Trending Topik

MLM yang Dijual Mimpi Bukan Produk || Quote Salah Satu Trainer Terkenal dan Pengalaman Pribadi

Diposting oleh On Thursday, April 15, 2021

MLM (Multi-Level Marketing) adalah strategi berjualan dengan sistem saling merekrut pelanggan dan mewajibkan anggotanya harus membeli produk dengan kisaran nominal tertentu dalam jangka waktu tertentu. Dari sini sudah aneh kan?? menguntungkan si produsen karena supply chain produk akan terus mengalir karena dipaksa sedangkan anggotanya akan terbebani dengan kewajiban pembelian produk sehingga harus memutar otak untuk merekrut anggota lain untuk menjadi kaki dan aliran produknya bisa terjual ke kakinya.

Seiring berkembangnya teknologi, MLM tidak lagi mewajibkan pembelian namun mewajibkan memasarkan yang kurang lebih juga sama dapa target. Lagi-lagi ini merupakan strategi halus di marketing produsen untuk membuang produk yang mereka produksi ke pasaran. Melihat fenomena ini , kami mencoba melihat di youtube perbincangan antara Helmy Yahya dan Chandra Putra Negara yang mengatakan bahwa yang dijual MLM adalah mimpi bukan produk. Mereka meng-analogikan coca-cola berjualan, apakah banyak pembeli atau penjualnya. Tentu banyak pembeli kan dan berbeda dengan MLM banyak penjual sepi pembeli sehingga hanya mimpi-mimpi besarlah yang ingin mereka capai. Kami pribadi sangat setuju karena mengalaminya sendiri.

Ketika kami masih kuliah sering banget diajak teman-teman bertemu dengan alih-alih "mangan enak-ngombe legi", alih-alih "diajak bekerja menghasilkan uang", alih-alih diajak mengikui seminar gratis. dan semuanya adalah jebakan, kami mengalaminya sendiri. Ketika itu ada anggota MLM mengajak mangan enak-ngombe legi dengan tempat di salah satu lesehan di Kota Blitar. OK lah karena kami pikir tempatnya di lesehan pasti setidaknya diajak makan walaupun tidak punya uang maka kamipun berangkat. Tibalah kami bersama anggota MLM di lesehan yang dituju, melewati gubuk lesehan satu persatu (kami curiga kok tidak mampir malah jalan terus) dan ternyata tempat pertemuan ada di gedung belakang (Jancuk bener sistem penipuannya ini). Kemudian kami diminta registrasi untuk masuk dan mewajibkan 10 ribu per kepala untuk konsumsi snack dan minum (Jancuk lagi kami berfikiran mangan enak-ngombel legi gratis teryata malah harus membayar) dan didalamnya ada motivaor yang dalam ceritanya sudah mendapatkan BMW mewah setelah bergabung selaam 5 tahun (karena kami tidak bodoh dan berpendidikan tinggi maka berfikiran ini orang bayaran dan diminta menjual mimpi ke anggota MLM, orangnya keturunan chinese dan pastinya seorang sales dan marketing trainer). Disana audio dibuat semangat juang dan seminar motivasi untuk berjualan terus digalakkan dan diakhir sesi semua anggoa MLM yang berjas dan berdasi rapi bak big boss naik panggung untuk ditepuki dan dibacakan level MLM-nya (terlihat gagah, berwibawa dan tentunya dalam pikiran yang sudah terhipnotis mereka akan memiliki kekayaan instan pasif income). Sesi terakhir anggoa MLM melakukan FGD interview ke anggota yang dibawa, termasuk kami di-interview oleh angggota MLM level atas (istilahnya sedang di-prospek). Kami ditanyai detail tentang latar belakang dan pemahaman tentang seminar tadi. Kemudian dengan sedikit memaksa mau minta KTP untuk didaftarkan dan kami-pun menolak dengan halus mengatakan mau dipelajari terlebih dahulu baru kalau OK akan daftar dengan sendirinya. Jjancuk lagi kan, betapa jika itu oarang desa dan pendidikan rendah apa tidak otomatis terdafar dengan paksaan semacam itu. Kami berharap regulasi pemerintah harus ketat terhadap praktek bisnis mimpi MLM ini.

Pengalaman lainnya yaitu sudah sering kali kami dijebak untuk ditemukan dengan anggoa MLM, dengan dalih mau sharing pengalaman sukses, bisnis dan lagi-lagi Jancuk beneran anggoa MLM seperti ini tidak ada habis akal untuk mencari mangsa karena kami sendiri tahu dia sedang banyak menimbun barang dan belum terjual (karena ada kewajiban per bulan harus belanja minimal). Tidak kapok juga, kali ini dia membawakan buku "Cash Flow Kuadran" karya Robert Kyosaki yang menunjukkan 4 kuadran dimana posisi kita apakah harus berkerja keras menjadi karyawan dengan penghasilan active income apa menjadi pasif income sampai tua dan bisa diwariskan. Lagi-lagi yang dijual MLM adalah mimpi karena banyak yang jadi penjual dan minim pembeli padahal namanya berdagang sukses adalah banyak pembelinya.

Cerita ini tidak berhenti disitu, di lain hari kami dibawakan ensiklopedia yang berisi pendapat pakar dan dokter tentang khasiat produk mereka dan apakah kami tergiur ?? ceramahlah malah ke mereka kami ajari inilah strategi marketing kalau kalian ingin kaya ya harus berusaha dan kalian anggoa MLM inipun juga sedang berusaha, jadi kalau banyak yang berhasil akan menjadi rebutan padahal yang sukses hanya segelintir orang yaitu kaki bagian atas saja (agent yang sudah dibuat) dan kalian-kalian adalah kaki ang dikorbabkan unk mencari pasar dan tidak akan pernah mencapai target bahkan modal kalian akan habis karena harus membeli barang yang tidak kalian butuhkan.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi Penulis pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Jangan Sekali-Kali Bermain FOREX (Foreign Exchange) || Pengalaman Pribadi

Diposting oleh On Monday, April 05, 2021

Tulisan ini murni cerita pengalaman penulis sendiri dan mendengarkan dari trainer/pengusaha sukses yang memiliki channel di youtube dengan subscriber jutaan dan murni apa yang mereka katakan adalah benar karena kami pribadi mengalaminya sendiri. Foreign Exchange (FOREX) adalah pertukaran asing/global meliputi mata uang dan mineral. Ketika kami awal-awal tahu tentang investasi yaitu reksadana, emas logam mulia dan saham BEI, di tengah perjalanan mencari tahu di internet dan mendapatkan banyak sekali iklan investasi baik di FB, youtube dan media elektronik lainnya yaitu FOREX, maka tertariklah kami mencoba deposit akun trading sebesar 200 ribu naik 500 ribu naik 1 juta dan sampai ke 2 juta. Ketika awal deposit 200 ribu dalam hitungan menit sudah return ratusan ribu dan betapa senangnya kami dan judge bahwa ini real investasi dan bisa di-withdraw kapanpun kami mau. Esok harinya karena penasaran tinggi maka uang tidak kami withdraw dan mainkan lagi ternyata langsung terkena margin call dan uang-pun ludes tak bersisa. Kami mencoba melakukan deposit kembali dan kali ini dibuat rata-rata untung dimana ada banyak mata uang yang kami beli ada yang berwarna merah (rugi) dan hijau (profit) sehingga kami senang dan ingin deposit yang lebih besar lagi untuk average down. Ketika kami sudah deposit dan average down ternyata portfolio semuanya mengarah ke merah dan langsung ludes tak bersisa. Inikah yang dinamakan investasi, ludes tak bersisa??

BACA JUGA: Apakah Investasi itu Aman??

Melihat kekalahan ini, kami langsung mencari tahu lewat google siapa yang mengawasi perdagangan efek jangka panjang ini di Indonesia dan munculah nama BAPPEPTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Kami pun langsung mencari website resmi dan telepon BAPPEPTI dan panjang lebar kami tanyakan mereka-pun dengan sangat baik menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang kami lontarkan. Kesimpulannya di Indonesia tidak pernah melegalkan investasi FOREX dan jikalaupun bisa masuk ke pasar FOREX langsung global maka minimal depositnya adalah 10 juta. Betapa kaget-nya kami mendengar hal tersebut karena kenyataan di lapangan banyak sekali investasi FOREX beredar dan nominal-pun bisa mulai dari 10 ribu rupiah. 

Rentang beberapa hari karena No. HP kami sudah terdapat di beberapa akun trading FOREX maka sering di telepon oleh sales agent FOREX dan kebetulan berdasarkan informasi dari BAPPEPTI kami sedikit tahu tentang seluk-beluk trading online FOREX yang banyak beredar di Indonesia. Kami menanyakan perijinan darimana FOREX tersebut dan sales menjawab legalitas dari Luar Negeri dan di Indonesia menggandeng agency local saja. Kemudian kami menanyakan mengapa deposit trading bisa kecil padahal di pasar global FOREX minimal 10 juta dan sales menjawab karena yang dijual di Indonesia sudah differensiasi agar bisa menjangkau investor kelas bawah. Kami menanyakan lagi berarti sistem grafik trading yang tampil tidak real donk?? sales-pun menjawab real namun terdapat potensi lambat dan lelet yang dimungkinkan oleh jaringan internet. Kami menanyakan lagi karena nilai dipecah manjadi bagian-bagian kecil maka kemungkinan server di Indonesia bisa mengakali sistem tersebut kan karena investor transaksi melewati server FOREX lokal kemudian di-trading-kan ke FOREX global  (inipun jika benar di-trading-kan kalau hanya disimpan dan grafik yang tampil di investor hanya buatan robot bagaimana) dan sales-pun menjawab tidak ada. Namun apakah kami langsung percaya dengan sales agent tersebut ??

