Artikel Terbaru

Anti COPAS

Hubungan Chlorine dengan Chloride

Apakah anda sering mendengar istilah "oksidasi"
Misalnya di PLTU, tube telah ter-oksidasi sehingga menimbulkan karat, membran RO ter-oksidasi zat chlorine sehingga mudah ter-degradasi, telah terjadi oksidasi gas hidrogen

Apakah oksidasi yang anda maksudkan sama dengan prinsip kimia ??
Contoh 1. Tube ter-oksidasi dan menimbulkan karat
Reaksi kimia : 2 Fe2+ (tube) + 3/2 O2 (oksigen)---> Fe2O3 (hematite)
Reaksi reduksi-oksidasi (Redoks) dengan bilangan oksidasi (Biloks) sebagai berikut :
Fe nilai Biloks dari +2 menjadi +3 sehingga dengan KENAIKAN tersebutlah yang dinamakan OKSIDASI
Contoh 2. Polimer Grade 1 + Cl2---> Polimer Grade 2
Contoh 3. Oksidasi gas H2
H2 ---> 2H+ + 2e
Artinya : Hidrogen dari Biloks bernilai 0 menjadi +1 sehingga juga mengalami kenaikan nilai (oksidasi)

KESIMPULAN :
Oksidasi tidak hanya disebabkan karena terpapar gas O2 melainkan juga chemical lain atau bahkan tanpa chemical seperti treaksi dekomposisi (penguraian). Penyebutan oksidasi hanya jika Biloks mengalami kenaikan nilai sesudah reaksi.
Sumber Gambar : Slideplayer.net
Hal yang serupa juga sama diterapakan di konsep "reduksi" yang merupakan kebalikan "oksidasi" yaitu unsur mengalami PENURUNAN nilai Biloks.
Contoh 1. Tube berbahan tembaga di condenser mengalami reduksi
Reaksi kimia : Cu2+ + 2e ---> Cu
Artinya : Biloks Cu dari +2 menjadi 0 sehingga mengalami penurunan Biloks (reduksi)
Contoh 2. Gas chlorine mengalami reduksi sehingga ion chloride meningkat
Cl2 + 2e ---> 2 Cl-
Artinya : Biloks Cl dari 0 menjadi -1 mengalami reduksi
Berdasarkan hal diatas adakah hubungan antara chlorine (Cl2) dan chloride (Cl-)??
Jawabannya ada, dimana chlorine adalah persenyawaan dalam fase gas sedangkan chloride adalah ion. Keduanya sama-sama berlambang unsur Cl namun berbeda karakteristik, misalnya chlorine untuk disinfektan sedangkan ion chloride untuk kebutuhan mineral dalam tubuh.

Darimanakah ion chloride berasal ??
Chloride berasal dari berbagai sumber misalnya dalam air laut/garam (NaCl), hasil reduksi gas chlorine, hasil dekomposisi garam-garam seperti KCl, MgCl2

Seperti contoh di PLTU, darimanakah ion chloride berasal ??
Di PLTU, untuk condensate water dibatasi chloride (Cl-) <100 ppb dan jika diatas nilai itu maka bisa dipastikan boiler water tercemar kontaminan. Beberapa kemungkinan asalnya adalah air laut (NaCl), residu HCl ketika regenerasi mixed bed kurang bersih, reduksi gas chlorine di injeksi chlorine yang lolos sampai ke boiler water dan degradasi material perpipaan misalnya PVC (polimer polyvinil chloride).

Bagaimana penanganan chlorine yang berlebih di PLTU ??
Injeksi chlorine dikendalikan dengan cara mengukur residual chlorine di outfall 0.1-0.5 ppm dan standar umum injeksi yang dipakai di intake water adalah 1-2 ppm. Air yang sudah tercemar oleh gas chlorine bersifat racun untuk biota laut sehingga perkembangbiakan terhambat. Namun berlebihnya chlorine di air umpan bisa menyebabkan degradasi membran RO dan harus dikurangi dengan cara proses ikatan kimia seperti activated carbon filter dan sodium metabisulphite/sodium bisulphite.

Bagaimana penanganan ion chloride berlebih di PLTU ??
Di PLTU, umumnya pengukuran ion chloride terpenting di outlet condensate water karena tube condenser berpendingin air laut, sehingga dikhawatirkan terjadi kebocoran tube. Langkah yang diambil adalah menjalankan condenser 1/2 bagian untuk pengecekan secara bergantian untuk mengetahui sumber penyebab. Langkah berikutnya adalah melakukan flushing hotwell dan deaerator agar pencemaran chloride tidak sampai menjalar ke sistem boiler water diikuti oleh injeksi phospate untuk menjaga pH agar tidak drop serta pembukaan CBD yang sedikit dibuka lebar untuk membuang kontaminan/lumpur yang terbentuk.

Referensi : 
[1] Feriyanto, YE. (2018). Hubungan Chlorine dengan Chloride, Best Practice Experience in Power Plant. Surabaya 
[2] Feriyanto, YE. (2018). Sistem Standard Proses Electrochlorination Plant, Best Practice Experience in Power Plant. Surabaya

Previous
« Prev Post