Wednesday, 16 December 2015

Scope Ash Handling Plant PLTU

Ash Handling Plant di PLTU adalah penanganan limbah / sisa batu bara keluaran dari Boiler. Ada 2 macam limbah batu bara yaitu :
  1. Bottom Ash : debu yang memiliki densitas besar (sedikit lembab dan padat) yang jatuh ke bawah berdasarkan gravitasi, tempatnya dibawah ruang bakar (Boiler)
  2. Fly Ash : debu yang sangat ringan karena densitasnya kecil sehingga berhamburan yang bisa menyebabkan pencemaran udara, tempatnya di Cyclone Separator Boiler
Sistem peralatan yang ada di Fly Ash meliputi :
  • Electro Static Precipitator (ESP) 
Sumber : https://engineering.dartmouth.edu/~d30345d/courses/engs37/ESPs.pdf

Sumber : http://uniconinter.com/index.php/unicon_cms_service/electrostatic.html 

Sebuah peralatan yang terdiri dari Collecting Plate (dialiri arus positif) dan Electrode Wire (dialiri arus negatif). Wire diletakkan tepat di tengah - tengah antara plate sehingga sewaktu wire dialiri arus akan membentuk medan elektron disekelilingnya. Debu melewati antara 2 plate sehingga karena antara arus negatif dari wire tertarik ke arus positif dari plate maka debu akan tertempel di plate. Plate rentang beberapa waktu akan bergetar untuk merontokkan debu yang tertempel dan menuju ke Belt Conveyor untuk ditampung di Silo
  • Belt Conveyor
Berfungsi menyalurkan debu tangkapan ESP ke Silo
  • Silo
Tempat penampungan limbah debu sebelum diangkut ke pembuangan akhir / truk. Di Silo ada proses Dust Conditioning yaitu debu disemprot dengan air agar sedikit basah (densitas meningkat) untuk memudahkan pengangkutan.
  • Ash Valley
Tempat penampungan akhir debu dari Silo, bisa dibawa dengan truk atau ditampung sebagai bulk material (material curah) 

Sistem peralatan yang ada di Bottom Ash Ash meliputi :
  • Submerged Scrapped Conveyor (SSC)
Tempat penampungan debu yang letaknya dibawah Boiler yang dilengkapi pendingin air sehingga debu keluaran tidak terlalu panas
  • Hopper + Crusher / Clinker Glinder
 Debu dari SSC dibawa dengan truk / conveyor menuju ke Hopper kemudian ke Crusher untuk dihancurkan (agar tidak terjadi penggumpalan)
  • Vibrating Screen
Hasil dari Crusher kemudian di saring agar partikel akhir berukuran padatan kecil (bulk material)
  • Ash Valley
Tempat penampungan akhir sebelum Dump Truk mengambil atau kondisi Silo Overload

Tuesday, 15 December 2015

Scope Coal Handling Plant PLTU



PLTU di Indonesia mayoritas menggunakan bahan bakar batu bara yang di supplai ke unit pembangkit dengan menggunakan kapal tongkang (mayoritas PLTU dekat laut dengan tujuan bahan baku yang banyak yaitu air laut  sebagai bahan baku air dan mudahnya transportasi bahan bakar yaitu batu bara). Berikut adalah urutan Coal Handling System : Jetty - Ship Unloading + Conveying - Stacking - Coal Yard - Reclaiming - Belt Conveyor - Silo + Coal Feeder - Crushing
  • Ship Unloading
Pengangkutan / pemindahan batu bara dari kapal tongkang menggunakan Unloader + Belt Conveyor
  • Stacking (pengisian)
Unloader memindahkan dari kapal tongkang ke Coal Yard (proses disebut Stacking)
  • Coal Yard / Stock Pile
Tempat penimbunan batu bara di tempat terbuka, tempat ini dilengkapi sistem dust supression & water jet untuk mencegah batu bara self combustion dan fly ash berhamburan
  • Reclaiming (pengosongan)
Menyalurkan batu bara dari Coal Yard ke Silo
  • Belt Conveyor
Alat yang digunakan untuk mengangkut batu bara dari kapal tongkang ke Coal Yard dan dari Coal Yard ke Surge Hopper (tempat penampungan batu bara sebelum ke Crusher).

Sumber : http://www.conveyall.com/
Bagian - bagian dari Belt Conveyor adalah :
1. Komponen penggerak meliputi :
  • Motor
  • Gearbox
  • Coupling
2. Komponen bergerak (Katrol) meliputi :
  • Head Pulley (katrol didepan Coal Hopper & memutar Belt ke bawah)
  • Tail Pully (katrol dibelakang Coal Hopper & memutar Belt ke atas)
  • Bend Pulley (katrol di belokan sebelum ke pemberat)
  • Take Up Pulley (katrol yang dilekatkan dengan pemberat untuk menjaga ketegangan Belt
3. Komponen berputar sebagai penyangga Belt (Roller) meliputi :
  • Carry Idler sebagai penyangga utama Belt
  • Return Idler sebagai penyangga Belt balikan
4. Komponen Hopper  meliputi :
  • Feed Chute / Feed Hopper
  • Discharge Chute / Discharge Hopper 

  • Silo + Coal Feeder
Tempat penampungan sebelum batu bara di Crusher yang dilengkapi Coal Feeder untuk mengatur bukaan batu bara masuk ke Crusher
  • Crusher / Mill / Pulverizer
Sebagai penghancur batu bara sesuai ukuran yang di inginkan