Trending Topik

Hati-Hati Terhadap Monopoli Shopee || Merampas Hak Konsumen Memilih Jenis Ekspedisi yang Diinginkan

Mulai awal April 2021, Shopee memberlakukan kebijakan ekspedisi pengiriman yang disembunyikan dan hanya tersedia paket reguler, hemat, same day, instant dan kargo. Kali ini pembeli tidak bisa memilih lagi jenis ekspedisi, dimana sebelumnya masih bisa diganti ketika check-out telah dilakukan. Sebagai konsumen cerdas, kita semua harus kritis terhadap kebijakan-kebijakan baru tersebut apakah menguntungkan kita atau Shopee. Kita ulas bersama potensi Shopee akan melakukan monopoli sepihak yang membuat UMKM di antara marketplace menjadi tidak sehat, sebagai berikut:

  • Kehadiran Shopee Pay yang masif dengan iklan dan masuk ke semua pembayaran di outlet dengan diskon gila-gilaan membuat semua orang install aplikasi ---> potensi monopoli sistem pembayaran
  • Shopee tidak hanya menerapkan diskon gila-gilaan di outlet offline kerjasama, namun di semua lini transaksi elektronik menerapkan diskon gila-gilaan seperti pulsa HP, listrik, tagihan bulanan dan tiket ---> potensi monopoli marketplace
  • Shopee memiliki nama ekspedisi sendiri yaitu Shopee Standard Expess, dimana kita tidak tahu harga yang bisa dibandingkan dengan ekspedisi di marketplace lain ---> potensi monopoli ongkos kirim
  • Shopee menerapkan tidak bisa memilih jenis ekspedisi dan penjual yang bisa memilih/random oleh sistem dan harga untuk semua ekspedisi di paket setara adalah sama misalnya reguler (J&T, JNE, Anteraja, Sicepat, Ninja Xpress, ID Express) padahal kita semua sudah tahu bahwa tidak semuanya memiliki target waktu sampai yang sama karena fasilitas pengantaran yang belum memadai dan masih join antara beberapa pihak. Berdasarkan hal ini bisa terlihat bahwa Shopee seolah sedang mencari dana pemasukan lewat selisih ongkir dimana konsumen tidak sadar telah diarahkan ke ekspedisi tertentu ---> potensi monopoli terhadap hak konsumen untuk memilih ekspedisi
Monopoli dalam marketplace membuat tidak sehat perdagangan online di Indonesia, karena tidak ada lagi balance perbandingan baik produk, harga, ongkir, fasilitas dll. Memang sebenarnya konsep bakar-bakar uang dan iklan yang masif adalah siapa yang kuat dia yang menang dan yang kalah akan tidur serta monopoli inilah tujuan akhirnya. Detail lengkap sudah dibahas di artikel: Mengapa Platform Digital Bakar-Bakar Uang??. Shopee akhir-akhir ini perlu diwaspadai dengan adanya perampasan hak memilih jeis ekspedisi konsumen, karena konsumen-lah yang tahu betul ekspedisi apa yang bisa sampai rumahnya, dimana rumahnya ada di desa, tidak bernomor dan hanya ada RT RW. Pengalaman penulis sendiri untuk paket yang dikirim ke Desa di Blitar selain J&T dan JNE sangat bingung dan lama sekali sampai ke rumah, itupun mereka harus telepon dan whatsapp dulu untuk minta share location (padahal alamat permanen sudah lengkap sesuai petunjuk yang tersimpan di marketplace). Berkaca dari itu, ketika konsumen dipaksa untuk memakai jasa pengiriman random maka tinggal tunggu saja potensi kecewa-nya nanti. Kecewa ini tidak hanya ke pembeli karena barang sampai lama dan penjual karena mendapat rating negatif karena pemilihan ekspedisi yang tidak sesuai keinginan dan sampai lama.
Disini penulis sebagai pengamat dan pengguna jual-beli di semua marketplace dan selalu memberikan edukasi dan wawasan dengan sebenarnya. Sebagai konsumen harap hati-hati terhadap monopoli Shopee ini, dilihat dari aktifitasnya sudah akan mengembalikan uang dari bakar-bakar mereka yang masif dahulu. Sebagai konsumen kita harus bijak bisa memilih antara 3 marketplace yaitu Bukalapak, Tokopedia dan Shopee, dimana dengan adanya kebijakan perampasan hak memilih ekspedisi tersebut patutlah melirik ke pesaingnya yaitu Bukalapak dan Tokopedia yang masih sehat.

Referensi:
[1] Pengalaman Pribadi pada Tema Terkait. www.caesarvery.com

Previous
« Prev Post