Artikel Terbaru

Anti COPAS

Analisis Perusahaan Rokok Go-Public di Indonesia (2 of 2)

Adopted from : YE Feriyanto ST, MMT

IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN
Data yang dikaji mendalam di makalah ini adalah PT Gudang Garam Tbk (PT GG Tbk) dengan analisa keuangan standar yaitu perbandingan internal dengan peride 5 tahun ke belakang dan perbandingan eksternal dengan perusahaan sejenis yaitu PT HM Sampoerna Tbk (PT HMS Tbk), PT Bentoel International Tbk (PT BI Tbk), PT Gelora Djaja Tbk (PT GJ Tbk) dan PT Phillips Morris Indonesia Tbk (PT PMI Tbk). Setiap laporan keuangan dari masing-masing perusahaan rokok disajikan tabel yang berisi tentang income statement (laporan laba rugi), balance sheet (laporan kas, kewajiban dan ekuitas) serta analisis ratio.
4.1 Laporan Keuangan PT Gudang Garam Tbk (PT GG Tbk)
4.1.1 Laporan Income Statement (Laba-Rugi) PT GG Tbk
Laporan laba-rugi adalah laporan aktifitas operasional PT GG Tbk dalam penjualan rokok dan data dibawah ini adalah laporan keuangan PT GG Tbk dari tahun 2012-2016 yang bersumber dari website perusahaan ini sendiri yaitu http://www.gudanggaramtbk.com/.
4.1. Laporan Laba-Rugi PT Gudang Garam Tbk Tahun 2012-2016
4.1.2 Laporan Balance Sheet PT Gudang Garam Tbk
Balance sheet digunakan untuk memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan mengenai aliran kas, hutang dan modal yang digunakan untuk menjalankan perusahaan. Melalui neraca ini keputusan investasi pendanaan dilakukan untuk mengembangkan perusahaan. Data terpenting dari neraca ini adalah aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang dan ekuitas. Berikut neraca-nya :
Tabel 4.2. Balance Sheet PT Gudang Garam Tbk Tahun 2012-2016
4.1.3 Laporan Analisis Ratio PT Gudang Garam Tbk
Analisis ratio adalah informasi tentang kondisi keuangan PT GG Tbk yang dibandingkan dengan masing-masing parameter keuangan sehingga bisa digunakan untuk memprediksi langkah yang tepat dalam memajukan bisnis perusahaan.
Tabel 4.3. Analisis Ratio PT Gudang Garam Tbk
4.1.4 Analisa Laporan Keuangan PT Gudang Garam Tbk (Internal) Berdasarkan Perbedaan Waktu
Analisa laporan ini untuk mengetahui perkembangan usaha PT GG Tbk dari tahun ke tahun sehingga bisa digunakan untuk mengevaluasi kinerja internal perusahaan dan mempersiapkan strategi untuk tetap bisa meningkatkan laba perusahaan.
Grafik 4.1 Kenaikan/Penurunan Laba-Rugi Berdasarkan Nominal PT GG Tbk Tahun 2012-2016
Tabel 4.5 Prosentase Kenaikan/Penurunan Laba-Rugi PT GG Tbk dari Tahun 2012-2016
Grafik 4.2 Kenaikan/Penurunan Laba-Rugi Berdasarkan Prosentase PT GG Tbk Tahun 2012-2016
Analisanya sebagai berikut :
  • Gross Profit dari tahun 2012-2014 mengalami pertumbuhan yang sangat bagus dan mengalami penurunan yang drastis terus-menerus dari tahun 2014-2016 yang mengindikasikan bahwa telah terjadi kenaikan harga pokok penjualan sehingga menurunkan tingkat laba perusahaan
  • Operating Profit dan EBT memiliki kecenderungan prosentase yang sama dari tahun 2012-2016, dimana terjadi kenaikan yang signifikan dari tahun 2012-2014 dan terus mengalami penurunan dari tahun 2014-2016 yang ini bisa disebabkan karena pertanggungan biaya operasional dan bunga cukup tinggi
  • Net Sales mengalami pertumbuhan yang sangat bagus di tahun 2013-2014 dan pertumbuhan terendah di tahun 2015-2016, ini kemungkinan disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk kenaikan cukai rokok serta kenaikan PPN pada tahun tersebut