Beberapa poin yang bisa kami simpulkan adalah:

  • Belum ada investasi FOREX yang legal di Indonesia dibawah pengawasan BAPPEPTI
  • Real trading pasar FOREX global minimal 10 juta
  • FOREX bukan sebuah investasi melainkan judi yang di-legal-kan (menurut aturan bukan agama) karena uang yang diinvestasikan bisa hilang dalam hitungan detik/menit ketika terkena margin-call dan ini sangat jauh berbeda dengan investasi di saham BEI
  • Investasi FOREX yang banyak beredar di media sosial bisa lolos berjualan di Indonesia karena menggandeng agency local (makelar) dengan legalitas tetap dari Luar Negeri (jadi ijin bisa dimanipulasi)
  • Investasi FOREX yang bisa dimainkan mulai dari 10 ribu itu karena sudah ter-diferensiasi terpecah-pecah menjadi nilai kecil yang dikendalikan oleh server local. Sehingga transaksi investor sebenarnya bukan langsung ke pasar FOREX global melainkan ke server agency local di Indonesia
  • Terdapat banyak celah manipulasi disini, mulai dari awal-awal hampir 99% investor pasti dibuat untung dahulu, kemudian ketika deposit banyak dan banyak lagi akan habis tak bersisa. Inilah konsep robot Artificial Intelegence (AI) yang memainkan psikologi dan emosi investor sehingga memiliki ambisi menambah deposit karena hampir menang dan menang
  • Robot AI bisa mengendalikan tingkat keleletan server sehingga transaksi investor ketika buy and sell tidak real seperti pasar global FOREX dan banyak kasus ketika banyak untung maka uang tidak bisa di-withdraw dengan berbagai alasan seperti pakai VPN, IP Address yang berbeda-beda dan pakai Booth (terdapat seribu alasan tentang itu bisa dilihat di internet banyak cerita pengalaman investasi FOREX)
  • FOREX bukan SAHAM, maka ketika di masyarakat ada yang bicara tentang saham maka konotasinya adalah negatif yaitu pasti rugi padahal sangat jauh berbeda dan memang itulah strategi sales agent untuk mengelabuhi investor agar deposit dengan iming-iming return sangat besar
  • FOREX dalam Islam adalah haram karena yang diperjualbelikan tidak ada barangnya dan hanya angka-angka saja (mata uang dan mineral) dan ini berbeda dengan SAHAM BEI yaitu terdapat lembar kepemilikan sah atas investasi di salah satu perusahaan
  • Investasi di FOREX uang bisa hilang sedangkan di SAHAM BEI tidak, inilah yang membuat investasi FOREX haram karena yang namanya investasi itu bukan hilang namun untung dan rugi (jadi masih ada sisa yang bisa diterima ketika transaksi rugi)

Berawal dari pengalaman pribadi inilah kami mencoba menyadarkan dan memberi wawasan terhadap kerabat dan teman yang terjebak pada investasi FOREX dan banyak pakar juga membahas tentang pengalaman FOREX seperti youtube "Success Before 30" oleh Chandra Putra Negara (CPN) dan masih banyak lagi lainnya. Dalam cerita teman kami dan Bung CPN juga awal-awal dibuat untung seperti pengalaman kami yang pada akhirnya adalah hilang semua uang tersebut dalam hitungan hari. Kerabat kami yang tiap harinya kerja pedagang keliling harus kehilangan uang sebesar 20 juta karena tergiur investasi FOREX dan teman satunya kehilangan 10 juta karena kecanduan profit yang hampir dan hampir sehingga sampai jual motor dan menggadaikan serifikat rumah. Ada parahnya lagi, kerabat kami menginvestasikan uang ke FOREX dari uang yang seharusnya disetor ke bos dan pada akhirnya orang tuanya harus menjual tanah untuk mengembalikan uang tersebut. 
Dari berbagai pengalaman ini mari kita semua sadar bahwa tidak ada yang namanya instan di dunia ini dan jika ada pasti menjadi perebutan dan pada akhirnya tidak bonafide lagi. Seperti industri migas yang selama abad terakhir ini instan membuat kaya dan makmur maka di Tahun Digital ini sudah menurun pamornya karena semua berlomba produksi migas dan kerja disana sehingga produksi melimpah dan over fix cost sehingga kesejahteraan perlahan menurun. Ini berlaku untuk semua siklus kehidupan. Syariat Islam tetap lurus bisa dipakai dari Jaman Rosulullah SAW sampai sekarang, jauhi riba dan investasi di jalan yang benar.

Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi Penulis pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Penggunaan Dinar-Dirham di Indonesia Mengapa Dilarang??

Diposting oleh On Tuesday, March 23, 2021

Dinar adalah satuan mata uang emas 4.25 gram 22 karat dan dirham adalah perak 3.11 gram. Jaman Rosulullah penggunaan untuk transaksi jual-beli yang diperbolehkan adalah dinar-dirham karena memiliki nilai intrinsik dan tidak berubah value-nya dari jaman ke jaman. Sebagai umat muslim, kita semua harus menyadari betapa uang kertas yang kita miliki adalah nominal tanpa value, karena menurut pakar ekonomi uang yang beredar di dunia ini hanya dicadangkan emas sebanyak 30% saja. Detail mengapa ada uang kertas dan bagaimana sejarahnya bisa dibaca di: Perkembangan Sistem Perbankan dari Awal sampai Akhir.

Mengapa akhir-akhir ini pemerintah Indonesia melarang karena ada suatu lembaga muamallah yang transaksi menggunakan dinar-dirham?? karena pemerintah Indonesia memandang ini sebagai dualisme alat transaksi yang sah di Indonesia yaitu Rupiah (Rp). Bagaimana penulis memandang masalah ini?? sebagai pengamat sistem keuangan global diiringi perkembangan dari jaman ke jaman, penulis sudah mendengarkan pemaparan dari para tokoh tentang hal tersebut, dimana bank yang dicap oleh banyak orang/bangsa milik pemerintah sebenarnya adalah milik swasta seperti Bank Federal Reserve (The Fed), Bank of England, Bank of Indonesia dan bank-bank lain yang diberi nama sesuai negara asalnya. Menurut penuturan pakar geoekonomi Mardigu Wowiek, ini adalah permainan catur pengendali konsep keuangan global yang istilahnya tidak kami sebutkan disini karena bisa berakibat fatal pemblokiran website karena pemilik media sosial terbesar adalah salah satu anggotanya. Mengapa swasta bisa menguasi hal tersebut?? silakan cari di media sangat banyak dan hal ini tidak lepas dari masalah Amerika di awal tahun 1900-an. Jadi kalau ada individu/sekelompok orang yang bisa meminjamkan dana ke pemerintah, ini menandakan betapa superpower-nya sistem perbankan mereka dan ini turun-temurun dan tidak memiliki negara karena mereka ada dimana-mana. Mereka hanya bermodalkan digit-digit angka di komputer dan memberikan hutang ke negara-negara. Apakah nominal tersebut memiliki value/underlying emas?? silakan dijawab sendiri.

Berdasarkan pemaparan tersebut, penulis mencoba menjawab pertanyaan awal tadi yaitu Bank Indonesia selaku wakil pemerintah dalam hal pengawasan mata uang Rupiah merupakan kepanjangan tangan dari World Bank/International Monetary Fund (IMF) dimana uang yang beredar dibawah pengendali penuh lembaga tersebut. Ketika dinar-dirham dipakai maka akan runtuh sistem uang kertas karena tidak ada value-nya dan ketika ada reset keuangan global maka bernilai NOL uang tersebut. Akhir-akhir ini terdapat pemberitaan bahwa di salah satu lembaga muamallah menggunakan dinar-dirham untuk transaksi, menurut penulis ini sah-sah saja karena seperti barter biasa yang mengkonversi dinar-dirham ke Rupiah atau sebaliknya bukan memutuskan mutlak penggantian mata uang transaksi. Dari sini bisa terlihat bahwa BI terkena tekanan berat pada lembaga swasta keuangan global tersebut dan takut sistem uang kertas tanpa value/underlying akan hancur ketika sisem transaksi dinar-dirham diberlakukan, padahal Islam sejak jaman Rosululah menganjurkan pemakaian sistem tersebut.

Berawal dari permasalahan ini, kita sebagai generasi kritis harus memikirkan langkah terbaik kedepannya, dengan prinsip jangan memiliki uang kas dalam nominal yang besar dan harus dibelikan kedalam aset fisik atau logam mulia. Hal ini untuk jaga-jaga ketika kebangkitan dinar-dirham sudah serentak dipakai banyak negara dan keuangan global pencetak uang kertas runtuh maka kita masih bisa berdiri kokoh dengan cadangan ekonomi yang sudah dimiliki.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Peluang Bisnis Moncer Akibat Pandemi Covid-19

Diposting oleh On Tuesday, March 16, 2021

Pribadi yang kreatif adalah kunci keberhasilan di era sekarang (during/after covid-19). Pribadi yang adaptable terhadap perkembangan teknologi-informasi dan cerdas membaca peluang pasarlah mereka yang akan sustain dalam ekonomi-nya. Sampai artikel ini diulis, pandemi sudah berulang tahun ke-1 dan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan ekonomi dan malah terjadi pembatasan aktifitas dimana-mana bahkan aturan terbaru adalah pembatasan dalam skala mikro di tingkat RT dan desa.

Penulis menganalisis dan bahkan sudah mempraktekkan sendiri yaitu jual-beli online menjadi rangking-1 aktifitas penduduk di kala pandemi dan juga perkembangan teknologi-informasi yang semakin pesat ini. Mengapa demikian?? karena sudah terprogram dibenak sebagian masyarakat bahwa bertemu banyak orang, kontak erat dengan publik berpotensi mendatangkan penyakit serta alasan lain yaitu akses internet yang sudah bisa menjangkau seluruh pelosok, ketepatan dalam memilih barang, menu untuk membandingkan barang dengan harga sejenis yang kompetitif dan banyak pilihan program menggiurkan yang ditawarkan (cashback, diskon, gratis ongkir dll) yang tentu semua ini sangat lebih murah dibandingkan harus beli secara konvensional.

