Trending Topik

Tokopedia Surganya Dropshipper sebagai Penjual

Tokopedia dalam membuat kebijakan kepada dropshipper sebagai penjual sangat tepat dan terbukti di platform inilah banyak para dropshipper positif bersarang. Tokopedia menganggap dropshipper sebagai asset yang berharga karena derasnya arus penjualan mereka maka potongan layanan yang masuk ke kantong Tokopedia juga besar. Keperkasaan transaksi dropshipper sebagai penjual di Tokopedia didukung oleh bagusnya strategi Shopee untuk dropshipper sebagai pembeli. 2 marketplace ini ketika ada di Indonesia maka berjayalah dan balance transaksi menjadi lebih hidup. Terus kemanakah Bukalapak?? Bukalapak ketika tetap seperti kebijakan baru yang tidak memiliki strategi menggaet pasar maka diprediksi akan terus tergerus pasar sehingga kehilangan buyer maupun seller. Karena posisi Bukalapak tidak menguntungkan bagi dropshipper sebagai penjual maupun pembeli maka coba buktikan di Tahun 2020 maka anda akan tahu Bukalapak sepi produk yang dijual, sepi buyer dan sepi seller karena kebijakan baru yang dinilai kurang tepat seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya "Kebijakan Baru Bukalapak yang Dinilai Kurang Tepat".

Dropshipper sebagai penjual di Tokopedia sangat menikmati dan seperti simbiosis mutualisme sehingga dropshipper yang hinggap disini bukan yang menjadi benalu namun yang benar-benar bisnis bertanggung jawab. Sistem optimasi judul dan search engine di Tokopedia adalah terbaik dan terbukti bekerja dibandingkan di Bukalapak dan Shopee. Banyak penjual di Tokopedia mendapatkan order dan new buyer tanpa harus mengeluarkan kantong tebal iklan tidak seperti Bukalapak dimana pengalaman penulis sebagai penjual, Bukalapak seperti mencari dana segar lewat penjualan sistem iklan dan search engine dinilai kurang efektif bekerja sehingga boncos terus-menerus. Bukalapak seringkali chat untuk isi kembali saldo iklan secara terus-menerus tiap hari dan ini membuat risih penjual yang notabene sebagai asset mereka dan mereka hanya memandang keuntungan pribadi. Penulis sebagai penjual menilai bahwa Bukalapak kehabisan arus kas untuk operasional mereka dan mencari pendapatan lewat sistem iklan tersebut. Kurang elegan dan berwibawa sekali menurut pengalaman penulis cara seperti ini dan jika dibandingkan dengan Tokopedia sangat jauh berbeda karena lebih cool dan berwibawa.

Dropshipper sebagai penjual di Tokopedia diuntungkan dengan sistem pergantian ekspedisi yang tidak ribet tinggal centang saja dan sejauh ini juga tidak ada komplain dari buyer. Senjata inilah yang membuat Tokopedia masih diatas Bukalapak ketika datang Shopee si pendatang baru. Sistem pinalti ketika menolak barang-pun di Tokopedia tidak sekejam di Bukalapak dan Shopee, dimana penjualan toko langsung di-down-kan dan produk hilang dari pencarian. Tokopedia memberikan sistem yang bagus dan saran penulis teruskan sistemmu ini karena ini membuat platform-mu akan terus bangkit seiirng perkembangan jaman dan ketika mendengarkan saran dan kritik dari pengguna setiamu, seperti apa iti bisa dibaca di "Tokopedia Bisa Merebut Kembali Kejayaan Masa Lalu" maka kamu akan bangkit kembali.

Penulis yang telah pengalaman sebagai penjual dan pembeli di beberapa marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia dan Shopee telah merasakan sistem kelebihan dan kelemahan masing-masing marketplace. Disini, penulis selalu support kebijakan Tokopedia terhadap pro-nya kepada dropshipper sebagai penjual walaupun penulis disini bertindak sebagai penjual organik dan kedepan ketika sistem digital IT sudah full diberlakukan tidak dipungkiri penjual juga akan melakukan dropshipper untuk barang yang dinilai perputarannya lambat dan membutuhkan modal yang besar. Penulis juga memprediksi, marketplace lama asli Indonesia yang bisa merebut tahta kembali yang telah direbut Shopee adalah Tokopedia sedangkan Bukalapak akan mati jika tidak berbenah namun akan berjaya sebagai penyedia layanan digital dan tidak sebagai marketplace produk.

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Previous
« Prev Post