobot Kriteria oleh Expert Judgment Menggunakan Software Expert Choice v1
Berdasarkan penilaian expert, kriteria turbidity memiliki rangking prioritas kemudian diikuti TSS sedangkan kriteria lain seperti conductivity, TDS dan pH diputuskan kurang begitu mempengaruhi kualitas air.
3.2   Seleksi Alternatif Keputusan
Berdasarkan data yang didapatkan dari pengolahan data awal yaitu penyeteraan satuan kemudian dilanjutkan pengolahan data akhir yaitu melakukan seleksi alternatif keputusan. Sistem seleksi menggunakan 2 persyaratan yaitu (1) membandingkan %kenaikan/penurunan nilai turbidity sebagai kriteria prioritas dengan data riil di lapangan dan (2) membuang data dengan nilai kriteria yang berdampak menurunkan kualitas air. Tabel 3 disajikan data hasil seleksi alternatif keputusan.
Tabel 3. Data Hasil Seleksi Alternatif Keputusan
Alt No.
Simbol
Alternatif
%Kenaikan/Penurunan Parameter Operasi(*)
Turbidity
Conductivity
pH
TSS
TDS
Alt 1
D40W10P60
67,1
0,63
1,50
39,4
0,42
Alt 2
D40W20P80
81,4
0,21
0,45
63,9
0,42
Alt 3
D40W30P40
72,7
0,21
1,05
60,0
0,42
Alt 4
D40W30P80
80,1
0,42
1,00
40,0
0,42
Alt 5
D40W40P40
70,7
0,00
1,57
56,1
0,00
Alt 6
D40W40P80
76,7
0,21
1,47
30,0
0,42
Alt 7
D60W10P60
76,1
0,42
1,24
40,6
0,42
Alt 8
D60W10P80
71,5
0,21
0,38
34,4
0,42
Alt 9
D60W20P60
67,6
0,00
0,19
29,0
0,00
Alt 10
D60W20P80
82,9
0,21
0,14
43,8
0,42
Alt 11
D60W30P80
80,4
0,84
0,97
62,9
0,00
Alt 12
D80W10P60
76.2
0,00
0,71
53,1
0,00
Alt 13
D80W10P80
74.6
0,00
0,28
54,1
0,00
Alt 14
D80W20P80
69.9
0,21
0,25
45,0
0,42
Tabel 3 disajikan data terseleksi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan sehingga 14 buah alternatif ini adalah alternatif dengan ketentuan hasil kualitas air yang lebih baik atau sama dengan kualitas air riil di lapangan. Alternatif ini yang akan digunakan sebagai bahan olahan data selanjutnya yaitu penentuan rangking prioritas.
3.3   Penentuan Rangking Prioritas
3.3.1 Pendekatan Metode AHP
Metode AHP yaitu teori pengukuran dengan perbandingan berpasangan dan didasarkan pada keputusan para ahli untuk menyusun skala prioritas (Saaty, 2008). Dalam menyelesaikan masalah multikriteria, metode AHP digunakan untuk memperoleh prioritas berdasarkan penilaian preferensi pembuat keputusan dengan teknik perbandingan berpasangan (pairwise comparison) yang mewakili kemampuan hakiki manusia untuk menyusun persepsinya secara bertingkat, membandingkan sepasang solusi setara terhadap kriteria yang diberikan (Ciptomulyono, 2008).
Metode AHP menggunakan skala relatif kepentingan dengan skala Saaty 1-9 dan dilakukan oleh expert judgment. Bentuk dari perhitungan metode ini adalah matriks keputusan dan dalam perhitungan konsistensi digunakan sistem consistency ratio (CR) yang melibatkan komponen consistency index (CI) dan random index (RI). Perhitungan menggunakan persamaan (1, 2) yang telah ditetapkan Saaty (1994).
Metode AHP secara umum banyak digunakan oleh peneliti terdahulu seperti pemilihan teknologi optimal untuk merehabilitasi sistem pipa air (Aschilean et al., 2017), aplikasi untuk memperkuat strategi pembangkit listrik tenaga air di Nepal (Singh dan Nachtnebel, 2016). Metode AHP di makalah ini, diusulkan digunakan untuk penentuan bobot kriteria (Beltran et al., 2009) dan penentuan rangking prioritas untuk memilih proses dan operasi terbaik koagulasi-flokulasi.
Tahapan awal data yang akan dihitung di makalah ini adalah proses skoring dengan acuan penilaian sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh expert judgement dalam pengetahuannya di sistem pengolahan air di PLTU. Data disajikan di Tabel 5.
Tabel 5. Matriks Alternatif Keputusan Pendeketan Metode AHP
Alt No.