Jual-beli online pasti akan menjadi primadona masyarakat Indonesia kedepannya karena kemampuannya yang bisa membeli barang dan sampai door-to-door, ini dinilai sangat efektif menghemat waktu dan efisien menghemat biaya akomodasi. Satu poin lagi, kedepan masyarakat akan aware semua terhadap kesehatan dan kebersihan sehingga kontak dengan banyak orang sangat dihindari. Disisi lain, jual-beli online sangat aman dengan adanya pihak-3 perantara transaksi seperti di marketplace Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan Lazada sehingga antara pembeli dan penjual aman dalam bertransaksi karena uang akan dilepas ketika kriteria serta kualitas barang sesuai dengan yang dijual. Fitur COD (Cash On Delivery) juga semakin merebak sehingga pembeli semakin yakin akan barang yang dibelinya serta menu pengembalian barang yang sangat mudah ketika terdapat ketidaksesuaian pembelian, hal ini menjadikan marketplace bisa dipercaya oleh konsumen luas.

Berita kalau jual-beli online banyak penipuan tentu ini bukan dilakukan di marketplace melainkan seperti pembeli yang upload barang di Facebook, Instagram, Media Sosial lainnya. Mengapa bisa terjadi?? karena antara pembeli dan penjual tidak ada perantara transaksi sehingga rawan penipuan oleh salah satu pihak dan ketika barang yang dibeli tidak sesuai juga tidak ada menu untuk komplain. Namun jual-beli online di media seperti itu masih cukup efektif untuk tipe COD karena murni lihat barang dan dilakukan pembayaran ketika sudah saling cocok.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Apakah Perlu Asuransi untuk Kehidupan??

Diposting oleh On Tuesday, March 09, 2021

Asuransi adalah salah satu instrument investasi yang berbasis pengalihan resiko. Dibandingkan dengan instrument lain yang berbasis return maka asuransi ini yang berbasis risk. Didalam asuransi jangan mengharapkan return yang tinggi karena referensi-nya bukan berbasis pada parameter tersebut. Terdapat beberapa tipe asuransi seperti kesehatan, anak, harta benda, jiwa dll. Apakah perlu asuransi untuk kehidupan?? menurut persepsi penulis "IYA" namun silakan dipilih tipe yang sesuai dengan kehidupan anda masing-masing. Menurut penulis urutan prioritas tipe asuransi dalam kehidupan adalah kesehatan, jiwa, anak dan harta benda (optional).

Asuransi kesehatan adalah hal yang wajib, karena dalam kehidupan kita tidak tahu bagaimana kesehatan di masa mendatang dan harta benda yang kita miliki tidak ada apa-apanya bahkan bisa habis tak bersisa ketika kita sakit. Tipe asuransi ini bemacam-macam seperti asuransi pemerintah (BPJS) dan asuransi swasta. Asuransi selanjutnya yang penting adalah jiwa, ini dimaksudkan ketika sang kepala keluarga menjadi satu-satunya tulang-punggung ekonomi keluarga dan ketika sudah tidak bisa lagi mencari nafkah (cacat atau meninggal) maka masih ada santunan dari asuransi sehingga berkurang keterpurukan ekonomi keluarga. Asuransi anak juga menjadi poin yang perlu dipertimbangkan, misalnya asuransi pendidikan sampai perguruan tinggi yang bisa diambil sewaktu-waktu setiap jenjang pendidikannya. Satu lagi menjadi optional, bisa dipilih atau tidak tergantung resiko masing-masing individu yaiu asuransi harta benda yang dimiliki misalnya rumah, ruko, mobil, pabrik dll.

Asuransi ini lebih bersifat pengalihan resiko dibandingkan mendapat return yang optimal, sehingga ketika individu sudah paham tentang investasi maka sebaiknya memilih asuransi yang berbasis pengalihan resiko saja yaitu kesehatan, jiwa dan harta benda. Sedangkan untuk tabungan pendidikan anak diinvestasikan sendiri saja di reksadana dengan return yang tentunya menggiurkan. Penulis sendiri juga meng-asuransikan diri tipe jiwa sehingga untuk jaga-jaga ketika di tengah umur perjalanan ada sesuatu yang tidak diinginkan maka ekonomi keluarga masih bisa bertahan.

Mengapa perusahaan asuransi mau menerima resiko tersebut?? crowd funding adalah jawabannya, karena mereka itu juga pengumpul uang yang nantinya akan mereka investasikan ke instrument yang memiliki return tinggi seperti saham dan obligasi. Pengalaman penulis setiap akhir semeseter, perusahaan asuransi akan mengirimkan laporan portfolio investasi mereka dan penulis baca ternyata diinvestasikan ke 80% saham blue chip dan 20% ke obligasi. Maka jangan heran ketika agent asuransi menjelaskan potensi return dalam bentuk range persentase tidak bisa pasti karena perputaran investasi mereka ke sesuatu yang high risk-high return (sangat fluktuatif).

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Menabung Biaya Haji dan Umroh Sebaiknya Dimana??

Diposting oleh On Wednesday, March 03, 2021

Haji adalah rukun islam ke-5 oleh muslim yang mampu, sebagai pekerja yang sudah memulai investasi di beberapa instrument menandakan sudah mampu-lah pribadi tersebut untuk menjalankan ibadah ke Baitullah di Makkah. Untuk bisa terdaftar haji setiap individu diwajibkan deposit uang pendaftaran sebesar 25 juta sehingga mendapat nilai urut dan tahu kapan akan berangkat haji (di Jatim berkisar antara 10-25 tahun masa menunggu). Ini adalah investasi wajib bagi seorang muslim dan setelah itu baru diperbolehkan untuk melakukan ibadah umroh.

Bagaimana strategi untuk menabung biaya haji dan umroh tersebut?? karena prinsipnya menabung berarti keinginan untuk mendapakan return pasti, dengan nominal besar juga pasti dan minim resiko tentu pasti karena dalam fikiran sudah membayangkan sekian tahun bisa terkumpul uangnya dan bisa daftar haji & umroh. Melihat kondisi seperti itu,investasi di instrument tipe reksadana pendapatan tetap/obligasi/sukuk/surat hutang adalah solusinya, dimana instrument investasi ini menawarkan return/pendapatan yang tetap per tahunnya sekitar 8-11%. Return ini tentu sudah diatas inflasi dan bunga deposito dengan kategori investasi di instrument ini dalam jangka panjang adalah low risk-moderate return

Perhitungan di reksadana pendapatan tetap misalnya ketika individu menabung Rp 300.000/bulan seperti cicilan ringan pada umumnya maka dalam 1 tahun total Rp. 3.600.000 dan return yang didapatkan adalah Rp 360.000 (asumsi 10%/tahun). Dalam 5 tahun maka uang tabungan + return= Rp. 18.000.000+Rp. 1.800.000 = Rp. 19.800.000 sedangkan untuk 7 tahun sebesar Rp. 27.720.000 dan 10 tahun sebesar Rp. 39.600.000. Masa 10 tahun tersebut bisa kita gunakan untuk daftar haji dan juga umroh sekaligus dalam 1 waktu. Ilustrasi ini hanyalah jika kita rutin menabung hanya sebesar Rp. 300.000/bulan dan tentu jika kita menaikkan nominal tabungan maka akan lebih pendek waktu untuk bisa memanen biaya haji & umroh.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Struktur Hirarki Ideal Investasi Individu dalam Kehidupan

Diposting oleh On Thursday, February 25, 2021

Berdasarkan penulis sejauh ini dari membaca literatur dan pengalaman yang dipaparkan para investor dan orang yang sudah berumur jauh diatas kita disertai analisis forecasting dinamika kehidupan dan era yang berubah drastis, maka penulis mencoba memaparkan sebuah gagasan struktur hirarki ideal investasi individu yang harusnya penulis sarankan untuk dipertimbangkan. Investasi ini tentu sesudah uang kita dibersihkan dahulu dengan zakat mall sehingga apa yang mengalir dikeluarga kita menjadi berkah dan pahala, berikut daftarnya:

  1. Aset Fisik, ketika individu memiliki uang yang harus difikirkan terlebih dahulu adalah kepemilikan atas aset fisik seperti tanah, bangunan, sawah atau bentuk yang lainnya. Mengapa menjadi prioritas?? karena aset fisik ini jelas dimiliki, bisa diturunkan ke generasi penerus dan kenaikan pasti walaupun tidak likuid. Kemudian kelebihan lagi ketika terdapat resiko terburuk seperti perang dunia dan krisis moneter sehingga ekonomi global terpuruk maka sebagai bangsa yang bernegara hanya pengakuan aset fisik dan juga emas-perak (dinar-dirham) yang berlaku sehingga ketika nominal uang tidak memiliki value maka kita semua masih memiliki aset yang berharga. Ada poin terpenting sebenarnya yaitu kepemilikan aset fisik di desa karena prediksi pertumbuhan manusia seperti deret ukur sedangkan cadangan pangan seperti deret hitung sehingga di masa-masa sulit pada nantinya (kondisi terjelek semoga tidak terjadi) maka lahan pangan akan menjadi rebutan dan di desalah tempat solusi dari semuanya itu.
  2. Komposisi Jaminan Pensiun, Untuk karyawan perusahaan wajib senang dengan adanya jaminan pensiun 2 tipe yaitu BPJS Ketenagakerjaan + Jaminan Pensiun Mandiri dengan rekomendasi mandiri adalah 50% deposito : 50% reksadana pendapatan tetap/obligasi/sukuk. Hal ini dimaksudkan agar untuk kepastian dimasa depan/pensiun yaitu investasi pasti naik karena tipe low risk & low return. Jaminan pensiun ini bebas dipilih oleh karyawan untuk komposisinya sehingga kami sarankan untuk memilih hal tersebut. Sedangkan untuk wirausahawan agar dimasa tua bisa menikmati hasil yaitu menyisipkan rutin per bulan/penghasilan bulanan untuk menabung tetap di reksadana pendapatan tetap (perkiraan return 8-11%/tahun). Diharapkan tidak memilih komposisi reksdana campuran atau saham karena sangat fluktuatif dan umumnya manajer investasi pengelolaan jaminan pensiun adalah bertipe long-term sehingga ketika saham tidak naik maka akan berisiko cukup besar terhadap uang pensiun kia nantinya.
  3. Jaminan Emas LM (Logam Mulia), ini dimaksudkan untuk jaga-jaga ketika nominal uang hanya sebatas angka tanpa value, karena menurut beberapa pakar uang yang beredar di berbagai negara hanya 30% underlying sehingga potensi untuk dilakukan reset sangat besar. Raksasa dollar AS saja sudah mengakui bahwa kemungkinan reset dollar kemungkinan bisa terjadi karena pemerintah AS mulai memikirkan underlying agar ekonomi AS tetap berdiri kokoh terhadap ancaman ekonomi global. Menurut pakar mardigu wowiek, hanya China yang memiliki strategi jitu terhadap ekonominya dimana underlying emas mereka lebih besar dari uang yang beredar. Penulis menyarankan untuk meng-investasi-kan minimal 50 gram LM per kepala untuk menjaga kekayaan kita semua karena emas bukan instrument investasi namun hanya penjaga kekayaan.
  4. Reksadana Pendapatan Tetap/Obligasi/Sukuk, ketika poin 1-3 sudah beres dilakukan dan memiliki uang berlebih maka langkah selanjutnya bagaimana mengelola uang yang cukup panas ini (uang yang sewaktu-waktu dibutuhkan cepat)?? jawabannya adalah reksadana dan masih belum berakhir karena reksadana ada 4 tipe maka yang terbaik dipilih apa berdasarkan kenaikan yang pasti dengan return yang lebih tinggi dibandingkan penurunan nilai uang per tahun (inflasi) maka disarankan dipilih reksadana pendapatan tetap.
  5. Asuransi Anak + Keluarga, disaat ekonomi individu sudah mulai stabil umumnya di umur 35-40 tahun serta poin 1-4 sudah dilakukan maka harus difikirkan juga jauh kedepan ketika kepala keluarga satu-satunya adalah tulang punggung untuk ekonomi keluarga maka asuransi adalah pilihan yang tepat yaitu memilih asuransi pendidikan/anak. Mengapa memilih hal tersebut?? berdasarkan pengalaman penulis yang memilih itu, didalam agreement asuransi tercantum santunan ketika kepala keluarga cacat/meninggal yang menyebabkan tidak bisa bekerja lagi dan bisa diambil perbagian ketika anak sudah mulai sekolah dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi pada setiap jenjang sekolahnya. Tentu masa depan kita semua tidak ada yang tahu dan sebagai hamba yang terus ikhtiar maka minimalisir resiko menjadi jawaban yang tepat. Penulis meng-asuransikan untuk keluarga dengan potong otomatis rekening gaji 300.000-500.000/bulan.
  6. Saham BEI, ini adalah investasi terberat yang membutukan effort lebih untuk memikirkan resiko karena bertipe high risk-high return. Analisa fundamental + teknikal yang kuat diperlukan untuk memililih emiten yang unggul untuk investasi. Penulis sarankan untuk investasi disini adalah uang dingin (ketika ada naik-turun tajam tidak mempermasalahkan) sehingga mental kuat dan tidak stress akan uang yang diinvestasikannya. Penulis sendiri juga telah meng-investasikan ke instrument ini baik jangka pendek (trading) maupun jangka panjang.
  7. Deposito, ini kurang disarankan ketika uang yang ingin diinvestasikan masih <1 milyar karena return sangat kecil masih dibawah inflasi + belum lagi kena pajak 15% ketika diambil dan terdapat termin yang jika diambil tidak sesuai termin tertentu maka akan kena pinalti. Deposito ini berdasarkan penulis sudah lakukan berkisar antara 3-5.5% sedangkan inflasi Indonesia 3-6%/tahun sehingga untuk investasi jangka panjang untuk individu pekerja (non-businessman) akan sulit mendapatkan value berlebih dimasa mendatang.
  8. Tabungan, ini bukan instrument investasi karena return/bunga yang dibagikan sangat kecil + belum potongan per bulan untuk pemeliharaan kartu. Tabungan penulis sarankan hanya untuk operasional kehidupan bukan ditujukan untuk menyimpan uang sampai esok tua. Menurut pakar mardigu wowik uang yang ditaruh di bank akan berkurang 30%/tahun value-nya sehingga sangat tidak disarankan menaruh berlebih uang di bank.
Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi Penulis pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Teknik Trading Saham BEI: Buy Sore-Sell Besok Pagi

Diposting oleh On Saturday, February 13, 2021

Pengalaman penulis sampai saat ini menjadi investor dan trader di saham BEI dengan pengamatan pola kecenderungan transaksi terdapat hal-hal yang selalu konstan salah satunya adalah pola bearish/bullish selama sesi perdagangan (sesi 1 dan 2). Salah satu yang diamati berpola konstan adalah menjelang penutupan pasar (30 menit akhir) sebelum ditutup umumnya saham akan bearish. Ini karena para scalper & day trader sedang close saham mereka baik untung maupun rugi karena memang dituntut untuk memberikan laporan harian atas dana kelolaan misalnya reksadana atau milik para nasabah di club academy-nya. Sedangkan besok pagi (15-30 menit awal) umumnya saham akan bullish cepat walaupun terdapat juga yang langsung bearish tajam. Fenomena bullish/bearish tajam ini sangat normal dan merupakan strategi bandar, dimana untuk bearish ini untuk mengaktifkan program cut-loss para trader sehingga banyak saham lepas di harga bawah dan bandar siap meng-akumulasi sehingga harga akan cepat bullish tajam.

BACA JUGA: Tipe-Tipe Trader Saham

Fenomena kecenderungan pagi bullish dan sore bearish ini kalau dibuat pola akan konstan namun para trader juga harus dibekali analisis teknikal yang cukup kuat disamping analisis grafik juga berita bisnis perusahaan. Saham akan diminati banyak investor ketika bisnis perusahaan sehat dan teknik "buy sore-sell besok pagi" bisa jalan. Pengalaman penulis melakukan ini adalah untuk saham-saham yang memiliki berita positif di beberapa media sehingga bisa dipastikan banyak investor akan masuk. Teknik ini dirasakan cukup efektif untuk memperoleh cuan yang konsisen namun penulis mensarankan agar tetap pakai teknik diversifikasi sektor saham agar ketika terdapat salah satu yang bearish tanpa kembali bullish dalam waktu dekat maka bisa ter-cover oleh sektor saham lain yang bullish.

Teknik buy sore-sell besok pagi ini sebenarnya sudah banyak dipakai oleh para trader di club academy yang mereka bangun. Teknik ini dipakai untuk para trader yang memang membutuhkan cash-flow konsisten yang terus ada setiap harinya bahkan bisa menjadi mata pencaharian. Belajar terus mendalami beberapa teknik trading saham menjadikan kita para trader dan investor memiliki kepekaaan dan mental yang kuat sehingga lebih cepat adaptif mengambil keputusan ketika terdapat gejolak ekonomi pasar yang menyebabkan saham terguncang.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Saham Industri Baterai Listrik Apakah Potensial??

Diposting oleh On Tuesday, February 02, 2021

Tesla sebagai perusahaan awal yang meriset mobil listrik menunjukkan kecemerlangan di Tahun 2020-2021 ini. Dimana industri otomotif seluruh dunia belum menyentuh pasar ini namun Tesla sudah penetrasi pasar jauh-jauh hari. Benar saja, Tesla bukan lagi menjadi brand mobil listrik melainkan menjadi nama lain dari mobil lisrik itu sendiri dikalangan orang sebagai penyebutan. Nama Tesla tidak asing lagi diseluruh dunia dan terjadi fanatisme kebanyakan orang jika mobil listrik yang dimiliki bukan Tesla kurang branded sudah melekat kuat dan berkualitas.

Tesla lewat CEO Elon Musk telah mengumumkan akan memproduksi massal mobil listrik dan akan mendirikan beberapa pabrik di penjuru dunia untuk memenuhi kebutuhan pasar. Akhir-akhir ini Presiden RI Jokowi telah membahasa panjang dengan Elon Musk terkait ketersediaan lahan di RI untuk ditempati pabrik Tesla beserta kesiapan material serta mineral pendukung lainnya. Elon Musk menanggapi positif inisiaif RI ini dan akan mewacanakan lebih jauh lagi terkait invesasi di RI.

BACA JUGA: Strategi Ketika Saham Ovesold-Overbuy

Dampak dari ini, saham BEI yang terkait mobil listrik terus melesat di Tahun 2021 seperti ANTM, INCO, DKFT karena tambang nikelnya, TINS karena tambang timahnya dan juga ASII jika digadang-gadang menjadi collaboration company dari Tesla. Penulis mengamati saham-saham tersebut naik signifikan padahal sebelum pandemi cukup lama stagnan dan kurang bergairah. Hal ini menandakan pasar menaruh kepercayaan besar terhadap industri mobil listrik di tanah air sehingga investor ramai-ramai menanamkan modal disana.