Grafik 4.3 Laporan Balance Sheet PT GG Tbk Tahun 2012-2016
Analisanya sebagai berikut :
  • Total Current Asset PT GG Tbk dari tahun ke tahun semakin meningkat yang menandakan bahwa aliran kas dari perputaran usaha cukup dibilang likuid walaupun di tahun 2016 mengalami penurunan yang mungkin disebabkan oleh kebijakan pemerintah tentang kenaikan cukai hasil tembakau dan PPN
  • Total Short-term Liabilities mengalami penurunan yang terus-menerus dari tahun 2014 sampai 2016 yang bisa dikatakan bahwa perusahaan semakin bagus dalam pengelolaan hutang sehingga bisa menaikkan nilai ekuitas perusahaan untuk keperluan perputaran usaha

Grafik 4.4 Laporan Liquidity Ratio PT GG Tbk Tahun 2012-2016
Analisanya sebagai berikut :
  • Current Ratio mengalami kenaikan dan penurunan yang fluktuatif yang bisa dikatakan bahwa di tahun 2014 dan 2015 perusahaan kurang cukup baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya namun di tahun 2016 sudah semakin membaik
  • Acid Test Ratio yang menggambarkan pendanaan hutang jangka pendek oleh aset lancar tanpa inventory dari tahun ke tahun terjadi trending yang hampir sama dan untuk menilai apakah perusahaan sehat atau tidak maka diperlukan perbandingan dengan perusahaan sejenis
  • Average Collection Period yang mengggambarkan waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengumpulkan tagihan dari konsumen rata-rata dari tahun ke tahun cukup stabil

Grafik 4.5 Laporan Liquidity Ratio PT GG Tbk Tahun 2012-2016
Analisanya sebagai berikut :
  • Operating Efficiency PT GG Tbk terbilang cukup bagus dengan terjadinya kestabilan nilai ratio dari OIROI, operating profit margin, total asset turnover, inventory turnover dan fixed asset turnover.
  • Nilai piutang dari konsumen untuk dijadikan kas sesuai data account receivale turnover untuk tahun 2013 turun drastis namun di tahun 2014-2015 mengalami kenaikan yang terus-menerus dan di tahun 2016 sedikit mengalami penurunan. Secara umum dari 5 tahun kebelakang PT GG Tbk cukup baik dalam pengelolaan piutang menjadi kas

Grafik 4.6 Laporan Leverage Ratio PT GG Tbk Tahun 2012-2016
Analisanya sebagai berikut :
  • PT GG Tbk dari tahun 2013-2015 terus mengalami penurunan dalam kemampuan mambayar beban bunga tetap menggunakan laba operasi namun tahun 2016 sudah cukup bagus yang menandakan tingkat laba perusahaan naik signifikan
  • Total hutang dibandigkan total asetnya dari tahun ke tahun stabil, sehingga manajemen perlu membuat strategi untuk mengurangi tingkat hutang supaya terjadi penurunan debt ratio
  • ROE dari tahun ke tahun juga stabil, yang menandakan bahwa perputaran modal untuk menjadi laba bersih dari tahun ke tahun tidak ada perubahan sehingga kinerja manajemen bisa dibilang kurang terlihat effort-nya