Simbol
Alternatif
Nilai Skoring

Turbidity
0,433(a)
Conductivity
0,097(a)
pH
0,034(a)
TSS
0,353(a)
TDS
0,084(a)

Alt 1
D40W10P60
2
9
3
4
9
Alt 2
D40W20P80
9
6
2
9
9
Alt 3
D40W30P40
5
9
2
9
9
Alt 4
D40W30P80
9
9
4
4
9
Alt 5
D40W40P40
4
9
3
8
2
Alt 6
D40W40P80
7
9
4
2
9
Alt 7
D60W10P60
7
9
3
4
9
Alt 8
D60W10P80
4
5
3
3
9
Alt 9
D60W20P60
2
3
2
2
2
Alt 10
D60W20P80
9
3
3
5
9
Alt 11
D60W30P80
9
9
4
9
2
Alt 12
D80W10P60
7
9
2
8
2
Alt 13
D80W10P80
6
4
2
8
2
Alt 14
D80W20P80
3
4
2
6
9
(a) Bobot kriteria
Tabel 5 disajikan matriks alternatif keputusan dengan sistem skoring dan dari tabel tersebut dilakukan perhitungan untuk menentukan rangking prioritas menggunakan bantuan software expert choice v11 sesuai hasil di Gambar 2.
Gambar 2. Rangking Prioritas Pendekatan Metode AHP Menggunakan Software EC 11 
3.3.2 Analisa Sensitivitas Metode AHP
Bobot kriteria memiliki pengaruh yang signifikan terhadap urutan rangking prioritas. Pengambil keputusan bisa sewaktu-waktu mengubah ketetapan yang berpengaruh terhadap keputusan yang diperoleh. Oleh karena itu, analisa sensitivas direkomendasikan untuk digunakan dengan prinsip mengubah sedikit demi sedikit bobot kriteria dengan bantuan software expert choice v11 (EC 11) sampai terjadi tingkat signifikan perubahan rangking prioritas yang dihasilkan (Azimifard et al., 2018).
Analisa sensitivitas yang digunakan di makalah ini yaitu perubahan bobot kriteria sebesar +10%, 20% dan -10% untuk kriteria turbidity dan TSS sebagai rangking teratas. Untuk sensitivitas terhadap turbidity sebesar +10%, 20% dan -10%  rangking 1 sampai 3 dari standar metode AHP tidak merubah urutan prioritas. Sedangkan untuk sensitivitas terhadap TSS sebesar +10% alternatif yang tidak berubah pada rangking 1 sampai 5, untuk TSS +20% alternatif yang tidak berubah pada rangking 1 sampai 2 dan TSS -10% alternatif yang tidak berubah pada rangking 1 sampai 3.
Berdasarkan analisa sensitivitas untuk perubahan bobot kriteria tersebut jika dilihat secara global maka alternatif yang diusulkan untuk dipilih dengan pendekatan metode AHP adalah alternatif ke-1 untuk D60W30P80 dan alternatif ke-2 untuk D40W20P80.
3.3.3 Pendekatan Perpaduan Metode AHP-TOPSIS dan Analisa Sensitivitas
AHP adalah metode yang umum dan banyak digunakan oleh peneliti dalam menyelesaikan permasalahan multikriteria. Di beberapa kasus penyelesaian permasalahan, AHP dikombinasikan dengan tipe MCDA yang lain salah satunya TOPSIS (Tailan et al., 2014).
Meskipun TOPSIS menggunakan konsep metode populer dan sederhana, itu sering mendapat masukan karena ketidakmampuannya dalam memberikan ruang untuk suatu ketidakpastian dan persepsi bagi pengambil keputusan (Krohling dan Campanharo, 2011).
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, maka digunakan perpaduan metode AHP-TOPSIS dengan prinsip masih menggunakan persepsi expert judgment dalam penilaian ketidakpastian kriteria. Penelitian terdahulu untuk metode ini seperti seleksi proyek pengembangan untuk ladang minyak (Morteza, 2010), pemilihan ketahanan negara penyedia untuk industri besi baja (Azimifard et al., 2018).
TOPSIS dikemukakan oleh Hwang dan Yoon (1981) yang digunakan untuk menentukan solusi ideal positif (Ai+) dan solusi ideal negatif (Ai-). Pemilihan alternatif terbaik adalah data yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif (Dagdeviren et al., 2009). Berikut langkah-langkahnya (Chang et al., 2015).