Himbauan penulis untuk saham-saham yang meroket tajam akibat mobil listrik adalah selama agreement letter belum ditandatangani dan peletakan batu pertama belum ada maka harus berhati-hati terhadap bearish yang tajam dari saham-saham tersebut. Kebijakan seperti itu menurut penulis sangat dipengaruhi siapa yang berkuasa dan partai apa. Ketika sudah beda yang berkuasa maka jangan kaget jika kebijakan yangsudah matang sekalipun akan mentah dan tidak kunjung terlaksana. Sebagai contoh program biosolar B20-B50 yang digadang-gadang saham sawit bisa melejit ternyata menunjukkan sesuatu yang berbeda bahkan penulis sendiri juga terjebak disana. Jadi tetap bijak menyikapi dan mengedepankan analisis daripada insting semata, semoga kedepan memang benar mobil listrik bisa berkembang di Indonesia.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Cost & Benefit Analysis (CBA) di Ekonomi Teknik

Diposting oleh On Sunday, January 31, 2021

Cost & Benefit Analysis (CBA) adalah analisa biaya (kuantitatif) yang didasarkan pada benefit (manfaat) baik yang tangible (fisik) yang bisa dihitung secara kuantitatif maupun intangible (non-fisik) yang kualitatif. Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan untuk pendekatan pada CBA yang nantinya ujung dari semua analisis dibawa ke cost (biaya). Pada bidang tertentu seperti pengalaman kami sendiri di bidang enjiniring, terdapat kesulitan dalam membawa benefit kualitatif ke kuantitatif dan pendekatan yang umum dilakukan adalah pembobotan (scoring) pada beberapa alternatif yang akan dipilih.

Pembobotan ini didasarkan pada beberapa aspek yang mempengaruhi dan sistem skoring ditentukan sendiri oleh expert judgment yang dipilih karena diyakini mampu memutuskan hal tersebut. Pengaruh kualitatif yang berhubungan di bidang enjiniring yang sulit dibawa ke cost adalah pengaruh waktu, sosial, K3, ketaatan regulasi, keamanan, lingkungan dan masih banyak lainnya. Terdapat suatu conflicting sebenarnya dalam skoring aspek ini karena belum tentu nilai aspek satu dominan terhadap aspek lainnya dan masih didasarkan pada kepentingan expert judgment. namun permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan keilmuan seperti Teknik Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dan macam-macam yang umum digunakan seperti Tipe TOPSIS dan Tipe AHP-ANP.

Kali ini yang dibahas adalah pembobotan sederhana yang dilakukan oleh seorang engineer untuk mengkaji kelayakan finansial suatu investasi/permasalahan. Aspek kelayakan yang harus ada seperti: Net Present Value (NPV), Payback Period/Payback Investment (PI) dan Internal Rate of Return (IRR).

  • NPV adalah akumulasi nilai uang dimasa mendatang yang dibawa ke masa sekarang, sehingga harus didiskon (diskonto) karena nilai sekarang tentu lebih kecil dari masa mendatang. Faktor diskonto adalah 1/(1+i)^t dengan keterangan i = interest = bunga  namun lebih tepatnya sebenarnya adalah nilai % return ketika diinvestasikan ke instrument lain misalnya deposito, reksadana, obligasi, saham, emas atau aset fisik lainnya sedangkan t adalah waktu investasi misalnya tahunan/bulanan 1, 2, 3 dst...
  • Payback Period adalah waktu kembalinya investasi/Break-Event Point (BEP)
  • Internal Rate of Return (IRR) adalah laju pengembalian investasi, disini %return dari sesuatu yang kita investasikan apakah lebih besar/kecil dibandingkan investasi ke tempat lain


Poin-poin yang banyak ditemui dalam menghitung kajian kelayakan finansial dan harus diperbaiki seperti:
  • Operational Cost tahunan sering dibuat sama misal biaya di tahun-1 s/d tahun-5 sama, padahal riil-nya nilai uang dari tahun ke tahun berkurang akibat inflasi, sehingga cost akan naik dan saran dibuatkan berbeda sesuai prediksi inflasi normal/tahun yaitu sekitar 3-6%
  • Nilai interest (i) tidak harus 12%, dimana-mana kebanyakan memakai nilai itu karena menurut hemat kami begini histprinya: %return/tahun rata-rata deposito max 5.7%, reksadana pasar uang rata-rata 6-7%, reksadana pendapatan tetap/obligasi rata-rata 8-11%, reksadana saham rata-rata 5-20% dan saham rata-rata 5-50%. Sehingga pertimbangan 12% menurut hemat kami adalah diinvestasikan di reksadana pendapatan tetap yang manajer investasinya cukup handal bisa mencapai 12% karena menurut kami investasi di reksadana memang ada yang bisa sampai 12-14% walaupun itu sedikit sekali. Mengapa harus ke reksadana?? karena investor tidak perlu mengeluarkan waktu dan tenaga untuk menganalisis serta menginvestasikan ke instrument namun manajer investalilah yang bekerja sedangkan mengapa harus ke tipe pendapatan tetap?? karena tipe reksadana ini yang paling aman karena dibawa ke surat hutang/obligasi/sukuk yang %return-nya sudah ditentukan di awal sehingga investor bisa memprediksi imbal hasil yang akan didapatkan. Lebih lengkap pelajari: Tipe Investasi Reksadana Apa yang Cocok untuk Anda??
  • Nilai ekonomis suatu benda umumnya ditentukan oleh manufacturer berdasarkan trending mereka terhadap barang yang mereka sudah perjual, namun untuk engineering estimate sendiri disini juga dibutuhkan dan umumnya untuk rotating equipment 5 tahunan dan bangunan 10 tahunan. Sedangkan barang yang bersifat consumable, elektrik atau mudah korosi bisa 1-3 tahunan tergantung kondisi aktual di lapangan

Jadikan Artikel Ini sebagai Referensi (Citation):
Feriyanto, Y.E. (2020). Cost & Benefit Analysis (CBA) di Ekonomi Teknik, www.caesarvery.com. Surabaya

Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi di Kajian Kelayakan Finansial Enginnering dan Investasi

Saham BEI Apa yang Cocok Diinvestasikan di Tahun 2021??

Diposting oleh On Wednesday, January 27, 2021

Tahun 2020 adalah tonggak awal mulai Industri 5.0 dimulai, dengan adanya pandemi COVID-19 semua orang dipaksa untuk beralih ke sistem digital baik komunikasi, payment, pekerjaan dll. Tahun 2020 banyak investor saham BEI berguguran termasuk penulis sendiri dan menarik sebagian asset yang kecantol dan memasukkan ke obligasi/reksadana pendapaan tetap.

Ada berkah dibalik musibah ini kalau dianalisa mendalam lagi, misalnya setelah 8 bulan pandemi berlalu tepatnya di Oktober 2020 saham BEI mulai trend bullish dan banyak saham bluechip undervalue sehingga cocok untuk di-akumulasi. Saham penulis yang tercanol selama pandemi juga sudah mulai break-out dari fase tidurnya yang cukup panjang yang menandakan ekonomi global sudah mulai pulih karena sudah ditemukannya vaksin dan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk ekonomi.

Penulis kemudian di awal Tahun 2021 sudah mulai kembali lagi terjun ke dunia saham BEI dan berdasarkan pengalaman melihat informasi global dan kecenderungan pasar serta jaman maka sektor telekomunikasi dan industri baterai adalah banyak potensialnya. Sektor telekomunikasi ini pesat perkembangannya karena komunikasi 5G sudah ada yang menang tender dan bersiap untuk diaplikasikan. Sedangkan industri baterai termasuk mata rantainya juga banyak diminati karena regulasi global yang mulai mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke teknologi ramah lingkungan yaitu listrik. Mobil listrik menjadi transportasi masa depan yang pasti digunakan sehingga penggunaan baterai adalah komoditi utama. Terus saham sektor apa yang berpengaruh?? semua mata rantai dalam penggunaan baterai berpengaruh seperti sektor tambang, sektor otomotif, sektor listrik dll.

BACA JUGA: Panel Surya sebagai Alternatif Energi Baru-Terbarukan (EBT)

Penulis menganalisis dari beberapa berita dan perkembangan jaman ini memang terus berubah cepat dan berfikir yang kreatif dan adaptif-lah yang akan bisa meraih kejayaan. Seperti bidang kerja mentereng yang dulu digadang-gadang bisa membuat kaya akan kalah dengan profesi influencer dan online shop. Industri minyak dan gas yang menjadi sektor teratas memberikan kekayaan akan berubah dan sektor energi baru-terbarukan-lah yang akan menonjol seperti sawit, listrik (surya, biomass, angin, thermal), industri yang menggunakan bahan biodegradable, teknologi yang irit dan murah.

Referensi

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Kemana Harus Mengelola Keuangan Ketika Masih Resesi dan Ekonomi Negara Defisit??

Diposting oleh On Wednesday, January 20, 2021

Seluruh negara di dunia mengalami dampak akibat pandemi covid-19. Aktifitas pekerjaan dan perdagangan terhambat dan negara mengalami resesi akibat neraca dagang yang terus defisit selama beberapa kuartal. Tentu kondisi ini berdampak signifikan untuk para pemodal seperti investor saham dan pemilih perusahaan. Mereka akan mengamankan kekayaan/modal ke instrument yang aman terlebih dahulu seperti emas sehingga kita semua bisa lihat harga emas yang naik ak terkendali diluar batas kewajarannya. Sedangkan pemilik modal perusahaan banyak melakukan restrukturisasi SDM untuk bisa bertahan di tengah pendemi seperti ini.