4.1.5 Laporan Keuangan Perusahan Sejenis Go-Public di Indonesia
Laporan keuangan perusahaan sejenis digunakan untuk mengetahui perbandingan ekonomi PT GG Tbk dengan kompetitor dan bisa digunakan untuk menyiapkan strategi perusahaan baik marketing, operasional dan finance agar tetap mampu bersaing di pasaran. Perusahaan sejenis (rokok) go-public di Indonesia yang digunakan adalah PT HM Sampoerna Tbk (PT HMS Tbk), PT Bentoel International Tbk (PT BI Tbk), PT Gelora Djaja Tbk (PT GJ Tbk) dan PT Phillips Morris Indonesia Tbk (PT PMI Tbk). Laporan keuangan setiap perusahaan pembanding tersebut tersaji di Bab Lampiran dan data terpenting untuk dibandingkan dengan PT GG Tbk adalah analisis ratio seperti tersaji dalam tabel dibawah ini :
Tabel 4.6. Analisis Ratio Perusahaan Rokok Go-Public di Indonesia
Warna MERAH adalah data keuangan yang nilainya tidak terdapat di laporan keuangan dan jika ada nilainya maka sangat jauh dengan perusahaan rokok pada umumnya, sehingga dibuang sebagai data “outlier”. Sehingga rata-rata yang didapatkan tidak jauh menyimpang dari pendekatan pada umumnya.

4.1.6 Analisa Laporan Keuangan PT Gudang Garam Tbk (Eksternal) dengan Perbandingan Perusahaan Sejenis
Berikut analisis ratio keuangan PT GG Tbk :
  • Current Ratio (standar rata-rata : 2.52), PT GG Tbk bernilai 1.84 (pencapaian 73%) sehingga bisa dikatakan perusahaan cukup sehat untuk mendanai kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya. Nilai PT GG Tbk lebih tinggi dari PT BI Tbk (1.6) namun jauh jika dibandingkan dengan PT GJ Tbk (2.6) dan PT HMS Tbk (3.4)
  • Acid Test Ratio (standar rata-rata : 0.74), PT GG Tbk bernilai 0.20 (pencapaian 27%) sehingga bisa dikatakan bahwa sumber terbesar dana kas berasal dari inventory dan kategori perusahaan yang terbilang belum cukup mampu membayar hutang jangka pendek dengan aset paling lancarnya dibandingkan dengan PT BI Tbk (0.4), PT GJ Tbk (0.74) dan PT HMS (1.2)
  • Average Collection Period (standar rata-rata : 14.2 hari), PT GG Tbk bernilai 10.3 hari sehingga bisa dikatakan waktu rata-rata yang dibutuhkan perusahaan untuk mengumpulkan tagihan dari konsumen per tahun sangat bagus dibandingkan PT BI Tbk (9377 hari) dan PT GJ Tbk (21 hari) namun masih kalah dengan PT HMS Tbk (8 hari)
  • Operating Income Return on Investment (standar rata-rata 14.5%), PT GG bernilai 14.89% (pencapaian 103%) sehingga bisa disimpulkan laba operasi sudah bagus untuk setiap aset yang digunakan untuk kegiatan operasional. Nilai ini sudah diatas dari PT BI Tbk (0.01%), PT PMI Tbk (0.03%) dan PT GJ Tbk (12.3%) namun masih di bawah PT HMS Tbk (45.49%)
  • Operating Profit Margin (standar rata-rata 12.2%), PT GG Tbk bernilai 13.03% (pencapaian 107%) sehingga bisa disimpulkan bahwa laba operasi dengan penjulalan yang sudah berjalan sudah diatas rata-rata perusahaan sejenis. Nilai ini sudah diatas dari PT BI Tbk (5.6%), PT GJ Tbk (10.1%) namun masih dibawah dari PT PMI Tbk (15.1%) dan PT HMS Tbk (17.8%)
  • Total Asset Turnover (standar rata-rata 1.4), PT GG Tbk bernilai 1.20 (pencapaian 86%) sehingga bisa disimpulkan bahwa kecepatan perputaran aset digunakan untuk menghasilkan pendapatan sudah cukup tinggi dengan perbandingan perusahaan sejenis. Nilai ini sama dengan PT GJ Tbk (1.2) namun diatas PT BI Tbk (0.5) serta dibawah PT HMS Tbk (2.5)
  • Account Receivable Turnover (standar rata-rata 30.28), PT GG Tbk bernilai 36.92 (pencapaian 122%) yang bisa dikatakan bahwa perputaran piutang usaha dari konsumen cepat masuk menjadi kas dan perusahaan boleh dibilang cukup likuid. Nilai ini sudah diatas PT BI Tbk (18) dan PT GJ Tbk (20) namun masih dibawah PT HMS Tbk (52)
  • Inventory Turnover (standar rata-rata 1.96 kali), PT GG Tbk bernilai 1.51 kali (pencapaian 77%) yang artinya nilai perputaran inventory tiap tahun masih dibawah standar rata-rata perusahaan sejenis, dimana hanya unggul dari PT BIl Tbk (0.92 kali) dan masih dibawah dari PT GJ Tbk (1.58 kali) apalagi PT HMS Tbk (3.4 kali)
  • Fixed Asset Turnover (standar rata-rata 6.7 kali), PT GG Tbk bernilai 3.6 kali (pencapaian 54%) yang artinya PT GG Tbk melakukan pengunaan aset tetap untuk memproduksi barang yang menghasilkan income dibilang cukup rendah, namun nilainya masih diatas PT BI Tbk (1.6 kali) namun dibawah PT GJ Tbk (5.75 kali) apalagi PT HM Sampoerna Tbk (12.87 kali)
  • ROE (standar rata-rata 36.3%), PT GG Tbk bernilai 16.08% (pencapaian 44.3%) yang artinya bahwa kemampuan PT GG Tbk dalam menggunakan modal untuk menghasilkan laba bersih masih cukup rendah, namun masih diatas PT BI Tbk (-27.1%) dan PT GJ Tbk (13.3%) serta dibawah PT HMS Tbk (59.3%)
  • Debt Ratio (standar rata-rata 67.32%), PT GG Tbk bernilai 39.64% yang artinya aktiva perusahaan PT GG yang didanai oleh hutang dibilang rendah dan dibawah standar rata-rata perusahaan sejenis sehingga mengindikasikan bahwa perusahaan dalam kategori sehat untuk investor. Nilai ini diatas PT PMI Tbk (110%) dan PT BI Tbk (87.1%) namun dibawah PT HMS Tbk (37.1%) dan PT GJ Tbk (35%)
  • Times Interest Earned Ratio (standar rata-rata 58 kali), PT GG Tbk bernilai 4.9 kali (8.4%) yang artinya jaminan keuangan PT GG Tbk untuk mendanai bunga hutang jangka panjang terbilang rendah dari standar rata-rata dan nilai jauh dari PT PMI Tbk (11.9 kali), PT GJ Tbk (14.4 kali) dan PT HMS Tbk (147.7 kali)