Langkah 1. Menyusun matriks keputusan yang sudah dinormalkan
Langkah 2. Menyusun bobot matriks keputusan yang sudah dinormalkan
Langkah 3. Menentukan solusi ideal positif dan negatif
Langkah 4. Menghitung jarak Euclidean antara solusi ideal positif dan negatif untuk setiap variabel
Langkah 5. Menghitung relative closeness terhadap solusi ideal positif untuk setiap alernatif
Langkah 6. Memilih rangking prioritas dengan memilih maksimum CCi+
Metode TOPSIS untuk penentuan rangking prioritas ini digunakan untuk menyempurnakan kekurangan sistem perangkingan metode AHP. Metode TOPSIS memperhatikan jarak relatif antara solusi ideal positif dan negatif dari data yang dihitung sehingga rangking alternatif yang diusulkan lebih representative dibandingkan metode AHP. Metode ini menggunakan data asli hasil jar test dalam perhitungan untuk mencari rangking prioritas.
Tabel 5. Rangking Prioritas Menggunakan Pendekatan Metode AHP-TOPSIS
Rangking Prioritas
Variabel Alternatif
Nilai CCi+
1
D60W30P80
0,764
2
D40W20P80
0,622
3
D40W30P40
0,583
4
D40W10P60
0,514
5
D40W30P80
0,477
6
D60W10P60
0,473
7
D60W20P80
0,442
8
D40W40P40
0,433
9
D80W20P80
0,413
10
D80W10P80
0,410
11
D80W10P60
0,407
12
D40W40P80
0,320
13
D60W10P80
0,313
14
D60W20P60
0,009

Analisa sensitivitas yang digunakan mengacu terhadap perubahan bobot kriteria metode AHP. Bobot kriteria analisa sensitivitas yang didapatkan dari perubahan turbidity dan TSS sebesar 10%, 20% dan -10%. Tabel 6 disajikan hasilnya.
Tabel 6. Perbandingan Urutan Rangking Prioritas Standar AHP-TOPSIS dengan Tingkat Sensitivitas
Berdasarkan hasil standar pendekatan perpaduan metode AHP-TOPSIS dan analisa sensitivitasnya, bisa diketahui bahwa alternatif yang cenderung stabil rangkingnya adalah yaitu D60W30P80, D40W20P80 dan D40W10P60. Hasil ini jika dibandingkan dengan pendekatan metode AHP maka sedikit lebih baik dalam penentuan rangking prioritas yaitu merekomendasikan 3 rangking prioritas yang cukup stabil saat diperlakukan analisa sensitivitas.
3.3.4 Perbandingan Rangking Prioritas Antara AHP dengan AHP-TOPSIS
Tabel 7 disajikan data perbandingan rangking prioritas alternatif antara pendekatan metode AHP dengan AHP-TOPSIS. Pendekatan kedua metode ini digunakan untuk mengetahui tingkat kestabilan rangking prioritas  yang disertai analisa sensitivitas dan perbedaan metode yang digunakan.
Tabel 7. Perbandingan Rangking Alternatif Antara Metode AHP dengan AHP-TOPSIS
Rangking Prioritas
Alternatif
AHP
AHP-TOPSIS
Alt 1
D60W30P80
D60W30P80
Alt 2
D40W20P80
D40W20P80
Alt 3
D40W30P80
D40W30P40
Alt 4
D40W30P40
D40W10P60
Alt 5
D60W20P80
D40W30P80
Alt 6
D80W10P60
D60W10P60
Alt 7
D60W10P60
D60W20P80
Alt 8
D40W40P80
D40W40P40
Alt 9
D40W40P40
D80W20P80
Alt 10
D80W10P80
D80W10P80
Alt 11
D40W10P60
D80W10P60
Alt 12
D80W20P80
D40W40P80
Alt 13
D60W10P80
D60W10P80
Alt 14
D60W20P60
D60W20P60
Dari Tabel 7 tersebut didapatkan data bahwa alternatif yang memiliki tingkat kestabilan tinggi walaupun telah dilakukan analisa sensitivitas dan metode yang berbeda yaitu alternatif ke-1 untuk D60W30P80 dan alternatif ke-2 untuk D40W20P80.
4.  Kesimpulan
Penulis di penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan metode multicriteria decision analysis (MCDA) berguna dalam pemilihan beberapa alternatif hasil jar test yang memiliki banyak kriteria. Pemilihan tipe MCDA yang diusulkan di penelitian ini mengacu ke pokok permasalahan yang sedang diteliti dan tujuan yang ingin dicapai. Didalam proses pemberian bobot kriteria diusulkan dilakukan oleh expert judgement yang memiliki beberapa kualifikasi yang telah disyaratkan sesuai pengetahuannya di pengolahan air PLTU.