Kita sebagai rakyat kecil harus pintar melakukan planning terhadap kondisi-kondisi demikian. Pengelolaan yang baik keuangan maka bisa menjadikan kita survive terhadap kondisi ekonomi yang masih memburuk. Penulis juga telah melakukan beberapa langkah agar bisa bertahan salah satunya adalah menarik saham BEI dan menaruhnya di obligasi/sukuk/reksadana pendapatan tetap. Emas dirasakan penulis masih belum wajar harganya sehingga masih menunggu moment yang pas untuk beli ketika harga sudah dirasakan resistance di bottom level.

Saat ini, investasi aman dan cukup likuid di instrument tersebut, karena obligasi pendapatan tetap terutama surat hutang pemerintah sangat cocok diinvestasikan karena resiko gagal bayar coupon sangat minim. Walaupun nilai kenaikan investasi ini relatif kecil namun masih diatas inflasi rata-rata dan diatas deposito sehingga masih cocok untuk investasi yang aman dikala pandemi.

Referensi:

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Apa yang Diharapkan Masyarakat di Tahun Digital IT ini

Diposting oleh On Saturday, November 28, 2020

Tahun digital sungguh terasa dengan adanya pandemi COVID-19 ini, hampir semua kegiatan sebisa mungkin dilakukan secara virtual, digital dan remote. Tahun digital IT ini cukup membuat shock generasi X (1965-1980) terutama yang tinggal di pedesaan seperti Ibu penulis yang harus mengajari semua anak-anaknya yang masih sekolah lewat video conference dan juga menjadi guru private dadakan dengan adanya pembatasan kontak fisik di semua lini kegiatan.

Menurut pendapat penulis, tahun digital ini menjadi pondasi awal untuk menerapkan strategi yang lebih adaptif kedepan, menghilangkan sifat yang paling pintar dari yang lain, idenya paling bagus dari yang lain dan bisnisnya yakin akan survive dengan strategi sekarang. Yakinlah semua dinamika tersebut akan berubah dimana tahun digital ini lebih mengedepankan kerjasama, kreatifitas, fleksibilitas kebutuhan dan analisis Big Data.

BACA JUGA: Berikut Investasi yang Wajib Dijauhi Selama Pandemi COVID-19

Pemerintah memiliki peran vital di tahun digital ini, dimana semua manusia global bisa berkomunikasi, bertransaksi dan bertukar ilmu pikiran kapanpun, dimanapun oleh siapapun secara real-time, sehingga harapan masyarakat juga harus didengarkan oleh pembuat kebijakan di negeri ini. Menurut analisis penulis, harapan masyarakat adalah: (i) filterisasi pengaruh asing yang kuat seperti informasi, produk dan kebijakan; (ii) pendeteksian mudah informasi HOAX karena tidak bisa dipungkiri ada oknum yang memanfaatkan para buzzer untuk blow-up dan brain-wash masyarakat luas secara cepat; (iii) kebijakan pemerintah yang lebih pro UMKM dibandingkan industri makro karena ketika terjadi krisis maka ekonomi mikro-lah yang bakal membangkitkan keterpurukan negara; (iii) perang dagang seperti platform marketplace dan digital lain diawasi oleh pemerintah, jangan sampai ada kong-kalikong dibelakang itu yang sampai pada akhirnya skenario bersama sebenarnya telah dibuat dan terjadi pengendalian sistem yang merugikan konsumen; (iv) pemerintah lebih mengangkat brand-brand lokal untuk go international dan sedikit menutup kran impor ketika produksi lokal bisa dilakukan; dan (v) UMKM dilakukan penuh oleh masyarakat dengan kebijkaan pemerintah membuatkan sentra-sentra cluster produksi barang-jasa dan pemerintah yang menggabungkan mata rantai antar sentra cluster sehingga swasta tidak mengendalikan penuh seperti sistem kapitalis yang bisa terjadi monopoli.

Harapan masyarakat ini ditujukan untuk kemajuan ekonomi bangsa dengan kecintaan terhadap produk dalam negeri karena di tahun digital IT ini banyak negara sangat ingin Indonesia jadi sentra perdagangan dan berharap jadi konsumen saja. Terlebih digital IT ini, siapa yang dominan dan memiliki strategi kuat di dunia cyber maka informasi itulah yang akan melekat di otak para netizen.

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Seberapa Efektifkah Bisnis Jual-Beli Online di Tahun 2020 Keatas

Diposting oleh On Thursday, November 19, 2020

Tahun 2020 ini menjadi babak baru dalam perubahan jaman karena semua orang di dunia dipaksa untuk kenal dengan internet dan memanfaatkan teknologi untuk membantu aktifitas keseharian mereka. Artikel sebelumnya sudah kami bahas terdapat 2 potensi bisnis di era digital IT yang lanjut ke industri 5.0 yaitu influencer dan jual-beli online, disini akan dibahas lebih lanjut potensi jual-beli online di tahun digital IT ini.

Pengalaman penulis yang sudah memiliki toko online di 3 marketplace berbeda yaitu Bukalapak, Tokopedia dan Shopee pada awal Tahun 2020 terjadi lonjakan transaksi yang sangat drastis hampir 1000% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan terus berlanjut sampai sekarang. Berdasarkan hal tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa tahun 2020 merupakan awal yang baik dimulainya membangun toko online dan mempelajarinya sehingga kedepan siap untuk kompetisi di era digital IT.

BACA JUGA: Seberapa Efektifkah Bisnis Influencer di Tahun 2020 Keatas

Toko online menjadi favorit banyak kaum millineal karena dinilai lebih cepat dalam memberikan kebutuhan yang diinginkan dalam artian pasti ada dan tidak perlu jauh-jauh mendatangi toko fisik yang belum tentu ada barangnya. Harga yang diberikan juga transparan dan bisa dibandingkan dengan toko lain serta efisien karena marketplace sendiri juga berlomba-lomba memberikan diskon + gratis ongkir sehingga menambah kelebihan jual-beli online dibandingkan konvensional.

Pengalaman penulis sendiri, ketika membutuhkan sparepart kendaraan yang rusak, dimana sulit didapatkan dan tentu kalau ada di toko pasti mahal harganya karena barang yang jarang rusak namun ketika di browsing di 3 marketplace tersebut tersedia bermacam-macam kondisi (new atau second), varian (ori, KW atau grade ori) dan juga jauh dekat area seller dengan buyer. Adanya marketplace ini terlebih dengan sistem uang ditahan terlebih dahulu oleh pihak-3 yaitu marketplace sebelum barang sampai di tangan buyer dalam keadaan baik dan sesuai maka dari sini disimpulkan bahwa jual-beli online sangat aman dan hampir tidak ada celah untuk tindakan kecurangan.

Penggunaan smartphone yang merata di semua masyarakat serta tuntutan efisiensi yang tinggi dengan tingkat kebutuhan yang banyak maka masyarakat banyak memanfaatkan aktifitas jual-beli online karena dinilai telah banyak menghemat waktu dan uang. Melihat kondisi seperti itu, maka penulis beropini bahwa bisnis jual-beli online di Tahun 2020 keatas akan sangat berkembang pesat dan anjuran untuk semua orang agar mulai membangun asset sejak dini agar 5-10 tahun mendatang sudah punya senjata ketika digital IT sudah benar-benar dijalankan penuh.

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Seberapa Efektifkah Bisnis Influencer di Tahun 2020 Keatas

Diposting oleh On Tuesday, November 10, 2020

Sangat terasa perubahan era di perbatasan Tahun 2020 ini, dimana digital IT hampir 100% digunakan karena adanya pemaksaan protocol pencegahan penyebaran COVID-19. Bisa kita ketahui bersama bahwa sekarang channel youtube sudah menyediakan hampir semua kebutuhan hiburan, pengetahuan, tips dan trik yang kita butuhkan. Penyajian kreatif oleh youtuber layaknya pemeran artis di TV dan setiap orang bisa menjadi artis dengan penyiaran live atau lewat suguhan drama, komedi dan ulasan bak siaran di acara di TV.

Selain itu, media sosial lain seperti instagram, facebook dan blogger juga menyuguhkan acara serupa yang lebih menarik dan hidup dibandingkan dahulu. Banyak para pengguna media sosial berlomba-lomba menyajikan isi yang semenarik mungkin untuk mengundang para viewers, yang mana ini nanti menjadi asset berharga mereka untuk melakukan aksi yang sebenarnya. Ketika para viewers banyak mampir ke channel mereka maka setiap acara/isi yang disiarkan akan dilihat dan masuk ke alam bawah sadar mereka dan inilah yang disebut dengan "Influencer".

BACA JUGA: Bisnis yang Cocok Menyambut Era Industri 5.0

Influencer bisa menjadi baik dan buruk sehingga dimasa sekarang ini, semua orang dituntut untuk crosscheck setiap informasi yang diterima karena banyak juga informasi HOAX yang belum jelas sumber beritanya namun sudah tersebar secara masif. Dibutuhkan individu yang kritis dan banyak keingintahuan untuk bisa survive di tahun digital IT ini.  Banyak produsen lebih memilih endorse ke channel-channel millineal karena lebih tepat sasaran dibandingkan dengan koran/tabloid yang sudah mulai ditinggalkan, media TV yang dinilai kurang menarik dan tidak sesuai ekspektasi. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan teknologi yang sangat pesat yaitu smartphone yang ada pada genggaman setiap orang. Semua media ada di genggaman sehingga bisa dengan mudah mendapatkan hal yang diinginkan dan lebih cepat.