KESIMPULAN
Dari analisa laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk (PT GG Tbk) dapat disimpulkan bahwa :
  • Laba bersih PT GG Tbk dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dari segi nominal namun jika dilihat dari segi prosentase kenaikan per-tahun maka pada periode 2 tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup fantastis karena pengaruh kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau dan PPN. Secara umum profitability PT GG Tbk sudah cukup bagus
  • Rasio Likuiditas PT GG Tbk cukup bagus dibandingkan perusahaan sejenis
  • Rasio Efisiensi Operasi PT GG Tbk cukup bagus dibandingkan perusahaan sejenis
  • Rasio Solvabilitas PT GG Tbk masih dalam kategori rendah dibandingkan perusahaan sejenis

DAFTAR PUSTAKA
[1] Berk, J. DeMarzo, P., dan Harford, J. (2015). Fundamentals of Corporate Finance, 3th Edition. Pearson Global Edition, USA.
[2] Gunarta, I Ketut. (2018). Analisis Laporan Keuangan, Slide Presentasi Mata Kuliah MMT-ITS, Surabaya
[3] https://www.bentoelgroup.com/ diakses tanggal 03 April 2018
[4] https://www.gudanggaramtbk.com/ diakses tanggal 03 April 2018
[5] https://www.pmi.com/ diakses tanggal 03 April 2018
[6] https://www.sampoerna.com/ diakses tanggal 03 April 2018
[7] https://www.wismilak.com/ diakses tanggal 03 April 2018
[8] Lynch, Merrill. (2000). Journal of How to Read a Financial Report.

>

Previous
« Prev Post