Artikel Terbaru

Anti COPAS

Pentingkah Status "Tbk" Bagi Perusahaan

Perusahaan Terbuka (Tbk) adalah perusahaan yang terdaftar dalam emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui serangkaian proses perlengkapan administrasi dan assesment yang didampingi oleh tim BEI yang memakan waktu cukup lama +/-1 tahun demi memperoleh status layak dan masuk dalam bursa untuk melaksanakan tahapan selanjutnya yaitu sosialisasi saham perdana (Initial Public Offering-IPO).
Sumber Gambar : www.yuridis.com
Seberapa Pentingkah Status "Tbk" Bagi Perusahaan ??
Status "Tbk" jika dipandang dari segi manajemen perusahaan memberikan sinyal bahwa perusahaan mampu menjalankan roda bisnis dengan laba yang terus meningkat dan sistem keuangan yang terbuka menandakan perusahaan memang memiliki benefit lebih tanpa ada yang ditutupi dari publik. Sedangkan dari segi masyarakat, perusahaan Tbk menandakan perusahaan yang sehat karena sistem manajemen perusahaan yang terbuka dan tentunya memiliki visi-misi yang besar dalam mencapai world class company.

BACA JUGA : Analisa Perusahaan Rokok Go-Public di Indonesia (1 of 2)

Apakah perusahaan "Tbk" selalu perusahaan yang besar dan menjamin laba yang besar ??
Tentu tidak, karena perusahaan yang terdaftar di BEI walaupun belum memiliki usaha atau perusahaan tersebut masih memiliki hutang, mereka bisa terdaftar di bursa efek. Mengapa bisa begitu ?? karena kebijakan BEI yang diperlonggar demi meningkatkan jumlah emiten di bursa efek dan menarik investor sebanyak mungkin. Tapi tenang dulu, sistem yang diberlakukan pro-investor dan perusahaan yaitu misalnya perusahaan tambang batu bara, mereka sudah menemukan situs yang akan digali dan sesuai perijinan serta analisa jangka panjang, usaha tersebut menjanjikan namun mereka tidak memiliki cukup dana untuk melangsungkan penambangan maka dengan kasus ini BEI membolehkan perusahaan untuk memcatatkan diri di bursa efek. Kemudian kasus untuk perusahaan berhutang misalnya sebuah perusahaan consumer good sudah terbukti produknya laku laris di pasaran dan sedang berhutang banyak untuk riset dan ekspansi pabrik sehingga hutangnya melebihi jauh dari revenue namun sesuai analisa jangka panjang, perusahaan tersebut mampu menghasilkan laba yang besar maka BEI juga akan meloloskan perusahaan tersebut.

Mengapa Perusahaan Besar Ada yang Tidak Mau Statusnya "Tbk"??
Karena status "Tbk" berarti semua asset yang dimiliki perusahaan adalah terbuka untuk publik sehingga kadangkala peta kekuatan competitif di pasaran menjadi terbuka lebar informasinya dan pesaing lebih mudah menentukan strategi yang tepat untuk sang rival. Selain masalah tersebut, sumber daya yang dibutuhkan untuk pelaporan keuangan usaha, rapat umum pemegang saham (RUPS), sistem pimpinan pemegang saham membutuhkan biaya yang cukup besar dan waktu yang lama sehingga perusahaan dikhawatirkan kurang fokus di internal usaha. Permasalahan paling signifikan yaitu karena perusahaan tersebut masih mampu hutang di bank dengan sistem yang sederhana dan belum mencapai limit batas hutang di bank sehingga penjualan saham ke publik dirasa masih belum diperlukan.

BACA JUGA : Apakah Investasi Properti Fisik Menguntungkan ??

Mengapa Perusahaan Harus Menjadi "Tbk" ??
Dalam sektor bisnis, perusahaan yang tidak memiliki hutang malah disebut perusahaan yang sakit. Mengapa demikian ?? karena perusahaan yang memiliki hutang berarti perputaran arus kas (penjualan dan pendapatan berjalan terus-menerus). Terus apakah perusahaan yang tidak memiliki hutang arus kasnya tidak lancar ?? tidak juga, karena dilihat dari jangka panjang berarti perusahaan banyak menyimpan uangnya dalam bentuk tunai (cash) dan nilai (value) dari uang tunai akan berkurang seiring waktu berlalu dan tanpa disadari sebenarnya income yang dihasilkan akan terus turun. Hal ini akan berbeda jika perusahaan berhutang untuk produktif, maka dengan seiring waktu income dan outcame akan berlangsung imbang mengikuti inflasi dan harga pasar sehingga bisa dipastikan nilai uang yang didapatkan adalah setara dengan kondisi riil saat itu. Hutang perusahaan bisa dalam bentuk pinjaman dari bank, obligasi, saham dll. Bank memiliki batas limit peminjaman karena mereka juga tidak mau terlalu berisiko jika kondisi yang tidak diinginkan dari nasabah terjadi misalnya bangkrut. Dengan alasan inilah, jika perusahaan masih menginginkan modal dari sumber lain yaitu investor harus mendaftar di bursa efek dan merubah status menajdi "Tbk". Dengan status tersebut, perusahaan akan mendapatkan dana dengan penjualan lembar saham dan perusahaan wajib membagikan deviden jika mendapatkan profit dari usahanya.

Referensi : Pengalaman pribadi di dunia pasar saham

>

Previous
« Prev Post