Trending Topik

Analisa Kinerja Keuangan PT Ad*ro Energy Tbk dengan Perusahaan Sejenis (1 of 2)

Adopted from : Andik Santoso ST, MMT (2018)


I. Latar Belakang

PT Adaro Energy Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batubara dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan nama ADARO. Sebagai  salah  satu  raksasa  penguasa cadangan batubara di Indonesia tentunya terjadinya fluktuasi menyebabkan Adaro terlihat mengalami kesulitan dalam menghadapi kondisi tersebut. Terlihat di tahun 2015 Adaro mengalami penurunan produksi batubara sebesar 5,93 persen menjadi 13,16 metrik ton dibanding dengan produksi tahun 2014 sebanyak13,39  metrik ton. Menurunnya produksi juga ikut berimbas pada kondisi keuangan PT Adaro Energy Tbk terutama laba dari perusahaan mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 16% selama awal tahun 2015 mengingat fokus bisnis Adaro adalah penambangan dan perdagangan batubara.
Dengan fluktuasi harga yang terus menurun, seluruh perusahaan di sektor pertambangan dituntut untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap bisa menjalankan usahanya, ada juga perusahaan yang tidak kuat dalam menghadapi kondisi sulit pada tahun 2015 dan menyebabkan banyak perusahaan sektor tambang batubara gulung tikar.
Salah satu cara melihat kondisi keuangan suatu perusahaan yaitu dengan menggunakan analisis rasio keuangan adalah rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio  likuiditas.  Ketiga  rasio  tersebut dihitung menggunakan formula yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai apakah tujuan dari perusahaan tersebut tercapai sehingga kepentingan para investor dapat dipenuhi oleh perusahaan. Dari penilaian tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan oleh manajemen perusahaan dalam mengambil langkah yang tepat di waktu yang akan datang.
Menurut mulyadi (2001:415) penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik afektivitas  operasional  suatu organisasi,  bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Kinerja perusahaan merupakan kata umum untuk menggambarkan keberhasilan atau kesuksesan suatu perusahaan. Kinerja yang baik menunjukkan bahwa perusahaan dikelola dengan baik. Dalam operasional dunia usaha kerja perusahaan dapat dirumuskan sebagai hasil kerja yang diperoleh atas kegiatan atau operasi yang dilakukan oleh perusahaan selama periode waktu tertentu, dan laba merupakan salah satu tolak ukur penting dalam penilaian kinerja perusahaan (standar akuntansi keuangan, 2001).
Terdapat beberapa pendekatan yang bisa digunakan untuk menganalisa kondisi dan kinerja suatu perusahaan. Penilaian kinerja keuangan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen agar dapat memenuhi kewajibannya terhadap para penyandang dana dan juga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Cara untuk mengetahui baik buruknya kinerja  keuangan dalam suatu perusahaan dapat diketahui dengan cara menganalisis hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan.
Adapun  alat  analisis  kinerja keuangan  pada  perusahaan yang  digunakan meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas (rentabilitas), rasio aktivitas. Analisis rasio keuangan merupakan metode analisis yang sering dipakai karena merupakan metode yang paling cepat untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Adaro Energy Tbk. Dengan mengetahui kinerjanya, PT. Adaro Energy Tbk. akan dapat melakukan perkiraan keputusan apa yang akan diambil guna mencapai tujuannya. Analisis rasio keuangan pada PT. Adaro Energy Tbk. akan menyederhanaka informasi  yang menggambarkan hubungan antara pos-pos tertentu dengan pos lainnya yang dilaporkan. Dalam hal ini analisis rasio keuangan pada PT. Adaro Energy Tbk. akan menggali informasi dari laporan neraca dan laporan hasil usahanya.