Tantangan bisnis di tahun digital 2020 ketas adalah kecepatan, ketepatan, ketertarikan dan keunikan, dimana untuk artikel ini yang dibahas adalah potensi seorang influencer dimana kecepatan mereferensikan channel yang dilihat ringan diakses dengan loading cepat, ketepatan mereferensikan tema channel dengan produk yang diulas (misal blogger) harus sama atau kalau iklan di sosial media karena yang melihat para millineal maka produk juga harus sesuai dengan kebutuhan para millineal. Ketertarikan mereferensikan acara/siaran yang ditampilkan menarik para pengunjung dengan sajian konten terkini dan diperlukan oleh masyarakat luas sedangkan keunikan karena banyak orang bisa menjadi influencer dan memiliki channel sendiri maka untuk bisa bersaing dibutuhkan kreatifitas yang lebih agar unik sehingga produsen tertarik dan tepat menghabiskan biaya iklan mereka.

Menghidupkan dan membangun media sosial akan lebih baik dimulai dari sekarang untuk membangun asset di masa 5-10 tahun kedepan, dimana ketika semua sudah full digital IT dan Artificial Intelligence (AI) maka kita memiliki asset yang berharga dan siap menghadapi kompetisi jaman. Semua informasi ini berdasarkan pengalaman penulis berselancar di berbagai media dan mencoba menggeluti untuk beradaptasi dengan perubahan jaman yang semakin cepat.

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Pengalaman Jual-Beli Online di Marketplace Bukalapak

Diposting oleh On Sunday, October 11, 2020

Penulis mulai berubah gaya beli dari offline ke online mulai Tahun 2015 dengan alasan barang yang sulit dicari di toko fisik akan tetap ada di toko online dengan harga yang bisa dibandingkan secara langsung. Penulis melakukan instalasi platform seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada dan Bli-Bli.com, kemudian mencoba melakukan pencarian produk yang dicari dan disimpulkan bahwa dari semua platform tersebut yang eye catching dengan fitur yang mudah digunakan oleh user pemula adalah Bukalapak.

Tahun 2015-2018, Bukalapak adalah raja marketplace dengan iklan yang bisa kita temui dimana-mana dan panggilan akrab penjual adalah juragan tidak asing di telinga kita dan jika ingin bertanya produk yang terbawa sampai sekarang yaitu: "ready gan??" itu berasal dari platform Bukalapak ini. Bukalapak memberikan banyak produk bersaing yang cukup bagus sehingga buyer dibuat kebingungan memilih lapak seller yang mana. Diskon gratis ongkir kala itu belum banyak diberikan sehingga penulis sebagai buyer memilih produk dengan biaya ongkir paling minim dan produk sudah banyka dibeli oleh banyak orang lewat pemberian rating.

BACA JUGA: Dengarlah Bukalapak, Kamu Masih Bisa Bangkit Kembali!!!

Penulis menjadi seller mulai Tahun 2018 dan kala itu mempunyai 2 platform saja yaitu Bukalapak dan Tokopedia. Pada tahap penjualan pertama di toko online, Bukalapak memberikan feedback penjualan cukup bagus dari para buyer sebagai hasil teknik bakar uang yang telah dilakukan oleh penulis untuk mengangkat produk pada pencarian keatas. Dalam hal iklan, menurut penulis Bukalapak menang daripada Tokopedia, dimana Bukalapak memakai teknik Promoted Push dan Promoted Keyword yang tepat sasaran dan memberikan imbal hasil yang memuaskan. Teknik bakar uang yang telah dilakukan terbukti efektif dalam hal penjualan dan dalam waktu singkat status seller menjadi pedagang besar sedangkan teknik iklan di Tokopedia boncos tidak menghasilkan apa-apa. 

Selama menjadi seller, ketika 2 platform terdapat komplain maka Bukalapak memberikan pelayanan yang sangat buruk, tidak ada nomor kontak dan email/chatting yang dibalas lama sedangkan Tokopedia menang dalam hal ini. Walaupun memiliki kelemahan tersebut, sampai Tahun 2019 penjualan di Bukalapak memberikan hasil yang menggiurkan dibandingkan dengan Tokopedia.

Pada masa itu, boleh dibilang Bukalapak mencapai masa keemasan dan menjadi tujuan para buyer online, sampai akhirnya Bukalapak yang terlena dengan mahkota-nya tidak sadar bahwa kompetitor-nya sedang menyiapkan amunisi untuk menghancurkan dan sampailah tiba di jaman keemasan Tokopedia. Lebih jelasnya pengalaman di Tokopedia baca di "Pengalaman Jual-Beli Online di Marketplace Tokopedia".

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Apakah Kejayaan Go-Pay dan OVO sudah Berakhir

Diposting oleh On Wednesday, October 07, 2020

Masih teringat ketika penulis mengalami masa-masa kejayaan 2 raksasa sistem pembayaran digital yaitu Go-Pay dan OVO yang terus-menerus bakar uang dengan memberikan diskon kepada konsumennya, dimana banner-nya ada disetiap outlet di Mall, Bandara, Apotek dan Toko. Penulis menceritakan pengalaman di Tahun 2017-Akhir 2019, dimana penulis kala itu sering mendapat tugas perjalanan dinas dari Aceh sampai Maluku sehingga cukup mengikuti perkembangan perang pembayaran digital antara 2 kubu tersebut.

Awal mula Go-Jek berdiri langsung mengenalkan sistem cashless yaitu Go-Pay dan memanjakan pengguna aplikasi Go-Jek untuk mendapatkan diskon ketika memakai Go-Pay dibandingkan uang tunai. Penulis karena sering pulang-pergi dari dan ke bandara terlebih ketika di kota tujuan tidak ada transportasi yang murah selain Go-Jek maka saldo Go-Pay pun selalu terisi dengan uang digital cukup banyak. Diskon yang diberikan lewat pembayaran Go-Pay sangat menggiurkan dan penulis tidak berpindah ke lain hati seperti Uber atau Grab karena Go-Jek memang memiliki kelebihan disana.

Ekspansi terus-menerus dilakukan Go-Jek sebagai upaya inovatif menjadi platform yang dibutuhkan masyarakat dan penulis ketika mengisi pulsa juga kecanduan menggunakan aplikasi Go-Jek karena adanya diskon yang menggiurkan. Tidak cukup sampai disitu, Go-Pay merambah ke toko-toko outlet di mall dan bandara dengan program diskonnya, lagi-lagi penulis dibuat tercengang dengan ulah bakar-bakar uang Go-Jek dan terbukti bisa memikat penulis serta kebanyakan masyarakat untuk memakai sistem pembayaran digital mereka.

BACA JUGA: Mengapa Platform Digital Bakar-Bakar Uang??

Disisi lain, terdapat penantang baru yang sudah cukup lama mengintai dan ingin mencuri strategi Go-Pay yaitu OVO yang menghadirkan segudang inovasi dan teknik bakar-bakar uang yang melebihi Go-Pay. Penulis sempat dibuat bimbang dan terus membandingkan besaran diskon di setiap banner yang terpampang di outlet-outlet, kali ini OVO menang bisa menggaet penulis untuk beralih ke sistem pembayaran digital karena diskon yang lebih besar daripada OVO serta jaringan kerjasama toko yang lebih banyak. Disisi lain cashback OVO dalam bentuk OVO Points sangat bermanfaat karena bisa langsung dibelanjakan tidak seperti Go-Pay yang lewat rolling games walaupun semakin kedepan sistem cashback Go-Pay lebih bagus berupa potongan langsung pembayaran. Karena besaran diskon OVO lebih besar dari Go-Pay maka OVO tetap menjadi primadona kala itu.

OVO terus-menerus iklan di media sosial, TV dan channel youtube sehingga semakin kuat dikenal masyarakat luas sehingga outlet di mall hampir full banner-nya OVO dan Go-Pay pelan-pelan tertidur. Di kala OVO berjaya dengan diskon gila-gilaan ini, muncul pendatang baru yaitu DANA yang teknik awalnya memberikan diskon selalu diatas OVO bahkan penulis sempat mau berpindah ke DANA, namun setelah di cek pada outlet-outlet lain ternyata kerjasama DANA tidak setenar dan seluas OVO maka penulis membatalkan perhatian pada DANA. DANA merupakan sistem pembayaran digital yang teknik marketing-nya naggung, karena berjaya tidak dan mati-pun tidak.

OVO mencapai puncak kejayaan, bahkan penulis juga melakukan pembayaran pulsa lewat OVO karena memberikan cashback berupa OVO Points yang cukup tinggi. Sampai akhirnya saldo OVO penulis banyak di OVO dan mengurangi di Go-Pay, akhir Tahun 2019, kejayaan OVO meredup dengan ditandainya kehabisan amunisi untuk bakar-bakar uang terbukti pemegang saham OVO yaitu LIPPO menjual sebagian besar saham mereka. Akhirnya terbukti runtuh dominansi OVO ini dan banner di outlet-outlet banyak yang tidak ada.

Apakah alasan para platform ingin menjadi dominan bahkan dengan teknik bakar-bakar uang?? akan penulis bahas di artikel selanjutnya. Sempat vakum di semester 1 Tahun 2020 untuk hingar-bingar bakar-bakar uang pembayaran digital ini dan terlebih lagi adanya pandemi COVID-19, namun sungguh mengejutkan di semester 2 Tahun 2020 datanglah si bayi baru lahir yang siap menggantikan kakaknya merebut mahkota yaitu Shopee Pay yang merambah ke sistem pembayaran digital di outlet mall dan toko franchise, seperti apa ulasan detai baca di "Shopee Pay Pendatang Baru Tanpa Saingan".

