Trending Topik

Generasi Millineal Sudah Banyak Mengalokasikan Uang di Investasi Saham BEI Ketimbang Menabung Uang di Bank

Semakin berkembangnya teknologi informasi dan mudahnya mengakses update berita membuat generasi sekarang selalu update untuk menyiapkan strategi dalam masa depannya yang berhubungan dengan keuangan. Berdasarkan data rilisan Bursa Efeke Indonesia (BEI), Tahun 2020 pasar saham lokal didominasi golongan Y (millenial) yaitu kelahiran Tahun 1980-an. Generasi sekarang sudah melek akan instrument keuangan, dimana penulis sendiri yang background teknik baru mengenal terdapat macam-macam instrument keuangan ketika mendapat mata pelajaran manajemen keuangan di pascasarjana. Penulis dulu hanya menginvestasikan di aset fisik seperti tanah, rumah dan kendaraan. Tidak tahu tentang emas logam mulia, saham dan reksadana.

Investasi di saham BEI memang potensial untuk tabungan masa depan sekaligus investor sebagai penggerak majunya bisnis di Indonesia karena dengan penanaman modal berarti ikut memberikan dana segar perusahaan untuk ekspansi atau berkembang. Generasi sekarang sudah cerdas, dimana menabung di bank maka uang semakin lama malah tidak tumbuh melainkan berkurang karena tergerus inflasi dan tagihan rutin bulanan. Sebagai contoh bunga bank yang hanya 0.25-2% per tahun sedangkan inflasi di Indonesia 3-6% per tahun sehingga ketika uang ditabung di bank maka akan tidak bernilai di kemudian hari.

Generasi millenial yang menjadi investor ini layak diapresiasi karena merekalah yang nanti meneruskan estafet perkembangan negera ini terutama bidang ekonomi. Penulis sendiri juga mengalokasikan investasi di beberapa instrument untuk tabungan masa depan dan mulai mengkampanyekan ke rekan kerja dan teman-teman untuk menabung saham. Karena penulis sendiri mempelajari sistem perbankan, dimana uang yang terkumpul di mereka dari nasabah (crowd funding) diputar lewat dipinjam-pinjamkan ke perusahaan atau ke perorangan lewat kredit dan bank dapat bunga sebagai kompensasi. Bunga yang ditargetkan umumnya berkisar 10-30% sehingga bank sendiri sebenarnya adalah seorang investor dari modal para nasabah dan jika bunga ke nasabah/tahun max 2% maka laba bersih yang didapatkan adalah 10-2%=8% atau sampai 30-2%=28%

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi Penulis pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Previous
« Prev Post