Pengunaan software expert choice v11 sangat membantu dalam perhitungan bobot kriteria, rangking prioritas metode AHP dan analisa sensitivitas. Dengan software tersebut bisa digunakan untuk mengetahui perubahan rangking prioritas yang didapatkan jika sewaktu-waktu terdapat perubahan kebijakan dari pengambil keputusan yang mempengaruhi penilaian bobot kriteria.
Untuk permasalahan yang diangkat di penelitian ini yaitu tentang koagulasi-flokulasi di PLTU, pendekatan metode AHP harus melalui tahapan awal yang cukup sulit yaitu sistem skoring sedangkan pendekatan metode AHP-TOPSIS tetap menggunakan data hasil jar test sampai penentuan rangking prioritasnya.
Kesimpulan akhir yang diusulkan untuk dipilih berdasarkan analisa sensitivitas dan perbedaan metode yang digunakan adalah (i) alternatif ke-1 untuk D60W30P80 dengan definisi yaitu dosis 60%, waktu tinggal 30 menit dan putaran pengaduk 80 rpm dan (ii) alternatif ke-2 untuk D40W20P80 dengan definisi yaitu dosis 40%, waktu tinggal 20 menit dan putaran pengaduk 80 rpm
Rekomendasi yang disarankan atas terlaksananya penelitian ini adalah menjalankan alternatif ke-1 terlebih dahulu yaitu D60W30P80 kemudian mengukur kualitas air yang dihasilkan dan jika terbukti bisa meningkatkan maka bisa dicoba untuk alternatif ke-2 yaitu D40W20P80. Proses analisa keefektifan untuk alternatif ke-2 sama dengan alternatif ke-1 dan jika didapatkan kualitas air yang dihasilkan bisa meningkatkan kualitas air maka alternatif ke-2 yang dipilih karena lebih efisien.
Sistem skoring di penelitian ini memakai acuan yang sangat kecil interval antara skor-nya dan dikwatirkan terjadi salah penafsiran untuk skor yang mendekati. Oleh karena itu, direkomendasikan pemakaian fuzzy system untuk menyempurnakan kelemahan yang mungkin terdapat di penelitian.
Untuk pengembangan lebih lanjut atas hasil penelitian ini, masih diperlukan adanya penelitian lanjutan yang lebih bersifat pilot experiment test sebagai proses kalibrasi atas simulasi sistem untuk meningkatkan validitas atas hasil yang direkomendasikan dari penelitian ini.

Silakan Downloading International Proceeding Journal Open Acces di https://doi.org/10.1088/1757-899X/1096/1/012102

References
[1] Armon., dan Ciptomulyono, U. (2016). Selecting Liquid Lifting Technology for XY Mature Gas Field using Fuzzy AHP and TOPSIS. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXIV. Program Studi MMT-ITS, Surabaya 23 Januari 2016.
[2] Beltran, P., Roca, J., Pia, A. Melon, M., dan Ruiz, E. (2009). Application of Multicriteria Decision Analysis to Jar Test Result for Chemicals Selection in the Physical-Chemical Treatment of Textile Wastewater. Journal of Hazardous Materials, Vol. 164, pp. 288-295.
[3] Beltran, P., Gonzalez, F., Ferrando, J., dan Rubio, A. (2014). An AHP (Analytic Hierarchy Process)/ANP (Analytic Network Process)-Based Multi-Criteria Decision Approach for the Selection of Solar-Thermal Power Plant Investment Projects. Journal of Energy, Vol. 66, pp. 222-238.
[4] Boughou, N., Majdy, I., Cherkaoul, E., Khamar, M., dan Nounah, A. (2016). The Physico-Chemical Treatment by Coagulation-Flocculation Releases of Slaughterhouse Wastewater in the City of Rabat (Morocco). Journal of CODEN (USA) : PCHHAX, Vol. 8(19), pp. 93-99.
[5] Ciptomulyono, Udisubakti. (2010). Paradigma Pengambilan Keputusan Multikriteria dalam Perspektif Pengembangan Projek dan Industri yang Berwawasan Lingkungan. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Bidang Ilmu Pengambilan Keputusan Multikriteria, Jurusan Teknik Industri, ITS-Surabaya.
[6] Daud, Z., Awang, H., Latif, A., Nasir, N., Ridzuan dan M., dan Ahmad, Z. (2015). Suspended Solid, Color, COD and Oil and Grease Removal from Biodiesel Wastewater by Coagulation and Flocculation Processes. Proceeding of The World Conference on Technology, Innovation and Entrepreneurship, Procedia Social and Behavioral Sciences, Vol. 195, pp. 2407-2411.
[7] Saaty, Thomas L. (2008). Decision Making with the Analytic Hierarchy Process. Journal of International Services Sciences, Vol. 1 No. 1. University of Pittsburgh, USA.