II. Rumusan Masalah 
Analisis rasio keuangan PT. Adaro Energy Tbk. digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 

  1. Bagaimana tingkat kesehatan keuangan PT. Adaro Energy Tbk.?
  2. Bagaimana kinerja keuangan PT. Adaro Energy Tbk. dibandingkan dengan industri sejenis yang berada di Indonesia

III. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kinerja keuangan PT. Adaro Energy Tbk untuk melihat kesehatan keuangan  dan  melakukan perbandingan kinerja keuangan dengan industri sejenis yang berada di Indonesia.

IV. Batasan Masalah

Mengingat luasnya ruang lingkup dan permasalahan  yang harus diselesaikan pada penelitian ini, maka penelitian dibatasi pada :

  1. Analisis kinerja perusahaan PT. Adaro Energy Tbk. dan perusahaan pembanding menggunakan analisis kinerja keuangan. 
  2. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Annual Report perusahaan-perusahaan  pertambangan  batubara  yang  terdaftar  di  Bursa Efek Indonesia dalam periode 5 tahun mulai dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016.
V. Analisa dan Pembahasan

  • Teknik Analisis Laporan Keuangan

Beberapa teknik analisis laporan keuangan dapat disebutkan sebagai berikut :

1. Analisis Perbandingan
Analisis perbandingan adalah teknik analisis laporan keuangan yang dilakukan dengan cara menyajikan laporan keuangan secara horizontal dan membandingkan antara satu dengan yang lain, dengan menunjukan informasi keuangan atau data lainnya baik berupa rupiah atau dalam unit.

2. Analisis Trend
Analisis trend ini bertujuan untuk mengetahui tendensi atau kecendrungan keadaan suatu perusahaan di masa yang akan datang baik kecenderungan naik, turun maupun tetap.

3. Common size
Teknik common size menggunakan pola atau teknik penyederhanaan angka dalam laporan keuangan. Analisis laporan keuangan dengan teknik ini memerlukan angka  dasar  sebagai  dasar perhitungan  konversi,  untuk neraca biasanya menggunakan total aktiva atau total pasiva sebagai dasar dengan angka 100%.

4. Analisis Rasio keuangan
Analisis rasio adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
Kegunaan rasio keuangan keuangan bagi kelompok utama pemakai laporan keuangan adalah sebagai berikut :

  • Manajer yang  menerapkan  rasio untuk membantu menganalisis, mengendalikan, dan kemudian meningkatkan operasi perusahaan
  • Analisis  kredit,  temasuk  peugas  pinjaman  bank  dan  analisis  peringkat obligasi, yang menganalisis  rasio-rasio untuk membantu memutuskan kemampuan kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utangnya
  • Analisis   saham,   yang   tertarik   pada   efisiensi,   resiko,   dan   prospek pertumbuhan perusahaan 

Analisis  rasio  keuangan  memiliki  beberapa  keunggulan  dan  keterbatasan sebagai alat analisis, yaitu:
Keunggulan Analisis Rasio

  • Rasio  merupakan  angka-angka  atau  ikhtisar  statistik  yang  lebih  mudah dibaca dan ditafsirkan.
  • Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit. 
  • Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi.
  • Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi dimasa yang akan datang.
  • Keterbatasan Analisis Rasio

Disamping keunggulannya, teknik ini mempunyai beberapa keterbatasan, yaitu sebagai berikut :

  • Kesulitan  dalam  memilih  rasio  yang tepat  yang dapat digunakan  untuk kepentingan pemakai.
  • Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik ini seperti :
  • Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran dan judgment  yang dapat dinilai bias atau subyektif. 
  • Nilai yang terkandung  dalam laporan keuangan  dan rasio adalah nilai perolehan (cost) bukan harga pasar
  • Klasifikasi  dalam  laporan keuangan  bias berdampak  pada angka rasio.
  • Jika   data  untuk   menghitung   rasio   tidak  tersedia   maka  akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.
  • Jika dua perusahaan atau lebih dibandingkan bisa saja teknik standar akuntansi yang dipakai tidak sama.
  • Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron

Penggolongan Angka Rasio

Menurut  S.  Munawir  (2004:68),  Berdasarkan  sumber  datanya,  angka  rasio dapat dibedakan menjadi:

  • Rasio-rasio Neraca (Balance Sheet Ratios) yang tergolong dalam kategori ini adalah semua rasio yang semua datanya diambil atau bersumber pada neraca, misalnya current ratio, acid test ratio
  • Rasio-rasio  Laporan Laba Rugi (Income Statement Ratios)  yaitu angka- angka  rasio  yang dalam  penyusunannya   semua  datanya  diambil  dari Laporan Laba Rugi, misalnya gross profit margin, net operating margin, operating ratio dan lain sebagainya 
  • Rasio-rasio antar Laporan (interstatement ratios) ialah semua angka rasio yang penyusunan datanya berdasar dari neraca dan data lainnya dari laporan Laba Rugi, misalnya tingkat perputaran persediaan (inventory turn over), tingkat   perputaran   piutang   (account   receivable   turn  over),   sales   to inventory, sales to fixed asset dan lain sebagainya.

Pengukuran Kinerja Keuangan Menggunakan Analisis Rasio

Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas perusahaan  yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Djarwanto (2008:19) menyatakan bahwa kinerja adalah tingkat prestasi(kerja) hasil nyata yang kadang-kadang digunakan untuk tercapainya hasil positif atau hasil dari banyak keputusan yang dibuat secara terus-menerus oleh manajemen untuk mencapai tujuan terntentu.
Analisis rasio merupakan angka-angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan laporan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (Harahap,2007:297).
Secara garis besar ada empat jenis rasio yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, antara lain :

  • Rasio likuiditas

Rasio yang menunjukkan hubungan antara kas perusahaan dan aktiva lancar lainnya dengan hutang lancar. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi atau kewajiban  jangka pendek. Rasio  Likuiditas  yang  umum dipergunakan adalah:

1. Current Ratio (Rasio Lancar)
Rasio  lancar  adalah rasio  yang digunakan  untuk mengukur  kemampuan likuiditas jangka   pendek  perusahaan  dengan  melihat  aktiva lancar perusahaan relatif terhadap hutang lancarnya (kewajiban perusahaan).

2. Quick Ratio/ Acid Test Ratio (Rasio Cepat)
Rasio cepat adalah kemampuan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi oleh aktiva lancar yang lebih likuid (quick asset).

  • Rasio aktivitas

Rasio keuangan yang mengukur bagaimana perusahaan  secara  efektif mengelola aktiva-aktivanya. Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar tingkat aktiva tertentu yang dimiliki  perusahaan,  apakah sudah sesuai dan beralasan, sangat tinggi atau sangat rendah jika dipandang dari tingkat penjualan saat ini. Semakin tinggi rasio aktivitas semakin efektif perusahaan dalam mendayagunakan sumber  dayanya.  Rasio  aktivitas  yang  umum  dipergunakan adalah:

1. Total Assets Turn Over
Total  Asset  Turnover  Ratio  merupakan  indikator  efisiensi  perusahaan dengan jalan mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dengan membandingkan terhadap Total Assets.

2. Inventory Turn Over
Inventory Turn Over digunakan untuk mengukur efisiensi pengelolaan persediaan barang dagangan. Rasio ini merupakan informasi yang cukup popular untuk menilai efisiensi operasional yang memperlihatkan seberapa baiknya manajemen mengontrol modal yang ada pada persediaan.

  • Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio profitabilitas yang umum dipergunakan adalah:

1. Net Profit Margin
Net profit margin adalah rasio yang mengukur seberapa banyak keuntungan operasional yang bisa diperoleh dari setiap rupiah penjualan.

2. Return On Assets
Return on assets adalah rasio antara laba setelah pajak dengan total aktiva. Rasio ini mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan dari investasi total.

3. Return On Equity
Return on equity (ROE) adalah jumlah imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas dan dinyatakan dalam bentuk persen.