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Berikut Investasi yang Wajib Dijauhi Selama Pandemi COVID-19

Diposting oleh On Friday, October 02, 2020

Pandemi COVID-19 yang berlangsung cukup lama memasuki bulan ke-12 belum juga menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus bahkan vaksin-pun juga belum siap diproduksi massal untuk diujicobakan ke manusia. Diprediksi vaksin secara klinis hadir di akhir Tahun 2021. Menurut beberapa sumber terpercaya yang telah penulis dapatkan terkait investasi dan hasil analisis pengalaman selama investasi maka pada artikel ini dibahas detail investasi yang wajib dijauhi di masa pandemi ini.
Investasi secara umum dibedakan menjadi asset likuid dan non-likuid, dimana asset likuid artinya asset bisa diuangkan/dijual secara mudah (mudah dicairkan/ditukarkan/digunakan) sedangkan asset non-likuid artinya asset sulit untuk dicairkan, membutuhkan waktu untuk diuangkan. Berdasarkan penjelasan diatas, bisa ditarik contoh dari asset likuid adalah emas dan reksadana sedangkan asset non-likuid adalah rumah, tanah, obliglasi dan deposito. Dimanakah letak investasi saham BEI?? saham bisa terletak di kedua jenis tersebut, dimana ketika dikatakan likuid ketika investor adalah seorang trader high risk, sedangkan non-likuid ketika tipe low risk.
Di masa pandemi COVID-19 ini sebaiknya kita semua menahan untuk investasi di asset non-likuid karena ekonomi global sedang tidak menentu. Mungkin disekitar kita dijumpai rumah dan tanah dijual dengan harga murah, namun sebaiknya kita semua tidak tergiur terlebih dahulu karena memang pasar sedang loyo sehingga daya beli masyarakat juga menurun. Sebaiknya kita semua mengatur keuangan masing-masing agar bisa bertahan selama pandemi ini, karena didepan kita tidak tahu apakah terjadi krisis atau tempat kerja kita sedang minus penghasilan sehingga gelombang PHK dimana-mana. Perlu diketahui bahwa Indonesia di Tahun 2020 ini mengalami resesi ekonomi (PDB mengalami penurunan selama 2-3 kuartal berturut-turut), ditandai dengan aktifitas perdagangan menurun dan neraca dagang negatif.


Ekonomi global menurut beberapa sumber diperkirakan akan pulih dalam 5-10 tahun mendatang, sehingga di masa pandemi ini plan diri sendiri yang terbaiklah yang akan menyelamatkan ekonomi keluarga. Jangan sampe keluarga kita terkena imbas sampe kekurangan makan, sandang dan pendidikan. Pandemi ini membuat situasi ekonomi panas, banyak pencurian dimana-mana karena mereka disana masih kekurangan kebutuhan perut belum lagi ketika berkeluarga dan memiliki cicilan pasti pikiran masyarakat akan kacau dan menimbulkan gejolak sosial.
Ketika memiliki rejeki berlebih, mari kita bantu sesama karena sedekah akan menjadikan benteng keluarga kita dari musibah (kecelakaan, kerugian, kesialan, kekurangan, sakit) dan ini juga sudah penulis lakukan selama ini, terbukti semua apa yang Alloh janjikan itu.  Uang yang kita miliki terdapat rejeki orang yang dititipkan ke kita yang harus kita keluarkan, ketika tidak keluar maka akan keluar dengan sendirinya dan itu PASTI seperti keluar karena untuk berobat, kehilangan harta benda atau mengalami kerugian.

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Bisnis yang Cocok Menyambut Era Industri 5.0

Diposting oleh On Monday, September 21, 2020

Industri 5.0 merupakan kelanjutan industri 4.0 (basis digital IT), sedangkan 5.0 adalah Artificial Intelligence (AI) dengan pemanfaatan Big Database, untuk lebih jelas baca "Pentingnya Big Data". Tidak bisa dipungkiri bahwa garis batas perubahan jaman itu adalah Tahun 2020 dikala ada pandemi COVID-19, dimana semua orang dipaksa untuk melek teknologi dalam membantu keseharian & pekerjaan mereka. Internet menjadi kendaraan utama untuk menjelajahi seluruh isi dunia sehingga banyak orang cukup tinggal dirumah namun bisa komunikasi global & menghasilkan sesuatu untuk penghidupannya.

Mari kita lihat, Cukup menjanjikan-kah profesi seorang youtuber, blogger, selebgram dan pengguna media sosial lain dalam hal endorse iklan??. Tentunya kita semua tahu, berapa adsense atau endorse yang mereka dapatkan ketika upload produk di platform-nya masing-masing, Sungguh menggiurkan bukan??. Semua itu adalah pekerjaan"Influencer", yaitu orang yang memberikan pengaruh kepada khalayak banyak untuk sesuatu yang mereka iklankan. Semua orang bisa menjadi influencer dan dengan polesan kreatifitas yang mengalahkan kecerdasan maka bisnis yang cocok di era industri 5.0 adalah yang berbasis digital IT/internet (influencer dan jual-beli online).

Kreatifitas dan kerjasama menjadikan ciri khas di era ini, dimana yang dahulu seorang yang pintar akan sukses tanpa orang lain maka untuk era sekarang telah berubah dimana kerjasama, saling berbagi dan kreatifitas menjadi tumpuan bisnis di era industri 5.0. Big data seperti arah pasar kemana, produk yang disukai apa, kemampuan finansial seperti apa, golongan peminat siapa saja dan corak produk yang disukai seperti apa dll, itu akan menjadi bagian dari senjata menghadapi bisnis di era industri 5.0. Semua itu tidak terlepas dari peran big data.

Akhir-akhir ini di Bulan Agustus 2020, kita tahu ada salah satu stasiun TV swasta menggugat perihal undang-undang penyiaran publik. Dimana, dulu yang memiliki wewenang penyiaran adalah TV namun sekarang setiap orang bisa melakukan siaran live dari tempatnya masing-masing. Banyak TV swasta harus kehilangan pendapatan mereka dari iklan karena adanya media sponsor yang menyerupai TV dan tentunya dengan biaya yang sangat murah serta lebih tepat sasaran. Tidak bisa dipungkiri banyak perusahaan lebih memilih iklan di platform terkini yang banyak diminati kaum milineal yaitu media sosial dan youtube untuk mengenalkan produk mereka karena rata-rata penonton TV dengan media sosial tertimpang jauh.

Era industri 5.0 ini memaksa semua orang beradaptasi, tidak kolot dan mengharuskan mengikuti perkembangan jaman, sehingga dibutuhkan kreatifitas untuk menangkap ide bisnis yang tepat. Penulis memberikan saran mulai menjajaki bisnis jual-beli online dan sudah diterapkan sendiri memang sangat pesat perkembangan transaksi di era ini. Semua bisa diiklankan dan dijual dengan harga yang transparan bisa dibandingkan antar produk satu dengan yang lain serta antar pedagang satu dengan yang lain. Dengan sistem tersebut secara otomatis para penjual berlomba-lomba untuk menggaet para konsumen lewat kreatifitas dan mutu produk yang ditawarkan. Penjelasan detail tentang prospek jual beli online di bahas di "Pertarungan Marketplace dan Shopee Pemenangnya"

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com

Mengapa Platform Digital Bakar-Bakar Uang??

Diposting oleh On Tuesday, September 08, 2020

Sangat nikmat oleh kita selama bertahun-tahun antara Tahun 2017-2020 ini diskon besar-besaran yang dilakukan para platform digital. Para raksasa milyuner terus-menerus melakukan subsidi harga tanpa membebankan ke penjual sedikitpun dan inilah yang disebut "Bakar-Bakar Uang". Ini adalah sebuah strategi yang cepat menggaet konsumen dan penulis sendiri juga telah merasakan manfaat yang cukup besar dari subsidi platform ini dengan urutan jaman kejayaan sebagai berikut: Bukalapak, Go-pay, Tokopedia, OVO, Shopee (Shopee pay).

Apa sih tujuan sebenarnya platform tersebut melakukan teknik bakar-bakar uang?? tidak lain adalah dominansi dengan ujung-ujungnya monopoli dan tidak kalah penting adalah database pengguna.  Database disini meliputi pola hidup, kecenderungan belanja, kesukaan produk, kemampuan finansial dll sehingga hal tersebut menjadi asset "Big Data". Seiring perkembangan jaman menuju industri 5.0 maka dengan sistem Artificial Intelligence (AI) akan diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat sebagai media  dan analisa marketingMengapa harus bakar-bakar uang?? karena dengan teknik bakar-bakar uang maka konsumen akan cepat tertarik untuk download dan install platform di smartphone mereka kemudian secara otomatis akan mempelajari isi platform. Setelah mengenal isinya maka diharapkan pengguna akan menggunakan platform tersebut untuk menjadikan gerbang semua pembayaran digital.

Kalau semua platform ingin menunjukkan dominansi maka seperti apa nanti sistem dominansinya?? dari sini nanti antar platform akan menunjukkan siapa yang amunisinya terkuat dialah yang akan memimpin dan platform lain akan mati suri. Seperti kasus Bukalapak vs Tokopedia vs Shopee yang akan dibahas di artikel selanjutnya, juga antara Go-Pay vs OVO vs Shopee Pay. Sekarang di semester 2 Tahun 2020 yang berjaya adalah Shopee Pay dengan platform Shopee karena terlihat bertaring ketika amunisi kompetitor sudah mulai habis.

BACA JUGA: Tujuan Perusahaan berebut Konsumen e-Money adalah Crowd Funding

Ketika sudah menjadi dominansi, langkah apa yang mereka ambil?? inilah yang harus kita pecahkan dan masih kita tebak-tebak. Berdasarkan hasil pencarian fakta penulis didapatkan data bahwa setelah menjadi dominansi maka mereka yang akan mengendalikan harga, sistem pembayaran dan arah pasar karena Big Data sudah didapatkan, pengguna yang banyak dan menu kebutuhan yang sudah terintegrasi antara AI + Big Data akan mengolah semua kebutuhan pengguna hanya pada satu platform sehingga membuat pengguna ter-hipnotis oleh kekuatan power full dari platform tersebut dan kecanduan.

Referensi: 

[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkaitwww.caesarvery.com