Artikel Terbaru

Strategi Average Down (Menurunkan Portfolio Harga Saham)

Average Down adalah rata-rata untuk menurunkan akumulasi nilai. Prinsip ini adalah salah satu strategi dalam investasi saham dan banyak investor melakukannya. Penerapannya ada di portfolio investasi saham.
Sumber Gambar : www.mortgageintroducer.com
Contoh penerapan average down seperti apa ??
Menurut pengalaman penulis, pertengahan tahun 2018 membeli saham JSMR per lembarnya harga 4900 sebanyak 20 lot. Dari bulan ke bulan harga terus turun dan penulis membeli lagi 23 lot di harga 4500 sehingga di portfolio akumulasi harga sekarang menjadi 4700 dengan total saham 43 lot. Penurunan harga saham akumulasi di portfolio tersebut yang dinamakan average down.

Untuk apa sebenarnya strategi average down itu ??
Dalam berinvestasi, pasti kebanyakan orang juga akan pernah salah dalam memprediksi dan harus menunggu lama untuk bisa terbebas dari portfolio merah. Untuk mempercepat ke portfolio hijau maka investor memerlukan penurunan akumulasi harga saham yang dikoleksi agar bisa segera dijual dan mendapat profit.

BACA JUGA : Strategi Buy-Back

Apakah strategi average down selalu menjadi jalan pintas keluar dari loss ??
Tentu tidak, average down adalah salah satu strategi untuk cepat keluar dari loss dan cara ini umumnya diterapkan oleh investor jangka panjang dimana dalam persepsinya strategi cut loss masih belum terlalu diperlukan karena sisi fundamental perusahaan yang dinilai baik untuk jangka panjang. Average down akan menjadikan nilai portfolio saham turun sehingga sewaktu saham sudah menunjukkan kenaikan sedikit saja maka saham bisa langsung dijual dan profit.

Apakah resiko dari strategi average down ??
Average down memerlukan uang yang cukup besar untuk menurunkan portfolio saham dan jika masih jauh dari target price saham maka bisa dipastikan uang untuk average down selanjutnya harus lebih besar lagi. Namun strategi tersebut untuk investor tipe trader sedangkan untuk tipe jangka panjang maka bisa dilakukan seperti menabung saham yaitu sedikit demi sedikit namun konsisten atau membeli ketika harga turun.

BACA JUGA : Strategi Cut-Loss

Apakah penulis sudah menerapkan strategi average down ??
Sudah yaitu pada saham PTPP, dimana ketika beli di harga cukup tinggi 1900 sebesar 20 lot. Kemudian harga jatuh di 1700 dan penulis kembali membeli untuk average down sebesar 20 lot. Harga saham terus jatuh dikisaran 1500 dan penulis kembali membeli 15 lot dan akhirnya nilai portfolio saham PTPP menjadi 1640. Setelah menunggu sekitar 4 bulan baru dijual dan profit.

Apakah yang perlu dicermati dari saham portfolio setelah di average down ??
Berdasarkan pengalaman penulis, saham portfolio yang sudah di-average down maka di aplikasi  harga yang tertera adalah sudah update ter-average sehingga ketika investor menjual partition (sebagian) maka harga di portfolio akan tetap di harga update terakhir dan tidak kembali lagi ke harga awal (sebelum average). Penulis pernah terjebak dan akhirnya harus loss dan ini menjadi pelajaran berharga dalam dunia investasi saham. Bagaimana menyikapinya ?? sesudah portfolio ter-average down maka jika saham ingin dijual harus secara keseluruhan lot sehingga untung/rugi adalah akumulasi total.

Referensi : Pengalaman pribadi investasi

Previous
« Prev Post