  • Rasio solvabilitas

Rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya. Rasio solvabilitas yang umum dipergunakan adalah:

1. Debt To Assets Rasio
Debt to assets ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total hutang dengan total aktiva.

2. Debt to Equity Rasio
Debt to equity ratio menggambarkan perbandingan antara kewajiban dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukan modal perusahaan itu sendiri dalam memenuhi seluruh kewajiban perusahaan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif. Menurut Nazir (2003:71) metode penelitian deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa. Sesuai dengan perumusan masalah yang ada mengenai analisis rasio keuangan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, maka dapat diketahui bahwa jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif, sehingga penelitian ini tidak menggunakan uji hipotesis melainkan pendeskripsian informasi dan analisis sesuai dengan kondisi yang diteliti kemudian mengiterpretasikan.
Populasi atau objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan pertambangan Batubara yang telah terdaftar sebagai perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan laporan keuangan sebagai dasar penelitian untuk membedakan rasio keuangan yang terjadi pada perusahaan pada tahun 2012-2016. Penentuan anggota sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling. Metode purposive sampling   adalah   teknik  penentuan   sampel   dengan   kriteria   tertentu.   Dalam penelitian ini peneliti mempunyai pertimbangan bahwa sampel yang diambil memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut:
Perusahaan Batubara yang terdaftar di Bursa efek Indonesia sampai tahun 2017.

Perusahaan  Batubara  yang menerbitkan  laporan keuangan  lengkap  dari tahun 2011-2015.
Adapun perusahaan yang menjadi sampel penelitian adalah:
1. PT. Adaro Energy Tbk 
2. PT. Atlas Resources Tbk 
3. PT. Bayan Resources Tbk 
4. PT. Bumi Resources Tbk 
5. PT. Darma Henwa Tbk 
6. PT. Delta Dunia Makmur Tbk 
7. PT. Bukit Asam (Persero) Tbk
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa laporan keuangan perusahaan dari tahun 2011 sampai dengan 2015. Dikatakan kuantitatif karena pengolahan data yang berbentuk angka-angka, dalam hal ini adalah data dari laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan laba rugi yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia.
Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan atau diperoleh dari dokumen-dokumen  atau arsip-arsip perusahaan secara literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian Pengumpulan data sekunder yang digunakan pada penelitian ini diperoleh di Bursa Efek Indonesia berupa laporan keuangan perusahaan  yang menjadi sampel penelitian  selama 5 tahun terakhir, yaitu tahun 2012 sampai tahun 2016.

Daftar Pustaka
[1] Keown, et al. (2005), Financial Management Principles and Application, 10th Edition, Pearson
[2] Berk, J. De Marzo, P., dan Harford, J. (2015), Fundamentals of Corporate Finance, 3th
Edition. Pearson Global Edition
[3] Vance, David E., (2003), Financial Analysis & Decision Making, McGraw-Hill
[4] Riyanto, Bambang, 2010. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi 4 Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
[5] Soetjipto, Kery (2000), Analisis Pengaruh Akuntansi Tingkat Harga Umum Terhadap Neraca, Laporan Laba-Rugi, Laba Ditahan, Dan Rasio Keuangan, JA/FE Untar, Th.IV/01/2000/Edisi Khusus Penelitian.
[6] Munawir. 2000. Analisis Laporan Keuangan. Liberty. Jogjakarta
[7] http://www.adaro.com/  diakses tanggal 7 April 2018
[8] http://www.atlas-coal.co.id/  diakses tanggal 7 April 2018
[9] http://www.bayan.com.sg/index.php/en/ diakses tanggal 7 April 2018
[10] http://www.ptba.co.id/en  diakses tanggal 7 April 2018
[11] http://www.bumiresources.com diakses tanggal 7 April 2018
[12] http://www.ptdh.co.id/ diakses tanggal 7 April 2018
[13] https://www.deltadunia.com/  diakses tanggal 7 April 2018

Previous
« Prev Post